Claire, kepala pelayan mengalami kejadian tragis yang menimpa dirinya. Ia hamil.
Kehamilannya yang mengejutkan membuatnya sangat frustasi.
Kehadiran dua majikan pria yang sama-sama menginginkannya, membuat Claire tambah bingung dengan perasaannya Bisakah Claire melewati semua drama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black in Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
"Aku kira tidak akan jadi!" Sara menggerutu di dalam taksi saat mereka sedang melaju menuju suatu tempat. Claire terlalu memakan banyak waktu untuk berdiam diri di kamarnya.
"Apa yang terjadi padamu? Apa yang Noah lakukan?"
"Tidak, bukan apa-apa. Aku hanya terlalu sensitif hari ini. Kita akan kemana? Sepertinya bukan ke rumah sakit, Rumah sakit tidak lewat sini."
"Kita ke dokter praktek. Ke rumah sakit akan memakan waktu, karena kita akan diperiksa oleh dokter yang berbeda. Kau ke spesialis penyakit dalam dan aku ke kandungan. Lebih baik kalau kita ke dokter praktek saja. Kita akan ke klinik kecil dan..." Taksi berhenti.
Setelah memakan waktu cukup singkat di jalanan, pada akhirnya mereka sampai ke sebuah klinik kecil yang cukup ramai.
"Kita sudah sampai." ungkap Sara.
"Ternyata dekat dengan rumah!"
"Karena itu aku lebih memilih datang kemari. Hubert yang memberi tahuku. Rumah sakit sangat jauh dari rumah. Lagi pula antrian di rumah sakit akan lebih panjang dari di klinik ini. Sekarang ayo turun!" ajak Sara pada Claire.
Claire mengangguk, mereka memasuki klinik setelah membayar taksi, sementara Sara mendaftarkan nama mereka bersamaan. Tidak butuh waktu lama untuk mengantri, giliran mereka akhirnya tiba. Sara masuk lebih dulu dan di periksa lebih dulu. Setelah itu barulah giliran Claire tiba. Claire merasa sangat gugup, entah mengapa. Ia tidak mengerti dengan apa yang dirasakannya saat itu kecuali rasa takut akan mendapat hasil yang buruk. Ia merasa semakin buruk begitu melihat perawat berbisik kepada dokter wanita yang menangani mereka. Dengan senyum sang dokter mengungkapkan berbagai kemungkinan penyakit yang bisa saja Claire idap, termasuk kemungkinan jika Claire mengandung. Claire diminta untuk tes berkali-kali, dengan berbagai alat, ia bahkan juga melakukan tes urine demi mengetahui hasilnya sekarang juga. Mereka tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasilnya. Dengan perasaan galau Claire menyimak segala ucapan dokter.
"Hasilnya positif, anda sedang mengandung janin berusia lima minggu, sedang memasuki minggu ke enam." Dokter itu menjelaskan.
Dan untuk ungkapan itu Claire hanya bisa termenung. Tapi dia masih perawan, bagaimana mungkin dia bisa mengandung. Apa yang harus dilakukannya. Claire menoleh kepada Sara yang tampak sama terkejutnya. Sara pasti mengerti dengan apa yang ada di fikiran Claire saat ini. Kemungkinan kehamilannya sama sekali tidak mungkin terjadi, sangat mustahil.
"Dokter, bagaimana mungkin temanku bisa mengandung sedangkan dia masih perawan?" Sara bertanya dengan nada lembut.
"Memang mustahil untukmu mengandung tanpa kehilangan keperawanan sama sekali kecuali melalui Tekhnologi canggih yang sedang banyak digandrungi saat ini. Bagaimana jika kita periksa sekali lagi?" ajak dokter itu.
Claire menghela nafas berat. Ia menjalani segala pemeriksaan ulang itu dengan perasaan hampa. Kali ini Dokter tidak langsung mengumumkan hasilnya. Ia meminta Claire dan Sara menunggu di luar. Mungkin ia sedang mendiskusikan sesuatu, atau Dokter sedang mendahulukan pasien lain yang sudah lama menunggu. Karena itu Sara dan Claire memutuskan untuk kembali duduk di bangku tunggu. Keduanya termenung. Sara menoleh kepada Claire yang pucat pasi beberapa waktu. Dengan lembut Sara menyentuh tangannya dan menggenggamnya erat demi menghilangkan ketakutan Claire. Claire menghela nafas lagi.
"Kau tidak usah khawatir." Gumam Sara menenangkan.
"Bagaimana mungkin aku bisa hamil? Aku bahkan tidak ingat pernah melakukan sesuatu! Aku hanya pernah berciuman, ciuman saja tidak akan menyebabkan kehamilan, kan?"
"Yah, itu! Ciuman itu. Apa benar laki-laki di pesta itu hanya menciummu?" tanya Sara.
"Seingatku iya. Aku tidak bisa mengingat apa-apa. Aku bahkan tidak lagi mengingatnya jika bukan karena kejadian hari ini." Claire menahan ringisannya. Ia hampir menangis, tapi masih berusaha ditahannya dengan sekuat tenaga.
"Bukankah malam itu kau sangat mabuk? Bagaimana jika dia melakukan sesuatu padamu tanpa kau menyadarinya. Kau tau kenapa aku berada di halaman belakang waktu itu? Karena aku mendengar teriakanmu. Aku menyesal memerlukan waktu lama untuk meyakinkan diri kalau aku harus ke halaman belakang untuk melihat apa yang terjadi. Jika saja aku tidak berfikir terlalu lama, aku pasti bisa menyelamatkanmu." ungkap Sara dengan raut muka penyesalan.
"Kau yakin? Malam itu telah terjadi sesuatu kepadaku?" tanya Claire.
"Aku rasa itu saat yang tepat. Jika benar usia kandunganmu enam minggu, maka kau bisa menghitung ke belakang, enam minggu yang lalu pesta pernikahanku diadakan. Hanya saat itu kau tidak sadarkan diri, kan? Kau tidak pernah bertindak tidak sadar setelah pesta itu, bukan?" ungkap Sara.
Claire merasa sesak. Sara benar dengan logika-logika yang disampaikannya. Dengan kegugupan yang semakin memberat Claire menggenggam tangan Sara erat. Ia memejamkan mata berharap hasilnya tidak benar. Dia tidak sedang mengandung seperti diagnose dokter. Semoga saja dokter itu salah.
"Nyonya Sara Curthberth. Anda diperkenankan masuk ke ruangan dokter." panggil seorang perawat melalui pengeras suara.
Panggilang dari perawat itu membuat Claire menggigit bibirnya kuat. Ia kembali memasuki ruangan dokter dengan langkah yang sangat pelahan. Saat Claire menatap Wajah dokter beserta dengan pandangannya, Ketakutan Claire semakin bertambah. Ia akan mendengarkan kabar buruk. Itu firasat yang dirasakannya saat ini.
"Hasilnya tetap sama. Anda positif mengandung janin berusia enam minggu!"
-------------------
author... udah Up 2 chapter☺☺☺