NovelToon NovelToon
Ardian Dan Rindunya

Ardian Dan Rindunya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rikha

Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.

"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"

"Ya, begitulah."

"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"

"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."

"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."

'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kado perpisahan

🍂🍂🍂

Parkiran taman hiburan

Sebelum melajukan mobilnya Ardian mengeluarkan sebuah kotak dari dashboard mobil. Rindu memperhatikan gerak gerik pria itu.

"Ardi itu apa?" 

Dengan tersenyum Ardian membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya. Sebuah gelang bermotif angka delapan dihiasi berlian. Sebuah lambang infinite, angka yang tidak pernah berakhir. 

"Aku membeli ini untuk hadiah kelulusan. Dan hari aku berikan padamu sebagai tanda persahabatan dan tanda kasihku. Aku berharap hubungan kita tidak pernah berakhir!"

Ardian meraih pergelangan tangan Rindu dan memakaikannya.

Rindu memandangi pergelangan tangannya lama. Gelang itu begitu indah. Matanya mulai berkaca-kaca. Mengingat kembali hari ini adalah pertemuan terakhirnya. "Ardi maaf, andai saja kamu tidak terlambat menyadari, andai saja rasa sakit ini tidak pernah aku rasakan, aku terlanjur menyerah...!"

"Rindu… kamu nangis? Kenapa?"

"Gak… gak papa," ucapnya menggeleng.

"Aku suka ini, terimakasih!"

"Sesuka itu, hingga membuatmu menangis?"

"menggemaskan, ternyata begini rasanya bahagia saat pemberian dihargai," hatinya berbunga.

"Ermmm… Ardi, boleh aku memberi sesuatu sebagai balasan?"

"Balasan? Apa itu…?"

Rindu pun mendorong tubuhnya semakin mendekat. Menangkupkan telapak tangannya di kedua pipi Ardian. Mendekatkan wajahnya hingga Ardian tersentak kaget. Perlahan ia menempelkan bibirnya ke bibir Ardian. Terasa hangat, membuat Rindu memejamkan mata.

Untuk sesaat Ardian membelalakkan matanya, lalu mulai merespon tindakan yang dilakukan Rindu. Manis dan lembut, tercium aroma mint yang menyegarkan. Sedari tadi ia telah menahan diri untuk tidak bertindak sejauh ini. Tidak disangka Rindu yang melakukannya terlebih dulu. Dengan cepat Ardian memegangi tengkuk Rindu dan memperdalam kecupan itu hingga menjadi lum*atan kecil. Rindu beralih mengalungkan lengannya di leher kokoh Ardian.

"Ardi… ini kado perpisahan dariku. Semoga kamu bisa menemukan jawaban apakah kamu benar-benar Cinta. Ciuman pertamaku untuk kamu Ardi, Cinta pertamaku. Aku harap kamu akan mengingatnya" suara hati Rindu.

Sekilas ia teringat dengan mimpinya dulu mencium seorang pria. Ini terasa sama.

Mereka terbuai dalam kelembutan itu hingga sama-sama memejamkan mata. Secara alami mereka saling melu"mat lebih dalam, hingga memainkan lidah mereka. Tubuh mereka bergetar, hati mereka menghangat. Cukup lama mereka menikmatinya, hingga akhirnya Ardian mendorong perlahan dan mengakhiri ciuman itu. Sebelum tindakan mereka semakin jauh lagi.

Ardian menempelkan kening dan hidung mereka. Melihat secara intens kedua bola mata gadis itu. Tatapan yang bersinar terang.

"Apa ini pertama kali untukmu?" tanyanya lirih dan dijawab anggukan.

"Terimakasih… ini juga pertama kali untukku!" akunya serambi tersenyum.

"Benarkah?"

Rindu senang, ternyata Ardian belum melakukanya dengan Dania.

"Emmm…," anggunnya kemudian.

"Apakah sekarang kita resmi pacaran?"

"Tidak!"

Jawaban Rindu sontak membuat Ardian mendorong tubuh mereka.

"Lalu apa artinya yang tadi?" tanya Ardian lembut.

"Tidak ada, aku hanya ingin membalas hadiah pemberianmu?" jawab Rindu santai.

Ardian menaikkan sebelah alisnya, berpikir sejenak.

"Baiklah… Aku tunggu jawabanmu 3 hari lagi," ucapnya seraya mengecup kening Rindu mesra.

Sekuat tenaga Rindu berusaha menahan cairan yang akan keluar dari pelupuknya matanya. "Selamat tinggal Ardi, Cinta pertamaku," kata batinnya. Ia menganggap ini adalah salam perpisahan mereka.

Ardian tersenyum bahagia. Tidak sabar rasanya menunggu tiga hari lagi. Tanpa tau ternyata hari ini adalah hari perpisahan mereka. Sepanjang perjalan pulang Rindu memejamkan matanya, pura-pura tidur untuk menutupi kesedihannya. Ardian membiarkan karena berpikir mungkin gadis itu kelelahan.

🍂🍂🍂

Tiga hari kemudian.

Pagi-pagi sekali Ardian datang ke rumah Rindu. Namun pagar rumah itu terkunci menandakan mereka semua sedang keluar. Kemudian Ardian meluncur ke Studio tempat biasa Rindu latihan. 

Sesampainya disana Ardian langsung menuju ruangan latihan. Hanya Teo, Dian, Dimas dan Bram ada disana.

"Haii… gaes… kalian sedang apa?" tanyanya saat melihat mereka sedang mengemas peralatan. 

"Rindu dimana?" tanyanya lagi tanpa menunggu jawaban pertanyaan sebelumnya.

Mereka kaget saling berpandangan. Pertanyaan aneh, tidak mungkin Ardian gak tahu sama sekali.

"Ardi… Lo sama sekali gak tau?" tanya Dian kemudian.

"Tau apa?"

Ardian bingung. Mereka semua serentak menghentikan kegiatan mereka. Menatap Ardian dengan rasa hiba.

"Apa maksud tatapan itu? Apa sesuatu  terjadi pada Rindu?" tanyanya mulai panik.

"Pagi tadi kita semua dari rumah Rindu, untuk mengucapkan salam perpisahan. Kami pikir Lo akan langsung ke bandara."

"Bandara? Maksudnya apa?" pekiknya melirik satu per satu lawan bicaranya.

"Ardi… jadwal keberangkatan Rindu pagi ini!" jawab Dimas lirih.

"Berangkat? Kemana? Rindu pergi kemana?" bentak Ardian meninggikan suaranya.

"Kami gak tau... Rindu gak mau ngasih tau tujuannya, jadwal keberangkatan, bahkan dia menolak kami antar ke bandara."

"Apa maksud semua ini? Kenapa satupun dari kalian tidak ada yang bilang?" bentak Ardian lagi penuh emosi. Dia menunjuk semua orang yang ada di sana.

"Gue pikir Lo udah tau langsung dari Rindu!" jawab Dian lirih, ia membela dirinya.

Ardian mulai kalut, mengeluarkan HP nya dan mencoba menghubungi Rindu. Tapi no itu tidak aktif. Ardian berteriak mengamuk memukul tembok studio itu hingga membekas merah. Lalu mengacak-acak rambutnya kasar. Mereka semua kaget, prihatin dengan keadaan Ardian saat ini. Dimas pun maju untuk menenangkan.

"Gue harus susul dia sekarang!" teriaknya lagi.

Kemudian Ardian berlari keluar dari sana. Teman-temannya ikut panik. Sesuatu bisa saja terjadi, dengan melihat betapa marahnya Ardian saat ini. Mereka pun segera berlari menyusul Ardian.

_____

Bandara Internasional kota

Ardian berlari dari parkiran, masuk ke dalam terminal, dan tidak berapa lama keluar lagi.

Puas sudah ia berlari membelah keramaian manusia. Ia kembali ke papan pengumuman, mencari ke setiap terminal keberangkatan. Nihil, tidak ada di manapun. Sudah satu jam berkeliling, lututnya mulai lemas, dadanya terasa sesak. Akhirnya ia bersandar kedinding, nafasnya tersengal-sengal. Dan badannya luruh seketika, ia menumpukan siku di lutut lalu mengacak-acak rambutnya.

"Aarrgghhhh… Rindu...! Kamu kemana...?"

Teriakan nya menarik perhatian sekitar. Ia tidak memperdulikan setiap mata yang memandangnya. Berkali-kali ia merutuki kebodohannya, menyayangkan ketidak pekaannya. Buliran air mata pun jatuh membasahi pipinya.

"Aku Cinta kamu, aku benar-benar Mencintaimu. Kenapa kamu pergi tanpa mendengar kata-kata ini!"

Dia terisak dalam tangisan sejadi-jadinya.

"Aarrgggghhh...!"

Raung nya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.

"Maaf... maafkan aku...!" lirihnya kemudian.

Empat orang temannya yang sedari tadi ikut berkeliling mencari keberadaannya pun kebingungan. Dimas berlari mendekat setelah melihat dan mendengar teriakan Ardian. Kemudian disusul Dian Teo dan Bram. Mereka berusaha menenangkan pria yang baru saja kehilangan cintanya. Membujuknya untuk segera pergi dari sana. Semua terlambat, pesawat itu sudah berangkat 2 jam yang lalu.

Flashback off

🍂🍂🍂

Ardian mendekap erat fotonya bersama Rindu saat di taman hiburan dulu. Ia bersandar di kursi kebesarannya menengadah ke langit-langit. Perlahan cairan bening meluncur dari pelupuk matanya. Dia memejamkan mata memutus aliran air hangat itu. Ia seorang laki-laki hebat yang bisa menjadi lemah karena Cinta.

"Delapan tahun Rindu, waktu yang aku habiskan tanpa dirimu tidaklah mudah.... Selama delapan tahun ini juga aku memendam rasa cinta yang semakin lama semakin dalam. Aku menyesali kebodohan ku yang terlambat menyadari cinta yang sebenarnya... Aku sangat merindukan kamu... Saat aku tau kamu telah bahagia, aku menyerah. Mencoba melupakan dan menyimpan baik-baik kenangan kita... Ternyata kamu begitu menderita selama ini. Andai saja aku menemukan kamu lebih awal, mungkin sekarang kita sudah bahagia dengan keluarga kecil kita."

_____

Semua karyawan yang ada di lobby kantor itu menunduk memberi hormat kepada atasan mereka. Ardian berjalan tanpa menoleh pada siapapun. Badannya yang proposional tegap dan atletis. Ekspresi wajah nya selalu terlihat dingin tidak pernah tersenyum. Namum itu semakin memancarkan Aura ketampanannya. Karyawan wanita sangat mengagumi betapa tampannya bos mereka.

"Tujuannya kemana bos?" tanya Ejja sang asisten.

"Cafe biasa," jawab Ardian dingin.

Sang asisten mengangguk lalu memberi perintah pada sang sopir untuk segera jalan.

*

*

*

*

Perjuangan cinta Ardian di mulai dari sini. Alurnya seperti ini, maklum saya baru belajar menulis. Setelah ini akan ada konflik-konflik ringan, dan berat juga. Ini cerita recehan dari saya. Saya akan berusaha menciptakan cerita , sesuai dengan imajinasi yang saya punya. Saya harap Readers tercinta suka.

Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...

LoPe dan JemPol kamu yang berharga. 🥰

Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...

Dukung terus author ya...

Love U all ☺️😘

1
HIATUS
Woow karya yang luar biasa...
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Jika mau membaca seru 😃
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣

Semangat Kaka 🤗 !!!

Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :

" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Tarti Rizky
ini mana kelanjutannya. jadi Ngegantung. ingat Thor, di gantungin itu gak enak lho. 😭😭
_zainwushi
Kak aku mampir.... Udah penasaran sama sosok di mobil😁😁

Semangat terus 👍👍
El_Tien
hehehhehehe
El_Tien
ya ampun jahat mak ilustrasimu
⭕MamBulat⭕: 😅 jahat gimna
total 1 replies
El_Tien
bekuin di kulkas biar gak meleleh
Ghiie-nae
terjebak antara dua Cinta hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏🙏
⭕MamBulat⭕: makasih 🥰 🥰
total 1 replies
El_Tien
oh Ardian, dirimu bukan hanya.dicintai Rindu tapi sama Othor kamu juga hehe
⭕MamBulat⭕: wkwkwk😂😂
bener bgt,
Ampe komen dimari🥰🥰🤭
total 1 replies
Tinta Hitam
semangat terus Thor
Tinta Hitam
next Thor, salam dari petualangan cinta Abian & Olivia ☺️
Tarti Rizky
eh, ngapain Ardian tiba-tiba ke kamar mandi? mencurigakan 🤔🤔
☘💚Efa Vania💚☘
aku yg pertama😍🤭
Tarti Rizky
lha, tak kirain Nella kharisma jebule rindu kharisma. 🤭🤭. kapan nikahnya, Thor?
⭕MamBulat⭕: 😂😂
undangan belum jdi, nanti otor kirim undangan deh🤭
total 1 replies
☘💚Efa Vania💚☘
Ahh
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣
Asyifa gemoy: jangan di teruskan masih pagi sudah di buat haredang 🤦🏼‍♀️
total 1 replies
Asyifa gemoy
sosweat banget 🥰
Asyifa gemoy
Kasian amat deh Ardian...sini aku peyuk cium 🥰🥰
Rokinah Mamasurya
lanjuttt Thor aku ceritanya..tentang kesetiaan...
HIATUS
nyicil baca sini dulu ya kak... mata dah sepet... kalau berkenan jangan lupa mampir ya... tapi jangan kaget melihat karya receh ku masih ambrul adul.. 😁
⭕MamBulat⭕: komen terus 😂 makasi 😘 yg blum revisi byk, di beka juga, aku malu, tulisan berantakan
total 1 replies
HIATUS
rasanya nyessss..... 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!