Bella Saphira Bramantyo, merupakan seorang anak angkat dari keluarga Bramantyo, dan juga menyukai kakak angkatnya sendiri, yang bernama Raditya Bramantyo yang pasti akan selalu berujung dengan penolakan.
4 tahun ia mengejar Raditya. tapi, tak pernah mendapatkan respon yang baik, hingga akhirnya, ia lelah dan akhirnya menyerah, serta berhenti mengejar cinta sang kakak angkat. Bella juga sadar, kalau apa yang dilakukannya itu tidak akan mendapatkan apa-apa. apalagi setelah mendengar penuturan kakak angkat yang dicintainya itu. setelah itu, dia pun mulai menjaga jarak dan menjauh dari sang kakak.
lalu, Bagaimana kah kehidupan Bella selanjutnya..?? bisakah Bella move on dari perasaannya itu ? atau, bagaimana kah reaksi dari Raditya ?, setelah Bella memutuskan untuk benar-benar menjadi anak dan adik yang baik untuknya, dan juga melupakan perasaan itu.? dan, sanggupkah Bella melewati semua itu ? mari, di simak saja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. mungkin aku begitu dimatamu
sementara Bella, ia mati-mati menahan perasaan dan tangisnya, sampai akhirnya ia masuk kedalam kamarnya.
(huf... aku tahu Kak. kamu pasti sedang berusaha mengatakan kepadaku, kalau aku adalah perempuan yang haus akan belayan laki-laki. tapi tidak apa-apa, mungkin aku begitu Di matamu.) batin Bella sambil memejamkan matanya.
akhirnya Bella yang awalnya bersandar di pintu kamarnya, memilih untuk langsung beranjak dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi. ia mandi dan membersihkan dirinya terlebih dahulu, sebelum akhirnya ia tertidur.
***
sementara di kamar Raditya. Raditya juga melakukan hal yang sama, dia itu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum tidur. setelah selesai membersihkan diri, Raditya langsung membuang tubuhnya di atas tempat tidur besarnya itu dan menatap langit-langit kamarnya.
sepi, hampa. itulah yang dirasakannya saat ini. dia juga tidak mengerti kenapa perasaan sepi tiba-tiba menyusup masuk ke dalam jiwanya. padahal sebelumnya, Ia tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini. Apakah ini efek dari Bella yang mulai mendiamkannya dan tidak lagi merecokinya.
untuk melupakan masalah hatinya dan perasaan yang dirasakan saat ini. Raditya beralih mengambil gawainya dan memainkannya.
"huf... kenapa setelah Cynthia ke luar kota, dia belum pernah menghubungiku sama sekali." ujar Raditya yang kini mulai memikirkan tunangannya yang sadari tadi belum pernah mengirimkan kabar kepadanya.
Raditya pun mulai menggulir hp-nya, dia mencari nomor telepon sang kekasih dan kemudian mendeal nomor tersebut, dan mencoba untuk menghubungi. Namun siapa sangka, ternyata nomor yang ada Radit tuju sedang tidak aktif.
"nomornya kok tidak aktif ya. sesibuk itukah dia sampai lupa mengabariku. ck.. dasar." umpat Raditya lagi dan langsung meletakkan kembali handphonenya itu. kemudian memperbaiki posisi tidurnya dan langsung terlelap.
***
sementara di sebuah apartemen, tampak dua sejoli sedang memadu kasih yang tidak pernah ada ujungnya. ya, itu adalah Cynthia dan Leonard sang cinta pertama Chintya yang sudah kembali. tapi karena Cynthia sudah bertunangan dengan Raditya, Ia tidak bisa menjalin hubungan kembali dengan Leonardo secara terang-terangan. Leonardo sebenarnya tidak setuju diduakan oleh Cynthia, tapi mau bagaimana lagi, rasa cinta yang dimiliki Leonardo untuk Cynthia begitu besar, dan Cynthia juga sudah berjanji untuk melepaskan Raditya di waktu yang tepat. dan itulah yang sedang ditunggu oleh Leonardo.
"ah... sayang kamu hebat sekali... ahhhhhh.. aku suka.." Racau Cynthia ketika sedang bermain di atas tubuh Leonardo. mereka bahkan sudah sangat sering melakukan hal ini di belakang Raditya.
"tentu saja sayang.. Aku harus bisa memuaskanmu... karena aku mencintaimu.." jawab Leonardo lagi dengan suara yang begitu berat karena masih dikuasai oleh nafsu yang membara. mereka bermain berjam-jam sampai akhirnya mereka kelelahan.
cup
"tidurlah yang nyenyak sayang." ujar Leonardo mengecup kening cynthia yang sudah tertidur lelap di sampingnya. kemudian Leonardo langsung beranjak dari tidurnya dan memasuki kamar mandi guna membersihkan diri.
"aku harus memastikanmu untuk melepaskan Raditya. aku tidak bisa main di belakang seperti ini terus.." ujar Leonardo.
Leonardo sendiri tidak ada maksud sama sekali untuk menghancurkan hubungan Chintya dengan Raditya, karena memang sejak awal mereka tidak pernah putus. Leonardo hanya pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan sekolahnya dan diantara mereka tidak ada kata putus. sehingga setelah Leonardo kembali langsung mencari keberadaan Cynthia. namun sayangnya, kekasihnya itu ternyata sudah bertunangan dengan putra dari keluarga Bramantyo yang Tentu saja tidak sepadan dengannya. Leo sempat menyerah dan membiarkan Chintya bahagia dengan pilihannya, tetapi Chintya malah tidak membiarkannya untuk melepaskan dirinya. Cynthia malah menawarkan kepada Leonardo untuk mereka menjalin hubungan di belakang Raditya. dan bodohnya, Leonardo malah menyetujuinya.
dan karena Leonardo juga adalah manager dari perusahaan tempat Cynthia bernaung bekerja sebagai model, sehingga membuat Chintya tidak mau melepaskan Leonardo. karena dengan adanya Leonardo, karirnya bisa melenjit naik. itulah yang menjadi salah satu alasan Chintya mempertahankan Leonardo di sampingnya. setelah Leonardo selesai membersihkan dirinya, dia langsung kembali ke sisi kekasihnya dan tertidur sambil memeluk Chintya.
***
esok hari pun menjelang. Bella bangun seperti biasa. Ia mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus hari ini. setelah itu, ia turun untuk sarapan pagi bersama dengan keluarganya. saat sedang sarapan pagi, tuan Erlangga membuka suaranya.
"Raditya, Bella. hari ini, papa dan mama akan berangkat me Singapore. kalian baik-baik dirumah. dan, Radit. tolong jaga adik kamu ya. selama papa dan mama tidak ada, papa minta tolong, jagain adik kamu." ujar tuan Erlangga. sementara Bella yang memang sudah terbiasa dengan aktivitas orang tuanya itu tidak membantah.
"kenapa buru-buru sekali pa..??" tanya Bella. hal inilah yang sering membuat Bella bingung kepada keluarganya. kalau ada kegiatan atau pekerjaan diluar negri, mereka pasti akan menyampaikannya pas di saat hari keberangkatan mereka. sebenarnya tidak masalah, hanya saja, bagi Bella, waktu seperti itu terlihat sangat mepet sekali.
"iya nak. maaf ya, papa baru ngasi tau sekarang. soalnya, papa sama Mama sibuk kemarin, untuk mempersiapkan keberangkatan." ucap tuan Erlangga dengan santai. Bella sendiri Langsung menganggukkan kepalanya mengerti.
"kamu di rumah baik-baik ya. jika ingin keluar jangan lupa minta izin sama kakak kamu. semasa Papa dan Mama tidak di rumah, Kakak kamu yang akan menggantikan Papa dan Mama untuk menjaga kamu di sini." ujar Tuan Erlangga lagi kepada putrinya.
"iya pa, nggak pa-pa. lagian bilang nggak perlu dijaga juga kalik, Bella kan udah besar bukan anak kecil lagi.." ujar Bella dengan santai. bukan tidak senang diperhatikan seperti itu oleh kedua orang tuanya, tapi memang benar saat ini Bella bukan lagi anak kecil yang harus dipantau dan dijagain. lagi pula Bella juga mengetahui batasannya.
"Iya sayang Papa tahu. hanya saja Papa mengkhawatirkan dirimu." ujar Tuan Erlangga lagi mengerti dengan keinginan putrinya itu.
"Iya Pa, nggak papa kok.."ujar Bella sambil cengengesan. sementara Raditya dan nyonya Fitria hanya mengamati dan mendengar saja penuturan Tuan Erlangga dan Bella. Raditya sendiri dalam hati bersorak mendengar sang ayah seperti biasa menitipkan adiknya kepadanya.
cuman bedanya, dulu ia akan acuh tak acuh dan lebih cenderung mengabaikan Bella ketika kedua orang tuanya sedang tidak di tempat. tapi sekarang berbeda, dia terlihat senang dan juga bersemangat untuk menerima amanah itu. sementara Bella, dia sendiri bukan merasa senang tapi melainkan cemas, takut nanti hatinya tidak bisa kokoh lagi dan bertekad untuk melupakan sang kakak. dia cemas, dengan adanya kebersamaan ini akan sulit baginya untuk melupakan semuanya. tapi mau bagaimana lagi, untuk sekarang dirinya hanya perlu berusaha saja.
setelah sarapan pagi berakhir, Bella langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke kampus seperti biasanya.