NovelToon NovelToon
One Night Love Devil

One Night Love Devil

Status: tamat
Genre:Badboy / Ibu susu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Harap bijak dalam memilih bacaan

Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.

Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Baik

Aku menatap pantulan diriku di cermin. Wajahku sudah terlihat sangat cantik karena polesan make up bermerk yang pria brengsyek itu siapkan untukku. Tapi ... jika aku melihat dari batas leher ke bawah, sungguh menjijikkan. Huh, aku langsung membalut kembali tubuhku dengan handuk kimono. Bahkan aku sendiri merasa sangat malu melihat diriku memakai ling**** menjijikkan ini.

Huft. Aku menghembuskan napasku dengan kasar. Ibu, ayah, maafkan putrimu ini. Sepertinya aku tidak bisa menjaga amanat kalian agar aku menjaga diri. Sepertinya ilmu bela diri yang ayah ajarkan padaku tidak bisa lagi aku gunakan untuk menjaga kehormatanku.

Ibu, ayah, sekali lagi aku minta maaf. Aku terpaksa melakukan ini semua. Aku hanya tidak ingin menyesal di kemudian hari karena tidak bisa berbuat apa-apa saat keluarga kita mengalami kesulitan. Aku takut menyesal saat terjadi apa-apa pada ibu yang tengah terbaring lemah di ran*ang rumah sakit saat ini. Aku takut menyesal karena membuat ibu dan adikku mengalami lebih banyak lagi penderitaan, sedangkan aku masih bisa melakukan pengorbanan untuk membuat kami sekeluarga bisa segera keluar dan terbebas dari masalah hidup yang telah kita alami selama lebih dari setengah tahun belakangan.

Aku berjalan keluar dari walk in closet. 2 Menit lagi pria itu akan datang. Aku mencoba mengatur napas agar aku bisa menetralisir rasa deg-degan yang tengah aku rasakan saat ini.

Aku lalu duduk di pinggir tempat tidur. Namun tiba-tiba ponselku berdering, aku pun segera beranjak untuk mengeceknya. Ku lihat yang tengah menghubungiku saat ini adalah adikku, Rina.

"Halo, Dek."

"Halo Kak Nia, ibu sekarang sedang dibawa ke ruang operasi."

"Hah? Bagaimana bisa? Biaya operasinya 'kan belum dilunasi, Dek. Kakak belum mengirim uang ke rekening ibu," ucapku. Aku juga merasa kebingungan.

"Tadi, ada seseorang yang sudah melunasi semuanya Kak. Aku juga tidak tahu siapa orangnya, aku tidak mengenalnya sama sekali. Aku pikir orang itu adalah kenalan Kakak, atau mungkin kenalan ayah dulu."

Siapa ya? Aku jadi penasaran dengan orang itu.

"Bisa jadi orang itu kenalan ayah, Dek, karena Kakak rasanya tidak punya kenalan orang baik seperti itu."

Seketika hatiku kembali nyeri, mengingat bagaimana dulu teman-teman yang dekat denganku pergi satu per satu saat tahu keluargaku jatuh miskin. Huft ... aku kembali mendengus kasar. Rupanya mereka semua tidak ada yang tulus berteman denganku.

"Dek, apa kamu bisa ceritakan, bagaimana perawakan orang itu. Laki-laki atau perempuan?" tanyaku pada Rina. Seketika aku menjadi sangat penasaran dengan sosok baik hati itu.

"Laki-laki, Kak. Orangnya tampan, tinggi, putih, masih muda, terus dia terlihat seperti bos besar begitu, soalnya dia pakai setelah jas hitam rapi, terus pakai kacamata hitam juga."

Hah? Mendengar penjelasan Rina, rasanya kok, aku jadi langsung teringat pada seseorang. Tapi bagaimana mungkin dia orangnya. Perasaan saat tadi aku dibawa ke sini, dia yang menyetir mobil tuannya. Ah, tidak mungkin. Mungkin penampilan mereka berdua hanya mirip. Lagi pula, untuk apa juga mereka berbuat baik pada keluargaku, toh aku juga belum mengatakan kalau aku menyetujui permintaannya.

"Dek, apa kamu tahu siapa nama orang itu?" Aku bertanya karena ingin memastikan, karena kalau tidak salah, nama pengawal tadi adalah Roy.

"Aku juga tidak tahu, Kak. Dia tidak mau menyebutkan identitasnya, jadi aku malah memanggilnya 'tuan baik'."

"Tuan baik? Apa si 'tuan baik' itu masih ada di sana?" tanyaku lagi.

"Dia sudah pergi Kak, baru saja. Tapi sebelum dia pergi, dia memberikan uang yang banyak padaku. Sampai-sampai aku mengira kalau aku sedang bermimpi."

"Apa? Orang itu melunasi biaya operasi dan perawatan ibu juga memberikan kamu uang yang banyak?"

"Iya benar, Kak."

Aku benar-benar tidak menyangka, bahwa ternyata di dunia ini masih ada orang sebaik itu. Apa jangan-jangan, saat ini aku sedang bermimpi. Aku mencubit punggung tanganku sendiri, rasanya sakit.

"Auwh." Berarti aku sedang tidak bermimpi. Ini kenyataan.

"Kak Nia kenapa?"

"Eh, tidak apa-apa, Dek. Kakak hanya mencubit punggung tangan Kakak. Siapa tahu Kakak hanya sedang bermimpi karena saking lamanya kita hidup susah dan menderita."

"Tidak Kak, kita sedang tidak bermimpi. Ini memang kenyataan. Tadinya aku juga sempat berpikir seperti itu."

"Lalu ... berapa banyak yang yang orang itu berikan padamu?"

"20 Juta, Kak. Katanya buat pegangan, siapa tahu nanti aku butuh sesuatu," jawab Rina.

"Apa?! Anak kecil seperti kamu dikasih uang 20 juta?" Aku sungguh terkejut mendengarnya. Adikku baru 12 tahun, kenapa dikasih uang sebanyak itu. Kalau dia menghilangkannya bagaimana?

Kira-kira, siapa sosok 'tuan baik' tersebut? Jika nanti aku memiliki kesempatan untuk dipertemukan dengannya, maka aku akan sangat berterima padanya.

Ding! Pintu lift terbuka. Refleks aku langsung mematikan sambungan teleponku dengan Rina. Ku lihat sosok pria tinggi berwajah tampan itu keluar dari dalam sana. Sesaat aku terpanah melihat ketampanannya. Mata abu-abunya, alis tebalnya, hidung mancungnya, bibirnya yang bervolume, rahangnya yang tegas, juga brewok tipis yang membuatnya terlihat semakin gagah. Dia benar-benar makhluk ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna, namun sayangnya sangat brengsyek karena suka bermain perempuan.

Dag dig dug, dag dig dug. Seketika jantungku berdetak sangat cepat saat melihatnya tersenyum miring dan berjalan ke arahku.

B e r s a m b u n g ...

..._____________________________________________...

...Segini dulu ya. Aku ngantuk banget, mau BoSi (Bobo Siang) dulu😅 Ntar malam baru dilanjut lagi kalau ada ide. Okay?😉😁...

1
wang lin
bang toyib pulang rania...😁
wang lin
betul harus nurut jngan nambah beban suamimu.... 👍
wang lin
malu2 mau🤣🤣
wang lin
ini yg k 2xnya aku baca.... dah lupa ceritanya jd baca dri awal lg...😁😁
wang lin
kasi garam biar asin trus micin biar gurih jngan lupa gula biar manis... nahh udh gk hambar pastinya
wang lin
halu yang terlalu menghalu akhirnya terhalu-halu....🤣🤣🤣
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
lagi mabok duit
Dewi Soraya
yg adrian judulny p
Dewi Soraya
ko bs ank dokter n mafia jd lekong hadih gmn si ni???
Dewi Soraya
y ampun q terpesona ma karan.dr awl q sk sikap tengilny yg pemaksa
Dewi Soraya
gini klo pny istri galak n bs bela diri.
Dewi Soraya
org suaminy ketua mafia mkny u disembunyikan krn karan kuatir terjd pp.
Dewi Soraya
dr awl q dh kira klo karan itu sk m rania cm dg cr tengil
Dewi Soraya
wah hebat y karan br niru di you tube enk berarti dy bnr2 cerdas
Dewi Soraya
g da gambarny nek q ngebayangin karan itu bule hot yg tampanny minta ampun
Dewi Soraya
ayo rania tersepona m karan
Dewi Soraya
lucu amat si crtany.ayo rania tersepkna m karan
Dewi Soraya
mati kutu rania.
Dewi Soraya
q ktwa sndri liat kelakuan rania.udh trm aj itu karan.gt2 royal duitny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!