NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Kakak Tiri

Benih Rahasia Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / One Night Stand / Fantasi / Reinkarnasi / Konflik etika / Tamat
Popularitas:287.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: sayonk

Rosetta Luwig di hidupkan kembali setelah mengalami sebuah kecelakaan dimana ia sedang mengandung anak kakak tirinya. Dia mencintai Jhonatan Maxiliam, namun ternyata pria itu justru mencintai adiknya. Dengan berbagai cara dia menjebak Jhonatan hingga mengandung anaknya, namun sayang ternyata anaknya tidak di akui bahkan keluarganya membencinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan, dia bukan putra ku

Kedua bibir Lili terasa berat untuk mengatakan sesuatu, ia merasakan hawa panas yang keluar dari tubuh suaminya, entah apa yang terjadi? Ia tidak pernah melihat suaminya seperti saat ini.

"Katakan Lili! Apa yang kau katakan pada Javer?!"

Air mata Lili keluar dari pelupuknya. Ia menggelengkan kepalanya, ia sangat takut melihat wajah Maxiliam. Pria lembut itu seakan ingin menusuknya. "A-aku aku tidak mengatakan apa pun."

"Aku ...."

"Kau berbohong!"

Lili semakin tersudut, ia merasa tidak bersalah karena memang kenyataannya seperti itu. "Apa? Apa yang aku bicarakan memang benar."

"Kau mengatakan Javer bukan anak yang di inginkan oleh ayahnya? Apa kau pantas mengatakan itu pada anak kecil?"

Jangankan Javer, ia pun sakit hati. Sekalipum Javer ada hanya karena kesalahan satu malam, tapi ia tidak pernah berpikir kehadiran Javer adalah kesalahan.

Lili mengepalkan kedua tangannya, ia tidak terima ibunya, suaminya menyalahkannya. "Apa aku salah mengatakannya? Memang benar dia anak yang tidak di inginkan oleh ayahnya. Kalau memang benar, tentu dia sudah memiliki ayah."

Maxiliam melayangkan tangannya ke arah pipi Lili namun tertahan di udara. "Aku kecewa pada mu Lili."

Diane melirik Agam yang masih mematung. Sejak tadi suaminya membela Lili. "Kau lihat, ini putri yang kamu bela. Jangan memanjakannya lagi Agam."

"Dan kamu Lili, sekalipun Javer tidak memiliki ayah. Kamu tidak berhak mengatakannya. Sama saja kamu menjelekkan anak kecil."

"Aku cemburu pada kalian yang memperhatikannya dari pada aku." Lili menangis sesegukan. Ia tidak bersalah. "Kenapa Mommy dan Daddy lebih menyayangi anak itu dari pada aku."

Diane memalingkan wajahnya, kecemburuan yang tak mendasar itu membuatnya kecewa. Bagaimana bisa Lili cemburu pada anak kecil. "Kasih sayang kami pada mu tidak bisa di gantikan, tapi Mommy juga menyayanginya. Javer cucu Mommy Lili."

Agam menatap Diane yang sudah pergi. Jujur saja ia kecewa pada putrinya tersebut. "Lili Daddy kecewa pada mu. Javer tidak bersalah, kami hanya ingin memberikan kasih sayang kami padanya."

"Dia bukan cucu Daddy, dia anak haram Dad."

"Lili!" bentak Agam dengan wajah memerah.

Lili terkejut, ia langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia membuang semua barang-barangnya dan menggila di dalam kemarnya. "Aku tidak mau kalian di rampas oleh Rosetta."

"Kalian tidak boleh meliriknya." Kedua matanya seakan mengobarkan api kebencian.

.....

Pada malam harinya.

Rosetta dan Javer makan kedatangan tamu yang tak lain Emely. Sudah dua hari Emely tidak mendatanginya dan sekarang wanita itu ingin menginap di apartemen Rosetta.

"Javer besok pagi kita ke Mall yuk," ucap Emely. Dia ingin membelikan beberapa pakaian untuk Javer.

"Iya Tante,"

Emely tersenyum, beberapa hari tak bertemu dengan Javer membuatnya sangat merindukannya.

Suara bel berbunyi membuat Emely menoleh ke arah pintu. "Biar aku membukannya." Emely beranjak, ia sudah mendengarkan perkataan Rosetta bagaimana perkataan Javer, ia berjaga-jaga jika keluarga Rosetta datang ia bisa membela Rosetta

Ceklek

"Kau!" Emely menatap dingin. "Untuk apa kau kesini?!" tanya Emely. Rosetta juga pasti tidak ingin melihat wajahnya.

"Aku ingin bertemu dengan Rosetta." Ia ingin meminta maaf karena sudah membuatnya sakit hati.

Emely menarik sebelah sudut bibirnya. "Tidak usah, urus saja istri manja mu itu. Kami di sini tidak membutuhkan mu."

Maxiliam ingin menerobos masuk, namun Emely menahannya di ambang pintu. "Aku tidak memiliki urusan dengan mu."

Emely menunjuk ke arah kepalanya. "Mikir, kau memiliki urusan dengan ku. Apa kau tau siapa yang menghubungi mu tepat pada saat pernikahan mu? Aku, aku yang menghubungi mu. Aku kira kau akan membatalkannya dan mencari Rosetta serta anak mu. Tetapi aku bodoh, kau melanjutkannya. Jadi buat apa kau berusaha menjadi seperti pria yang baik dan ayah yang baik?"

"Jadi kau yang menghubungi ku dan vidio itu."

"Ya, itu aku tuan Maxiliam."

Rosetta menoleh kemudian menghampirinya. Ia ingin tau siapa gerangan yang mendatanginya pagi-pagi sekali.

"Paman!"

Entah semenjak kapan Javer berada di samping Emely. "Paman datang lagi?"

Maxiliam berjongkok, ia mengusap lembut putranya tersebut. "Iya Paman datang, nanti siang Paman ajak Javer makan di luar."

Emely membujuk, ia hanya ingin bersama dengan Javer tanpa ada orang di depannya. "Javer bareng sama Tante saja, tidak perlu sama paman ini."

Kedua mata Javer berkaca-kaca dengan wajah memohon. Senagai seorang ibu asuhnya, Emely Mana mungkin tega melihat wajahnya.

"Ba-baiklah."

"Ayo Paman masuk, main dengan Javer."

....

Rosetta tak memalingkan penglihatannya sedikit pun pada Javer dan Maxiliam. Sekalipun Emely datang dan membawa sebuah jus, dia sama sekali tak menoleh. "Rose apa kau tidak khawatir dia memiliki niat jahat?" tanya Emely.

"Aku tidak tau," jawab Rosetta dengan nada lirih. Sejujurnya ia ketakutan namun ia tak bisa memisahkan hubungan ayah dan anak. Javer ingin bersama ayahnya.

"Rose dia tidak akan mengakui Javer. Aku tidak ingin membohonginya."

Rosetta menyandarkan dagunya ke lutut yang di tekuk. "Aku lebih takut Emely. Aku akan membawa Javer pergi dari sini."

"Iya."

Maxiliam mengangkat tubuh Javer, waktu telah menunujukkan siang hari. Kini waktunya ia makan siang dengan Javer di luar.

"Rosetta kau sudah bersiap-siap?" tanya Maxiliam. Ia sekaligus ingin mengajak Rosetta. "Kau harus ikut, Javer pasti sedih kalau kau tidak ikut." Maxiliam menatap tak suka pada Emely. Mau bagaimana lagi? Suka tak suka Javer meminta wanita galak itu untuk ikut.

"Aku hanya mengambil tas saja." Rosetta membawa tas selempangnya.

"Ya sudah ayo."

....

"Aku di samakan saja dengan mu Rosetta," ucap Maxiliam.

Rosetta kembali memesan pada pelayan restoran di sampingnya dengan dua menu yang sama.

"Tuan Maxiliam." Seorang pria setengah baya dan berjas hitam dengan senyuman lebar menyapa Maxiliam. "Kau disini?"

Maxiliam menyambutnya dengan pelukan. "Iya tuan Dannil. Saya sedang makan siang bersama mereka."

Pria setengah baya itu melihat sekelilingnya. "Dimana istri mu?"

"Dia sedang keluar, ini kakak iapar saya dan ini temannya." Maxiliam memperkenalkan Rosetta dan Emely.

"Oh, dia putra mu." Tuan Dannil melihat wajah Javer yang bulat dan menggemaskan. Ia merasa yakin bahwa anak di depannya adalah anak dari Maxiliam.

"Bukan, dia bukan putra ku."

Deg

Rosetta membeku, rasanya ada yang menusuk sampai ke relung hatinya. Meskipun ia tau akan jawabannya seperti itu, tapi ia masih saja merasakan sakit.

Emely tak terima, ingin sekali ia membawa Javer saat ini juga.

Sedangkan Javer hanya tersenyum, ia merasa sedih. Seharusnya paman seperti Maxiliamlah yang menjadi ayahnya.

"Bukan? Tapi dia wajahnya mirip dengan tuan Maxiliam. Ah mungkin karena saudara."

1
Siti Solikah
wah jangan sampai rosetta ketemu max
Siti Solikah
wah kok max tahu
Siti Solikah
kok diceritakan to sama mamanya rosetta
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
pergi yang jauh dari mereka
Siti Solikah
bagus rosetta
Siti Solikah
mampir baca thor
Siti Solikah
bagus
tenny
kasian Mario, kok Maxi malah ga dapet karma. enak banget jadi Maximilian
tenny
kasihan mario, harusnya Rosetta tegas. kecewa banget KL endingnya Rosetta SM maxi 😬
tenny
kayaknya dicerita ini pas partnya Emily yg masuk akal dialognya, KL yg lain banyak yg ga logis rada aneh. Pdhal alur ceritanya bagus looh
falea sezi
najis balikan
falea sezi
najis lu uda obok2 lili mau balek ke roseta enak bgt lu bangsatt
falea sezi
males aja moga aja g balik maxi bekas lili
falea sezi
najis amat ne maxi kakak adek. mau serakah
Ricka Monika
kasihan marionya,kalau rose balik SM max,satu kata untuk mu "BODOH"
Ricka Monika
kasihan ya Mario di PHP,gerem deh lihat si rose
Ricka Monika
ingat jika kau bukan anak emas ortu mu maka kebaikan sebesar apapun tidak berguna dan kesalahan sekecil apapun akan menjadi sangat besar dan fatal,maka lebih baik menjauhi mereka agar hati dan raga mu tenang dan tentram
Ricka Monika
rose ini plin plan deh gerem aku jd nya
Ricka Monika
aku padamu Emeli 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!