Ini cerita beneran fiktif doang ya, ini Novel say bukan Biografi, Peace... Author cinta damai.
Kiara Dema, 19 tahun. Harus jadi wanita simpanan dari Edward Burnett padahal Edward Burnett sudah punya istri bernama Amanda Gazelle.
Tapi hubungan suami istri itu seperti bermasalah. Entah apa yang menyebabkan semua itu terjadi.
Tapi semua itu Kiara lakukan demi sang ayah yang sakit jantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Di acara konferensi pers, Edward Burnett terlihat sangat tidak tenang begitu Aska mengirimkan rekaman percakapan antara Kiara dengan temannya yang bernama Andre.
"Edward, lepaskan earphone itu!" kesal Amanda karena Edward Burnett sepertinya malah lebih fokus pada earphone dan ponselnya dan tak menjawab satu pun bertanya dari para wartawan.
Meski kesal Edward Burnett langsung melepaskan earphone yang dia pakai.
'Awas saja kalau gadis nakal itu berani menemui pemuda itu!' kata Edward Burnett dalam hatinya.
Beberapa wartawan masih terus mencecar Edward Burnett dan Amanda Gazelle dengan bahkan sekali pertanyaan. Maklum saja, mereka itu adalah pasangan fenomenal satu tahun yang lalu. Postingan ketika mereka berpacaran membuat semua wanita yang melihatnya menginginkan pria sebaik dan seromantis Edward Burnett sebagai pasangannya.
Tapi setelah pernikahan, malah tak ada satupun postingan Amanda Gazelle dan Edward Burnett. Terutama di akun media sosial Edward Burnett yang dulu di penuh oleh foto Amanda Gazelle. Foto yang dulu memang tidak terhapus. Tapi setelah menikah bahkan Edward Burnett tak pernah memposting apapun lagi.
"Mohon maaf tuan Edward Burnett, ini adalah pertanyaan yang saya pikir pasti mewakili semua wartawan yang ada di sini. Bukan cuma wartawan saja ya saya kira pasti semua masyarakat yang mengikuti akun media sosial tuan Edward Burnett, ingin tahu tentang ini. Satu tahun yang lalu, sebelum kalian menikah, kalian sangat rajin memposting apapun kegiatan kalian baik itu makan bersama, liburan, kerja bareng ataupun hal lainnya di media sosial masing-masing. Lantas Kenapa setelah menikah 1 tahun ini sama sekali tidak ada postingan, bagaimana anda menjelaskannya tuan Edward Burnett?" tanya seorang wartawan.
Mendengar pertanyaan itu, Amanda Gazelle terlihat sangat senang. Dia bahkan tersenyum miring ke arah Edward Burnett.
'Jelaskan itu Edward kalau kamu bisa!' kata Amanda dalam hatinya.
Terus terang dia juga sangat kesal pada Edward Burnett yang tak pernah lagi memposting apapun kegiatan mereka. Bahkan Edward Burnett mengun-follow semua akun media sosial Amanda Gazelle.
"Oh iya tuan Edward Burnett, kami juga tidak menemukan anda memfollow akun media sosial istri anda. Bagaimana anda menjelaskannya tuan Edward Burnett?" tanya wartawan yang lain.
Edward Burnett masih dengan kaca mata hitamnya kemudian berkata.
"Ponselku hilang, aku lupa emailku saat itu. Itu saja!" kata Edward Burnett yang langsung membuat semua orang terdiam.
Mau bilang apa lagi, kalau Edward Burnett sudah bilang hilang dan lupa. Masak iya mau di tanya lapor polisi atau tidak. Kan ponsel seperti itu bisa dengan mudah Edward Burnett beli lagi. Lalu kalau lupa email, masak iya mau di tanya kok lupa. Kan Edward Burnett juga manusia, tempatnya salah dan lupa juga meskipun jutawan.
Amanda tampak kesal, tapi dia juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada wartawan, karena aibnya juga akan menjadi bahan pertaruhan kalau dia melakukan hal itu.
Sementara itu di kamar hotel, Kiara masih diam sambil menatap Aska yang sejak tadi menyuruhnya untuk tidak keluar dari kamarnya.
"Tuan Aska, temanku ada di hotel ini dan kalau aku tidak menemuinya sekarang, maka dia akan menganggapku sombong! ayolah tuan Aska! sebentar saja, tolong pengertiannya!" kata Kiara mencoba bernegosiasi dengan Aska.
"Tuan tidak mengijinkan mu keluar dari kamar nona!" kata Aska.
"Kalau begitu carikan aku alasan yang tepat untuk menolaknya! bagaimana nanti kalau Andre sampai bertanya pada resepsionis dan mencari keberadaan ku, nah loh... gimana kalau begitu?" tanya Kiara dengan wajah horor melihat ke arah Aska.
"Katakan saja kamu sedang bersama kekasihmu!" kata Aska.
"Ck... ya sudah!" kata Kiara yang akhirnya malas berdebat dan menyerah.
Kiara lantas langsung menghubungi Andre.
"Halo Ndre!"
"Iya Kiara, kamu dimana? aku sudah tiba di lobby hotel?" tanya Andre.
"Hah cepat sekali, tapi maafkan aku. Aku tidak bisa bertemu denganmu. Pacarku datang, dia mengajakku pergi dengannya. Maaf ya Ndre!" kata Kiara yang langsung memutuskan panggilan telepon dengan Andre.
Andre yang berada di lobby pun langsung terdiam.
'Ternyata sudah punya pacar, aku terlambat!' batin Andre sedih.
Kiara kembali meletakkan ponselnya dan kembali menonton film sambil tengkurap di atas tempat tidur dan memakan popcorn rasa karamel kesukaannya.
"Dari selera dan gayamu, sepertinya kamu berasal dari keluarga berada nona?" tanya Aska.
"Matamu tajam sekali, karena kamu sudah tahu apa pekerjaanku dan siapa ayahku, maka aku akan katakan padamu. Ayahku itu Alex Dema, kalau kamu pernah dengar dia adalah salah satu pengusaha ekspor impor, kami bahagia, ayahku bisa memberikan apapun padaku, jalan-jalan di luar negeri, pakaian bermerek, mobil mewah padahal aku masih SMA saat itu, pokoknya ayahku yang terbaik, kami sangat bahagia. Aku punya seorang kakak laki-laki yang sangat baik, namanya Kiano. Kami saling menjaga dan menyayangi...!"
Kiara terdiam, lantas mantanya berkaca-kaca.
"Sampai ibu mengalami kecelakaan mobil dan meninggal, belum ada satu tahun ayah menikah dengan seorang wanita bernama Raisa, dia membawa putrinya yang bernama Wulan ke rumah. Meminta kak Kiano, pergi ke luar negeri untuk mengurusi pekerjaan, ayah menjadi sakit-sakitan, aku lulus SMA dan tidak boleh lanjut sekolah lagi. Sampai pengacara perusahaan datang dan mengatakan semua sudah berganti kepemilikan atas nama Raisa dan Wulan, ayah terkena serangan jantung. Kami di usir... !"
Tes tes
Air mata Kiara mengalir sampai jatuh ke atas kasur.
"Aku terpaksa menjual harga diriku untuk hidup ayahku, hiks.. hiks!"
Kiara langsung menyembunyikan wajahnya di kedua tangannya yang terlipat di bawah wajahnya. Kiara terisak, dia tidak tahu kenapa dia bisa menceritakan semua itu pada Aska. Tapi setidaknya dia ingin mengatakan kalau ayahnya dulu adalah ayah yang terbaik, yang memberikan segalanya padanya. Mencukupi semua kebutuhannya bahkan lebih. Hanya saja kemalangan tak bisa dia hindari.
Aska yang mendengar semua cerita Kiara menjadi sangat iba padanya. Seorang gadis manja yang biasanya mau apapun tinggal minta pada ayahnya, tak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya. Sekali mendapatkan kesulitan hidup, bahkan harus menjadi seorang yang pekerjaannya adalah pekerjaan paling hina di dunia. Dan jika ada yang tahu pekerjaannya itu, sanksi sosial juga pasti akan dia terima. Entahlah, ayahnya yang saat ini sedang berjuang untuk sembuh bisa menerima semua ini atau tidak. Tapi kalaupun tidak, paling tidak Kiara sudah melakukan apa yang dia bisa sebagai seorang anak.
"Tuan Aska, apa setelah mendengar ceritaku ini kamu jijik padaku?" tanya Kiara sambil mengusap air matanya dengan lengan bajunya.
Aska lalu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya.
"Pakai ini nona!" kata Aska.
Kiara menerima sapu tangan Aska dan menyeka air matanya.
"Aku tidak bisa bilang kamu benar atau salah nona, karena aku juga bukan orang baik!" kata Aska membuat Kiara agak menjauh dari Aska.
***
Bersambung...
👍👍👍👍👍
ceritanya so sweet 😍😍😍😍😍
happy ending seh, tp singkat banget yak hehehehe, lanjut ke cerita kakak selanjut nya deh.. semangat kak noera