Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Cemburu
Happy Reading All...
Lulu masih mondar mandir di depan ruang operasi saat ponsel nya berbunyi. Lulu meraih ponsel nya yang bergetar di dalam tas nya. Tampak tulisan IBU di layar ponselnya.
"Assalamu'alaykum Bu"
"Wa alaykumuasalam Nak. Bagaimana keadaan Bapak mu ?... Ibu ingin sekali ke sana. Ibu khawatir sama Bapak mu"
"Anak-anak bagaimana Bu ?"
"Mereka sudah di sekolah nya. Ibu terpaksa menelpon Nak Mario. Jadi tadi Dia yang mengantarkan Gio dan Gina kesekolah"
"Ooh... Ya sudah tidak apa-apa Bu. Ibu minta anter saja sama Pak Wahyu. Tetangga sebelah rumah yang tukang ojeg itu. Nanti ongkos nya di bayar di sini sama Lulu Bu"
"Ibu di anter Nak Mario. Dia udh ada di sini lagi"
"Tapi bukannya Dia kan harus bekerja Bu ?..."
Mario mengambil alih ponsel Bu Laras dan berbicara pada Lulu.
"Lu... Ini saya Mario. Saya sudah meminta idzin keperusahaan"
" Tapi Rio_"
"Sudah lah Lu. Lagipula Bapak itu sudah ku anggap Bapak ku sendiri. Aku tidak mungkin bersikap tidak peduli dengan keadaan Bapak. Beliau orang yang baik dan penyayang. Aku mau mendampingi Bapak. Tolong Lu idzinkan Saya ada di Rumah Sakit hari ini" Mario menghiba
Lulu menarik napas dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Meskipun ragu namun akhirnya Lulu mengidzinkan Mario datang ke RS
"Baiklah Rio... Kamu boleh ada di sini" Ucap Lulu
Bu laras dan Mario berangkat bersama ke Rumah Sakit. Tak lama mobil yang di kendarai Mario sampai di parkiran Rumah Sakit. Mereka segera melangkah menuju ruang operasi. Dan mendapati Lulu sedang duduk sendirian.
"Nak" Bu Laras setengah berlari menyongsong anaknya.
" Ibu..."
Lulu berlari memeluk Ibu nya. Mereka bertangis tangisan. Kedua nya sama-sama mengkhawatirkan satu laki-laki yang sama.
"Bagaimana dengan Biaya operasi nya Nak ?" Wajah Bu Laras nampak kebingungan.
"Ibu tidak usah memikirkan masalah biaya operasi itu, karena sudah di bayar lunas" Ucap Lulu sambil tersenyum.
"Kamu dapat uang dari mana Nak ?..."
Lulu baru teringat akan Iqbal yang sejak setengah jam lalu pergi ke kantin namun belum juga kembali. Lulu mengedarkan pandangan nya ke arah koridor di mana tadi Iqbal terlihat melewati nya saat hendak ke kantin.
"Nak ?..." Menepuk Bahu Lulu
"Aah... Iya Bu" Lulu agak tersentak
"Ibu tanya, Kamu dapat uang dari mana ?..." Tanya Bu Laras lagi
"Lulu dapet pinjaman dari teman Lulu Bu. Mudah-mudahan Dia bersedia untuk di bayar dengan cicilan" Tatapan mata nya msh ke arah koridor.
"Syukurlah kalau memang demikian. Awalnya Ibu berniat mengajukan pinjaman ke bank tempat Bapakmu biasa mengambil uang pensiunnya. Baiklah kalau begitu, sampaikan salam dan rasa terima kasih Ibu untuk teman mu itu. Ohiya... Ibu mau ke kamar kecil dulu ya" Sambil mengusap usap perut nya yang sakit
Mario sejak awal hanya diam dan menyimak percakapan mantan Istri dan mantan Mertua nya itu. Lalu Dia mendekati Lulu yang sedang berdiri dekat pintu operasi dengan tatapan nya masih menatap ke arah koridor.
"Lu ?..."
Lulu melirik ke arah Mario sambil menaikan sebelah alis nya.
"Apa ada seseorang yang sedang Kamu tunggu ? Kaya nya dari tadi Kamu menatap ke arah Koridor itu"
"Eemm... Bisa di bilang begitu ?"
"Apa Dia teman mu yang meminjamkan uang nya dalam jumlah besar itu pada mu ?..." Lulu menganggukan kepala nya.
"Kenapa Aku merasa kecewa ya Lu ?" Ujar Mario dengan wajah masam nya
"Kecewa kenapa ?..."
"Aku kecewa karena Kamu lebih memilih meminta bantuan orang lain dari pada Aku. Padahal apa pun akan ku lakukan untuk Bapak"
Lulu hanya menghela napas. Karena yang sesungguhnya terjadi bukan seperti yang di sangkakan Mario. Namun andaikan Iqbal tidak menawarkan bantuan nya sekalipun, kemungkinan Lulu tidak akan meminta bantuan pada Mario. Dia tidak mau menanggung resiko di labrak lagi oleh Istri Mario.
"Lu... Andaikan Aku bisa memutar waktu. Dulu Aku akan lebih memilih mu dan anak-anak dari pada mendengarkan perkataan mama ku. Sungguh Aku menyesal karena dulu tidak memiliki pendirian yang kuat. Andaikan Kamu mau memberi ku kesempatan lg Lu. Aku akan memperbaiki semuanya " Ucap Mario sambil menggenggam tangan Lulu sambil menatap mata nya.
Lulu ingin menarik tangan nya dari genggaman Mario. Namun genggaman tangan Mario cukup erat. Akhir nya Lulu membalas menatap Mario. Namun tatapan nya terasa hampa tanpa perasaan apa pun pada Mario.
Di sisi lain, Iqbal sedang berjalan di koridor. Tadi Dia sempat kesulitan menghindari Sandra yang menempel pada nya. Begitu melihat kesempatan, Iqbal langsung ngacir ke sembarang arah demi menghindari Sandra. Posisi terakhir nya cukup jauh dari Kantin. Membuat nya harus berkeliling dulu mencari kantin. Belum lagi pembeli di kantin yang cukup banyak. Rasanya pagi itu Iqbal merasa sial.
Langkah nya terhenti ketika melihat pemandangan yang membuat hati nya sesak. Wanita nya tengah di genggam tangan nya oleh seorang Pria yang hanya terlihat punggung nya saja. Mereka terlihat tengah saling menatap. Seketika perasaan Cemburu pun menguasai hati dan fikiran nya.
Pluk...
Suara benda yang cukup ringan terjatuh di lantai yang tidak jauh dari tempat Lulu dan Mario berdiri. Lulu melirik ke arah suara itu.
Waktu sepersekian detik Lulu gunakan untuk mencerna apa yang Dia lihat. Tiba-tiba matanya melebar dan hati nya terhenyak melihat Iqbal di sana. Wajah tampan nya dipenuh dengan kekecewaan.
Iqbal membalikan badan nya kemudian berjalan meninggalkan tempat itu dengan tangannya yang mengepal. Lulu hendak mengejar Iqbal namun Mario menahan nya.
"Kamu mau kemana, Lu ?"
"Lepasin Aku Rio..." Lulu berusaha melepaskan genggaman tangan Mario.
"Iya tapi Kamu mau kemana ?..."
"Iiiiih..." Menghempaskan tangan Mario kasar.
Lulu berlari setelah sebelum nya Dia meraih dulu keresek berisi makanan yang di jatuhkan Iqbal.
"Tunggu..." Lulu berlari mengejar Iqbal yang sudah cukup jauh dari pandangan mata nya.
Mario menatap dari jauh. Berusaha menangkap sosok yang sedang di kejar Lulu. Namun Dirinya tidak menemukan sosok itu.
Lulu sampai di halaman terluar rumah sakit. Dia berlari ke sana kemari mencari sosok Iqbal. Berusaha mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut halaman Rumah Sakit. Jangankan orang nya, batang hidung nya pun tidak terlihat. Yang terlihat di halaman itu hanya lalu lalang orang berjalan dan beberapa mobil dan motor yang keluar masuk halaman Rumah Sakit.
Perasaan bersalah langsung menggelayut di hati nya. Entah mengapa air mata nya pun tak terasa ikut mengalir.
Tanpa Lulu sadari, Iqbal menatap Lulu dari dalam mobil Lamborghini Aventador putih nya.
Mobil itu terlihat bergerak pelan melewati Lulu yang mematung. Lulu yang tidak mengetahui jenis mobil yg Iqbal kendarai, tidak menyadari kalau Iqbal sudah melewati nya. Mobil putih itu bergerak menuju pintu keluar Rumah Sakit
Rasa putus asa mulai menghampiri hati nya. Lulu berjongkok, Dia menelusupkan kepala nya di lipatan kedua tangan nya. Isakan halus mulai terdengar. Dirinya sendiri bingung dengan sikap nya itu. Kenapa Dirinya harus kecewa ? Kenapa pula harus menangis ? Iqbal bukan siapa-siapa nya.
Namun hati nya sakit dengan Iqbal yang meninggal kan nya di depan ruang operasi. Kebersamaan nya yang hanya setengah malam itu bersama Iqbal yang super konyol, memberikan kehangatan di hati nya yang sudah 3 tahun ini terasa dingin.
Sebuan usapan lembut mendarat di puncak kepala Lulu. Isakan nya mulai berhenti. Wajah nya mulai bergerak pelan menengadah ke atas demi melihat siapa yang mengusap kepala nya.
Sepasang Mata itu menatap Lulu dengan tajam syarat kekecewaan. Namun Lulu mengabaikan nya. Dia berdiri dengan cepat nya lalu memeluk pemilik mata yang tadi menatap nya dengan tajam. Tinggi badan Lulu yang hanya berbeda 5 cm dengan pemilik mata itu, memudahkan nya untuk meraih leher itu dan memeluk nya.
Iqbal memejamkan mata nya. Meraba raba Hati nya lagi mendapati kenyataan di hadapan nya. Setelah meyakin kan lagi hati nya. Kedua tangan nya mulai bergerak membalas pelukan Lulu.
*
*
*
*
*
Terima ksh untuk yg bersedia baca novel ini.
Mohon bantuan Like komentar dan vote nya.
jangan lupa klik ikon 💟 dan rate bintang 5 nya.
Ma kasih
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh