NovelToon NovelToon
TAKDIR 3 ( PENANTIAN )

TAKDIR 3 ( PENANTIAN )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:86.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ivan witami

Suatu kejadian yang tidak di inginkan membuat Ardan dan Laras bercerai. Namun, Perceraian dengan istri pertamanya tak lantas membuat Ardan memutuskan hubungan dengan mantan istrinya. Karena anak-anak mereka dari pasangan masing-masing rupanya menjalin kasih.

Saat istrinya meninggal Ardan berharap masih bisa kembali dengan Laras. Sebab diantara keduanya masih saling mencintai. Tetapi itu tidak mungkin terjadi, mengingat Laras masih bersuami.

disisa umur Ardan dan penantiannya mencari kebahagiaan, tak di sangka anak sahabatnya membuat warna dalam hidupnya. Perbedaan usia tidak menghalangi kisah cinta mereka.

Pada Akhirnya Cinta Ardan berlabuh pada sosok Neha Sharma Adam, anak sahabatnya.

Kisah pun beralih pada anak-anak mereka. Apakah kisah sang anak setragis kisah mereka yang berpisah karena sebuah kejadian yang tidak di inginkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 AKU JUGA INGIN BAHAGIA

Keesokan harinya semua murid dan guru masuk seperti biasa. Neha dan Fatma mengajar di kelas TK serta guru lainnya juga mengajar di kelas masing-masing. Sedangkan Ardan tidak ada kelas yang harus di gantikan. Ia berada di ruangannya memeriksa beberapa berkas sekolah dan laporan donatur. Namun bayangan Neha selalu mengganggunya membuat dirinya tidak konsentrasi memeriksa laporannya.

Ardan tersenyum mengingat kebersamaan dengan wanita yang usianya jauh darinya. Namun lamunannya buyar ketika tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangannya sedikit kasar tanpa mengetuk dan permisi membuat dirinya terkejut.

“Laras!” gumamnya saat melihat seseorang tersebut rupanya mantan istrinya, Laras.

Ardan berdiri saat Laras masuk dan duduk di sofa tanpa di persilahkan. Ardan menghela nafas panjang saat melihat wajah Laras yang sepertinya kesal. Ardan duduk di ujung mejanya dan melihat lekat Laras. Ada apa dengan Wanita yang dulu sangat ia cintai datang tanpa memberi kabar lebih dulu.

“Ada perlu apa? Pagi-pagi datang ke sekolah?'' tanya Ardan santai. Laras melihat Ardan dan diam sejenak seolah mencari sesuatu di dalam mata Ardan. Mencari tatapan cinta yang dulu pernah ada. Apakah masih ada tatapan cinta itu.

“Kamu punya hubungan dengan Neha?'' selidik Laras tanpa basa-basi dengan wajah cemburunya.

Ardan sedikit tertawa lalu berdiri dan duduk di sofa di sebrang Laras. Ardan tahu bagaimana tatapan cemburu Laras saat ada wanita lain mendekatinya. dan sejatinya Laras masih sangat mencintai Ardan. Hanya karena menjaga perasaan orang banyak ia rela melepaskan Ardan.

“Kamu tahu dari mana?''

“Tidak penting aku tahu dari mana.”

“Lalu, apa urusan mu?”

“Ardan ...! Neha itu keponakan ku dan dulu keponakan kita. Apa tidak ada wanita lain?” ujar Laras berapi-api namun masih merendahkan nada bicaranya. Ardan tertawa kecil melihat sikap Laras yang tiba tiba memperhatikan hubungannya dengan wanita lain.

“Keponakan kita? Iya, tapi itu dulu. Bahkan aku sangat menyayanginya sampai sekarang. Tapi mungkin saat ini rasa sayang itu berbeda. Ya ... aku mencintainya, aku suka dengannya sebagai wanita dewasa. Aku merasa hanya Neha yang bisa membantuku menghapus nama mu dalam hati ku.”

''Apa? Menghapus?” Laras tidak terima Ardan sudah melupakan namanya dalam hatinya.

''Laras! Sudahlah. Kita tidak mungkin lagi bersatu, walau kita masih saling mencintai tapi aku yakin kamu lebih memilih Martin dan anak-anak. Aku dulu pernah memberimu kesempatan saat Amara masih dalam kandungan mu. Kembali padaku dan aku akan menerima Amara dan Daren dan membesarkan Devan bersama-sama, tapi kamu lebih memilih untuk tetap bersama Martin. Aku bisa apa waktu itu! Aku hanya merasakan sakit sendirian dan aku tidak tahu rasa itu harus aku lampiaskan kepada siapa. Jalan satu-satunya, aku harus menerima takdirku sampai sekarang. Jujur Ras, saat Andin tiada. Aku berharap aku bisa kembali padamu di saat usiaku yang sekarang. Tapi melihat kamu saat ini tengah hamil lagi. harapan itu aku kubur dalam-dalam. Mungkin saatnya aku harus benar-benar melupakan dirimu dan cintaku padamu. Dan membuka hatiku pada siapapun tidak terkecuali Neha.”

“Apa aku sudah tidak ada lagi di hati mu?'' tanya Laras memastikan. Ardan hanya menggeleng tanda tidak ada lagi cinta untuk Laras.

Laras menatap manik mata Ardan. ia benar-benar mencari sisa cinta Ardan untuknya. Namun nihil memang sudah tidak ada. Tidak terasa air matanya meleleh.

“Baiklah. Terima kasih!” ujar Laras lalu ia berdiri di ikuti Ardan.

Laras sekali lagi melihat sorot mata Ardan. sorot mata yang selalu ia rindukan. Kini tidak ada lagi dirinya di dalam sana. Tak lama Laras melangkah keluar. Namun bukan Laras jika tidak membuat kacau, Laras mendorong semua buku yang ada di meja Ardan sampai jatuh berserakan di lantai. Ardan hanya memejamkan matanya saat mendengar suara buku berjatuhan, ia tahu bagaimana Laras jika sudah marah dan kecewa, ia akan membanting dan melampiaskan pada benda di dekatnya.

“Maaf Ras. Aku juga ingin bahagia. Bukan terlihat bahagia,” batin Ardan sedikit egois tanpa memikirkan hati Laras yang mungkin terluka mendengar ucapannya yang sudah tidak mencintainya lagi.

Sepanjang lorong Laras meneteskan air mata. beruntung lorong sekolah sepi. karena semua guru dan murid berada di dalam kelas.

“Ardan. Kenapa harus Neha? Itu artinya kamu akan menjadi bagian keluarga ku lagi. Kenapa tidak wanita lain. Aku masih mencintaimu Pak Ardan Mahendra,” batin Laras mengingat panggilan pak saat dulu masih sekolah.

kenangan saat ia masih sekolah dan berpacaran dengan guru BK yaitu Ardan. kenangan itu berputar-putar di ingatannya. Sejenak ia berhenti dan memegangi perutnya dan tangan satunya memegang tembok. Laras melihat sekeliling sekolah yang sudah banyak berubah. Namun kenangan itu tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya.

"Pak Ardan, ini jus wortelnya!”

“Ini jus atau sop! Asin."

Kalimat itu tidak pernah ia lupakan, mungkin seumur hidupnya. Ardan adalah cinta pertama nya setelah Papanya, Dewa. Tidak bisa di pungkiri saat permasalahan orang tuanya dahulu Ardan lah yang selalu menyemangati dirinya hingga cinta itu tumbuh sampai saat ini.

Ardan melihat Laras dari kejauhan. Ingin ia menghampirinya dan memeluknya untuk terakhir kalinya. Tapi ia tidak ingin membuat Laras dan dirinya terus berharap akan bisa bersama lagi. Ardan benar-benar ingin melupakan semuanya dan membuka hati untuk orang lain.

“Maaf Ras. Aku juga ingin bahagia di sisa umurku. Aku hanya terus berdoa kau selalu bahagia bersama Martin dan anak-anakmu. Aku yakin anak kita di surga juga akan bahagia melihat kita bahagia dengan kehidupan kita masing-masing. Aku juga tidak pernah melupakan jika dirimu sudah pernah memberikanku anak, walau anak kita sudah berada di sisi Tuhan. Devan kita kelak akan menyapa kita di dunia berikutnya,” batin Ardan yang juga menitihkan air mata mengingat masa lalunya.

Laras melanjutkan langkahnya menuju parkiran dan memutuskan untuk pulang.

Tak lama bell istirahat anak TK berbunyi jam menunjukkan pukul 9 pagi. Neha dan Fatma serta guru lainnya yang mengajar anak-anak TK mendampingi istirahat. Anak-anak bermain di taman bermain dan mau tidak mau guru-gurunya juga ikut bermain.

Neha mengawasi anak-anak yang sedang bermain bola sedangkan Fatma mengawasi anak-anak yang sedang bermain ayunan dan guru lainnya mengawasi murid lainnya.

“Bu fatma,” panggil Neha menghampiri Fatma di dekat ayunan dan matanya terus mengawasi anak-anak yang bermain bola.

“Ya, Bu Neha!"

“Tadi pagi, Bu Fatma kok kayak ketus jawab sapaan Pak Johan?” tanya Neha.

“Gak apa-apa, Bu Neha. Lagi gak mood aja.”

“Oh! Gak lagi marahan, Kan?”

“Gak! Memang lagi kesel aja lihat wajahnya yang sok ganteng itu.” Fatma sedikit menahan emosi membahas Johan. Walau sebenarnya ia juga kagum dengan sosoknya yang tampan, tetapi karena kejadian tempo lalu ia menjadi dongkol dan kesal.

“Ada yang membicarakan saya?" Johan tiba-tiba datang dengan membawa dua botol minuman.

“Selamat pagi, Pak Johan!” sapa Neha ramah. sedangkan Fatma membuang wajahnya.

“Ini buat, Bu Neha!" Dengan Ragu Neha mengambil botol minuman dari tangan Johan.

Mata Fatma melirik jengah melihat sikap Johan yang sok akrab dengan Neha. Namun seketika ia tersenyum sinis melihat kedatangan Ardan.

“Selamat pagi semua!" sapa Ardan.

“Pagi!" jawab Semuanya.

“Pak Ardan, mau kemana?" tanya Neha!"

“Mau ke kantin. Beli air minum.”

“Oh kebetulan sekali Pak. Bapak tidak perlu ke kantin. Pak Johan membawa dua botol minuman. Ini Pak!” saut Fatma mengambil botol minuman dari tangan Johan sedangkan hanya melongo melihat aksi Fatma.

“Oh ya, terima kasih,” balas Ardan.

“Oh ya, Bu Neha, bisa ikut ke ruangan Bu Nadia sebentar, ada yang mau di bicarakan beliau.”

“Oh iya pak, bisa."

“Mari!” Neha mengangguk.

“Bu Fatma. Titip anak-anak dulu ya.”

“Iya Bu. Beres.”

“Mari! Pak Johan.”

“Mari!” Neha melangkah bersama Ardan tak lama Johan juga ikut melangkah mengikuti Neha dan Ardan. Namun lengannya di tahan Fatma.

“Bapak mau kemana?” tanya Fatma ketus.

“Ikut mereka!”

“Yang ngajak Bapak siapa?” Fatma masih memegang lengan Johan.

“Bu Neha tadi, kan bilang mari pak!. Begitu.”

“Terserah Bapak!” Kesal Fatma sedikit mendorong Johan. Johan hanya tertawa kecil melihat Wajah kesal Fatma.

***

Di komen dong! biar semangat Authornya hehehe

1
Farhah Ali basebe
ceritanya seru Thor cuma karena penisirin baca selanjutnya jadi gak sempat KOMEN 🤭🤭, SEMANGATTTTT OTHOR CERITANYA SELALU KERENNNNNN
yantigothil
karena kangen, akhirnya mampir lagi di mari, cerita bagus ga berbelit², semangat kak
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: hallo kk apa kabar. mampir cerita baru ya kk. DERITA ISTRI KETIGA
total 1 replies
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
Kayak nya Amara suka sama Pak Johan
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
apakah kisahnya Laras dan Adrean akan terulang lagi dengan Amara dan pak Johan ya
axelle
aku suka
⏤͟͟͞R◇Adist
hadewww beneran tamat nih???yakinnnn??????
ko g rela yakkk🥺🥺🥺🥺🥺🥺
udah bhagian semua yakk hadeewww ya udh lah manut otore ae🤣🤣..
sukses sellu buat karya2 nyaaa ...ditunggu ya next nopelnya🥰🥰🥰🥰🥰🥰
⏤͟͟͞R◇Adist: kirian SMA😅😅....udh fav
total 8 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
bikin novel daren sm arsy donks
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: İnşallah y kk
total 1 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
daren mksdnya
yuni kazandozi
waaaiiiit endingnya lsg hamil n sudah mau 7bulanan az nih,,kan baru ngidam ka,semoga ka othor n calon dedek bayi nya sehat selalu ya
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: Aamiin....makasih mbak Yuni
total 1 replies
Ara
loh loh koq tamat aja 😃
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: yuk kk mampir Judul baru Menjadi Istri Ketiga ceo
total 1 replies
Ithonk Imoetz
Extra part ya kaka thor ...😍😍
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: tunggu judul baru ya. NNT mau bikin cerita anak Abi si Tasya.
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
wah tami lama ga absen sekalinya nongol langsung ending😂😂😂
tapi suka sama happy ending nya
penantian johan berbuah manis dan perjuangan amara juga berakhir bahagia, kalo daren arsy jng di tanya udah mati pajak dr kecil saling bucin😂😂😂😂😂
tq tami sukses selalu buat karya2 nya🙏🙏🙏
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: Tunggu cerita lainnya ya mbak. aku mau bikin cerita Tasya anak Abi. oh iya jgan lupa baca juga MENJADI ISTRI KETIGA CEO 😊
total 1 replies
⏤͟͟͞R◇Adist
kirian Arsy diculik ..ternyata wjwjkw
blendos
hadeeew Janjian lupa terus semis prang diajak panik, dasar daren
⚞ል☈⚟ MymooN
kk ketiknya jgn buru2 jd ada typo
delida
lanjuuuutttttt
N I A 🌺🌻🌹
yg satu somplak turunan bapak nya
yg satunya bucin maximal
btw daren kan ponakan tasya kok manggil kakak tami harusnya tante kan🤔🤔🤔 ato aku yg lupa ama silsilah klrg bueesarrr nya abi dan laras😂😂😂😂😂
⏤͟͟͞R◇Adist
si tasya paokkk ampun dahhh kombinasi antar utari dan abi jadinya geresk maksimal😀😂😂😂😂😂😂
N I A 🌺🌻🌹
si tasya beneran terbukti anak nya si abi😂😂😂😂
delida
lanjuuuuuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!