NovelToon NovelToon
Rika dan Raja Iblis

Rika dan Raja Iblis

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:345.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Azai Nagamasa

Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Suamiku adalah Raja Iblis

Chapter 14

Setelah Rika tidak sadarkan diri, pria berjubah hitam mengangkat tubuh Rika dan membawanya pergi dari sana.

Dua hari setelahnya, Rika membuka matanya, dia nampak sangat kurus dan kacau, ia masih belum bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya.

Saat ia mencoba untuk duduk secara tiba-tiba seseorang melompat dan memeluk erat dirinya.

"Kanjeng Rika!!!"

Rika hanya diam dan membiarkan gadis itu memeluknya, ia sedikit menyunggingkan senyumnya.

"Syukurlah kau baik-baik saja!"

Gadis berambut pirang dengan kulit kecoklatan dan bertelinga lancip itu terlihat memeluk erat Rika ia menangis dan nampak khawatir.

Rika membalas pelukannya dan mengelus lembut rambut gadis dark elf itu.

"Sudah, maafkan aku Mary, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih seperti ini."

Namun Mary sama sekali tidak berhenti memeluk Rika, pelukannya semakin erat ia menahan isak tangisnya.

"Tidak, harusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa membujuk Gusti Prabu untuk menjemput Kanjeng Ratu lebih cepat."

Mary mengucapkan apa yang ia pikirkan sembari menangis dan penuh dengan isakan memilukan.

Sekali lagi Rika merasa sangat senang karena masih ada orang yang percaya padanya yah meski hanyalah seorang pembantu atau pelayan kerajaan saja.

"Jadi kau yang menolong dan membawaku kembali kemari?" tanya Rika pada Mary, sebenarnya ia tidak berharap tebakannya benar, karena jika Mary yang menjemputnya maka Mary lah yang akan menderita karena melanggar perintah Raja.

Mary pun menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan pertanyaan Rika sembari tersenyum manis.

"Bukan, tapi Gusti Prabulah yang membawa Kanjeng kembali ke istana, aku tidak tau apa yang membuat Gusti Prabu tiba-tiba menyelamatkan Kanjeng Ratu setelah berkali-kali menolak permintaanku, tapi meski begitu aku senang Gusti Prabu akhirnya datang menyelamatkan Kanjeng Ratu meski agak terlambat."

Rika mendengar penjelasan dari Mary sedikit tersenyum manis, ia senang kalau Zarathos sendirilah yang memutuskan untuk menyelamatkannya, meskipun ia tidak tahu kenapa seorang Raja yang telah kehilangan kenangan tentang istrinya masih mau menyelamatkan istrinya? Namun, setidaknya Rika masih bisa bernapas lega ia masih punya harapan hidup, meskipun tidak akan sama seperti sebelumnya.

"Mary." Panggil lemah RIka, tubuh Rika terlihat kurus dan lemah, ia memang tidak makan apa-apa selama sebulan penuh itu sebelumnya.

"Sendiko Kanjeng." sahut Mary dengan senyumannya, ia bisa tersenyum bahagia dengan kembalinya Rika sebagai ratu di kerajaan tersebut, sebenarnya bukan hanya Mary, namun semua penghuni Istana senang akan kembalinya Rika ke istana Raja, bukan hanya para pelayan Istana. Namun, Prajurit, jendral perang dan Para Guardian, beserta petinggi Iblis dan para penyihir Iblis juga sangat menyambut kedatangan Rika kembali ke istana.

"Tolong pergi ke dapur dan pesan beberapa makanan, aku lapar sekali." Rika meminta tolong pada Mary dengan nada lembut untuk mengambilkannya beberapa makanan.

"Dengan senang hati Kanjeng!"

Mary langsung bersemangat dan dengan segera ia pergi sembari tersenyum, suasana ruangan yang awalnya suram menjadi kembali cerah, Rika tersenyum ketika mendengar suara detak jantung Mary yang tidak mengeluarkan Ritme kesedihan dan berdetak penuh semangat, Rika juga sedikit peka terhadap emosi mahluk-mahluk yang ada disekitarnya.

Tak lama setelah Mary pergi meninggalkan Rika untuk memesan makanan, seorang pria berambut hitam dengan tanduk di dahinya datang menemui Rika dengan mata merahnya ia berjalan santai ke arah Rika.

"Katakan padaku, kenapa kau menolongku?"

Rika langsung melontarkan pertanyaan pada orang yang masuk ke kamarnya yang ternyata dia adalah Zarathos suami dari Rika.

"Kenapa? Itu karena tingkahmu menggangguku kau tahu?"

"Mengganggu? Apa yang membuatmu merasa terganggu olehku?" tanya Rika pada suaminya, ia bingung, bagian mana dari dirinya yang mengganggu.

Zarathos yang mendengar pertanyaan Rika malah tampak semakin kesal, ia nampak membenci kehadiran Rika lebih dari apapun, Rika hanya tersenyum kecil, sembari memegang sebuah potongan pedang suci di tangannya.

"Sikapmu yang menungguku berdiam diri disana dan menarik simpati rakyatku adalah satu hal yang paling tidak aku suka!" seru Zarathos pada Rika.

Rika cukup paham maksud Zarathos, ia pun tersenyum kecil dan mengatakan.

"Aku seperti itu karena perintah darimu, sudah sewajarnya aku mengikuti semua perintahmu, karena kita masih suami istri, jika kau tidak mau aku melakukan semua perintahmu secara berlebihan ... kau bisa membunuhku atau menceraikanku sekarang."

Zarathos malah semakin bingung, ia seperti tidak tau sedang berbicara dengan siapa? Ia pun dengan tenang mengubah topik pembicaraan.

"Baiklah aku malah semakin tidak mengerti dengan sikapmu, bisakah kita membicarakan hal lain sekarang?"

Rika yang mendengar keluhan dari suaminya hanya diam, yah dia hanya diam saja, sembari memikirkan topik apa yang harus dibicarakan disaat seperti ini.

"Baiklah, jika kau ingin mulai dengan topik yang berbeda, aku akan menanyakan beberapa hal padamu, apakah boleh?"

Zarathos mengangguk sebagai jawaban dari permintaan Rika untuk menanyakan beberapa hal kepadanya.

"Gusti, apakah kau sudah bisa menggunakan kekuatanmu secara penuh?"

"Tentu saja, memangnya kenapa?" jawab dan tanya Zarathos pada Rika.

"Apa kau bisa membedakan orang yang berhati buruk dan baik?" Rika tiba-tiba mempertanyakan kemampuan suaminya.

"Tentu saja aku tidak bisa, hal semacam itu hanya tuhan yang bisa melakukannya." Zarathos menjawab dengan santainya mengenai pertanyaan Rika.

"Kau benar, hal semacam itu jelas tak akan bisa dilakukan oleh mahluk, hanya sang pencipta yang tau akan hal itu."

Rika tersenyum saat mengungkapkan isi pikirannya, Zarathos nampak memperhatikan Rika dengan teliti, nampaknya ia penasaran akan sosok Rika, karena jujur saja dia baru pertama kali melihat seorang manusia yang mampu bertahan dalam jangka waktu sebulan tanpa bergerak, makan ataupun minum, yah memang Rika kadang dapat makanan dan minuman dari para pelayan.

Namun tetap saja bisa bertahan tanpa bergerak atau diam dalam waktu lama itu tidak wajar.

"Zarathos, kurasa kita hentikan dulu pembicaraan ini, Mary dan yang lain sudah hampir sampai membawa beberapa makanan untukku."

Zarathos yang mendengar permintaan Rika jadi bingung, pasalnya ia sama sekali tidak merasakan kehadiran seseorang. Namun, secara tiba-tiba Rika mengatakan kalau Mary akan datang, hal itu sukses membuat Zarathos bingung dan ingin mempertanyakan hal itu akan tetapi hal itu terpaksa ia hentikan ketika mendengar suara Mary

"Ap ..."

"Kanjeng Ratu aku datang membawa makanan yang kanjeng pesan!" seru Mary yang secara tiba-tiba sampai dan berteriak keras.

"Ah Gusti Prabu, maaf hamba tidak melihat ada Gusti Prabu di sini."

Mary yang kaget langsung gugup, ia tidak menyangka kalau ia baru saja bertindak kurang sopan di hadapan Zarathos.

"Hmm, tak masalah." Zarathos menjawab permintaan maaf Mary lalu menatap ke arah Rika dan memanggil namanya.

“Rika.”

Rika pun menatap ke arah Zarathos dan menjawab dengan tenang.

"Hm ada perlu apa Gusti Prabu?" tanya Rika sembari tersenyum, sementara itu Zarathos malah menatapnya dengan pandangan menusuk.

Zarathos kemudian menatap ke arah pintu masuk, terlihat beberapa koki berada di depan matanya, mereka seperti memperhatikan keadaan Rika, seolah ia adalah orang yang paling di hormati.

'Kenapa mereka begitu menghormati gadis ini? Bukankah mereka sangat membenci manusia?' batin Zarathos sembari memperhatikan bagaimana, Rika dan para pengikutnya berinteraksi.

Rika yang merasa di perhatikan langsung menampakan senyumannya ke arah Zarathos yang memperhatikannya dari balik pintu kamar.

Zarathos yang melihat Rika tiba-tiba tersenyum ke arahnya hanya bisa terdiam, ia juga melihat kalau Rika sangat ramah pada pelayannya.

"Dia sangat ramah dan baik hati, semua iblis di istana ini juga terlihat menerimanya dengan baik, sebenarnya siapa dia? Ini benar-benar menggangguku." Zarathos berjalan menjauh sembari bergumam pelan memikirkan, apa yang sebenarnya terjadi.

"Sembah hamba Gusti Prabu."

Secara tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Zarathos, ia menatap ke sumber suara.

"Suija, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau berada di gerbang air?"

"Ampun Gusti, hamba datang kemari untuk membicarakan beberapa hal kepada Gusti."

Suija menjawab pertanyaan dari Zarathos dengan tenang dan menundukan wajahnya ke arah Zarathos.

"Angkat kepalamu Suija, sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan padaku."

"Ampun Gusti, karena pembicaraan ini cukup rahasia, hamba ingin pembicaraan ini dilanjutkan di gerbang air."

Suija menjawab perintah Zarathos dengan tenang, ia kemudian mengajak Zarathos ke daerah kekuasaannya agar pembicaraan menjadi lebih nyaman.

Zarathos pun menurut dan mengikuti Suija, ketika mereka sampai di gerbang air, Suija dan Zarathos masuk kedalam gerbang, sementara itu para Iblis air langsung bemunculan di depan gerbang air untuk menjaga kerahasiaan dari pembicaraan Raja Iblis dan pelindung gerbang.

Di sebuah kolam air kemudian.

Dalam gerbang air terdapat banyak atribut dan dekorasi yang terbuat dari air, sekarang Suija berada di sebuah kolam air ajaib yang bisa melihat masa lalu orang lain mulai dari pertama kali ia lahir ke dunia.

"Sekarang Gusti apa anda masih ingat tentang kolam air ini?"

Suija bertanya dengan nada datar sembari melihat ekspresi wajah Zarathos. Terlihat jelas Zarathos menatap bingung Suija.

"Jadi maksudmu membawaku kemari hanya untuk menunjukan kolam ajaib penunjuk masa lalu?" tanya Zarathos dengan pandangan tak senang karena merasa dipermainkan.

"Syukurlah kau ingat kolam apa ini, sekarang kita akan ke pembicaraan rahasia kita, ini mengenai Nona Rika."

"Rika ... apa yang ingin kau bicarakan tentang gadis aneh itu?" tanya Zarathos dengan wajah penasaran, sementara itu Suija yang melihat reaksi Zarathos dari awal pembicaraan hanya diam dan mulai menilai beberapa hal dari percakapan berikutnya.

"Sebelumnya, apa Gusti Prabu menyadari sesuatu saat bertatapan langsung dengan Nona Rika?" tanya Suija pada Zarathos mengenai penilaiannya terhadap Rika saat mereka bertatapan muka.

"Menurutku dia hanyalah seorang masokis." jawab pelan Zarathos.

Author note: masokis di sini author ambil dari kata-kata di anime yang Author liat pengertiannya sebagai orang yang punya kelainan mental yang membuat penderitanya akan bahagia jika tersakiti secara fisik.

'Dari pada masokis aku lebih suka menyebutnya sebagai orang yang terlalu setia.' batin Suija ketika mendengar bagaimana Zarathos menilai Rika.

"Bukan itu yang hamba tanyakan Gusti Prabu, maksud hamba adalah, apakah Gusti merasa aneh dengan tatapannya terhadap Gusti?"

"Hem, tatapannya kepadaku, yah itu benar ia terus menatapku dengan tatapan kosong seolah aku tidak ada di hadapannya, apakah ia tidak sadar kalau itu merupakan penghinaan!" Seru marah Zarathos ketika mengingat Rika selalu menatapnya dengan pandangan kosong.

Namun seketika Zarathos kembali teringat seauatu tentang tatapan kosong Rika bukan hanya diarahkan padanya. Namun, juga seluruh penghuni istana.

"Ampun Gusti Prabu, saya tidak bermaksud membuat anda marah, tapi sebaiknya saya mengatakan rahasia kecil nona Rika kepada Gusti." Suija secara tiba-tiba angkat bicara ketika melihat Zarathos menjadi emosi.

"Rahasia kecil?"

"Yah, Nona Rika adalah wanita yang sangat hebat, serta seorang yang paling diakui oleh semua iblis di istana ini. Namun, ia begitu tertutup hingga hanya beberapa orang yang bisa mengenalnya. Aku mengetahui rahasia kecil gadis itu, semua orang di istana ini tidak ada yang tau, mereka semua juga tidak menyadari tatapan kosong nona Rika."

Zarathos malah dibuat penasaran oleh Suija mengenai Rika, Suija kemudian menarik nafasnya sedikit dalam lalu memberikan rahasia kecil Rika yang ia ketahui.

"Nona Rika sudah lama tidak bisa melihat." jawab Suija pada saat itu, Zarathos tentu langsung kaget mendengar pernyataan Suija, ia tidak menyangka seorang gadis muda seperti Rika buta, apalagi, ia beraktivitas dengan normal layaknya bisa melihat.

"Apa ia sudah buta sejak lahir?" tanya Zarathos pada Suija, terlihat sekarang Zarathos merasa simpati terhadap Rika.

Suija yang melihat reaksi dari Zarathos sedikit tersenyum, karena Zarathos masih memiliki rasa sayang terhadap Rika, meski hanya sedikit dan juga cukup terpendam.

"Tidak Gusti, nyonya Rika menjadi buta ketika ia masuk ke medan perang di dunia ini untuk pertama kalinya."

Suija menjawab dengan tenang, lagi-lagi matanya melirik ekspresi wajah Zarathos. Zarathos yang mendengar penyebab kebutaan Rika nampak kaget.

"Orang tua macam apa yang meminta anaknya ikut perang sampai buta begitu?!"

Suija kembali tersenyum mendengar kata-kata kekesalan Zarathos.

"Untuk lebih jelasnya, aku membawamu kemari untuk memperlihatkan semua hal yang telah di alami nona Rika di dunia ini melalui kolam ajaib ini." Suija nampak menanggapi ungkapan hati dari Zarathos dengan senyum dan kata-kata lembut.

Suija kemudian menjatuhkan sehelai rambut hitam panjang yang diperkirakan milik Rika, yang entah kapan ia mengambilnya.

"Gusti, sebenarnya saya sudah mencoba melihat masa lalu nona Rika dan kalau anda melihatnya ini akan benar-benar mengejutkan." gumam Suija sembari tersenyum.

Zarathos tetap diam dan memperhatika, gejolak air, hingga akhirnya terlihat seorang bayi perempuan yang lahir dari rahim seorang ibu, sang pria yang menemani perempuan itu nampak tidak senang.

Ia kemudian mengadopsi anak laki-laki dan lebih perhatian padanya, lalu ia mengatakan pada istrinya.

"Kalau kau ingin aku mencintai anak kita, maka kau harus rela dia kujadikan subjek uji coba obat, jika berhasil aku akan menyayangi anak kita yang berikutnya meskipun ia perempuan!"

"Baik lakukan semua yang kau mau, asalkan kau mau memperhatikan anak kandung kita aku tidak masalah!"

"Kalau begitu, rawat dia seperti anak mu sendiri karena ia akan menjadi penerusku!"

Terlihat sang perempuan hanya menganguk melihat anak perempuannya di bawa suami nya entah kemana.

Tak lama kemudian pemandangan berubah, gadis perempuan itu ketika berusia 2 tahun ia terus-menerus menerima atau disuntik obat-obatan yang aneh.

4 tahun setelahnya, terlihat sang anak perempuan itu tidak normal, terutama pada bagian kekutan otot dan tulangnya. Melihat hal yang dimikian sang ayah tersenyum puas, lalu mulai melatih balita usia lima tahun itu dengan cara yang tak masuk akal.

Anak perempuan yang dirubah menjadi monster petarung yang diberi nama Ryu, ia diajari berbagai macam kemampuan bela diri.

Zarathos dan Suija menatap dan memperhatikan masa lalu Rika dengan sangat menghayati.

Mereka juga melihat betapa kuat dan mengerikannya gadis bernama Ryu itu, Ryu terus-menerus diberikan obat oleh ayahnya, untuk meningkatkan perkembangan otot dan tulangnya hingga kekuatan bertarung dan kecerdasannya, hal itu ia lakukan demi kekuatan klan Yakuza yang dipegang sang ayah. Sejak saat itu Ryu terus diberikan obat dengan alasan meningkatkan kuatan vitalitas prianya.

Ryu juga telah menghabiskan banyak waktunya untuk berperang dengan para Yakuza dari klan lain.

Ryu pun dikenal sebagai senjata biologis dan perang terkuat yang pernah ada, meskipun secara tampilan Ryu sangatlah cantik.

Ryu ketika pulang, ia disambut ramah keluarganya, Ryu juga punya adik perempuan, ia di ajak ke kuil dewi matahari dan mulai dari sana Ryu bersumpah untuk tetap setia pada pasangan yang telah ditakdirkan untuknya.

Ada banyak asam manis kehidupan yang dirasakan Ryu dalam kehidupan sebelumnya, bahkan ia juga pernah hampir kalah dalam pertarungan, karena lawannya adalah manusia buatan atau robot berteknologi canggih.

Ryu hampir mati karena diserang dengan listrik bertegangan tinggi. Zarathos yang melihat hal itu hanya diam saja, karena ia tidak menyangka ada orang tua yang akan menyuntikan, obat-obat aneh untuk merubah anak perempuannya menjadi senjata perang.

Hingga akhirnya Ryu tersambar petir setelah menyaksikan pernikahan kakaknya dengan satu-satunya lelaki normal yang mau dekat dengannya.

Setelahnya, telihat Ryu berada di ruang pemanggilan monster dengan ekspresi kebingungan, terlihat Zarathos sangat marah karena yang terpanggil bukan monster melainkan seorang manusia.

Namun keadaan tegang malah berubah menjadi aneh, ketika Zarathos melihat, gadis perempuan yang bernama Rika atau dulunya Ryu mulai bertanya bagaimana caranya agar ia bisa pulang dan berakhir dengan adu cekcok antara ia dan Zarathos, karena Zarathos bilang kalau gadis itu tidak akan pernah bisa kembali.

Zarathos yang melihat hal itu, antara merasa, bingung, aneh dan juga agak lucu menurutnya. ia merasa aneh karena tidak ingat akan hal itu, ia juga bingung karena Rika tak punya rasa takut meski musuh yang ada di hadapannya jauh lebih kuat.

Hal-hal berikutnya yang ditampilkan oleh kolam itu sama seperti pada episode-episode sebelumnya, sampai di mana ia mencabut potongan pedang suci dari punggung Zarathos.

"Sampai di sini apakah Gusti Prabu sudah memahami bagaimana Rika sebenarnya?"

Zarathos hanya bisa diam, seolah ia tak bisa berkata apa-apa mengenai hal itu.

"Suija, sekarang aku sudah paham, ia adalah senjata perang yang di buat oleh ayahnya sendiri untuk meningkatkan pamor keluarga."

"Ampun Gusti, hamba rasa Gusti Prabu masih belum memahami Nona Rika secara penuh."

Suija menatap Zarathos dengan wajah datar, Zarathos sedikit bingung, namun ia mencoba mengingat apa saja hal penting yang ia liat dari kehidupan Rika, selain kejadian dimana ayahnya memperlakukan Rika seperti senjata perang rahasia.

"Rika adalah wanita yang tangguh, walaupun bertentangan dengan keinginannya ia akan tetap menyelamatkan dan menurutimu karena ia adalah istrimu, ia adalah manusia langka dengan sifat yang jarang ditemui, ia rela mati hanya untuk menepati janji dan sumpahnya pada siapa saja, ia rela tersakiti demi kebahagiaan kelompoknya, itu terbukti dari ia tetap menunggumu meski ia tau kau tak mungkin datang!" Entah kenapa sekarang Suija nampak tak menunjukan sikap hormat dengan menggunakan kata-kata informal.

Zarathos kembali terdiam, ia nampak bingung akan hal ini. Namun, Zarathos langsung menanggapinya dengan mengatakan.

“Bukankah hal itu karena ia telah dirancang sebagai senjata dan monster disaat yang bersamaan, jadi secara teknis dia bukanlah manusia ataupun monster, melainkan hanya senjata perang.”

Suija yang mendengar tanggapan dari Zarathos entah kenapa langsung merasa marah? Namun, semua itu ia tahan, ia tahu batasannya dan ia tahu kalau ia tidak pantas memarahi Rajanya sendiri.

“Tapi setidaknya dia jauh lebih baik dari pada Charlotte.”

“Jangan samakan senjata dan manusia, karena senjata pasti akan terus menuruti tuannya. Suija dia hanya senjata, dia tidak memiliki perasaan apapun selain mendukung tuannya.”

Suija terdiam mendengar pernyataan dari Zarathos. Suija pun mengalihkan pandangannya lalu mengatakan.

"Kami para iblis menyukai gadis itu bukan karena ia adalah istri dari Gusti Prabu, ataupun karena ia cantik dan kuat, tapi karena sifatnya yang berbeda dari manusia kebanyakan. Aku akan tetap menganggapnya sebagai manusia, meski ia dibesarkan sebagai senjata, apalagi ia sudah menganggapku sebagai saudaranya."

Suija menjelaskan alasan kenapa banyak iblis di istana begitu menyukai Rika.

"Jadi maksudmu aku terlalu bodoh untuk tidak memperhatikannya?" tanya Zarathos pada Suija.

"Hamba tidak akan memaksa, semua ini terserah Gusti Prabu. Saya hanya menyarankan agar Gusti belajar untuk menerimanya sebagai Ratu iblis sekali lagi."

Suija terlihat menatap kolam air kenangan dengan tatapan datar.

"Heh. Tak ada satu alasan yang membuatku harus menerima kehadirannya Suija, cepat atau lambat ia pasti akan aku usir dari istana, tak peduli apa kata kalian."

Zarathos menolak saran dari Suija, Suija diam. Namun, ia kembali bicara ketika Zarathos ingin pergi meninggalkan gerbang air.

"Tak peduli seberapa keras kami memberikan nasehat, pada akhirnya kau akan tetap mengakhiri hubunganmu dengan nona Rika. Baiklah hamba sangat mengerti, tapi setidaknya bisakah kah menyembuhkan matanya dan mengabulkan dua keinginannya sebelum kau berpisah dengannya?"

Zarathos yang mendengar saran dari Suija sedikit terdiam dan akhirnya melanjutkan perjalananya untuk keluar dari gerbang air sembari bertanya.

“Kenapa aku harus melakukan hal merepotkan itu?”

Pada titik ini kesabaran Suija benar-benar dibuat turun naik, ibarat air Suija seperti air yang berada dalam panci yang dipanaskan dan siap mendidih, perasaan Suija mulai bergejolak. Namun, Suija bukanlah Enja yang akan emosi cepat ia kembali menekan emosinya dan menjawab.

“Sekedar untuk membalas kebaikan yang telah ia berikan pada kerajaan kita, tentu sebagai penghormatan terakhir juga.”

Zarathos yang mendengar jawaban Suija keluar dari gerbang air dengan wajah murung, ia sebenarnya cukup simpati terhadap masa lalu Rika yang benar-benar kelam. Namun, ia tidak bisa membohongi diri dengan berpura-pura mencintai Rika karena masih ada Charlotte di hatinya dan juga Rika bukanlah wanita ideal.

Dua bulan kemudian

Rika akhirnya sudah bisa bergerak dengan normal, ia mulai melatih fisiknya yang sama sekali tidak ia latih selama satu bulan itu. Dan hanya dalam dua bulan otot-ototnya kembali tumbuh.

Tak lama setelah Rika selesai latihan fisik atau Olahraga ia terlihat mengluarkan banyak keringat, Mary datang melemparkan handuk kecil untuk membersihkan keringat Rika yang mengucur sehabis, senam, lari pagi, push up, shit up dan berbagai olahraga lain dengan porsi yang tidak normal bagi manusia biasa.

"Hari ini Kanjeng sudah bisa bergerak seperti biasa, itu bagus." Mary memuji Rika yang sudah mampu bergerak bebas dan mengerahkan tenaga yang besar hanya dalam dua bulan pelatihan.

Rika memberikan tanggapan akan pujian Mary dengan senyuman diwajahnya.

"Tapi Kanjeng, saya malah bingung, apa menariknya otot diperutmu itu, kalau ada pria yang melihatnya, menurutku bukannya tergoda mereka malah iri melihat perut Kanjeng Ratu yang kotak-kotak begini." Mary menggoda Rika dengan mengelus perut Rika yang penuh otot-otot yang sangat keras.

Rika lagi-lagi hanya tersenyum mendengarnya.

"Setidaknya aku tidak terlihat seperti **** gemuk yang terlalu banyak makan." Rika mengungkapkan pikirannya mengenai bentuk tubuhnya pada Mary.

Mary hanya tersenyum kaku mendengar ungkapan Rika, yah Mary juga tidak pernah membayangkan kalau Rika akan memiliki tubuh gemuk.

"Piff Ahahahahaha, Kanjeng benar, itu terlalu memalukan, ayo kita kembali ke kamar, sudah saatnya Kanjeng ganti baju."

Rika tersenyum kecil, ia berjalan bersama Mary menuju kamarnya, Zarathos terlihat sedang mengawasi Rika dari jauh.

Tak lama setelah Rika selesai mandi ia langsung ke kamar mengganti baju dengan gaun kerajaan berwarna hitam, ia nampak begitu cantik dengan gaun hitam dan hiasan pita mawar putih yang mengikat rambutnya.

"Gusti Prabu." panggil prajurit berwujud bayangan.

"Ada apa?"

"Lucifer dan rombongan iblisnya berada di perbatasan kerajaan, diperkirakan 3 hari lagi akan sampai kemari." Jawab sang bayangan.

"Temui mereka dan tanyakan tujuan mereka datang kemari!" seru Zarathos pada sang bayangan, bayangan itu mengangguk lalu menghilang.

"Lucifer, mau apa dia kemari?!" gumam tanya Zarathos ia sangat tidak senang akan kehadiran dari Lucifer di kerajaannya.

Beberapa detik kemudian, prajurit bayangan datang dan mengatakan kalau Lucifer dan rombongannya ingin mendiskusikan sesuatu.

Zarathos yang mendengar kabar itu lalu menatap Onikage dan memerintahkan para iblis untuk menyiapkan ruang pertemuan.

Para iblis istana pun menuruti perintah itu, lalu Zarathos pergi ke kamar Rika, lalu ia mulai bicara padanya saat disambut dengan senyum manis.

"Ada hal apa yang membuat Kanda Prabu datang kemari?" tanya Rika dengan tenang sembari mempersilahkan Zarathos untuk duduk di atas kasurnya dan ia duduk disamping Zarathos.

"Bukan apa-apa, hanya saja aku ingin membicarakan hubungan kita dengan serius sekarang." jawab Zarathos dengan nada pelan.

Rika tersenyum ke arahnya.

"Jadi kau sudah memutuskan hubungan kita?"

"Yah, akan lebih baik jika kita tidak saling mengenal atau bisa dibilang ... aku ingin kita ..." Zarathos ragu-ragu dan takut dalam mengatakan keinginannya.

"Kau ingin kita melakukan perceraian kan?" Zarathos langsung tercekak ketika Rika dapat menebak isi pikirannya.

"I-iya."

"Kenapa? Tak usah tegang begitu santai aja, aku terima kok, lagi pula manusia dan iblis tidak mungkin bisa bersama'kan?" ungkap Rika sembari mengalihkan pandangan.

"Aku sebenarnya sudah siap akan di mana kau pasti menceraikanku, hanya saja aku tidak mengira kau menceraikanku disaat aku masih dalam usia 28 tahun, aku kira kau akan menceraikanku saat aku sudah nenek-nenek, ahahahahahahaha!" Rika tertawa puas ketika itu, sementara Zarathos menatap bingung istrinya.

"Kau bisa menerimanya? Apa kau tidak marah padaku?"

"Marah? Untuk apa aku marah? Semua ini adalah keputusanmu tanpa ada paksaan orang lain bukan? Jadi tidak ada alasan untuk aku bisa marah."

"Tapi jika perceraian kita lakukan, kau bukan lagi seorang Ratu dan akan meninggalkan istana ini."

"Tidak masalah, aku sudah memperkirakan hal semacam ini akan terjadi. Jika memang aku harus meninggalkan istana, maka aku rasa sudah saatnya aku berkemas." Rika lalu berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian, namun lengannya digenggam oleh Zarathos terlebih dahulu.

"Sebelum aku menceraikanmu, aku ingin mengabulkan dua keinginanmu." Zarathos langsung menyampaikan alasannya menahan tangan Rika.

"Keinginanku?" tanya Rika sembari menunjuk wajahnya sendiri.

"Yah keinginanmu," jawab Zarathos sembari menyentuh wajah Rika dengan lembut, lalu api hangat menyala ditangannya, lalu setelah itu ia melepaskan tangannya dari wajah Rika.

"Bukalah matamu secara perlahan." pinta Zarathos pada Rika, Rika pun membuka matanya secara perlahan, cahaya perlahan memasuki matanya dan mengirimkan gambaran apa yang ada di depan wajahya.

Nampak Rika bisa melihat wajah Zarathos yang sedang tersenyum ke arahnya, tanpa sadar air mata Rika mengalir, ia sama sekali tidak menyangka kalau ia bisa melihat untuk sekali lagi.

"Aku bisa melihat." gumam pelan Rika, ia menatap gelang lonceng tang ada ditangan kanan dan kirinya, ia tersenyum dengan air mata yang mengalir, ia tersenyum manis ke arah Zarathos.

"Terima kasih, ini adalah hadiah perpisahan terbaik yang pernah ku dapatkan." Disela-sela tangisnya Rika mengucapkan terima kasihnya dengan nada terisak."

Zarathos pun memeluk istrinya dengan erat membenamkan wajah Rika di dada bidangnya.

'Suija benar, meskipun ia dibesarkan sebagai senjata, ia masih memiliki sisi manusia.'

"Baiklah Rika, sebutkan dua keinginanmu maka aku akan mengabulkannya."

Zararhos terlihat meminta Rika mengatak kan dua keinginannya.

Rika yang diminta untuk mengatakan dua keinginannya sebelum bercerai pun sedikit tersenyum.

"Aku rasa keinginanku tidaklah begitu sulit untuk dikabulkan, pertama aku hanya ingin melayanimu sebagai seorang istri selama setahun sebelum perceraian, berikutnya, ketika waktuku selesai, bisakah kau memberikanku uang untuk bekal hidup mandiri nanti?"

"Jadi kau ingin menunda perceraian kita selama setahun?" tanya Zarathos.

"Apakah hal itu tidak bisa kau kabulkan Kanda Prabu?" tanya Rika dengan nada pelan, sepertinya Rika sudah menerima sisi wnita dalam dirinya.

"B-bukan begitu, hanya saja aku ingin tau kenapa kau meminta penundaan selama itu?"

Zarathos menanyakan alasan kenapa Rika ingin menunda perceraian selama setahun.

Rika yang mendengar dan paham maksud dari Zarathos dengan tenang ia menjawab pertanyaan itu.

"Karena masih banyak yang ingin aku lakukan sebelum pergi meninggalkan tempat ini." Rika terlihat tenang menjawabnya ia kemudian berjalan menuju kasurnya dan duduk di sana lalu menatap suaminya.

Sang suami yang bernama Zarathos pun tersenyum kecil mendengarnya.

"Baiklah jika itu yang Dinda Rika inginkan, Kanda dengan senang hati mencoba mengabulkan keinginan Adinda."

Rika lalu memberikan tatapan hangat pada suaminya, meski ia tau hubungannya akan berakhir dalam setahun.

Tiga hari kemudian.

Akhirnya seperti yang dikatakan oleh, prajurit bayangan, Lucifer benar-benar datang ke istananya, Zarathos meminta seluruh prajuritnya menyambut kedatangan Lucifer dengan rasa hormat.

Semua petinggi kerajaan berkumpul di ruang tamu, termasuk Rika yang merupakan istri dari Raja Iblis, dia dan Zarathos duduk berdampingan di singga sana menatap tamu agung dari kerajaan Iblis di daerah yang berbeda.

Terlihat Lucifer dengan langkah penuh harga diri dan keangkuhan berdiri menatap ke arah Zarathos dan Rika yang mengenakan gaun kerajaan yang disulam dengan benang emas dan mengenakan mahkota berlian biru, dalam sekali lihat Lucifer paham kalau Rika adalah Istri Zarathos.

"Selamat datang di kerajaan kecilku Lucifer!" seru Zarathos menyambut kedatangan Lucifer ke kerajaannya meski ia tidak tau apa yang diinginkan oleh Lucifer pada kerajaannya.

Bersambung.

 

 

1
auathenabiruu
itu dia bukan merendahh itu karena dia anaknya baik dan sopan eaa
auathenabiruu
tapi.. ini formal
auathenabiruu
jangan SD lagi deh, aku jadi kasihan sama kamu
auathenabiruu
SD aja dan perbaiki diri
auathenabiruu: heheh maksudnya tadi sadar diri, ehh tau tau dia sempurna jadi gak jadi SD deh
total 2 replies
Aquanda17_
Keren kak novelnya😍
Frando Kanan
btw thanks cerita ini bgs 👍
❄•MASTER•OF•GU•❄: hehehe btw kk mana nomer kk aku pegen minta
total 7 replies
Frando Kanan
eh? kok......apa mungkin kembali ke masa lalu Rika (Ryu)?
Frando Kanan: hmm...
total 2 replies
Frando Kanan
Bru merasakn perih? menyakitkn? LALU GMNA DGN RIKA!! HA???!!!
Frando Kanan: cih....itulh...mereka udh melupakan ttg ini....jika Dr awal gk sudi lht rakyat sendiri....bknny bs cari mkn sendiri kn? bs cari minum sendiri kn? bs bersihkn rmh sendiri kn? Dan semua jg....hmph 😒....para bangsawan sdh melupakan ttg yg sederhana ini...
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣 mlh ngompol.... bner2 bch idiot 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hamdi: Gimana lagi kesadarannya dipaksa ada dan membuatnya nggak bisa pingsan
total 1 replies
Frando Kanan
mrleskipun lo kaisar penguasa atas...tpi syngny lo mlh menyingung raja iblis
Anggun
thor gk ada season 2nya gk ada?
Hamdi: kalau mau cari aja di profil gua ada
total 2 replies
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣 ini msh blom apa2? ckckck 😏
Frando Kanan
wkwkwkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣 rasain...dsr bch idiot....krn lo sendirilh anggap remeh musuh lo 🤣🤣🤣🤣
Frando Kanan
pedang zupiter huh....heh 😏
Frando Kanan
cih.... akhirny bertemu kembali...di bch malapetaka sialan yg buat seluruh manusia mati 💢👿
Anggun
😭thor
Hamdi: Maaf Keputusan Author udah oval
total 3 replies
Frando Kanan
btw next Thor 😃
Frando Kanan
oee Thor...apakh ini next eps bkl perang itu adalah next akhir?
Hamdi: mungkin saja
total 1 replies
Frando Kanan
njirr...
Frando Kanan: gk...
total 2 replies
Frando Kanan
btw next Thor 👿👿👿💢💢💢💢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!