NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:260.3k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan kakek tua

Malam hampir menjelang. Jaka mulai memasuki hutan di sekitar desa Kadipaten. Tak ada pilihan lain untuknya selain ia harus berdiam di dalam hutan. Tak ada satu pun makanan yang melewati kerongkongannya sejak pagi, meskipun untuk sesuap nasi. Ia tetap bertahan, bersabar dan tabah menjalani hari demi hari.

Di tengah hutan saat akan memasuki gubuk tempat ia bernaung, ia dikagetkan oleh suara yang memanggilnya, suara yang terucap dari seorang kakek tua.

“Wahai anak muda, sudikah kiranya engkau memberikan makanan dan tumpangan untuk tidur barang semalam saja.”

Jaka menoleh mencari asal suara yang ia dengar. Dilihatnya seorang kakek tua dengan membawa busur dan beberapa anak panah dipundaknya.Ia tak mengenal sosok kakek tua tersebut.

“Maaf Kek. Aku bukannya tak mau menolong atau bagaimana, aku sendiri pun belum makan apa pun sejak pagi tadi. Bahkan untuk tidur pun aku tak tahu, apakah Kakek berkenan bermalam di gubuk kecil ini atau tidak?”

“Siapakah gerangan namamu, wahai anak muda?”

“Aku Jaka Umbara. Kalau kakek ini siapa? Dari mana dan hendak ke mana?”

“Aku adalah seorang pengembara. Suatu saat nanti akan kuceritakan kepadamu asal dan tujuan dari pengembaraanku ini, wahai anak muda.”

Jaka sempat bingung dengan apa yang dikatakan oleh kakek tua tersebut. Namun ia tidak mau terlalu memikirkannya. Toh ia juga tidak mengenal sosok kakek tua dihadapannya itu.

“Tak apalah, untuk sekarang yang terpenting ada tempat untuk tidur,” ucap kakek tua mengakhiri pembicaraannya.

“Kalau Kakek berkenan, silahkan saja. Kalau begitu aku tidur duluan Kek.” Kakek tua hanya sekadar mengangguk tanpa berkata sepatah kata pun.

Seperti biasa Jaka dengan mudahnya tertidur. Baginya tidur merupakan satu-satunya cara melewati waktu malam dengan cepat. Ia tak pernah tahu apa yang dilakukan oleh kakek tua tersebut saat dirinya tertidur pulas. Yang ia pikirkan adalah ia dapat sesegera mungkin bangun pagi dan mencari makan untuk mengisi perutnya esok hari.

Jaka mulai membuka matanya tatkala sinar matahari menerobos menembus sekat-sekat bilik gubuk hingga sampai ke tempat tidurnya. Ia tahu hari sudah menampakkan diri. Ia bergegas keluar untuk menghirup udara segar sebelum ia berangkat mencari makanan.

Belum sempat keluar dan baru beberapa langkah ia dibuat terkejut oleh satu hal yang tak pernah ia bayangkan. Di tempat makan ia mendapati hidangan yang membuatnya geleng-geleng kepala. Ia teringat sosok kakek tua semalam yang ikut bermalam di gubuk kecil miliknya. Mungkin saja ia yang menghidangkan semua makanan ini pikirnya.

“Kek... Kakek!” Ia berteriak mencari kakek tua yang semalam baru dilihatnya. Tidak ada. Ia terus mencari keluar gubuk berharap ia dapat bertemu dengannya dan menanyakan tentang semua hidangan yang didapatinya itu. Namun, tiada hasil yang memuaskan. Kakek tua itu sudah tak ada tanpa dirinya tahu kemana harus mencarinya lagi.

“Kemana perginya kakek tua yang semalam? Dari mana asalnya semua makanan ini?”

Pertanyaan demi pertanyaan terus diterkanya, namun satu pun tak ada yang mampu terjawab. Ia tak tahu harus berbuat apa kini, makan hidangan di hadapannya atau diam menunggu kakek tua agar ia bisa melahap hidangan yang menggugah selera makannya.

Satu jam ia hanya terdiam melihat hidangan sembari menunggu kakek tua kembali. Dua jam hampir terlewati. Akhirnya ia memutuskan untuk memakan hidangan yang didapatinya pagi itu. “Mungkin aku makan saja makanan ini sedikit, sisanya akan aku simpan untuk Kakek. Siapa tahu ia akan kembali.” gumamnya.

Hari itu Jaka tidak mencari makanan keluar hutan seperti biasanya. Ia hanya berdiam diri di dalam gubuk kecilnya di tengah hutan. Menunggu sang kakek tua kembali ke gubuknya. Namun hingga malam kembali menjelang, sosok kakek tua yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!