Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demi Kinara
"Gimana? Hari ke tujuh menjadi istriku apa kamu sudah jatuh cinta?" Arga menatap Kinara yang tengah sibuk dengan tumpukan buku-buku di hadapannya. Seminggu sudah berlalu, dan selama itu juga tak henti-hentinya seorang Argantara berusaha mengambil hati gadis yang tak lain adalah gurunya sendiri. Setiap hari Arga memberikan perhatian, pulang sebelum jam sembilan malam, seakan berusaha menunjkkan dan menepati janjinya kalau Arga juga bisa menjadi suami yang baik dengan versinya sendiri.
"Belum..kamu masih harus berusaha lebih keras lagi" balas Kinara sembari masih fokus pada buku di hadapannya.
saat ini sedang ada ujian tengah semester di sekolah tempatnya mengajar.
"Dari pada kamu sibuk liatin saya seperti itu, lebih baik kamu belajar dan tunjukkan kalau kamu bisa menjadi bintang kelas. Jangan hanya menjadi most wanted di sekolah!" Ujar Kinara tanpa menoleh pada Arga.
Tiba-tiba saja Arga mendapatkan ide dari kalimat Kinara. "kalau aku bisa menjadi bintang kelas memangnya apa yang akan aku dapat dari mu?" tanya Arga pada Kinara.
"Apapun yang kamu minta akan saya berikan asal kamu bisa mendapatkan nilai rata-rata 100 dari setiap pelajaran"
"mana bisa dapet angka 100. minimal 90 lah"
"Sayangnya saya tidak menerima tawaran. belajar keraslah agar kamu bisa mendapatkan nilai seperti yang saya harapkan" ucap Kinara lagi.
Menarik juga, Arga tidak akan menyia-nyiakan mesempatan emas agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.
Arga mendekati Kinara"benaran ya kalau nilaiku 100 kamu mau memberikan apapun yang aku minta" ucap Arga menatap intenst sang istri tercinta dengan kedua mata berbinar. "Hmm.. makanya belajar biar bisa menjadi bintang kelas semester ini."Kinara menatap pada Arga
"Sekolahlah yang bener, sebentar lagi kamu bakal menghadapi ujian akhir, usiamu juga sudah bukan anak-anak. Berhentilah bermain-main. aku tidak mau jika suamiku terus-terusan bersikap seakan hidup hanya tentang dunianya yang tidak berfaedah. Tinggalkan dunia malam mu, Arga" Kinara meletakkan pulpen di tangannya sembari menatap pada Arga. Mengabaikan hasil ujian di depannya sesaat.
"Makanya kamu harus bisa menjadi support sistemku. Dengan begitu aku janji akan mengakhiri semuanya demi kamu" Arga menatap kedua bola mata Kinara dengan hangat. kemudian Arga mendekat pada Kinara . Tangannya mulai menggenggam jari jemari lentik milik gadis itu kemudian Arga mencium punggung tangan itu dengan lembut.
"Berjanjilah untuk selalu ada untukku, Kinara. berjanjilah bahwa kamu akan selalu menjadi rumah untukku pulang" Kinara menatap kedua mata Arga. seakan menemukan luka dari kedua sorot mata itu.
"Insyaallah. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya, Arga. tapi selama takdir masih berkata kita bersama, saya nggak akan meninggalkan kamu. Bantu saya untuk bisa menerima kamu menjadi suami saya"
Senang? Tentu saja Arga senang dan begitu bahagia dengan kalimat yang dia dengar dari Kinara tadi. Seakan memiliki harapan untuk masa yang akan datang. Demi Kinara Arga akan berusaha berubah menjadi lebih baik. Demi Kinara Arga akan menunujukkan dirinya dalam versi terbaik sebisanya.
Arga menarik tubuh Kinara dan membawanya dalam dekapan hangat yang tak pernah dia berikan sebelumnya. "Terima kasih karna kamu sudah memberikan aku kesempatan memiliki rumah sepertimu" kata Arga yang terdengar begitu lembut menerpa indra pendengaran Kinara. merasa tak ada penolakan Kini Arga mendaratkan satu kecupan singkat dikening Kinara serta semakin mengeratkan dekapan itu setelahnya. untuk sesaat Arga bisa meraskan bahagia yang begitu besar.
Selama satu Minggu bersama dengan Arga sudah bisa membuat Kinara sedikit merasa nyaman. Arga adalah sosok yang humoris, tak jarang Kinara tertawa lepas karna kelakuan Arga padanya. bahkan tawa Kinara adalah tawa yang tak pernah dia rasakan semenjak kepergian ayahnya beberapa bulan lalu.
"Kalau begitu kamu harus janji nggak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah aku kasih. Berusahalah membuat aku jatuh cinta dan tunjukkan kalau memang kamu pantas menjadi suamiku" ucap Kinara. dia sudah berjanji akan berusaha menerima pernikahan yang sudah terjadi antara dirinya dengan Arga. mungkin memang seperti ini jalannya. takdir mempertemukan mereka kemudian menyatukan dalam sebuah ikatan pernikahan.
Arga yang mendengar Kinara mengatakan kata aku membuat pria itu menatap gadis yang ada dalam dekapannya. cara bicara Kinara sudah tidak sefotmal biasanya. Membuat Arga kembali mengulas senyum tipis.
"Cie yang udah mau pake aku kamu" goda Arga yang membuat Kinara terdiam. Wajahnya bersemu merah
"ish. Kamu ini" gadis itu mencubit perut Arga dengan wajah yang sudah memerah dan langsung menjauhkan tubuhnya dari dekapan Arga.
Malam itu dilalui dengan kehangatan. Bercanda bersma dengan Kinara berhasil menghilangkan beban yang Arga rasakan selama ini. Bahkan selama satu Minggu terakhir Arga bersikap cuek terhadap dua laki-laki egois dalam hidupnya. Arga mengabaikan papa Adrian dan juga kakek Angga. untuk saat ini rasanya Arga enggan untuk bertemu dengan keduanya yang hanya bisa merusak harinya setiap kali bertemu dengan papa Adrian yang hanya memikirkan dirinya sendiri serta kakek Angga yang egois. Buat Arga kehidupan bersama dengan Kinara jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Kehadiran Kinara dalam hidupnya sudah membawa banyak perubahan untuk Arga, Pria itu sudah sangat jarang keluar dan pulang larut malam.
Setelah usai bercanda dengan Kinara kini keduanya sama-sama fokus.Kinara fokus mengoreksi hasil ujian siang tadi, begitu juga dengan Arga yang menatap fokus buku biologi di depannya. hingga tanpa mereka sadari jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
Kinara merenggangkan otot-otot tangan setelah selesai mengoreksi hasil ujian kelas 10.
Gadis itu menoleh pada Arga yang terlihat masih fokus dengan buku di tangannya"sudah larut malam. Sebaiknya sekarang kita istirahat" Kinara memecahkan keheningan diantara keduanya membuat Arga menutup sekilas buku biologi itu.
Arga melirik pada Kinara"Iya, sayang. Sebentar lagi ya, masih ada beberapa poin yang harus benar-benar aku pelajari. Biasanya ini akan muncul di soal ujian"balas Arga lembut. kali ini dia akan sungguh-sungguh belajar. mungkin memang benar apa yang Kinara katakan, usia Arga sudah bukan waktunya bermain-main. kini dia sudah menyandang status sebagai seorang suami yang memiliki tanggung jawab lebih selain dirinya sendiri.
"Aku akan melakukan apapun demi kamu, Kin. bahkan akan aku pastikan tidak akan ada satu orangpun yang bisa memisahkan kita, baik itu papa atau pun kakek" Arga mengambil nafas sejenak, masih teringat jelas akan perjodohan nya dengan Ratna atas kemauan kakek Angga. satu hal yang mendadak membuat pria itu takut, Arga takut jika suatu hari nanti kakek Angga akan memisahkannya dengan Kinaranya. oleh karena itu Arga berusaha hidup tanpa fasilitas dari papa Adrian ataupun kakek Angga. diam-diam pria itu memulai bisnisnya dengan uang hasil balapannya selama ini. hanya untuk berjaga-jaga jika seandainya suatu saat nanti hal yang tak dia inginkan terjadi.