Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.
Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Kejahatan Austin
"Austin apakah kau mengingat bagaimana hubungan Alex dan Jenny?" Ucap Jasmine yang mengambil kesempatan dari situasi itu.
"Jasmine tolong jangan ingatkan aku kepada hal itu, aku sudah sangat sulit hidup sekarang tanpa sahabat baik ku." Ucap Austin bertingkah seolah dia sangat sedih.
'Benar-benar aktor yang hebat.' Ucap Jasmine dalam hati seraya melihat kearah Austin dengan marah.
"Oh, aku minta maaf. Tapi mereka tampak sangat bahagia di masa lalu." Ucap Jasmine tetap mencoba untuk mencari celah.
"Jangan khawatir, aku ada di sini sekarang. Jenny tidak akan sedih lagi." Ucap Austin dengan bahagia.
"Tidakkah kau sedih?" Tanya Jasmine dengan wajah yang tampak kesal.
"Aku sedih, tapi sejak Alex menyukai Jenny dan sekarang dia sudah tidak ada lagi maka aku lah yang akan menjaga Jenny." Ucap Austin berbicara dengan suara yang lemah.
"Oh!" Balas Jasmine pura-pura.
"Ini, semuanya sudah selesai. Sekarang aku harus kembali ke kantin, mereka masih ada disana." Ucap Austin berdiri dan hendak pergi.
"Tunggu dulu, di sini masih ada tiga file yang belum selesai. Aku minta maaf karena membuat masalah untuk mu." Ucap Jasmine dengan wajah yang berpura-pura tampak sedih.
"Oh baiklah." Ucap Austin mengambil file itu dari tangan Jenny dan mulai duduk kembali.
"Austin, tidakkah kau berpikir bahwa Jenny tampak bahagia bersama dengan James?" Ucap Jasmine melihat kearah Austin.
Austin berhenti membaca file yang diberikan Jenny setelah mendengar ucapannya itu.
"Tidak!" Ucap Austin berbicara dengan penuh penekanan.
"Kenapa? Jenny begitu sedih sejak hari itu, tapi setelah James datang dalam hidupnya, Jenny yang lama yang begitu ceria kembali lagi." Ucap Jasmine memprovokasi Austin.
"Tapi aku rasa tidak seperti itu. Jenny akan perlahan-lahan menerima kematian Alex." Ucap Austin mencoba untuk meredakan amarah dalam hatinya.
Jasmine tidak bisa menahan dirinya lagi. Padahal James dan yang lainnya sudah membuat rencana untuk membongkar kebusukan Austin. Tapi Jasmine benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi.
"Bukankah kau lah orang yang membunuh Alex?" Ucap Jasmine dengan wajah tampak marah.
"Jasmine, apa yang kau bicarakan?" Ucap Austin dengan wajah yang tampak bingung.
"Austin, kau tahu benar apa yang aku bicarakan." Ucap Jasmine berdiri mendekat kearah Austin.
"Oh, jadi kau bersatu dengan James untuk melawan aku." Ucap Austin yang akhirnya menunjukkan siapa dirinya yang asli.
"Kenapa kau membunuh Alex? Padahal kau tahu benar bahwa Jenny sangat menyukai dia." Ucap Jasmine yang begitu marah lalu mendorong Austin.
"Haha, iya aku memang membunuh satu-satunya teman terbaikku karena dia mengganggu hubunganku dengan Jenny." Teriak Austin.
"Tapi Jenny tidak pernah menyukaimu. Dia menyukai Alex." Ucap Jasmine melempar sesuatu ke arah Austin.
"Iya, dia tidak menyukai aku karena adanya Alex. Jadi aku menghapus kehadiran Alex diantara kami berdua. Dan kau juga datang di antara aku dan Jenny, mencoba untuk merusak hubunganku dengannya, maka biarkan aku mengakhiri hidupmu disini." Ucap Austin lalu memukuli kepala Jasmine dan seketika kepala Jasmine mulai berdarah.
Tiba-tiba...
"Apa yang terjadi di sini?" Ucap Jenny saat tiba di sana.
"Jenny...." Ucap Jasmine yang lalu terjatuh.
"Jasmine!" Teriak Jenny yang berlari kearah Jasmine.
"Kau!!! Apa yang kau lakukan kepadanya? Aku membencimu Austin." Teriak Jenny.
"Jenny... aku... aku... aku tidak bermaksud untuk melakukan ini." Ucap Austin menarik tangan Jenny.
"Kau!!!" Jenny langsung menampar Austin dengan sangat keras.
"Jika kau tidak bisa mencintai aku, maka aku harus memaksamu." Ucap Austin lalu menarik Jenny.
"Lepaskan aku." Ucap Jenny menarik tangannya, tapi dia tidak bisa menarik tangannya karena genggaman Austin begitu kuat.
"Ini adalah lab sains, jadi jarang ada orang yang mengunjungi tempat ini. Siapa yang akan menolong mu?" Ucap Austin lalu menutup mulut Jenny.
Setelah beberapa saat Austin membawa Jenny keluar dari kampus.
" Jasmine...!!" Denis yang pergi ke lab sains untuk memeriksa Jasmine karena sejak tadi di hubungi, Jasmine tidak menjawab panggilannya.
Denis melihat Jasmine yang tergeletak di lantai dengan darah yang mengucur dari kepalanya, dia langsung berlari ke arahnya.
"Denis.... Jenny... Aus... Austin, dia menculik Jenny." Ucap Jasmine dengan suaranya yang semakin lemah.
Denis dengan cepat membawa Jasmine ke rumah sakit dan kemudian setelah beberapa saat, perawatan Jasmine sudah selesai.
"James suatu hal yang buruk terjadi." Ucap Denis menelpon James.
"Apa? Jenny diculik? Bagaimana bisa terjadi?" Ucap James bingung. "Jangan khawatir aku akan pergi sekarang." Ucap James berdiri dan pergi.
James sebenarnya tengah bertemu dengan Jack setelah makan siang dengan Jenny. Sementara Jenny berpamitan untuk menemui Jasmine di lab sains.
"Tuan, bagaimana dengan meeting nya?" Ucap Jack mengikuti James.
"Ditunda." Ucap James pergi dengan cepat.
Di rumah sakit...
"Jasmine!" Ucap James yang mendekat kearah Jasmine.
"James, Jenny diculik." Ucap Jasmine mulai menangis.
"Jangan khawatir, aku akan membawa Jenny kembali." Ucap James berdiri dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Di dalam mobil James...
"Austin kau berani untuk menyentuh wanitaku." Ucap James memukul setir mobilnya.
"Jack, bawa semua orang-orang ku dan ikuti mobilku." Ucap James menelepon Jack.
"Baik Tuan." Balas Jack dengan serius.
James membuang ponselnya di kursi mobil dan masuk ke dalam mobil kemudian pergi ke jalan tol.
Sementara itu, Jenny dan Austin sudah tiba di sebuah rumah tua, dekat dengan hutan.
"Jenny, kau adalah milikku dan hanya akan menjadi milikku Ucap Austin yang memegang tangan Jenny yang tengah tak sadarkan diri itu.
Kemudian setelah beberapa saat, terdengar suara keras dari depan pintu dan pintu tiba-tiba dirusak oleh beberapa orang pria yang menggunakan pakaian hitam. Mereka semua mulai memukuli Austin.
"Siapa kalian semua?" Teriak Austin dengan wajah yang sudah babak belur.
"Senang bertemu denganmu lagi." Ucap James tiba dengan senyuman di wajahnya.
"Kau!!" Ucap Austin yang tampak bingung karena dia tidak menyangka bahwa James bisa menemukan dirinya dengan begitu mudah.
"Jadi kau tidak tahu bagaimana kemampuanku." Ucap James berdiri dan melihat kearah Austin.
"Dasar bodoh, kau bahkan tidak menyadari bahwa ada GPS di mobilmu." Ucap James.
James sudah mengetahui bahwa suatu saat, Austin akan melakukan sesuatu. Jadi dia sudah merencanakan semuanya.
"Anak-anak, aku akan mengajari kalian bagaimana caranya untuk menyenangkan aku. Kalian harus memukuli pria ini dengan sangat keras seperti ini." Ucap James lalu memukuli Austin dengan sebuah batang besi dengan begitu keras.
"Apa kau masih ingat batang besi ini? Kau memukuli Jasmine dengan ini bukan?" Ucap James kembali memukul Austin dengan sangat keras kemudian Austin berteriak kesakitan.
James menyeringai, begitu puas melihat Austin yang berteriak kesakitan.
Bersambung...