Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
Vanya dan Daniel kini berada di pantai Dreamland, mereka menikmati deburan ombak dan saling bercanda tawa. Daniel sangat bahagia melihat vanya yang begitu ceria, karena keinginan Daniel hanya satu yaitu Vanya tersenyum selalu.
"Daniel kamu kesini deh, seru tau di sini ayokk." ajak Vanya dengan gembira. Daniel pun langsung menghampiri Vanya dan memeluk nya dari belakang.
"Tersenyumlah selalu Vanya, kamu sangat manis jika tersenyum." ucap Daniel dengan mengecup pipi Vanya.
"Benarkah,.. Kalau begitu aku akan memberikan senyuman untuk mu setiap hari." jawab Vanya. Daniel semakin mengeratkan pelukannya, sesekali Daniel menciumi leher Vanya hingga membuat sang empu kegelian.
"I Love you, Vanya." ucap Daniel tepat di telinga Vanya.
"I love you too, Daniel." balas Vanya.
Mereka berdua melajutkan bermain air dan sesekali memainkan pasir untuk membuat istana, mereka sangat menikmati terik nya matahari yang kian lama semakin panas.
"Daniel aku sangat haus." ucap Vanya sambil memegangi tenggorokan nya.
"Tunggulah di sini aku akan membelikan kamu minum."
"Baiklah, tapi jangan lama-lama Daniel." ucap Vanya. Setelah itu Daniel pergi dan mencari toko untuk membelikan Vanya minuman, sedangkan Vanya kembali bermain pasir di tepi pantai.
Vanya terus membuat istana pasir di tepi pantai, hingga Vanya mulai merasakan capek dan memutuskan untuk mengakhiri bermainya. Sekarang Vanya berbaring di tepi pantai dengan payung yang menutupi sebagian wajah nya agar terhindar dari terik matahari.
"Semoga pulang dari sini aku gak gosong, kira-kira jika kulitku berubah Daniel apa masih suka ya..?" gunam Vanya dengan terkekeh. Namun tak lama setelah Vanya bersantai dan menunggu Daniel, mata Vanya menangkap sosok lelaki yang sekarang amat dia benci.. yaitu Kevin.
"Kevin,.. Ternyata selama ini dia di bali, dasar manusia gak punya hati." ucap Vanya. Vanya yang merasa terusik saat melihat Kevin, akhirnya memutuskan untuk pergi mencari Daniel. Vanya memakai kacamata hitam nya dan menutup mulutnya dengan masker, Vanya lakukan itu karena Vanya gak mau keliatan oleh Kevin.
Vanya berjalan dengan santai dan bergegas meninggalkan pantai, namun saat Vanya baru beberapa langkah, Kevin sudah menyadari kehadiran Vanya.
"Hey,.. Kamu Vanya kan...?" tanya Kevin.Vanya sama sekali tak menjawab dan memilih untuk terus berjalan. Tetapi saat Vanya berjalan lebih cepat, tangan Vanya langsung di tarik Kevin hingga membuatnya terpekik.
"Aduh,.."
"Kamu mau kemana, Sayang..?" tanya Kevin dengan memeluk erat Vanya.
"Lepaskan aku Kevin." ucap Vanya dengan mata yang sangat memerah ingin menangis. Vanya sudah terlanjur benci dengan Kevin, bahkan melihatnya pun tak mau.
"Kenapa, Sayang. Apa kamu marah karena aku meninggalkan, Sayang." ucap Kevin dengan senyuman liciknya.
"Iya aku marah Kevin, tapi semua sudah menjadi masa lalu. Dan aku gak mau bertemu dengan lelaki gak waras seperti kamu, bagiku kamu sekarang adalah sampah yang perlu di buang." ucap Vanya sedikit teriak. Vanya benar-benar merasa marah, dan ingin mendorong Kevin kelaut agar tenggelam dan meninggal.
"Aku tak pernah menganggap mu, masa lalu ku, Vanya. Kau tetap miliku selamanya." ucap Kevin dengan terbahak.
PLAKK.
"Jangan mimpi.! Aku sudah tak mau dengan mu lagi Kevin, sekarang lepaskan pelukanmu karena aku mau pergi." Vanya kembali memberontak dan sesekali menggigit tangan Kevin, tapi Kevin sama sekali tak mau melepaskan pelukan nya.
Kevin yang merasa tak terima dengan penolakan Vanya semakin kesal, dengan sangat kasar Kevin membalikkan tubuh Vanya dan mencium bibirnya dengan menuntut.
Vanya sangat kaget dengan perlakuan Kevin, Vanya kembali memberontak dan memukuli dada Kevin agar Kevin melepaskan ciuman terlaknat itu. Sedangkan tak jauh dari situ Daniel melihat Vanya di cium seseorang dengan paksa pun langsung berlari dan menghampiri mereka.
"BERANI-BERANINYA KAMU MENCIUM ISTRIKU DENGAN PAKSA." ucap Daniel yang berapi-api. Daniel berlari kearah Vanya dan menarik tubuh Kevin, dengan sangat marah dan kesal, Daniel langsung memukuli Kevin membabi buta.
Bug.. Bug.. Bug..
Daniel terus menghajar Kevin dengan brutal. Vanya yang melihat itu hanya menangis, Vanya merasa dirinya sangat kotor karena dicium oleh manusia terhina itu.
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar