Lily astara,wanita cantik berusia 18 tahun yang harus rala berkorban untuk bisa menyelamat kan nyawa sang ibu dengan cara menikah kontak dengan seorang pria yg baru di kenal, dia adalah "Hans Wijaya",
CRO muda dengan segala pesona dan sifat arogan nya
akankah mereka jatuh cinta atau justru akan berakhir dengan saling menyakiti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry A.I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuri ciuman
Malam hari di sebuah club malam yang terkenal di jakarta..Hans dan Leo yang baru saja masuk langsung menjadi pusat perhatian para wanita yang ada di sana.
mereka langsung menuju ruang VIP di club itu.
" Ah ini dia pengantin baru kita, " Ucap romi yang memang suka humor.
Mereka memberi sapaan seperti biasa.
" Selamat bro, maaf gue gak bisa datang ke nikahan loe. " ucap Leon memberi selamat.
" Gak usah terlalu lebay, kalian juga tau kalau gue cuman nikah kontrak sama dia, " ucap Hans menanggapi dengan santai.
" Loe yakin gak tertarik sama istri loe, menurut gue sih istri loe, swie..wit,, " ucap romi sambil menaik turun kan alis nya.
" Gue jadi penasaran, klau loe gak suka buat gue aja deh. " sambung Leon.
" Atau jangan jangan loe juga belum... Ya itu lah, loe pasti tau dong maksud gue, " ucap romi berniat menggoda Hans.
" Ya, gue belum menyentuh nya, " ucap Hans sambil mengambil minuman yang sudah di tuang kan oleh Leo.
" Gilak loe, jangan jangn loe memang dha mati rasa lagi, " Ucap romi geleng gelang kepala.
" Sudah lah, jangn membahas nya lagi, " ucap Hans yang tidak ingin membahas tentang hubungn nya dan Lily.
" Ya ya ya, semoga loe gak bakal nyesel. kalau loe dha gak mau bilang gue, " Ucap Romi menawarkan diri.
" Dasar buaya, " jawab Hans. Romi memang pemain wanita, jadi tidak heran jika dia tertarik dengan Lily, bahkan jika bisa nenek nenek pun akan di pacari nya.
Mereka yang sudah lama tidak berkumpul pun membuat mereka lupa waktu. Hingga lewat tengah malam barulah mereka bubar.
Leo tetap mengantar kan Hans pulang, tapi kali ini hanya sampai lobby, karna Hans juga tau jika Leo pasti lelah.
" Pulang lah, aku bisa naik sendiri, " ucap Hans sebelum turun, Leo pun menuruti ucapan Hans, karna dia juga merasa lelah.
Hans sampai di apartemen nya, dia tidak perlu menekan bel karna di punya kartu akses untuk masuk apartemen nya.
Hans mengerutkan dahi nya saat melihat lampu dapur yang masih menyala, padahal ini sudah tengah malam. karna penasaran Hans pun segera menuju dapur.
Hans menghela nafas nya saat melihat Lily yang tertidur sambil duduk di kursi meja makan itu. dia berjalan mendekat dan memandangi wajah Lily yang tertidur.
Rasa nya sudah lama Hans tidak memandangi wajah Lily seperti ini, dulu dia selalu memandangi wajah Lily yang sedang tertidur di sofa, tentu saja tanpa sepengetahuan Lily.
" Apa dia menunggu ku, " batin Hans, dia juga melihat makanan yang berada di meja makan.
Hans menyingkirkan rambut Lily yang menutupi wajah nya. " cantik sekali, " ucap Hans memandang wajah Lily yang natural.
" Kenapa dia menunggu ku, dia bahkan selalu menyiapkan kebutuhan ku, dia mengerjakan semua tugas nya sebagai istri, " ucap Hans sambil memandangi wajah Lily yang tidak merasa terganggu oleh perbuatan Hans.
Hans meletakkan tas kantor nya di meja dan mengangkat Lily ala bride stayl, bukan nya terganggu Lily malah semakin menyembunyikan wajah nya di ketiak Hans.
seketika Hans merasakan jantung nya yang berdetak lebih cepat, dia memandang wajah Lily yang terlihat begitu damai.
" Ada apa dengan ku, jangan sampai aku jatuh cinta pada nya. " ucap hans membentengi diri nya.
Hans membaringkan Lily di tempat tidur nya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Lily. Hans memandang wajah Lily dan tanpa sadar dia memajukan wajah nya dan
" Cup " Hans mencuri ciuman di bibir Lily.
setelah nya dia segera keluar sebelum Lily tiba tiba bangun.