NovelToon NovelToon
Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:576.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: ummi asya

Laras adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, dia anak yatim piatu dan sejak masih kecil sampai dewasa di asuh oleh ibu Ramona. Ibu pemilik panti asuhan di mana dia bernaung.
Hingga dewasa, dia di paksa untuk menikah dengan anaknya bernama Danu yang bekerja di sebuah bank ternama. Itu permintaan terakhir ibu asuhnya. Karena pernikahan terpaksa itu, Laras harus menerima kesepakatan dengan Danu kalau pernikahan mereka hanya satu tahun saja, karena Danu sudah punya kekasih seorang gadis SMA. Danu meminta pada Laras, kalau di luar rumah mereka tidak saling mengenal, apa lagi mengaku sebagai suami istri.
Bagaimana Laras menghadapi pernikahan dengan Danu? Apakah Danu akan mencintai Laras?
Simak ya kisahnya...😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Pagi Hari

Satu jam dia masih berpikir bagaimana besok bicara sama Andre keluar dari kedainya. Apakah Anisa bisa membantunya memberi alasan pada Andre.Laras mengambil ponselnya, lalu menghubungi Anisa.

"Assalamu alaikum, Nisa.,Kamu sudah pulang?" tanya Laras setelah sambungan teleponnya tersambung.

"Iya, ini aku baru sampai.Ada apa Ras?"

"Emm, aku resign dari kedai kak Andre besok, gimana ngomongnya ya?"

"Lho, kok keluar. Kenapa?"

"Mas Danu ngga boleh aku kerja lagi." ucap Laras ragu, dia melirik ke arah kamar Danu.

"Kamu balik ke rumah suamimu lagi?"

"Iya, katanya mulai besok aku ngga boleh bekerja lagi."

"Lalu, kamu ngga kerja mau apa? Di rumah aja?"

"Iya, aku juga bingung harus apa nanti. Mungkin buka usaha katering atau bikin toko online, yang penting punya kesibukan di rumah." kata Laras.

"Ya udah kalau begitu. Besok kamu bisa ke kedai kan?"

"Ngga, mungkin lusa baru bisa ke kedai. Besok aku di ajak ke pengacaranya ibu Ramona, ngga tahu mau apa. Kamu bisa bantu aku buat alasan yang bisa di terima sama kak Andre, Nis?"

"Aku ngga tahu, lihat besok aja. Kalau pak Andre menanyakan kamu ya aku kasih tahu."

"Jangan bilang aku sudah menikah ya. Aku ngga mau mas Danu marah sama aku." kata Laras.

"Ck, suamimu itu egois. Dia tidak mau mengakuimu sebagai istri tapi dia enak-enakan pacaran sama orang lain!"

"Udah sih, jangan buat aku tambah bingung. Aku juga udah bilang, tapi dia marah. Ya udahlah, aku pasrah aja." Laras menghela nafas.

Dia memandang kamar Danu yang tertutup rapat. Apa dia akan tidur di kamar itu?

"Ras, kamu masih di situ?"

"Iya, udah dulu ya. Aku ngantuk, mau tidur." kata Laras.

"Ya udah, sana tidur. Biar besok kamu bisa menghadapi hidup yang penuh dilema."

"Ck, kamu jangan meledekku. Aku minta doanya aja sama kamu, biar aku kuat menghadapinya."

"Iya iya, aku doakan semoga suamimu itu sadar. Ya udah aku tutup teleponnya."

Klik

Laras meletakkan ponselnya di meja, kini dia kembali dilema. Tidur di kamar suaminya atau di sofa depan? Lama berpikir, akhirnya Laras melangkah menuju kamar Danu. Memutar handel pintunya, ternyata terkunci. Kemudian dia ke ruang tamu, merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.

Merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang,menatap langit-langit ruang itu. Merenungi nasibnya yang tidak pasti akan berakhir bahagia atau selamanya hidup dalam bayang-bayang penderitaan. Pernikahan macam apa yang dia jalani?

Menolak dan mengacuhkan statusnya sebagai istri, rasanya tidak etis. Tapi hidupnya akan selalu seperti itu, bahkan jika dia di madu akan lebih menyakitkan lagi. Laras memejamkan matanya ketika beberapa kali menguap.

"Ya Allah, kuatkan aku." lirih Laras berdoa dalam kebimbangannya.

_

Pagi hari, Laras bangun lebih dulu. Dia masuk ke kamar mandi belakang untuk memgambil air wudhu dan melaksanakan sholat. Tapi dia bingung, mukenahnya tidak ada. Semua peralatan sholat ada di kostnya dan dia belum mengambilnya. Apa dulu mas Danu punya pembantu? pikir Laras.

Lalu dia menuju kamar belakang, di sana tidak terkunci pintunya sehingga Laras bisa masuk dengan mudah. Di bukanya lemari kecil di samping dipan yang berukuran kecil pula. Mencari di beberapa tumpukan baju bekas, dan dia menemukan satu mukenah.

"Alhamdulillah, bisa sholat subuh juga. Ini masih bersih dan bisa langsung di pakai." kata Laras dengan senyum mengembang.

Di gerainya sajadah menghadap ke arah kiblat, lalu di pakai mukenahnya dan langsung melakukan gerakan takbiratul ikhram hingga selesai.

Setelah selesai, dia melipat kembali mukenah dan merapikan lagi sajadahnya. Lalu dia keluar dari kamar itu dan menuju ke dapur.

Dia akan membuat sarapan untuk suaminya. Pertama dia membuka kulkas dan melihat isinya, hanya ada sayur dan telur. Dia kemudian mengambil beras untuk di masak, setelah selesai baru membuat tumis serta telur ceplok yang di buat bumbu kecap.

Satu jam lebih Laras sibuk di dapur, jam menunjukkan pukul enam tiga puluh. Waktunya Danu sarapan. Kemudian Laras menuju kamar Danu untuk memberitahu bahwa sarapan sudah siap.

Tok tok tok

"Mas Danu, sudah siang. Sarapan sudah ada di meja.",ucap Laras.

Tak lama Danu keluar dengan berpakaian sudah rapi. Dia memakai setelan jas dan rambut yang rapi. Dia menuju meja makan dan langsung duduk. Memperhatikan apa yang ada di meja makan.

Dengan sedikit malas, dia mengambil nasi dan telur dadar itu. Laras memperhatikan suaminya yang makan dengan malas, setidaknya hasil masakannya di makan walaupun tampak malas untuk memakannya.

Dan hanya beberapa kali suap saja Danu memakan masakan Laras, dia mengambil gelas dan meminum isinya. Kemudian dia bangkit dari duduknya kembali masuk ke dalam kamar mengambil tas kerjanya.

"Mas, pagi ini aku mau ambil bajuku ke kostan." kata Laras.

"Langsung pulang, jangan pergi kemana-mana." kata Danu.

"Iya."

Lalu Laras merapikan piring bekas tempat makan suaminya, dia menengok ke arah Danu yang sudah siap berangkat kerja. Laras menghampiri Danu, menarik tangan kanannya untuk menyalaminya.

"Emm, mas. Di dapur semuanya kosong isi kulkasnya, aku mau beli bahan makanan untuk masak setiap hari." kata Laras lagi.

Danu mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar ratusan ribu. Ada sepuluh lembar, dia serahkan pada Laras. Lalu pergi setelah Laras menerima uang satu juta untuk membeli bahan makanan di pasar.

Lalu dia keluar menuju mobilnya, sebelum berangkat ke kantor dia sudah berjanji menjemput pacarnya mengantar sampai sekolahnya.

Dari jauh Laras melihat suaminya menerima telepon dari seseorang, dan dia yakin itu adalah gadis SMA pacarnya itu. Tampak wajah Danu sangat senang menerima telepon itu, berbanding terbalik jika berhadapan dengan Laras.

Laras menghela nafas panjang, dia sebenarnya harus terbiasa melihat senyum ceria suaminya untuk gadis itu, namun tetap saja rasanya sakit sekali jika harus melihatnya terus.

Lalu Laras kembali merapikan meja makan dan langsung bergegas merapikan dan membersihkan rumah. Dia ingin segera selesai dan langsung ke tempat kostnya mengambil baju-bajunya dan barang-barang lainnya.

Sepulang dari kostan, dia akan ke pasar membeli bahan lauk pauk dan juga beras. Serta sembako lainnya.

Dia akan tidur di kamar yang tadi dia tempati untuk sholat, tidak peduli rencana akan mempunyai anak dari Danu. Sejujurnya dia ragu, namun untuk saat ini biarlah dia menjalaninya dengan permintaan mendiang mertuanya, ibu Ramona. Setidaknya dia sudah menjalani amanat ibu mertuanya itu. Meski entah sampai kapan.

Dalam benaknya, dia tanamkan tidak akan menaruh hati pada Danu suaminya. Namun begitu, entah bagaimana nanti apakah lain lagi seiring berjalannya waktu.

_

_

******************

1
ayu cantik
bagus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dewi Dama
ber tele2..bangat...
Dewi Dama
jabatan di rektur bank..tapi bodoh....bisa..di bohonin anak kecil...gk.masuk akal novel ini...
Dewi Dama
si laras..gk.tegas dan tdk berpendirian...gk.punya harga diri
Dewi Dama
Astaqfirullaaahhh....kena batu nya....dani....
Dewi Dama
bukan danu yg jahat kamu nya aja yg gk..tau malu.....
Dewi Dama
si laras malu2in perempuan aja....udah di tolak masih ngeyel....
Dewi Dama
laras gk.punya malu bangat...
Dewi Dama
si laras gk.punya malu...suami nya sudah terang2ngan gk suka masih aja....gk.punya harga diri
Melani Sunardi
laki ga punya hati juga egois susah dan bagusnya ga usah diharapkan lagi Ras..... berbahagialah dengan hidupmu
Melani Sunardi
mana ada detektif ga ngasih laporan
Melani Sunardi
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo laras jg lemah... jg klah sama nak sma
Ririn Nursisminingsih
ceo kok boding pacaran sama anak sma cuman dimanfaatin doang tuh
Nur Aulia
bayinya pinter nunggu ayahnya DTG baru keluar
Nur Aulia
tunggu lahiran dl baru bisa bercers
Dudeh Hamidah
Luar biasa
meris dawati Sihombing
Danu..Doni..yg bener yg mn?
Ruzita Ismail
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!