Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.
akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?
selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 14 - lelaki kemarin
gallery esjehi menjadi tempat wisata yang mereka kunjungi di hari kedua mereka berada di maldives, Tama mengajak untuk mengunjungi galery katanya sih ingin melihat lukisan tradisional dan beberapa barang - barang antik.
padahal sebenarnya Aleta ingin ke pulau cocoa, tetapi karena Tama memaksa untuk ke gallery esjehi terlebih dahulu, jadi mau tidak mau Aleta mengikuti nya saja.
memasuki gallery mereka disambut dengan lukisan lukisan yang sangat indah, itu membuat Tama takjub melihat nya. Tama memang sangat menyukai seni termasuk lukisan makanya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat lukisan yang ada di gallery esjehi ini.
Aleta hanya mengikuti kemana saja Tama berjalan. Tanpa ada minat sama sekali untuk melihat lukisan
"om ketempat lain aja yuk, apaan disini cuma ngeliat ngeliat lukisan doang" rengek Aleta, padahal baru saja mereka sampai
"nanti dulu Aleta kita baru saja sampai masa langsung pergi lagi" ucap tama, tapi dirinya tetap fokus melihat lukisan lukisan yang terpajang
"bosen om" sekali lagi Aleta merengek, sungguh tempat ini sangat membosankan bagi Aleta.
"em.. coba deh kamu berdiri disitu saya foto" Tama mencoba memberi penawaran agar Aleta tidak merengek dan mau menemani nya sebentar saja.
"gak mau nanti jelek lagi males foto" ucap Aleta malas
"ayok lah sekali aja" paksa tama, dan Aleta mau tidak mau menuruti nya untuk di foto.
"siap ya 1..2..3" satu bidikan saja berhasil diambil oleh Tama dan Aleta menolak sewaktu Tama meminta nya untuk berfoto sekali lagi
"gak mau tadi bilang nya cuma sekali"
"hm iyaadeh enggak lagi"
Tama melihat hasil jepretan nya barusan, lalu dia pun tersenyum mengejek kearah Aleta karena melihat wajah Aleta yang murung di foto dan itu sebenarnya sangat lucu menurut Tama
"jelek kan pasti" Aleta sudah tau pasti foto nya akan terlihat sangat jelek terlihat dari Tama yang mengejek nya
"enggak kok lucu" ujar Tama
"halah tinggal bilang jelek aja kok pake alesan lucu" cetus Aleta,
"kalo enggak percaya liat aja nih" Tama menyodorkan kamera nya ke arah aleta, dan aleta mengambil kamera itu dan melihat dirinya yang sedang cemberut terlihat sangat aneh menurut nya
"apaan jelek banget gini" oceh nya dan dia berniat untuk menghapus foto nya tapi sebelum itu Tama sudah lebih dulu mengambil kamera nya.
"hapus om jelek banget itu" Aleta mencoba menggapai kamera yang sedikit Tama jauhkan dari jangkauan Aleta
"jangan, lagian bagus juga kok itu"
"iss hapus om"
"enggak akan"
Tama dan Aleta terus saja memperebutkan kamera, sampai mata Aleta tak sengaja menatap sesosok pria yang sedang berdiri memandang lukisan di seberang nya. dan tanpa sadar dia menggunakan nama pria itu
"Keenan?" gumam aleta, Tama yang melihat Aleta menjadi diam pun ikut melihat kearah yang dilihat Aleta, dan dia terkejut saat melihat pria yang kemarin juga berada di pantai.
'kenapa ada dia lagi sih' batin Tama
"om gue mau samperin temen gue dulu ya, om liat liat aja dulu yang lain" ucap Aleta lalu dia berlari menghampiri pria yang dia bilang teman nya itu
"haisss tiba tiba kerasa panas gallery nya" dumel tama, dan dia pun memutuskan untuk melihat lihat lukisan yang lain. tetapi matanya terus saja mengawasi pergerakan Aleta dan teman pria nya itu.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
"Keenan!" pria yang bernama Keenan itu menolehkan kepala nya saat mendengar ada yang memanggil namanya. dan dia melihat Aleta yang berlari menghampiri nya
"eh? Aleta? ketemu lagi disini?" ucap nya saat aleta sudah berada di dekat nya
"iyaa kita ketemu lagi"
"sendirian?" tanya Keenan mencari cari seseorang yang sekira nya datang bersama Aleta
"enggak" jawab Aleta
"terus sama siapa?" tanya Keenan bingung karena dia tidak menemukan siapa pun yang datang bersama Aleta
"tuh" tunjuk Aleta kearah Tama yang saat ini sedang sibuk dengan kamera nya
"laki - laki itu? yang kamu bilang kemarin?"
"iyaa" ucap aleta "kamu mau aku kenalin?" tanya Aleta berniat untuk memperkenalkan Keenan dengan Tama
"boleh" dan Keenan pun menyetujui nya
mereka pun menghampiri Tama yang sedang mengotak ngatik kameranya melihat hasil jepretan yang baru saja dia ambil
"om" Aleta menepuk pundak Tama
Tama menoleh, melihat Aleta yang berdiri di samping bersama pria yang Aleta bilang adalah teman nya.
"kenapa?" tanya Tama, dia melihat lelaki yang disamping Aleta itu tersenyum ramah kepadanya tetapi dia hanya membalas nya dengan senyum kecut
"ada yang mau kenalan" ucap Aleta sembari melihat kearah keenan, dan Keenan pun mengulurkan tangan nya bermaksud mengajak kenalan tama dan Tama menjabat tangan itu
"Keenan om" Tama mendelik kan matanya tajam mendengar panggilan Keenan
"Tama, dan jangan panggil saya om saya belum setua itu" ucap Tama sedikit ketus
"oh okee" Keenan merasa canggung dengan perkataan Tama itu
"ah Keenan om Tama ini.." perkataan Aleta langsung di potong oleh Tama
"saya suami nya Aleta"
Keenan merasa bingung dengan ucapan tama, dia lalu melihat Aleta yang menjadi kikuk karena Tama yang tiba tiba saja mengaku suami nya
"i..iya om Tama ini suami aku" ucap Aleta sedikit terbata
"kamu bilang kamu kesini sama om kamu"
"om? kamu?" Tama kesal sekali, bisa bisa Aleta mengatakan dirinya adalah om nya. lalu apa tadi aku kamu bahkan Aleta sama berbicara dengan dia menggunakan gue Lo bisa bisa Aleta menggunakan bahasa aku kamu dengan lelaki lain. memang nya siapa sih si Keenan ini
"sebenarnya aku udah menikah Keenan dan kesini itu tujuan nya lagi honeymoon, tapi ini tuh karena kemauan orang tua aku sih kamu tau kan gimana kelurga aku apalagi mamah yang selalu seenaknya aja jadi aku terpaksa ngelakuin semua nya dan aku anggap honeymoon ini tuh cuma liburan aja" jelas Aleta panjang lebar
rasanya Tama kesal sekali bahkan sudah tidak bisa dibilang kesal lagi, mungkin bisa dibilang Tama marah bahkan sangat marah saat mendengar penjelasan Aleta yang seperti menjelaskan kepada pacar yang ditinggal menikah
"oh jadi kamu terpaksa, terus ini?" Keenan menunjuk kearah Tama "kenapa kamu bilang nya dia om kamu"
"em karena om Tama itu temen kolega papah aku, lebih tua sepuluh tahun diatas aku, takut nya kamu nanti ledekin aku apalagi aku yang panggil om tua itu om" Aleta tidak berfikir jika ucapan nya itu dapat menyakiti hati Tama, jadi Aleta malu mengakui nya bahwa Tama adalah suami nya karena umur mereka yang terpaut sangat jauh? sakit sekali hati Tama mendengar nya, akhirnya Tama pun memilih untuk meninggalkan mereka.
"loh om? mau kemana?" tanya Aleta tapi Tama tidak menjawab nya dan terus saja berjalan tanpa menghiraukan Aleta yang bertanya
"Keenan aku duluan ya" ucap Aleta lalu setelah mendengar Keenan berkata iya dia langsung mengejar Tama yang sudah jauh meninggalkannya
"om Tama gak sabaran banget padahal tadi dia sendiri yang masih pengen lama lama disini" Aleta mengomel karena Tama yang meninggalkan nya
_____________