Seorang pria tampan yang mempunyai segalanya harus rela menerima hukuman dari kedua sahabat yaitu menikahi wanita miskin.
Karena dia kalah dalam taruhan yang mana mengakibatkan seorang wanita centik harus rela menerima semua kekejaman pria itu.
Akankah gadis itu bertahan dengan sikap suaminya? dan seperti apa jalan hidupnya?
Ikuti terus. mohon dukungan dari kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
Malam semakin larut,dan mobil yang di bawa Noah baru saja masuk ke dalam kawasan perumahan yang bisa di katakan elit.
Noah:"Sebentar lagi kita sampai."ujarnya memecah keheningan,bahkan suara itu berhasil membuat Kasih terjaga dari tidur kilatnya.
Kasih:"Iya."sahutnya cepat,sebenarnya dirinya tidak mau menjawab.tapi kalau tidak di jawab yang pasti tangan Noah akan kembali melingkar di lehernya.
Dalam diam Kasih terus menatap bangunan yang luar biasa mewah dan megah,lampu malam membuat bangunan yang berjejer itu terlihat cantik dan indah untuk di pandang.
Sekilas ia terkesima tapi detik berikutnya Kasih sadar.
Apa yang aku pikirkan,ingat Kasih pria di sampingmu bukan pria baik-baik.secara tidak langsung dia sudah menculikmu,sadarlah dia juga sudah merenggut kehormatanmu.ingat itu.Gumam hati Kasih dengan perasaan marah.
Tapi Kasih tidak mempunyai kekuatan untuk melawan pria yang sudah menculiknya,dia harus berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.
Tak lama Mobil milik Noah,berhenti di sebuah bangunan yang terlihat sama dengan bangunan yang ada di sekitarnya.
Kasih menatap dua pria bertubuh tegap,yang bergegas membuka gerbang bercat hitam pekat.
Ini rumahnya apa dia ingin aku tinggal di rumah ini,ya tuhan lindungi aku dari pria jahat ini.dan aku harap malam ini aku bisa bebas dari dia.lirih hati Kasih.
.
.
Noah:"Turun."pintanya yang baru saja mematikan mesin mobil.
Kasih tidak bergeming mendengar perintah Noah,ia malah me*emas tangannya ketakutan.
Noah menatap tajam melihat kasih yang kembali mengabikan ucapannya.
Tanpa mengeluarkan suara,Noah keluar dari dalam mobil dan memutari mobil mewahnya.
Kasih seketika tersentak ketika pintu mobil di sampingnya terbuka.
"Turun."ucap Noah berusaha menahan emosinya.
Kasih:"Saya mau pulang."pintanya dengan suara bergetar.
Tak ingin membalas ucapan dari Kasih,Noah dengan cepat menarik tangan Kasih untuk keluar dari dalam mobil.
Kasih tidak bisa melawan atau memberontak, karna Noah menarik tangannya begitu cepat.
Naoh berjalan ke dalam rumahnya dengan terus mencengkram kuat tangan Kasih.
.
.
Di depan rumah Noah,kedua security yang berjaga merasa heran ketika malihat tuannya membawa seorang wanita untuk pertama kalinya.
"Apa wanita itu.?"menatap satu temannya penuh tanya.
"Sepertinya wanita itu bukan wanita malam, ingat tuan Noah paling anti dengan wanita."sahutnya yang tengah meneguk kopi menemai malam yang dingin.
"Terus siapa wanita itu,kenapa tuan Noah membawa wanita ke sini.?"kembali menatap temannya.
"Aku tidak tahu,dan kita tidak perlu tahu.itu bukan urusan kita."jawaban itu membuat temannya mengangguk setuju.
"Tapi yang pasti,dia wanita pertama yang di bawa tuan Noah ke rumah."
.
.
Kasih meringsek duduk di atas sofa empuk yang ada di ruangan besar,di lihat dari prabotannya seperti ruang keluarga.karna di depanya terdapat lemari dan satu buah tv berukuran besar di atasnya.
Noah:"Pelayan."Suara nyaringnya membuat Kasih tersentak.
Tak lama datang satu pelayan dengan perasaan takut mendengar nada tinggi dari tuan Noah.
"Saya,Tuan."ucap seorang wanita paruh baya yang di yakini sebagai pelayan.
Noah:"Bawa dia kekamar ku,dan pakaikan dia baju yang ada di dalam lemari.ingat jangan sampai dia membantah,kalau dia membatah kau yang akan menerima akibatnya."perintah tanpa jeda itu membuat Kasih mengangkat kepalanya dan menatap Noah.
"Saya tidak mau,saya mau pulang.kenapa anda membawa saya kesini saya mau pulang."ucap Kasih dengan suara sedikit tinggi.
Noah yang tengah berdiri,dengan cepat melangkah menghampiri Kasih penuh amarah.
Kasih kembali merasakan sakit,tapi kali ini bukan di lehernya melainkan di kedua pipinya. karena tangan kekar itu tengah mencengkramnya begitu kuat.
Sang palayan yang ada di antara Noah dan Kasih,hanya bisa diam ketakutan melihat adegan di mana tuannya tengah menyakiti seorang wanita bertubuh mungil.
Noah kembali memberi tatapan tajamnya, melihat wajah cantik yang terlihat ketakutan.
"Kau sangat senang di kasari ternyata,baiklah silahkan kau bantah ucapanku."perlahan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kasih."Tapi ingat,aku pastikan besok pagi kau akan mendengar ibumu hanya tinggal namanya saja."mengakhiri kalimatnya dengan kecukap di telinga sang dara.
Kasih menggelengkan kepalanya cepat"Jangan lakukan itu,jangan sakiti ibuku. hiks.. hiks... saya mohon apa salah saya hiks... hiks...saya bahkan tidak mengenal siapa anda,kenapa anda melakukan ini hiks... hiks..."lirihnya.
Noah:"Makannya jangan membantah dan diamlah."ucapnya dengan nada tinggi.
Kasih mengangguk dengan linangan air mata.
Ya alloh kasian sekali gadis itu,kenapa tuan Noah begitu jahat.lirih hati sang pelayan yang diam dengan menundukan kepalanya.
Noah dengan cepat menyingkirkan tangannya yang tadi mencengkram kuat kedua pipi Kasih.
"Cepat bawa dia kekamarku."Noah menatap tajam ke arah sang pelayan.
Pelayan membungkuk dan berjalan mendekati sofa"Mari Nenk,ikut bibi."ucapnya pelan dengan tarikan di tangan Kasih.
Dengan terpaksa Kasih mengangguk,dan berjalan menaiki anak tangga bersama pelayan.
Noah menarik nafasnya kasar"Dia benar-benar menguras tenangaku."bergumam dengan mendudukan tubuhnya di atas sofa yang tadi di duduki Kasih.
Di tengah duduk tenangnya,Noah merogok saku celanyanya.dan tangannya begitu lincah bermain di atas layar yang berbentuk kotak panjang.
Perlahan benda pipih itu berpindah ke sisi lain telinganya.
"Malam ini aku tidak akan pulang,dan kalau Kakek bertanya katakan aku menginap di rumahku."ucapnya kepada seseorang yang di yakini pelayan di rumahnya yang ia tinggali bersama Kakeknya.
Tak lama Noah mematikan sambungan telepon itu,dan tangannya kembali mencari sesuatu di depan layar hpnya.
Cukup lama Noah menunggu sampai panggilan itu tersambung.
"Minta alamat lengkap wanita yang menjadi Clening Service Club Blue Eyes,dan katakan aku mencari alamatnya dia pasti mengerti. setelah itu hancurkan tempat tinggalnya,dan kalau di sana ada penghuninya.kau bawa dia ketempat biasa,nanti aku akan datang. lakukan dengan hati-hati."perintah Noah kepada seseorang di sebrang sana.
Noah menyeringai setelah memutuskan panggilan dengan sosok misterius itu.
Noah"Calon istriku bersiaplah."Matanya menatap lantai atas penuh arti.
.
.
Note:"Eps ini mungkin kurang greget dan ga bisa up banyak yang nulisnya lagi ga mood,nanti di revisi kalau moodnya sudah kembali.
gk sanggup gue bca nya.. rsanya pengen d skip aja tp pnasaran
tapi kelakuan setan .....