NovelToon NovelToon
Engkaulah Takdirku

Engkaulah Takdirku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:316.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Diana Ana

Cinta masa kecilku, dimanakah dirimu sekarang?
18 tahun telah berlalu apa kamu masih mengingatku?...

Ana Rasidi, yang mengharapkan kedatangan teman masa kecilnya, sekaligus Cinta pertamanya.

Raka Danuarta Kusuma, Ialah teman masa kecil Ana, sekaligus Cinta pertamanya.

Menceritakan tentang gadis remaja yan selalu mengharapkan kedatangan cinta pertamanya,
dan hingga akhirnya mereka bertemu, namun mereka berdua tak saling mengenal.


Apakah mereka ditakdirkan untuk bersama?....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesal

Ting!, pintu

lif terbuka, Danu keluar dari dalam lif di ikuti oleh Ana di belakangnya, Ana

melihat ke arah Danu lalu berkata.

“Kita mau

kemana pak?” melihat ke arah Danu yang kini tengah berjalan di hadapannya.

Mendengar pertanyaan

Ana dengan segera Danu berkata. “Gua pengen ajakin lo kepasar.” Tersenyum tipis

“Ya gua pengen ajak elo ke raungan aku lah.” Danu terlihat santai ketika

mengatakkan itu.

Mendengar ucapan

Danu, Ana pun berkata. “Is, nyebelin banget sih.” Dengan nada suara pelan. Namun

suaranya itu masih terdengar jelas di telinga Danu.

Mendengar ucapan

pelan Ana, Danu pu berkata. “Awas, An, gua dengar apa yang barusan elo katakan.”

Tersenyum tipis “Nanti gua akan potong gaji lo.”

Mendengar kata

potong gaji keluar dari mulut bosnya, dengan segera Ana berkata. “Maaf pak.” Nada

suara pelan.

Setelah sampai

di depan pintu ruangan Danu, dengan tegasnya Danu berkata. “Masuk.” Melihat ke

arah Ana “Kalau tak mau masuk, bulan ini setengah darigajimu aku potong.”

Mendengar itu

dengan segara Ana masuk kedalam ruangan bosnya sambi berkata. “Is, sih bos

killer ini, kerjanya cuman ngancam gua terus. Mentang-mentang bos disini,

seenaknya saja main perintah-perintah, seandainya elo bukan bos gua, uda gua

geprek kepala lo.” Grutu kesal Ana.

Danu berjalan

ke arah sopa yang ada di dalam ruangannya, lalu duduk. Melihat Ana masih

berdiri di hadapannya, Danu pun berkata.”Duduk, lalu makan.” Perintah Danu.

Mendengar itu

dengan segera Ana berkata. “Maaf, saya udah makan.” Tersenyum melihat ke arah

Danu.

“Memangnya

kamu makan apa?” menatap wajah Ana.

“Makan bekal

saya dari rumah pak.” Dengan santainya Ana mengtakan itu, tampa Ia tau kalau

semua bekal makan siangnya Danu yang tengah menghabisinya.

Mendengar ucapan

Ana, Danu tertawa melebar, membuat Ana merasa sedikit bingun.melihat itu Ana

pun berkata, “Kenapabapak tertawa? Seperti orang gila saja.” Berkata pelan dan

santai.

Mendengar Ana

mengatainya seperti orang gila, Danu menatap tajam ke arah Ana, Lalu berkata. “Apa!

Elo mengatai gua gila?” sedikit kesal.

Mendengar itu

dengan segera Ana berkata. “Maaf pak bukan maksud saya berkata begitu,” Ana

menundukkan wajahnya ketika mengatakan itu.

Melihat Ana

menundukkan wajahnya, Danu berdiri lalu berjalan mendkat ke arah Ana, Danu

meraih tangan Ana lalu mengajaknya berjalan ke arah kursi, lalu menyuruhnya

duduk, setelah Ana duduk.

Danu pun

berkata. “Makanlah An, gua tau elo belum maka.” Berkata pelan dan lembut “Maaf

tadi gua yang udah habiskan semua isi kotak makan siang lo.” Melihat ke arah

Ana yang tengah melihat ke arahnya.

Mendengar ucapan

Danu, Ana membulatkan matanya, lalu berkata. “Apa! Jadi elo yang udah

menghabiskan semua makan siang gua?” menatap tajam ke arah Danu, dengan nada

suara tinggi.

Mendengar ucapan

Ana yang terlalu sangat keras, Danu pun berkata. “Pelangin suara elo, nanti

asisten pribadi gua dengar, kan ngak enak jadinya kalau dia dengar,” tersenyum

melihat ke arah Ana.

Mendengar itu

dengan kesalnay Ana berkata. “Gua ngak mau makan, titik.”

“Kalau elo

ngak mau makan, gaji lo bulan ini gua potong dari setengahnya. Elo mau?”

menaikkan alisnya melihat ke arah Ana “Bagaimana, apa kamu mau gaji kamu di

potong? Cuman karna tak mau makan.” Tersenyum melihat wajah kesal Ana.

“Makanlah.” Tersenyum

“Dan gua ngak mau mendengar satu kalimat lagi keluar dari mulut lo.”

“Biak pak,

saya akan makan.” Pasrah dengan apa yang tengah bosnya katakan.

Ana mulai

membuka kotak makanan yang ada di depannya, Ana tersenyum melihat makanan yang

ada di hadapannya, lalu mulai malahap semua makanan tersebut hingga tak

tersisa. Sementara Danu tak berenti melihat ke arah wajah Ana yang kini tengah

makan di hadapannya.

Danu pun

berkata dalam hati. “Semakin gua melihat wajah Ana, semakin gua merasa, kalau

gua prnah bertemu dengannya, tapi dimana?” guman Danu.

Ana melihat

ke arah Danu yang kini tengah asyik melihat ke arah wajahnya, Ana pun berkata. “Pak,”

memanggil “Bapak kenapa lihatin wajah saya? Apa ada makanan di wajah saya? Atau

bapak melihat wajah saya, karna aku cantik.” Ana tersenyum ketika selesai

mengatakan itu.

Mendengar ucapan

Ana, denga santainya Danu berkata. “Tapi menurut gua, elo itu tidak cantik,

biasa saja, yang ada elo itu gadis yang paling cerewet yang pernah gua temuin.”

“Tapi

kangenin kan pak.” Menaikkan kedua alisnya melihat ke arah Danu “Maaf pak gua

cuman bercanda, ya sudah terimaksih banyak ya pak, karna telah mengantikan

makan siang saya, dan sekarang saya harus kembali bekerja.”

Setelah mengatakan

itu, Ana berangjak dari tempat duduknya. Namun belum sempat Ana berdiri,

tangannya di tarik oleh Danu.

Danu pun

berkata. “Siapa yang ngijinin lo berdiri?” melihat ke arah Ana.

“Bapakkan

cuman suruh saya makan, sekarang saya sudah selesai, jadi ingin kembali bekrja

lagi.” Ana tersenyum manis ketika mengatakan itu.

Mendengar itu

Danu pun berkata. “Nanti saja An, ada yang mau gua katakan sama lo.” Menatap ke

arah wajah Ana.

“Bicara saja

pak, aku akan menjadi pendengar yang setia untuk bapak.”

Danu menarik

nafasnya, lalu mengbuangnya secara perlahan, setelah itu Ia mulai brbicara. “An,

kenapa elo hindarin gua?” menatp wajah Ana.

“Maaf pak,

gua ngak merasa hindari bapak.” Berkata santai.

“Ana

berhenti panggil gua bapak, di saat kita tengah berdua seperti ini.” Menatap

wajah Ana.

“Memang

salah ya pak? Kalau gua panggil elo bapak?kan disini anda bosnya.”

Mendengar semua

kata yang keluar dari mulut Ana, Danu melihat ke arah Ana, lalu kembali

berkata.

“Jawab

pertanyaan gua An, kenapa elo hindarin gua?” menatap wajah Ana, sambil menunggu

jawaban yang keluar dari mulutnya.

Mendengar pertanyaan

itu lagi, Ana kembali berkata, “Hiya, pertanyaan itu lagi, maaf ya pak seperti

yang uda gua jelaskan tadi, ah sudah deh pak, gau malas menjelaskan semuanya.” Setelah

mengatakan itu, Ana berlari keluar dari dalam ruangan Danu, dan Danu juga

ikutmengejar Ana, namun Ana keburu masuk ke dalm lif.

1
Asmiaty
bingug..namanya ganti2 yg benar yg mana raka apa danu
Rief Jay
typo nya wow..
Moertini
terimakasih thor sudah tamat mantap baguus sekali ceritanya bahasanya mudah dimengerti alur ceritanya padat terus berkarya thor semangat
Ida Siswati
seru
Anonim
Ihhhhh kesell udh habis ajaah
Anonim
Gw ydah saltinggggg sendirii
Anonim
Banyak banget yh typo jadi bingung apa yg dimaksudkan
Anonim
Hhh
Anonim
Foto danu donggg
Anonim
Cieee padahal emg naksir
Anonim
Duh pusing bacanya pantesnya ada yg kek (") 👈🏻
Yani
sangat bagus singkat padat dan jelas
Yani
alhamdullilah tamat, tdk berbelit2
NO NAME
.
Rastika Wati
nie novel baguss bgttt ceritanya nyambung terharuu bacanya....emang bener klo jodoh gk bakal kmna😍😍
yatiek lima sembilan
bosan ? koq bisa ? seorang sekretaris dlm pertemuan membahas bisnis dieeem aja ? nggak profesional banget dong...
yatiek lima sembilan
hubby = suami ... cabi / cuby = pipi tembem ... jadii hubby atau cuby...? jauh bingitz artinya... asalnya dari sulsel kah thor...?
yatiek lima sembilan
disini jg kata DIBILANG menjadi DIBILAN...
yatiek lima sembilan
lah kata
YANG koq menjadi YAN ?
yatiek lima sembilan
yang disini kata tampan menjadi tampang....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!