Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Setelah bergelut dengan masalah hilangnya Pamella secara tiba-tiba,Daniel mencoba berdamai dengan keadaan di mansion Abraham dimana hampir semua penghuninya percaya bahwa Pamella adalah dalang di balik ledakan waktu itu.
Namun untuk menghilangkan perasaan janggal yang ada di hatinya,Daniel memutuskan untuk mengajak Daniella memeriksa kamar Pamella sekali lagi.
Berbekal kunci cadangan yang ia dapat dari pengurus mess anggota,Daniel membuka pintu kamar Pamella dan memasuki ruangan yang terlihat sangat berantakan itu.
Masih banyak barang-barang Pamella yang tertinggal disana,bahkan kalau dilihat sekilas,bisa jadi Pamella tidak membawa barang apapun yang ada di ruangan ini saat dia pergi.
Dengan teliti Daniel dan Daniella memeriksa satu demi satu,lemari pakaian,laci meja rias,kolong kasur,kolong ranjang tak ada satu bagian pun yang mereka lewatkan.
Awalnya mereka tak menemukan keanehan apapun,sampai Daniella meraba kolase foto milik Daniel yang tertempel rapi di lemari Pamella
" kak....kemarilah dan lihat ini..! "
" apa....? oh...itu kolase foto yang di ceritakan Serafin kemarin bukan...? " tanya Daniel.
" ada yang aneh dengan foto-foto ini " ujar Daniella sambil terus meraba-raba foto-foto itu.
" maksudmu..?"
" kalau kita lihat lebih teliti lagi,paku-paku payung yang di gunakan untuk menempel foto ini semuanya baru,tidak ada karat sama sekali,dan...tidak ada debu yang menempel di sini "
Seketika itu juga Daniel menghampiri sang adik,mencoba membuktikan dengan matanya sendiri apa yang di bilang Daniella itu benar atau tidak.
"lihat apa yang aku temukan lagi kak " seru Daniella memanggil sang kakak sambil membawa sebuah potongan kertas.
Daniel pun lagi-lagi segera menghampiri Daniella,di ambilnya potongan kertas itu lalu di amatinya dengan seksama
" bukankah ini seperti jenis kertas yang ada di buku diary Pamella kemarin...?"
" yah kau benar..dan itu artinya...''
" ada yang sengaja merobek isi diary itu "
" tepat....." ujar Daniella.
" mungkinkah ada yang sengaja mengkambing hitamkan Pamella,tapi kalau itu benar,kira-kira siapa pelakunya...? " gumam Daniel.
" apa mungkin..."
" Serafin" ucap dua bersudara itu bersamaan.
"maaf wakil ketua,tuan besar sedang mencari anda berdua" ucap Berto yang entah sejak kapan berdiri di depan pintu kamar Pamella.
" kau....sejak kapan kau ada disini..? "
" kira-kira 5 menit yang lalu wakil ketua"
" itu berarti kau dengar semua yang aku bicarakan dengan Daniella..?"
" iya wakil ketua" jawab Berto jujur.
" kalau begitu tinggallah disini dan bantu adikku..! " ucap Daniel lalu segera pergi meninggalkan Daniella dan Berto yang masih sibuk mencari informasi di kamar Pamella.
Sepanjang jalan menuju mansion Daniel mencoba menerka-nerka apakah ada urusan penting sampai-sampai Darius harus memberi perintah langsung pada Berto untuk memanggilnya.
"hah....pak tua ini,bukankah sudah ada teknologi canggih yang bernama handphone" gerutu Daniel.
Sebenarnya masalah utamanya bukan panggilan dari Darius tapi Daniel sangat tahu kalau saat ini Serafin pasti sedang ada di dalam mansion karna harus melapor pada Diana soal jadwal harian Diana,dan kalau Daniel ke mansion sekarang,sudah pasti keduanya akan bertemu.
Dan benar saja,saat Daniel baru tiba,ia tak sengaja bertemu pandang dengan gadis itu,tentu saja itu membuat Daniel mau tak mau harus tersenyum dan menyapanya.
tunggu sampai aku menemukan bukti kejahatanmu Sera,karna jika benar kau memang pelakunya,tak ada yang bisa menyelamatkanmu termasuk kedua orangtuaku
ucap batin Daniel
" duduklah,maaf papa mendadak memanggilmu,ada yang ingin papa bicarakan " ucap Darius yang seketika membuyarkan lamunan Daniel.
" ada apa pah...sepertinya penting "
" kau ingat om Aditya sahabat sekaligus rekan bisnis papa,dia bilang dia menemukan salah satu anggota kita di sebuah perumahan terbengkalai,keadaanya cukup parah dan sekarang dia di rawat di rumah sakit Bina Asih"
" ya pah...nanti biar aku suruh Berto untuk melihatnya " jawab Daniel singkat.
" dan satu lagi nak,om Aditya juga meminta jasa kita untuk mengawal putrinya sementara waktu, karna tadi dia dan putrinya sempat cekcok dengan para pelaku,takutnya akan ada serangan balas dendam "
.Mendengar kata putri om Aditya Daniel baru sadar kalau yang tengah di bicarakan Darius adalah gadis yang tempo hari bertemu dengannya di hotel,hal itu membuat ia tersenyum manis tanpa sadar,hingga membuat Darius dan Diana sedikit heran dengan tingkah laku anaknya itu.
" kalau soal itu,biar aku sendiri yang mengawalnya langsung pah " ucap Daniel dengan wajah sumringah.
Mendengar kalau Daniel dengan senang hati bersedia mengawal wanita lain,membuat Serafin merasakan cemburu dalam hatinya,baru saja kemarin ia memohon pada Daniel tapi lelaki itu tak menjawab apapun,bahkan yang ada Daniel malah sengaja mengusirnya.
Wanita itu kini tengah sibuk menahan rasa cemburunya pada Xarena, tanpa ia sadari kalau anggota yang di maksud oleh Darius barusan itu adalah Pamella,orang yang dengan sengaja ia singkirkan dari mansion Abraham.
siapa sebenarnya wanita itu,kenapa Daniel langsung menawarkan diri saat om Darius bilang ia butuh pengawalan,aku harus mencari tahu soal ini,gak ada gadis yang pantas mendapat perhatian dari Daniel selain aku termasuk Xarena atau Pamella sekalipun.
***
Sesampainya di rumah sakit terdekat,Xarena segera berlari keluar dari mobil untuk mencari bantuan,ia benar-benar takut jika nyawa sahabatnya itu sampai tak tertolong karna begitu banyak luka yang ada di tubuhnya.
Beruntung saat itu UGD di rumah sakit tersebut tidak seramai biasanya,hingga Pamella bisa segera mendapat penanganan dari dokter yang bertugas begitu juga dengan dirinya yang kini tengah meringis menahan rasa sakit yang ada di lengannya.
Berada satu ruangan yang sama dengan Pamella membuat Xarena bisa mendengar betapa susah payahnya para tenaga medis mengupayakan keselamatan Pamella.
"Saya butuh bantuan, sekarang juga pasien ini mengalami henti jantung"
"Saya sudah siap dokter,apa yang perlu saya lakukan?"
"Bawa defibrillator dan siapkan oksigen kita harus bertindak cepat..! "
"Sudah siap, dokter"
"Saya akan melakukan kompresi dada hitung waktu untuk saya...! "
"Baik, dokter"
"Saya akan memberikan shock semua orang menjauh..!"
"Sudah jauh, dokter"
"Shock sudah diberikan lanjutkan kompresi dada..!"
"Tekanan darah pasien masih rendah dokter "
"Saya akan memberikan adrenalin siapkan jarum suntik...!"
"Sudah siap, dokter"
"Suntikkan adrenalin sekarang...!"
"Sudah, dokter "
"Bagaimana tekanan darah pasien sekarang...?"
"Tekanan darah pasien mulai naik dokter"
"Bagus kita harus terus memantau kondisi pasien siapkan untuk transfer ke ICU...!"
"Sudah siap, dokter"
please mel,lo harus sembuh,lo pasti kuat,bertahan mel,gue udah susah payah nyelametin lo sampe lengan gue kegores pisau,awas aja lo kalau sampai mati,gue bakal taburin kuburan lo pakek abon lele,bukan pakek bunga.
ucap batin Xarena yang kini hanya bisa menangis dan berdoa untuk sahabatnya.
Sementara itu Aditya yang kini berada di ruang tunggu IGD baru saja selesai menghubungi sahabat lamanya yang tak lain dan tak bukan adalah Darius Abraham.
Tanpa sepengetahuan Xarena,sebenarnya Aditya sudah mengetahui kalau Pamella adalah anggota BLACKDIAMOND lewat cincin keanggotaan yang di pakai Pamella,karna itu,Aditya segera menghubungi Darius untuk menginfokan keberadaan Pamella yang saat ini bersamanya.
Tak lupa ia juga memesan jasa pengawalan pada sahabatnya itu karna takut jika suatu saat orang yang tadi di hajar habis-habisan olehnya dan Xarena datang kembali untuk membalas dendam.
Bertepatan saat Xarena keluar dari ruang IGD saat itu pula dokter yang menangani Pamella memanggil mereka berdua selaku wali dari Pamella.
" keluarga nona Pamella"
" ya..saya dok,saya walinya" ucap Aditya.
" begini tuan,sepertinya nona Pamella baru saja mengalami penganiyaan berat,banyak di temukan bekas pukulan dan goresan benda tajam di sekujur badannya,dan sepertinya....lidah nona Pamella juga sengaja dipotong,saya menyarankan sebaiknya anda melapor pada pihak berwajib"
" maaf dok,saya memang walinya tapi saya tidak punya wewenang untuk itu,tapi kebetulan saya sudah menghubungi wali Pamella yang sebenarnya mungkin sebentar lagi beliau akan sampai "
Mendengar itu Xarena menatap tajam ke arah Aditya seolah meminta penjelasan pada orang yang kini menjadi orang tuanya itu.
" papa kenal orang tua Pamella...?" tanya Xarena penasaran.
" tentu saja tidak nak,tapi papa tahu kalau Pamella itu anggota BLACKDIAMOND ,kelompok mafia yang di didirikan oleh sahabat lama papa om Darius namanya" jawab Aditya yang sukses membuat Xarena sampai bengong karna saking terkejutnya.
fix inimah kayaknya gue harus ngelabrak orang yang nyiptain kata pepatah dunia tak selebar daun kelor.