PERHATIAN! Ini Karya pertama saya yang banyak banget kekurangannya, jika cerita ini tidak sesuai selera kalian silahkan kalian tinggalkan. Oke!
.. ..
.. ..
.. ..
Tania adalah wanita cantik yang penuh dengan misteri hidup, mulai dari pengalaman masa kecilnya, masa lalu yang kelam, hingga ke kehidupannya yang sekarang pun Tania tidak pernah membongkar siapa dirinya yang sebenarnya.
Tania tidak suka di pandang sebagai orang kaya yang sombong akan harta, Tania juga tidak suka jika ada yang berteman dengannya karena penampilan dan juga derajat kekayaan.
Wajah cantik Tania yang blaster itu, ia ubah menjadi jelek dan kumuh di mata umum.
Pada dasarnya Tania hanya ingin bersenang-senang sekaligus mengawasi sekolahan papanya itu namun siapa sangka Tania malah di hadapkan dengan masalah-masalah pembullyan, pertengkaran dan percintaan yang mengganggu kehidupannya sampai di mulailah pilihan Tania yang membuat dirinya di permainankan oleh takdir.
Bagaimana pilihan hidup dan takdir hidup seorang Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Ans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part_14
-Firgy Agania Lexa - Si pendiam tapi sesad
-Mika Yosefa Azril — Si mulut besar
-Niky Gasena Wilson — Si paling suka ngoceh
.......
.......
.......
Malam ini Tania duduk termenung di balkon rumahnya, fikiran wanita itu sedang di penuhi oleh suatu masalah hingga bermenit-menit lamanya air mata wanita itu lolos satu-persatu mengalir di kedua pipinya.
Dan di belakang wanita itu ada sang kakak yang sedang memandang adiknya dengan sedih, tangan pria itu terkepal sangat kuat kemudian ia pergi meninggalkan adiknya karena tidak tega melihat kesedihan adiknya, walau penyebabnya ada padanya juga yang telah mendiamkan adiknya sangat lama tapi Aldy benar-benar belum bisa berbaikkan dengan adiknya itu.
Lama Tania termenung, tiba-tiba saja handphone wanita itu berbunyi. Tringg! Tania tersentak dan langsung mencari keberadaan handphonenya.
"Firgy?" gumam Tania melihat layar handphonenya tertera nama sahabatnya kemudian Tania menghapus air matanya sebelum mengangkat video call dari sahabatnya itu.
Firgy Agania Lexa — sahabat Tania yang bersekolah di Amerika lebih tepatnya di Los Angeles.
"Hai Tania," pekik tiga orang sekaligus membuat Tania sedikit tersentak kaget, wanita bermata biru itu menyipitkan matanya saat melihat salah satu sahabatnya yang tinggal di Singapura ada bersama dua sahabatnya yang bersekolah di Los Angeles.
"Mika, kenapa kau bisa bersama mereka berdua?" tanya Tania heran.
Mika Yosefa Azril — Si pelupa dan cerewet yang dijuluki sang big mouth atau si mulut besar, teman kecil Tania yang di pertemukan oleh dua keluarga yang menjalin kerja sama perusahaan.
"Memangnya kenapa? Apa sebenarnya mereka berdua berbahaya? Apa aku akan mati di tangan mereka? Kalian berdua akan membunuhku? Benarkah itu?" tanya Mika dengan otak konsletnya membuat Frigy dan Niky memutar bola mata jengah.
"Ayolah Mika! Maksud dari pertanyaan Tania, kenapa kau bisa bersama kita berdua padahal kau berada di Singapura sedangkan aku dan Firgy berada di Amerika, benar begitu 'kan Tania?" tanya Niky dan Tania menganggukkan kepalanya.
Niky Gasena Wilson — Pemalas dan sedikit tidak menyukai sekolahan.
"Tapi kita ada di Indonesia 'kan sekarang," ucap Mika membuat Firgy dan Niky membulatkan matanya.
"Apa, kalian ada di Indonesia?" tanya Tania mengerutkan dahinya seraya memelotot kaget.
"Tidak ada," elak Niky cepat hingga Tania di buat curiga oleh gelagat sahabatnya itu.
"Iya Tania, kita bertiga ada di Indonesia sekarang," ucap Mika malah menjawab pertanyaan Tania.
"Oh tidak Mika! Kau menggagalkan rencana kita, apa kau tauu itu?!" umpat Firgy menatap datar ke arah Mika.
"Rencana yang mana? Memberikan kejutan pada Tania bahwa kita akan menjadi murid baru di sekolahannya?" tanya Mika cepat hingga Firgy dan Niky tidak sempat menutup mulut wanita itu.
"Mika!" pekik Niky.
"Apa?" sahut Mika santai.
"Bisakah kau mengunci mulutmu itu, kau telah menggagalkan rencana kita dengan memberitahu semuanya pada Tania." pekik Niky kesal.
"Apa yang salah dengan ... astaga! Baru saja aku memberitahu rencana kita pada Tania," pekik Mika menutup mulutnya kala otak wanita itu baru bekerja kembali alias baru mengingat keteledorannya.
"Pftt ...." Tania terkekeh melihat kecerobohan Mika yang keceplosan di depannya.
"Jadi kalian ada di Indonesia sekarang?" tanya Tania mengalihkan perhatian mereka bertiga pada Tania.
"Seperti yang kau dengar dari big mouth ini," ketus Niky melirikkan matanya pada Mika yang menggigit jarinya merasa bersalah dengan kedua sahabatnya.
"Apa bersama Justin?" tanya Tania, wanita itu merindukan ketiga sahabatnya termasuk satu sahabat laki-lakinya yaitu Justin.
"Kau tau dia adalah anak tunggal, orang tua Justin tidak akan mengizinkannya pergi jauh dari mereka," ucap Firgy dan Tania menganggukkan kepalanya paham.
"Jadi kalian bertiga akan menjadi murid baru di sekolahanku?" tanya Tania.
"Dua hari lagi kami akan menjadi murid baru di sekolahanmu, Eton Company High School bukan?" tanya Niky tersenyum lebar.
"Tau dari mana?" tanya Tania.
"Kak Aldy," sahut Mika cepat membuat Firgy dan Niky menatap malas sahabat mereka si mulut besar itu.
"Bagaimana bisa?" tanya Tania datar.
"Bebe ... beppmmpp!" Mika yang ingin bicara langsung di bungkam oleh Firgy.
"Kami bertanya pada Kak Aldy di mana kau sekolah dan Kak Aldy menjawab kau bersekolah di tempat yang sama dengan Kak Aldy yaitu di Eton Company High School, sebulan yang lalu kami sudah berencana untuk pindah ke Indonesia tapi kami menundanya karena Firgy sakit," jelas Niky.
Tania mengangguk mengerti walau sebenarnya ia sedikit merasa tidak percaya dengan pengakuan Niky.
.........
Tiga hari berlalu semua kehidupan Tania berubah seketika, yang biasanya Tania akan senang bersama Leo kini Tania malah berusaha menghindar dari Leo, yang biasanya Tania akan menunggu kedatangan Leo kini Tania malah memandangi Leo dan kedua sahabatnya yang duduk di kantin bie'em dari jarak jauh, kenapa Tania bisa berubah demikian?
"Dia bahagia tanpa gue!" gumam Tania menatap datar ke arah Leo, lama wanita itu memandangi Leo dan kedua sahabatnya, handphone wanita itu berbunyi beberapa kali tanda ada banyak pesan yang masuk.
Ketika melihat pesan-pesan masuk itu, Tania langsung membalas pesannya hingga tak lama kemudian ketiga sahabat Tania datang menghampirinya dan masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa suruh kita ke sini?" tanya si murid baru yaitu Firgy.
"Lihat ke arah sana," titah Tania menggerakkan kepalanya ke arah depan di mana Leo, Rio dan Diky sedang duduk dan sibuk di dunia mereka masing-masing.
"Em! Siapa mereka?" tanya Niky saat mereka bertiga menatap ke arah kantin bie'em.
"Yang lagi main hp itu namanya Diky dan lo yang bakal hadapin dia," ucap Tania menatap Niky.
"Yang duduk sambil main gitar itu namanya Rio dan lo yang bakal hadapin dia," ucap Tania lagi menatap Mika.
"Terakhir yang duduk di motor itu namanya Leo dan lo yang bakal hadapin dia, tapi lo harus lebih ekstra hadapin dia atau di dalam sejarah seorang Firgy satu-satunya cowok yang berani ngabaiin Firgy adalah dia," ucap Tania menatap Firgy membuat Firgy mengerutkan dahinya, apakah begitu susah menghadapi Leo? Fikir Firgy.
"Kalian murid baru yang bikin heboh sekolahan ini, kecantikan kalian bisa buat cowok kelepek-kelepek jadi gue mau lihat kalian ngalihin pandangan tiga cowok itu, biar gue bisa masuk gerbang sekolah," titah Tania datar.
"Keluar sekarang." titah Tania dan mereka bertiga hanya mendengus dan keluar dari mobil menuju kantin bie'em.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
😍😍😍😍
dimana kamu?
kasihan greeydon.. cepatlah 15 tahun