Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa hubungannya?
Sementara itu, Erland tadinya merasa sangat terkejut saat wanita itu pergi dan ia hendak mengejar dengan keluar dari mobil. Namun, lari wanita itu cukup kencang dan membuatnya mengacak frustrasi rambut.
Ia terdiam sejenak karena jujur saja kini merasa sangat bingung. "Hamil? Aku menghamili anak orang. Apa benar itu anakku?"
Karena tidak ingin kepalanya semakin pusing, akhirnya ia memilih untuk pergi dari tempat tersebut. Erland pikir harus kembali ke butik untuk menjelaskan pada ibu dan adiknya atas kekacauan yang terjadi di sana.
Hanya tiga puluh menit untuk kembali ke butik. Saat Erland baru saja menginjakkan kaki di sana, ia sudah dihadang oleh seorang pria yang berdiri di depannya.
“Di mana, Floe? Bukankah tadi kau membawanya pergi?” tanya Bagas dengan tatapan tajam karena ia memang sengaja menunggu di butik saat berpikir jika Floe akan kembali.
“Ck! Aku tidak tahu dia ke mana,” jawab Erland yang mendorong pelan tubuh pria yang menghalangi jalannya.
“Tidak mungkin kau tidak tahu. Sudah jelas tadi kalian pergi bersama.” Bagas balas mendorong tubuh Erland dan berhasil membuat rahang pria itu mengeras.
Ia tidak suka jika ada orang lain yang menyentuhnya sembarangan. “Katakan di mana dia sekarang!” tegas Bagas.
“Aku benar-benar tidak tahu dia di mana sekarang. Dia sendiri yang memilih untuk turun dari mobilku,” balas Erland dengan sikap dinginnya.
Ia menatap tidak suka pada pria yang semakin erat mencengkeram lengan kekarnya. “Singkirkan tanganmu! Kau cari saja dia taman kota tidak jauh dari sini. Jika dia tidak ada di sana, itu bukan urusanku dan jangan mencariku lagi!”
Erland berlalu meninggalkan pria yang masih berdiri di tempatnya.
Mendengar ucapan pria itu, Bagas segera pergi ke taman kota. Ia berharap Floe benar ada di sana.
Sepanjang perjalanan, Bagas terus memikirkan keadaan Floe. Ia menatap keluar jendela mobil taksi yang mengantarnya. Di luar tampak mulai gelap karena awan mendung sudah menyelimuti langit.
Rintik gerimis mulai turun. Membuat para pengunjung taman berlarian mencari tempat berteduh.
Namun, tidak dengan Floe. Ia masih ingin di sana, sengaja membiarkan rintik air itu mengguyur tubuhnya. Semakin lama air yang turun semakin deras dan padat.
Tidak ada keinginan untuk beranjak dari sana meskipun taman sudah mulai sepi karena tumpahan air dari langit semakin deras. Gemuruh guntur saling bersahutan, bersama dengan angin yang mulai bertiup. Floe sama sekali tidak merasa kedinginan. Alam seolah-olah tahu apa yang sedang ia rasakan.
Lelehan air mata melebur menjadi satu bersama tetesan air dari langit. Floe berteriak sekencangnya untuk meluapkan rasa sakit di hati. Tidak akan ada yang mendengar atau melihat. Semua orang sedang sibuk melindungi diri mereka dari guyuran hujan.
Floe salah. Diantara semua orang yang sibuk, ada seseorang yang tengah berdiri di sampingnya. Floe mendongak karena ada sesuatu yang melindungi tubuhnya dari guyuran hujan.
“Bagas?” cicit Floe. Pria itu sedang tersenyum lembut padanya.
Bagas menyampirkan jaket yang ia kenakan di pundak Floe. Setidaknya itu bisa melindungi bagian pundak Floe yang terbuka, karena gaun pengantin yang ia pakai. Bagas mengulurkan tangan dan dengan lemah Floe menyambutnya.
“Sudah cukup main hujannya. Sekarang kita pulang, Nona Floe. Kasihan orang tua Anda nanti khawatir,” ucap Bagas dan mendapat anggukan dari Floe.
Ia menuntun wanita itu menuju taksi online yang diminta untuk menunggu sebentar.
Beruntung sekali Floe belum pergi dari sana saat Bagas meminta sopir taksi untuk menurunkannya di tempat itu. Saat ia menyadari keberadaan Floe, Bagas meminta agar sopir taksi itu menunggu dan ia juga meminjam payung sopir tersebut. Beruntung, pria bertubuh gempal itu mau menunggu dan meminjamkan payung pada Bagas.
'Sebenarnya apa hubungan nona Floe dengan pria itu? Apa mereka dulunya adalah sepasang kekasih?' gumam Bagas yang saat ini duduk di kursi depan karena ingin membiarkan Floe menenangkan diri dan bisa duduk leluasa dengan gaun pengantin yang dikenakannya.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗