NovelToon NovelToon
Mr. Playboy

Mr. Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Badboy / Anak Genius / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

"Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana akan berlabuh"

Begitu juga dengan Darren yang rela menjadi seorang playboy agar bisa menemukan wanita yang tidak sengaja ia nodai. Setelah 6 tahun lamanya Darren baru bisa bertemu dengan Celine wanita yang selama ini dia cari. Darren tidak menyangka kalau dirinya memiliki dua anak kembar laki-laki yang genius hasil perbuatannya dulu.

Akankah mereka bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaden Rindu Daddy

"Kak apa hari ini daddy akan datang?" tanya Jaden pada Julian.

"Entahlah aku belum tahu," jawab Julian.

"Aku sudah tidak sabar menunggu kedatangan daddy," kata Jaden.

"Bagaimana kalau kita telpon saja?" usul Julian.

"Wah ide bagus," Jaden menjadi bersemangat kemudian mengambil hp miliknya dan memanggil kontak Darren.

"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi,"

"Gak aktif," Jaden menjadi lesu.

"Kita coba lagi nanti," Julian berusaha menyemangati adiknya.

"Jaden Julian sayang kalian di mana?" seru Celine yang memanggil dari ruang makan.

"Kemana mereka apa mereka belum bangun?" Celine berjalan ke kamar Julian dan Jaden.

"Sayang ayo kita sarapan," ajak Celine.

"Iya mom," jawab mereka serempak.

"Mom hari ini kita kemana?" tanya Julian.

"Kenapa sayang apa kalian bosan di rumah?" Celine tanya balik.

"Iya mom," jawab mereka.'

"Coba daddy ke sini pasti kita di ajak jalan-jalan." Jaden berbisik pada Julian.

"Kalian mau kemana sayang mommy akan mengantar kalian," tanya Celine.

"Kami ingin bertemu daddy mom," Jaden keceplosan.

"Daddy??" Celine merasa kaget karena dia tidak tahu kemana harus mencari ayah mereka. Celine belum tahu kebenarannya.

"Emm bagaimana kalau kita ke taman?" usul Celine.

"Tidak mom mau ngapain di sana?" Julian bertanya balik

"Kalian bisa main-main sama teman sebaya kalian sayang,"

"Tidak mom, kenapa mommy tidak mendaftarkan kami ke sekolah saja agar kita bisa mendapatkan teman sebaya," Jaden terlihat kesal dan beranjak dari kursi. Dia berlari ke kamar. Julian menyusul adiknya.

"Hei kamu kenapa sih jangan bersikap kaya gitu ke mommy, daddy kan menyuruh kita merahasiakan hal ini sebelum mommy bisa menerima daddy sepenuhnya." Julian menasehati adiknya.

"Hik hik aku hanya ingin seperti anak-anak lain kak bisa bermain dengan ayah mereka," Jaden memeluk kakaknya sambil terisak.

Celine menyusul mereka. "Sayang maafkan mommy ya, sampai sekarang mommy belum menemukan ayah kalian," Celine memeluk anak kembarnya.

Hari sudah mulai malam Jaden menunggu kedatangan daddynya tapi sampai sekarang Darren tidak datang berkunjung.

"Aku sebel sama daddy katanya mau ke sini tiap hari kenapa sampai sore begini dia tidak datang?" Jaden mendengus kesal.

"Coba hubungi hpnya lagi," perintah Julian.

"Sudah berkali-kali aku hubungi kenapa tidak aktif, om Bagas juga sama, kemana mereka?" Jaden ngambek mode on.

"Sayang sudah malam istirahatlah," kata Celine.

"Iya mom," jawab si kembar serempak.

Celine menciumi kening Jaden dan Julian secara bergantian.

"Selamat malam sayang jangan lupa berdoa ya sebelum tidur, mommy sayang sama kalian," ucap Celine dengan lembut.

"Kita juga sayang sama mommy,"

Tengah malam saat Julian merasa haus dia terbangun. Tapi saat melihat adiknya menggigil kedinginan Julian segera memegang dahi adiknya dengan telapak tangannya yang mungil.

"Panas," kata Julian.

Julian berlari ke kamar ibunya."Mommy adek demam," teriak Julian.

Celine pun terbangun kemudian emmeriksa suhu tubuh Jaden dengan termometer.

"39,5°C kamu demam sayang, mommy ambilkan kompres untuk Jaden." Celine berjalan ke dapur mengambil baskom yang berisi air hangat kemudian mengonpres kepala Jaden.

"Sayang minum obat penurun panas dulu ya, untungnya mommy selalu sedia obat untuk kalian," Celine mengangkat tubuh anaknya yang sakit agar bisa bersandar di tempat tidur. Julian membantu mengambilkan air minum. Jaden pun meminum obat yang diberikan ibunya.

"Anak baik, sekarang berbaringlah, mommy akan menjaga kalian di sini," Celine menhelus rambut Jaden.

Keesokan harinya, demam Jaden belum turun juga. Celine menjadi panik.

"Sayang kenapa demammu belum turun juga?" Celine merasa khawatir.

"Mommy kita bawa Jaden ke rumah sakit saja," usul Julian.

"Iya sayang, Julian mommy bisa minta tolong ambilkan tas mommy di kamar kita akan ke rumah sakit," Celine menggendong Jaden yang masih lemas.

Saat Celine dan anak kembarnya baru keluar dari apartemen. Devon melihat Celine merasa kuwalahan menggendong Jaden. Hampir saja terjatuh untungnya Devon segera menangkap keduanya.

"Devon, makasih ya," kata Celine.

Kemudian Devon mengambil alih untuk menggendong Jaden.

"Biar aku bantu, apa dia sakit Celine?" Devon melihat wajah Jaden yang pucat dan badannya menggigil kedinginan.

"Iya aku ingin membawanya ke rumah sakit," jawab Celine yang masih terengah-engah katena habis menggendong Jaden.

"Ayo masuklah ke mobil aku akan antar kalian," ajak Devon.

"Kenapa om Devon selalu ada saat kami membutuhkan bantuan, kenapa bukan daddy yang membantu kami di saat kami sedang kesusahan, di mana daddy?" batin Julian. Dia merasa kesal karena Darren tidak ada kabar sejak kemarin.

"Celine bisakah kau bukakan pintu mobilnya dulu," titah Devon kepada Celine.

"Iya, aku akan duduk di belakang memangku Jaden, kau duduklah di depan bersama Julian." kata Celine. Devon mengangguk.

Devon segera memutari mobil menuju ke kursi kendali mobil. Dia menyalakan mesin kemudian menyalakan kuda besinya dengan kencang.

Sesampainya di rumah sakit Jaden dipindahkan ke ruang perawatan. Jaden terus mengigau menyebut nama daddy. Celine tidak tahu harus berbuat apa.

"Apa kamu begitu merindukan sosok ayah sayang sampai kamu sakit begini." Celine terisak dadanya merasa sakit melihat keadaan Jaden.

"Daddy keterlaluan kenapa dia tidak bisa dihubungi sampai sekarang, daddy tolong datanglah secepatnya kami merindukanmu," gumam Julian. Dia menghentakkan kakinya dan keluar ruang perawatan Jaden.

"Celine apa kau sudah menemukan ayah dari anak kembarmu?" tanya Devon dengan berat hati.

Celine hanya menggeleng. Devon juga tidak tahu bagaimana cara membantu Celine wanita yang dicintainya. Akan tetapi Celine tidak pernah tahu perasaan Devon karena Devon tidak pernah mengungkapkannya secara seriu. Selama ini Celine mengira Devon hanya becanda karena mereka temenan.

"Aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan untukmu Celine," batin Devon yang tidak tega melihat Celine menangis.

"Aku pergi dulu ya nanti aku akan kembali lagi," Devon berpamitan.

"Emm maksih ya Devon kamu banyak membantu aku dan keluargaku, entah bagaimana caranya aku membalas kebaikanmu itu." ungkap Celine.

"Iya jangan sungkan kalau kau butuh bantuan telpon saja aku," katanya sebelum pergi meninggalkan rumah sakit.

Sementara Julian masih bermain dengan ponsel pintarnya mencoba melacak keberadaan Darren. Selain mahir bermain alat musik. Si kembar juga ahli dalam bidang IT itu terbukti dengan Julian membuat aplikasi pelacak nomor handphone.

"Kenapa tidak dari kemaren aku lacak saja nomor daddy, bodohnya aku sampai membiarkan Jaden sakit," Julian menggerutuki dirinya sendiri.

Setelah berkutat cukup lama akhirnya Julian menemukan keberadaan Darren.

"Yess ketemu, awas kau daddy aku tidak akan memaafkanmu," Julian mendengus kesal. Kemudian Julian mwngirim pesan singkat untuk daddynya.

"Sayang apa yang kamu lakukan ayo masuk temui Jaden," ajak Celine.

"Ya mom," Julian masuk ke ruang perawatan Jaden.

1
Dyta Kusnani
critanya terlalu on the point ,, masa Darren baru ktmu Celine udh mau cium aja kan ga knl
Gintania nia
Luar biasa
Sativa Kyu
👍
Lusy Yana
masa ga punya jet pribadi???
Dahlia Anwar
egois Mash untung Daren mau tanggung jawab Mash nunggu
Putri Nunggal
owh ternyata ayahnya Celine masih ada
Hilya Nafilah
di awal udah menarik lanjut baca sampai akhir
Ik sin lim
GK ada akte lahir ok bisa beli tiket
Rose Winn
hartanya untuk apa coba..ahli warisnya dah meninggal...carilah cucumuu...
Nirwana Asri: jangan lupa vote nya ya kaka
total 1 replies
Rose Winn
klo tetnyata diaz bpknya darren gmn ruhhh
Rose Winn
bpknya kahhh???
Nirwana Asri
jangan lupa pencet kotak hadiahnya ya kak
Rose Winn
🤣🤣🤣😂😂😂
Rose Winn
kamu yv salah malah bawa mak lampirrr
Rose Winn
kayaknya paca2nya darren di kaasih apartemen di situ semuaa nich..gila diaa
ArlettaByanca
Untuk berumah tangga harus sama2 cinta biar ga mudah tergoda pelakor pebinor😂😂😂
Renireni Reni
tamatt ya??
Renireni Reni: siap kakk💖💖💖💖
total 2 replies
Renireni Reni
wahh....dpt janda anak 1 devon
Renireni Reni
lahh....kena perutnya....
Renireni Reni
masak gk ada bukti2 nikahannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!