Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.
"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.
Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.
Apakah yang ia temukan di dunia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keakraban
Alvin dan Dharma masih mengobrol di atas bongkahan batu.
"Seharusnya kau ceritakan ini pada Bagas," kata Alvin.
"Ya kan kau bisa sampaikan cerita ini pada nya," jawab Dharma.
"Iya juga ya."
"Ya sudah, kita kembali ke kebun bantu Ki Candra dan warga desa. Nanti malam baru kita susun rencana," ajak Dharma.
"Baiklah, skuyy gaskeun," kata Alvin.
"Maksud nya?" tanya Dharma heran.
"Ayo, ayo gitu maksudnya."
"Ooo begitu."
"Iyaa hehe, bener-bener harus full indo ini bahasa nya," kata Alvin.
***
Di sisi lain Bagas dan Anna sedang beristirahat sambil makan siang. Mereka membakar ayam tangkapan nya tadi. Anna mencuci buah-buahan yang mereka bawa di mata air, agar buah jadi segar kembali. Setelah matang, mereka makan bersama.
"Enak yah," kata Bagas sambil makan.
"Iya lah, kan aku yang tangkap," jawab Anna.
"Sombongnya, hehehe. Iya deh maaf, aku bangun nya kesiangan."
"Bercanda kok gas," kata Anna tersenyum.
Selesai makan, mereka duduk di bawah pohon sambil mengobrol.
"Apa kau bahagia dengan takdir mu ini?"
"Sebenernya senang, tapi tanggung jawab ini sangat berat."
"Aku hanyalah seorang penulis, menulis hal apa saja yang terjadi di sekitar ku, dalam bentuk sebuah cerita fiksi. Tapi suatu hari aku mulai bosan dengan kehidupan yang seperti itu saja, di tambah lagi datang masalah silih berganti. Itu membuat ku malas menulis. Aku menginginkan hidup yang berbeda dari biasanya, dan sekarang terkabul. Setiap aku tertidur, aku akan bangun di dunia mu ini," jelas Bagas.
"Ini sudah seperti mimpi yang nyata bagiku," lanjut Bagas.
Anna dari tadi memperhatikan Bagas dengan seksama.
"Anna?" panggil Bagas.
"Oh iya, hehe. Kau sekarang calon ksatria kuat."
"Benarkah?" tanya Bagas sambil tertawa.
"Iya lah, kau yang akan memimpin dunia ini."
"Semoga kita bisa secepatnya mengumpulkan semua pusaka dan mustika, kemudian kita rebut kekuasaan Adilaga."
"Pasti bisa," jawab Anna optimis.
"Oh iya, kenapa kau selalu masuk lalu duduk di kamar ku menunggu aku terbangun dari tidur?"
"Aku hanya ingin di saat kau terbangun, orang yang pertama kau lihat adalah aku," jawab Anna malu-malu.
Mendengar itu, Bagas semakin bimbang dengan pilihan nya. Sekarang giliran Bagas yang tiba-tiba terdiam.
"Kok diam saja?"
"Eee, kamu sejak kapan belajar beladiri?"
"Sejak kecil kami sudah di ajarkan beladiri, kalau kamu?"
"Aku tidak pernah belajar beladiri, berkelahi pun selalu kalah. Tapi setelah aku ke dunia ini, entah kenapa, ada sebuah energi tambahan yang aku rasakan. Dan sekarang, aku bisa beladiri."
"Tapi tetap harus berlatih lagi Bagas. Aku tidak mau melihat kau babak belur seperti kemarin."
"Heheh, siluman itu jauh lebih kuat."
"Tapi kau berhasil mengalahkan nya kan?"
"Tidak. Tapi ada seorang bertopeng yang membantu ku. Saat ku tanya siapa dia, dia menyuruhku untuk melanjutkan perjalanan ku."
"Ooo seperti itu, tapi syukurlah kau selamat"
"Memang kenapa kalau tidak selamat?"
"Ya jangan," Jawab Anna dengan suara manja.
Bagas mengambil buah apel kemudian memakannya.
"Ambil kan aku satu," pinta Anna.
Bagas mengambilkannya lalu melanjutkan obrolan mereka.
"Bagaimana jadi anak bungsu, menyenangkan?"
"Tentu saja tidak, tidak bisa bebas melakukan apapun. Harus di awasi kedua kakak ku."
"Tapi kau menemaniku sekarang."
"Karena kakak ku percaya padamu."
"Ooo," kata Bagas mengangguk sambil memakan apel nya.
"Kalau kamu di dunia mu tinggal bersama siapa?" tanya Anna.
"Sebelum nya aku tinggal bersama kakek ku, kedua orang tua ku telah meninggal saat aku kecil. Sehingga aku di besarkan oleh kakek ku. Namun, tiga tahun yang lalu ia juga menyusul ayah dan ibu ku. Dan akhirnya aku hidup sendiri. Tidak sendiri juga sih, karena aku memiliki sahabat baik," jelas Bagas.
"Tapi kau sekarang tidak sendirian. Ada aku, kedua kakak ku, Ki Sanjaya. Kami akan selalu mendukung mu."
"Terimakasih Anna, iya juga. Aku merasa memiliki keluarga baru," kata Bagas.
Tiba-tiba kepala Bagas di lempari ranting pohon oleh seekor monyet.
Pletaakkk!!
"Siapa kau? Keluar?" Bagas bersiaga.
Muncul seekor monyet dari balik pohon. Melihat itu, Anna tertawa.
"Kau lucu sekali," kata Anna.
"Untung saja dia monyet," kata Bagas. Tak lama kemudian monyet itu kembali melempar nya.
"Eh, berani kamu yaa." Bagas menghampiri pohon tempat monyet bersembunyi.
"Dasar monyet," lanjut Bagas.
"Bagas, Bagas," panggil Anna.
"Iyaa." Bagas menoleh.
"Hehehe sudah lah. Sini cerita lagi," ajak Anna.
Bagas kembali duduk di samping Anna.
"Sampai mana tadi yaa?"
"Sampai kau menganggap kami sebagai keluarga baru mu."
"Nah iya, sekarang hidupku jadi lebih berwarna. Dan yang paling penting, lebih berguna."
"Tentu saja, kau harapan kami," kata Anna.
Beberapa saat kemudian, Bagas dan Anna memutuskan untuk melanjutkan pendakian nya.
***
Di sisi lain, Alvin bersama warga desa berhasil mengumpulkan beberapa keranjang besar buah-buahan untuk di simpan.
"Alvin istirahat dulu," ajak Dharma.
"Iya nanti, masih ada satu keranjang lagi yang harus di simpan," jawab Alvin semangat mengangkat keranjang bersama pemuda desa lainnya.
"Dia anak yang baik dan berjiwa ksatria, sangat tepat jika sang penyelamat mengutusnya kemari," kata Ki Candra.
"Iya pak, nanti malam kita akan membuat rencana agar besok kita masih bisa memanen sisa nya untuk di simpan. Agar Bara dan pasukan nya pulang dengan hasil panen yang sedikit."
Setelah semua hasil panen di simpan, Alvin beristirahat.
"Makan ini." Dharma memberikan buah apel.
"Terimakasih," kata Alvin.
"Bagaimana perasaan mu tinggal di desa ini?"
"Sangat menyenangkan, orang nya ramah-ramah. Jiwa sosial juga masih tinggi."
"Tidak seperti di dunia ku, semua nya egois. Jiwa gotong royong nya sudah pudar."
"Ya seperti itu lah perkembangan zaman. Teknologi memang berkembang, tetapi jiwa sosial turun."
"Kau tau dari mana tentang dunia ku?"
"Dulu saya pernah kesana."
"Serius? Untuk apa?" tanya Alvin.
"Mencari keturunan Ksatria Bagaskara. Suatu hari Jaka, keturunan dari Ksatria Gardapati datang kemari memberikan kabar. Bahwa ramalan mengatakan, akan tiba masa nya keturunan Ksatria Bagaskara kembali kedunia ini. Namun setelah menunggu beberapa bulan, tak ada tanda-tanda kedatangan nya. Sehingga aku memutuskan untuk menyebrangi kedunia itu," jelas Dharma.
"Ooo jadi seperti itu," kata Alvin.
"Tapi syukurlah sekarang dia akhirnya datang kembali kedunia ini, dan mengutus mu kesini"
"Hehe iya, aku akan membantu semampuku," kata Alvin.
Datang seorang lelaki berlari dari kejauhan. Alvin dan Dharma pun menghampiri nya.
"Ada apa?"
"Ada dua orang laki-laki datang, kata nya ingin bertemu dengan Ki Candra."
Mereka segera menuju pintu masuk desa tersebut. Terlihat dua orang laki-laki berbadan tegap. Saat mereka menghampiri nya, Dharma berkata.
"Jaka, Brata. Selamat datang di desa kami. Ayo saya antar."
"Bagaimana kabar Ki Candra, sehat?"
"Sehat."
"Dia siapa?" tanya Brata.
"Oh, ini Alvin. Dia di utus oleh sang penyelamat untuk membantu kami disini."
Mereka pun bersalaman. Lalu berjalan menuju rumah Ki Candra.
"Anna tidak ikut?" tanya Dharma.
"Dia mengikuti Bagas, padahal sudah ku larang tapi dia memaksa. Ya sudahlah, seperti nya dia sedang jatuh cinta pada Calon ksatria," jawab Jaka.
Mendengar itu, Alvin dalam hati berkata.
"Waduh, Bagas di taksir sama pendekar cewek di sini. Tiara pasti cemburu kalo tau."
***
jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.
...dan next up date 👍👍👍
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Semangat 💪💪up lagi thor
Aku mendukungmu 👍👍
Lagi seru"nya.
Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
terus ikuti karya aku ya thor
makasih😊