NovelToon NovelToon
ZOYA, Bidadari Tanpa Mahkota

ZOYA, Bidadari Tanpa Mahkota

Status: tamat
Genre:Angst / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Isti Shaburu

Zoya, wanita muslimah cantik yang diperkosa oleh pria yang hendak ditolongnya. Setelah satu tahun kejadian naas tersebut, ia bangkit dan menjadi seorang guru ngaji di mushola dekat rumahnya. Bertemu dengan Zafran yang tak lain adalah Papah dari murid mengajinya sendiri hingga lambat laun Zafran mulai menyukainya dan berniat meminangnya.

Namun, di saat dirinya mulai membuka hatinya untuk Zafran, pria misterius itu muncul dan berniat untuk meminangnya. Di sisi lain, mantan istri Zafran pun kembali dan ingin membina rumah tangganya lagi.

Siapakah yang akan dipilih oleh Zoya? Apakah Zoya akan memilih Zafran atau pria yang telah menodainya itu? Dan apakah Zafran akan kembali pada istrinya atau tetap memilih Zoya sebagai istrinya?

ig: @istikomah50651

follow ig author yah untuk lihat visualnya🙏😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 > Bertemu

“Ya Rabb, apakah Mas Zafran adalah jodoh yang telah kau persiapkan untukku? Jika iya, apakah aku bisa menerimanya? Aku takut membuatnya kecewa karena masih takut akan sesuatu yang telah kualami. Namun, jika memang dia adalah jodoh yang telah kau persiapkan, dengan ikhlas aku akan menerimanya dan berusaha untuk menghilangkan rasa trauma itu,” doa Zoya kala selesai melaksanakan salat di sepertiga malamnya. Sambil menunggu azan subuh berkumandang, ia membaca Al-Quran terlebih dulu.

***

Beberapa hari berlalu, Fahmi sudah sibuk mempersiapkan pembangunan tamat yang akan dilaksanakan esok hari.

“Bu, esok Bos Fahmi akan datang dan kemungkinan akan menginap di sini jika memungkinkan, apakah Ibu, Ayah dan Kak Zoya keberatan? Tuan Cakra datang bersama asistennya yang kemarin.” Fahmi memberitahu kalau Cakra akan tiba esok dan kemungkinan akan menginap.

“Tentu kami tak keberatan, iya kan Kak, Yah?” sahut Ibu bertanya pada Ayah dan Zoya.

“Ayah tak masalah, entah dengan Kakakmu,” sahut Ayah menatap pada Zoya yang menundukkan kepalanya.

“Entah, Yah. Aku masih sedikit takut dengan pria asing yang belum kukenal, tapi insyaallah akan aku usahakan sebiasa mungkin untuk menerimanya,” sahut Zoya lirih dengan kedua tangan yang diremas.

Ibu yang mengetahui hal itu langsung memeluk anak gadisnya yang duduk di sampingnya sambil mengusap punggungnya lembut.

“Kalau Kakak tak setuju, biar Ibu bertanya pada Bu Mirna. Mungkin beliau mau menampung Bos dan asisten Adikmu sementara waktu. Jangan Kakak paksakan jika masih berat, Ibu, Ayah dan juga Fahmi tak akan memaksanya.” Ibu menenangkan Zoya agar tak menjadi beban pikirannya, ia tahu kalau putrinya itu masih sering memimpikan kejadian naas yang menimpanya hingga saat ini dan belum bisa melupakan kejadian mengerikan itu, maka dari itu Ibu akan mengambil keputusan yang terbaik untuk putrinya.

“Fahmi akan mengatakan pada Tuan Cakra dengan baik-baik nanti, Kak. Maafkan Fahmi yah, Fahmi pikir Kakak sudah melupakan kejadian itu.” Fahmi merasa bersalah akan apa yang disampaikannya, ia tak menyangka kalau kakaknya belum melupakan kejadian naas itu.

“Aku tak apa, Fahmi. Ibu, Ayah, aku mau istirahat dulu ke kamar.” Zoya meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya yang masih membahas tentang kedatangan Cakra.

*

Esok harinya, Zoya sudah membantu Ibu di dapur memasak untuk menyambut Bos sang Adik. Meski perasaannya masih gundah, tapi ia tak boleh bersikap demikian. Zoya sudah berjanji akan melawan rasa trauma itu dengan menerima pria asing bergabung bersama dengan keluarganya.

“Bu, jika Bos dan asistennya Fahmi mau menginap di sini beberapa hari, aku tak keberatan. Aku sudah berjanji pada diriku untuk bangkit dari rasa trauma itu. Aku juga sudah memutuskan untuk menerima pinangan dari Mas Zafran jika ia sanggup membantuku keluar dari rasa trauma itu. Bukankah aku harus bangkit? Aku tak ingin terus larut dalam bayangan hitam kejadian itu,” tiba-tiba saja Zoya mengatakan hal yang belum pernah dikatakannya, keputusannya seketika membuat Ibu yang sedang memotong sayuran terhenti mendengarnya.

Ibu menoleh pada putrinya, wanita paruh baya itu menangkup wajah cantik putinya dan menatapnya dalam. “Kakak serius? Kakak serius mau menerima Nak Zafran sebagai suami Kakak?”

Zoya menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan. “Iya, Bu, aku serius. Bukankah sudah waktunya juga aku menikah dan membina rumah tangga, usiaku sudah menginjak dua puluh lima tahun, bukankah itu usia yang cukup matang untuk menikah,” sahut Zoya dengan penuh kemantapan, ia beberapa hari ini melakukan salat istikharah untuk meminta petunjuk pada sang maha agung, dan hatinya merasa mantap untuk menerima pinangan Zafran setelah beberapa kali meminta petunjuk.

“Alhamdulillah, Ibu sangat bahagia mendengarnya. Setelah Bos Adikmu kembali ke kota J, kita akan membicarakan ini dengan Nak Zafran yah,” ucap syukur Ibu dengan penuh kebahagiaan.

“Iya, Bu.” Zoya menganggukkan kepalanya, ia bahagia melihat rona bahagia yang juga terpancar dari raut wajah Ibunya.

“Ya sudah, kalau begitu kita selesaikan masaknya, takut Nak Cakra dan Nak Vin datang. Kakak belum sempat bertemu dengannya kan kemarin sewaktu mereka datang? Ibu yakin Kakak tak akan merasa takut melihatnya karena Nak Cakra pria yang baik, mereka berdua sangat ramah.”

Keduanya akhirnya melanjutkan sesi memasaknya hingga selesai. Sekitar jam sebelas, sebuah mobil berhenti di depan rumah sederhana milik orang tua Zoya dan Fahmi. Zoya bersama Adik dan kedua orang tuanya menyambut kedatangan mereka meski Zoya dalam keadaan takut, tapi mencoba mengendalikan perasaan itu demi masa depannya dan kebahagiaan orang tuanya, ia tak ingin Ibu dan Ayah selalu khawatir pada dirinya, terutama Ibu.

“Assalamualaikum, Bu, Pak. Bagaimana kabar kalian? Maaf banget karena saya harus mengganggu kalian.” Cakra yang baru datang menyapa seperti sudah akrab.

“Waalaikumsalam.”

“Alhamdulillah, kabar kami semua baik. Nak Cakra ini bicara apa, anggap saja pulang ke rumah orang tua sendiri,” sahut Ibu setelah mereka semua menjawab salam Cakra.

“Ah, baiklah kalau begitu, saya tak akan sungkan kalau begitu” sahut Cakra, ia memang tipe pria yang mudah mengakrabkan diri meski statusnya sebagai seorang Bos besar sebuah perusahaan konstruksi.

Sejenak mata Cakra tertuju pada wanita cantik mengenakan gamis berwarna abu yang senada dengan hijabnya yang menundukkan kepalanya, dialah Zoya. Zoya tak sanggup melihat pada Cakra dan Vin karena baginya mereka adalah orang asing. Namun, perasaan itu berbeda kala pertama bertemu dengan Zafran, ia bisa langsung menyapa Zafran dengan senyumannya kala itu.

“Oh iya Nak Cakra, perkenalkan ini Zoya, Kakak perempuan dari Fahmi.” Ibu memperkenalkan Zoya dan Cakra.

Deg...

Jantung Cakra sejenak seperti tersentak kala melihat betapa cantik dan manisnya Zoya. Dengan kaki yang terasa bergetar, Cakra menghampirinya, tangannya yang juga gemetar ia ulurkan ke hadapan Zoya.

“Ca-Cakra,” ucapnya dengan terputus.

Deg...

Sejenak jantung Zoya merasa tersentak, matanya membulat meski kepalanya tertunduk, dadanya terasa sesak dan sangat sulit sekali baginya untuk bernapas. Perlahan Zoya memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan melihat seperti apa wajah Cakra. Bibirnya bergetar, sudut matanya sudah menganak sungai, Zoya langsung berlari menuju kamarnya.

Cakra menarik tangannya perlahan dengan perasaan sedih, Ibu yang terkejut berniat untuk menyusul putrinya.

“Nak Cakra, Nak Vin, kalian masuklah, kebetulan makan siang juga sudah siap. Fahmi, ajak Nak Cakra dan Nak Vin makan siang dulu bersama dengan Bapak, Ibu akan melihat Kakakmu,” ucap Ibu meminta Fahmi dan Bapak untuk mengajak Cakra dan Vin makan siang terlebih dulu, ia sangat khawatir dengan keadaan putrinya.

Ibu langsung meninggalkan mereka yang masih berada di halaman depan berlari menuju kamar Zoya, beruntung pintunya tak dikunci, Ibu bisa langsung masuk ke dalam kamar. Terlihat Zoya sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut. Ibu yang mengetahui hal itu langsung menghampiri dan memeluk tubuh Zoya yang bergetar hebat.

“Ada apa, Kak? Mengapa Kakak bersikap seperti itu saat Nak Cakra mengenalkan dirinya? Katakan pada Ibu, Kakak bilang kalau Kakak akan melawan rasa trauma itu.” Ibu masih memeluk tubuh Zoya yang bergetar hebat, Ibu mencoba setenang mungkin demi membuat putrinya tenang meski sebenarnya Ibu sangatlah khawatir.

1
Samsiah Yuliana
semoga ada Istikomah lagi, dan mas Cakra yg ada di dlm bqyang² mimpi nya Zoya
Sabilnur Alif
tp cerita Cakra menghilang 😞😞
Samsiah Yuliana: yaaah, kmana itu mas Cakra 🙈
total 1 replies
Sabilnur Alif
apakah mgkn Nafisah sma Fahmi???🤔🤔
Sabilnur Alif
knp Zoya lbh memilih dgn zafran 😞😞..apa nga mikir dampak ke depan nya??
Sabilnur Alif
😱😱😱licik nya nesaaaaaa..hamil dgn siapa dn mau rujuk sma mantan suami 🤦🤦
Sabilnur Alif
ya Allah.. apakah Zoya akan ttp memilih buat menikah dengan zafran??
Sabilnur Alif
klo Zoya nikah SMA zafran..yg ada Zoya di teror trus sma si nesa..lbh baik Zoya SMA cakara aja
Sabilnur Alif
udaahh zoyaaaa..sma Cakra aja
Sabilnur Alif
semoga shlt istiqoroh nya bertemu dgn Cakra.. aamiin
Sabilnur Alif
semangat "Fahmi..semoga Cakra cepeta bertemu zoyaaaa...dn mereka berjodoh
Sabilnur Alif
janggann zoyaaa..sma Cakra aja, takut nya klo SMA zafran ada ke khilafahan yg akan terjadi..krna tdk mendapatkan mahkota kamu zoya
Sabilnur Alif
moga aja Cakra sma Zoya berjodoh yahh
Ina awaliyah
ceritanya baguusss...terus semangat author
Sri Irayani
iy kk,,, ksian si cakra cinta ditolak
Rafa Pratama
😀😀😀
Nayra Syafira Ahzahra
baru mampir thor😊😊😊
Isti Shaburu: terima kasih kak🙏😊🤗
total 1 replies
Aas Azah
kasihan Cakra thor 😔
Isti Shaburu: mari kita hibur cakra kak😔
total 1 replies
Kak Jum
semoga aja dgn cakra..
Ratna Anggraeni
kok gk jdi sama pak Cakra thour ,.,.😭😭😭
Ratna Anggraeni
jeng,.jeng,.jeng,.,bersambung,.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!