maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
"Jadi gimana?"tanya Aldo pada Sarah. "Apa aku tidak merepotkan, mu?" tanyanya sambil menunduk tidak enak dengan Aldo. "Tentu saja tidak, mari ikut aku ke mobil." Ajak Aldo dengan lembut dan Sarah pun mengikuti Aldo dengan, perasaan yang tidak enak. "Kenapa diam saja ayo masuk!" pangil Aldo yang melihat gelagat Sarah, seperti tidak enak terhadap nya. "Eh,, iya ayo." Jawab Sarah gugup, yang hanya di tanggapi kekehan oleh Aldo.
. . . . . . .
Selama di dalam mobil tidak ada yang membuka pembicaraan yang ada hanya keheningan, yang meliputi kedua insan itu. "Hmmm, Sar," pangil nya pada Sarah. "Ah, iya ada apa Al?" jawab nya dan malah ia pun bertanya balik. "Apa kamu masih bersekolah?" tanya nya lagi, dan itu membuat Sarah seakan akan membisu, "Hai? kenapa?"
"Ah iya , aku masih bersekolah kok Al." Jawab nya singkat. "Hmm, maaf nih yah Sar kalau aku lancang , aku ingin menayakan sesuatu sama kamu." Ucap nya lagi. "Ingin bertanya apa Al ? silah kan saja aku tidak masalah."
" Baik lah, sebener nya mengapa kau bisa mempunyai hutang, aku hanya ingin tau saja, karna waktu itu kau meminta ku bantuan 'kan?"
"Ah, iya ternyata kau masih mengingat nya tuan."
"Tentu saja aku sangat mengingat nya, jadi bagai mana kau melunasi hutang mu?"
"Ja-jadi aku menikah dengan nya Al, dia memaksaku dan dia juga menyita rumah ku."
"Apa, kau me-menikah dengan nya?." Tanya Aldo tidak percaya dengan apa yang ia denagar barusan, takut nya ia bermasalah dengan telinganya makan nya ia menanyakan nya sekali lagi.
"Mengapa, kau menuruti nya?"
"Aku tidak bisa menolak Al, aku di paksa. Jika aku tidak menuruti nya maka aku akan di perkosa oleh nya."
"Jadi selama kau menikah dengan nya, dia tidak ada, atau bahkan tidak pernah menyentuh mu?"
"Tidak Al, itu sudah menjadi kesepakatan kita. Dan aku tidak bisa menolak nya, bahkan aku pun, harus sekolah dalam diam."
"Maksudmu, apa dalam diam , aku sama sekali tidak mengerti?"
"Maaf, aku tidak bisa bercerita semua nya dengan mu, Al."
"Baik lah, tak apa." Jawab nya agak sedikit kecewa dengan Sarah, karna tidak mau bercerita sejujur nya. "Apa kamu bersekolah di sinih, aku bisa menyekolahkan mu, bagaimana mau tidak?" tawarnya lagi.
"Tidak perlu, Al. Aku akan sekolah dengan uang ku saja dan yah, aku juga ingin bekerja, agar aku tidak menyusahkan banyak orang."
"Kenapa kamu tidak mau? aku ikhlas kok." Sarah semakin tidak enak dengan penawaran yang Aldo beri. "Tidak apa-apa kok, Al."
"Sebaik nya turun kan aku disinih saja!" pinta nya lagi , sungguh ia sangat, tidak enak hati dengan Aldo yang begitu perhatian dengan nya. Padahal niat Aldo itu baik banget, kenapa Sarah menolak sih, dia ini bikin pusing saja, ada lelaki yang ingin membantu ia malah menolak, giliran ada lelaki yang kejam dengan , seenak nya bilang jangan bersekolah lagi, itu kan lebih buruk dari penawaran yang Aldo beri.
"Kenapa?" tanya Aldo, Binggun dengan Sarah yang tiba-tiba minta di turun kan di jalan.
"Tak apa-apa."
"Tidak aku tidak akan menurun kan, mu."
"Aku mohon Al, turun kan aku!" dengan tatapan sendu, nya ia memohon kepada Aldo walaupu, Aldo tidak menuruti nya.
"Tidak aku tidak akan menuruti mu kali ini, jangan keras kepala, kau ini perempuan tidak baik jika kau, berkeliaran di sinih sendirian ini sudah mau malam."
"......." Sarah tidak membalasi omongan Aldo, dia hanya diam Sambil menahan tangis nya, bukan tangis sedih, melainkan tangis bahagia karna masih ada orang yang mau berbaik hati dengan nya.
"Sudah lah, jangan menangis!" tiba-tiba Sarah tersadar dari lamunan nya karna Suara Aldo yang, membangun kan nya dari lamunan nya.
"Tidak, a-aku tidak me-menagis," jawab nya membantah dengan suara terbata. Yang hanya di tangapi kekehan Aldo.
"Baik lah mulai besok kau akan bersekolah, di sekolah milik ku. Dan jangan membantah ikuti saja apa yang aku katakan dengan mu barusan," Ucap nya lugas.
"Baik lah aku akan mengikuti apa kata mu."
"Ayo turun kita sudah sampai."
"Baik lah."
Kini Sarah dan Aldo sudah memasuki kediaman Aldo yang mengah, ini namun entah kenapa Sarah agak sedikit cangung ketika harus memasuki rumah Aldo yang lumayan besar dan hampir sama dengan rumah lama nya yang dirampas, Reyhan .
"Kau bisa beristirahat di kamar tamu." Ucapan Aldo membuyarakan lamunan Sarah.
"Ah, iya dimana kamar nya?"
"Mari, akan aku tunjukan ."
"Kenapa Reyhan tidak mencari ku sih, aku merindukan mu tuan Reyhan, sudah lah mungkin sekarang kamu bahagia aku tidak ada, aku akan mencoba kehidupan ku yang baru ini." Ucap nya dalam hati.
"Hay? kenapa kau melamun terus?"
"..... "
"Ah, baik lah, ini kamar mu dan besok pagi akan ku antar ke sekolah."
"Tapi, aku tidak membawa pakaian sekolah ku, Al."
"Tidak, apa aku akan membelikan mu pakaia sekolah dan pakaian sehari-hari, dan semua nya."
"Aku jadi tidak enak dengan mu, Al. Aku terlalu banyak merepotkan mu," jawab nya tidak enak.
"Ah, ayolah jangan seperti itu aku sudah mengangap mu seper...."
"Seperti apa?"
"Tidak , sebaik nya kau harus istirahan, ini sudah larut malam."
"Baik lah aku, harus mandi dulu, dan yah apa aku boleh meminjam baju mu dulu?"
"Tinggu akan aku ambilkan pakaian ku, dulu. Ya sudah kau mandi lah nanti akan aku taro di atas, tempat tidur mu."
"Baik, lah."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
Pagi-pagi sekali Sarah sudah bangun dari tidur nya, dan dia juga harus mandi karna ia tidak mau telat di hari pertama ia masuk sekolah baru nya. Dan Aldo sudah memberi baju sekolah nya tadi malam jadi ia bisa langsung mengenakan nya.
"Pagi , Al." Sapa nya sambil menuruni anak tangga, dan bersiap untuk sarapan.
"Pagi juga."
"Ayo, kita sarapan, nanti bisa telat masuk kesekolah nya."
"Baik, lah apa kau tidak pergi ke kantor, Al?"
"Aku akan pergi ke kantor setelah mengantar kan mu, ke sekolah nanti."
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
Kini Aldo dan Sarah sudah berada di sekolah, dan Aldo mengenal kan Sarah kepada para siswa. Kalau Sarah adalah adik nya, Aldo tidak ingin ada yang menyakitinya, makan nya ia mengenal kan Sarah sebagai adik nya.
Setelah selesai dengan urusan Sarah, Aldo langsung pamit ke kantor karna ada urusan mendadak yang harus ia selesai kan,Sarah juga sangat menyukai sekolah nya ia juga langsung mendapatkan....