LANJUTAN KISAH DENDAM MASA LALU VERSI BARU
Kouya Rich Dermawan dan Kouru Rin Dermawan adalah anak seorang Dokter terkenal di Tokyo dan Putri Mafia yang ditakuti dunia.
Suatu ketika karena kecelakaan pesawat yang membawa mereka dan keluarganya ke London untuk berniat mencari kehidupan yang baru. Membuat mereka kehilangan keluarga dicintainya. Termasuk pasangan hidup mereka.
Membuat mereka semua trouma dan merubah semua Identitas mereka agar tak ada yang tahu tentang mereka. Biarkan lah mereka di kenang sudah tiada.
Pada saat Rich dan Rin sudah dewasa mereka fokus dengan karir dan kebahagian kedua orangtuanya. Sampai mereka tidak pernah berani membuka hati.
Suatu ketika mereka di pertemukan dengan seseorang yang membuat hidup mereka berwarna dan bisa melupakan trouma yang mereka alami.
Akankah mereka bisa membuka lembaran baru dan menjalin kehidupan normal layaknya orang lain sebelumnya?
Bisakah mereka menghindari masa masa lalu yang kelam dan menjalani kehidupan baru?
Ikuti kisahnya ya Kak. Bantu Author untuk mendukung karya ini dengan cara Like, Vote dan Coment. Dukunganmu sangat berarti untuk Author. Terima kasih ...
IG 》sifi_endriyanto
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SIVIKAYLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 # Mengakui
Taro begitu menahan emosi saat melihat istrinya dan saudaranya sedang bermesraan berdua di taman belakang. Yang lebih mengejutkan, dia mengetahui yang sebenarnya.
Iyaa selama ini Chika dan Rizki menyimpan rahasia besar yang Taro tidak ketahui. Mereka berdua sama sama saling mencintai dalam diam. Bahkan pernah melakukan hubungan terlarang dan memunculkan Angel sebagai pertanda buah hati mereka.
Tetapi karena keluarga Rizki yang tidak setuju Chika dengannya, mereka memfitnah Taro melakukan hal yang senonoh pada Chika. Membuat Chika dan Taro harus menikah paksa.
Taro yang pada saat itu mabuk berat dan di video itu terbukti dia melakukan sesuatu, membuat dia pasrah dan mengikuti kemauan orang tua nya untuk bertanggung jawab terhadap Chika.
"Jadi.., selama ini kalian membohongiku. Selama delapan belas tahun kalian membohongiku. Benar benar keterlaluan...!"
PLAK!!!!
Taro yang sekarang selalu tempramen, menampar Rizki bertubi tubi sampai tumbang. Setelah Rizki terpuruk, Taro menatap tajam Chika sambil melayangkan tangannya kembali untuk menampar Chika. Tetapi Rizki dengan cepat berlari ke arah Chika untuk melindunginnya.
"Jangan lo lukain Chika, dia gak salah. Mending lo tampar aja gue terus kalau menurut lo itu bikin hati lo puas..!"
"Gue bakal tampar dan lukai kalian berdua... Dasar keterlaluan ...!!"
Taro mulai kalap dan memukuli mereka berdua. Angel yang mendengar kegaduhan di taman langsung berlari dan dia melihat kedua orang tuanya sudah tergeletak di tanah.
"MAMA.... PAPI....hiks hiks...,"histeris Angel.
"Kau.. harus ku bunuh...!"
"Papa... gak, jangan.... Enggak!!!"
Angel terus berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Dia memakai mobil Papinya dan berjalan pergi menjauh dari rumahnya.
"Aku harus minta tolong Om Riswan..., hiks hiks..,"isak Angel sambil mengendarai mobilnya menuju rumah Riswan.
...****...
Emely sudah di bolehkan pulang meski harus memakai kursi roda dan masih di pantau keadaannya.
"Emely.., kamu yakin mau istirahat di rumah?"tanya Riswan khawatir.
"Yakin Ayah.., aku gak suka di rumah sakit terlalu lama,"kata Emely.
"Yasudah kamu istirahat aja. Wajahmu terlihat pucat. Danar..., bawa istrimu ke kamar,"kata Riswan.
Danar mengangguk dan mendorong kursi roda Emely menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Danar membopong Emely ke kasur.
"Kamu istirahat ya sayang. Keadaanmu belum pulih,"kata Danar lembut.
"Iyaa Bang. Aku habis ini juga mau tidur kok,"kata Emely sambil tersenyum.
Danar mengelus puncak kepala Emely sambil menatap nya intens. Membuat Emely tersipu malu ditatap begitu.
"Kenapa Bang ...., ada yang aneh dengan wajahku?"tanya Emely menatap dalam Danar.
Bukannya menjawab pertanyaan Emely, Danar malah sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Emely.
Emely yang bingung hanya memejamkan mata meski agak ragu Danar melakukan itu. Danar berbisik membuat tengkuk Emely merinding.
"Wajahmu cantik. Kita bermain dulu ya. Aku janji akan melakukannya dengan lembut,"kata Danar.
"Main apa Bang..?"
Danar tak menjawab pertanyaan Emely, dia langsung melahap bibir mungil Emely. Awalnya Emely takut akan kebablasan karena luka di bagian perutnya masih belum sembuh.
Tapi beberapa menit masih berciuman dan sepertinya hanya itu karena tangan nya tidak nakal kemana mana.
"Bibirmu manis sayang. Udah ya vitamin pengantar tidurnya. Sekarang kamu istirahat dulu. Aku mau berkumpul dengan yang lain di bawah,"kata Danar.
Emely mengangguk dan tertawa kecil. Danar mengecup kening Emely dan menyelimutinya. Kemudian dia beranjak pergi ke bawah.
...***...
Di bawah Riswan, Zainal dan Reza sedang meminum kopi sambil berbincang kecil. Danar langsung menyapa mereka.
"Hay Abi, Ayah, Mas Reza...,"sapa Danar.
"Eh.. sini boy. Kamu duduk sama kami. Emely sudah istirahat kan?"tanya Zainal
"Sudah Abi.., kalian sedang membahas apa?"tanya Danar yang sudah duduk diantara mereka.
"Kami sedang membahas rumah. Ayah mengusulkan pada Abi, kalau mereka lebih baik tinggal disini. Tetapi kami ragu karena rumah Abi jauh dari rumah sakit dan kantormu."
"Terus...?"
"Kami sepakat akan membeli rumah yang jaraknya di tengah kantor mu dan juga rumah sakit Ayah. Karena Mas mu akan kerja di kantor nya Bunda untuk membantu kalian."
"Maksud Ayah, kita akan tinggal bersama di rumah yang lebih besar..?"
"Nah... itu Boy, maka dari itu kalau kau tahu arsitek yang bagus katakan pada kami. Karena rumah itu akan kita bangun sendiri. Dari pada membelinya. Ini Abi mau mendiskusikan tanah kosong yang mana yang kami akan eksekusi,"jelas Zainal.
Reza hanya mengangguk membenarkan perkataan Zainal dan Riswan. Danar pun mengerti dan menyetujui nya dengan senang.
"Aku setuju banget kalau kita tinggal bareng. Biar makin rame dan makin seru sih..,"kat Danar mencomot pisang goreng yang ada di atas meja.
Saat sedsng berdiskusi seru, terdengar deru suara mobil membuat mereka menghentikan pembicaraan dan melirik satu sama lain.
Dewi, Dania dan Nindya pun datang dari arah belakang. Ingin melihat siapa yang bertamu.
"Ada yang datang ya?"tanya Nindya pada laki laki yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati pisang goreng buatannya.
"Iyaa Bun, tapi gak tahu sih siapa?"
"Yuk cek kedepan Bunda,"ajak Dania.
Baru mau melangkah, munculah wajah seseorang yang mereka tak suka. Tampangnya sangat berantakkan dan keringat muncul di pelipis dan sisi wajahnya.
"Danar ... hiks .. hiks ..."
Angel langsunh berlari memeluk Danar. Membuat Danar kaget atas kelakuan Angel yang mendadak itu.
"Eh..., lo ngapain sih peluk peluk gue,"kata Danar tak senang sambil mencoba melepaskan pelukkan Angel.
"Danar.. tolongin gue. Papa mau membunuh gue. Tolong gue Nar.. hiks ... hiks...."kata Angel dalam isaknya.
"Ih lepasin gue dulu. Lo mending cerita nya jangan sambil meluk. Gue udah jadi suami orang loh..,"kata Danar yang mencoba kembali melepas pelukkan Angel.
"Gak mau.... gue takut. Tol..."
Angel terkulai pingsan di pelukkan Danar. Membuat semua semakin bingung dan terkejut.
"Aduhhh ni anak ya. Ngeribetin banget sih,"kata Danar yang sudah memapahnya ke sofa.
"Dia kenapa sih?"tanya Dewi tak senang saat melihat kemunculan Angel.
"Gak tahu tuh Umi. Datang datang main peluk aja,"protes Danar.
"Dia tadi meracau apa sih, ingin di bunuh Papanya. Bukannya Papanya Paman Taro kan?"tanya Dania bingung.
"Iyaa emang. Tapi gak tahu itu anak kenapa?"tanya Danar acuh.
"Seperti ketakutan sih wajahnya,"kata Nindya.
"Ada orang pingsan ditolong dulu lah, ambil minum sama minyak angin kek. Malah pada berasumsi yang enggak enggak. Cepetan sana ambilkan,"kata Riswan kesal.
Nindya masuk kedalam mengambil apa yang di perintahkan suaminya. Dia memberikan minyak angin itu kesuaminya.
Riswan menyodorkan minyak angin itu ke hidung Angel. Lambat laun Angel pun sadar. Nindya memberikan minum pada Angel yang di teguknya sampai habis.
"Nak.., kamu tuh kenapa? kok datang datang panik?"tanya Nindya lembut.
Angel masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Nindya. Tiba tiba muncul Emely yang datang bersama Mbok Tarmi.
"Ini ada apaa ya??"tanya Angel bingung menatap mereka bergiliran.
Angel yang mendengar suara Emely langsung menatap intens. Dan dengan tiba tiba dia berdiri lalu memeluk Danar dengan erat.
"Danar...., aku takut...."
*Bersambung ...
...****************...
Dapatkan pulsa 25k/orang untuk 2 orang fans terbaik(juara 1&2)tiap bulan. Undian pulsa 10k untuk 3 orang.(juara 3-5)
Syaratnya:
🔹️ Beri Hadiah, Vote dan coment tiap babnya sesuai alur cerita
🔹️ Judul Novel :
🔜 KAU DAN AKU (karya Sifi endriyanto)
🔜 PAKSA AKU MENCINTAIMU (karya Roy Reihan)
*🔹️ Dapatkan hadiah tambahan bagi fans yang sudah ada logo *FANS**
salam dari
Cinta Kedua Untuk Zylva &
Hati Terbelah Di Ujung Senja
jangan lupa mampir
"little princess and childish mafia"