NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Kebahagiaan

Malam harinya, orang tua Alisha kembali ke rumah sakit diikuti oleh Dina, Reno, dan Evan. Dika yang telah keluar dari kamar mandi memandang kedatangan Evan dengan menekuk wajahnya.

"Dina, Evan? Kalian gak apa apa kan?" tanya Alisha masih khawatir dengan keadaan mereka berdua.

"Kami baik baik saja Lish, kami kebal kok sama virus begituan." seloroh Evan dibalas oleh tawa dari seluruh orang di kamar terkecuali Dika.

"Kamu gak tanya kabarku Lish?" tanya Reno pura pura merajuk yang dibalas oleh cubitan Dina di pinggangnya.

Reno meringis kemudian melirik ke arah Dika dan bertanya.

"Eh Lish, Siapa?" tanya Reno sambil menunjuk Dika dengan dagunya.

"Pacarnya Alish, ya kan Dik?" Kali ini Tante Kirana yang berbicara dengan bertanya kepada Dika. Dika hanya membalasnya dengan senyuman gugupnya.

"Ih mama, Dika jadi malu kan." Alish mencoba menghentikan ulah mamanya yang akan menggoda Dika lagi.

Berbeda dengan Dika, Evan terlihat murung mendengar perkataan ibu dan anak itu. Pasalnya, hubungannya dengan Alish saja masih menjadi pertanyaan dan ia masih mengharapkan Alisha, padahal Evan sudah berharap banyak kepada Alisha.

"Loh, kamu kan yang lagi banyak diberitain?" tanya Dina untuk memastikan dengan benar.

"Berita apa?" tanya Alisha ikut penasaran, ia kembali memakan pepaya yang sempat Dika kupas sebelum pergi ke kamar mandi.

"Itu, si penemu vaksin nyamuk gila haha." jawab Dina sambil mencomot pepaya di piring Alisha.

"Beneran?" tanya Alisha antusias.

"Cek aja di berita, twitter atau medsos lainnya" beritahu Dina yang kini duduk di kursi sebelah kanan ranjang Alisha, sementara Evan dan Reno duduk di sofa sambil memakan camilan bekas Dika yang masih tersisa. Kemudian mama dan Ayah Alisha sedang keluar mencari makanan untuk teman Alisha tersebut. Dan untuk Dika? Dika kini duduk di ranjang sebelah kiri Alisha sesekali memijat kaki Alisha yang terasa kaku.

"Eh beneran. Dik, lihat deh, kamu trending topik di twitter sama youtube juga, di instagram juga banyak yang ngomongin. Ih kerennya." ucap Alisha antusias memaparkan berita yang terjadi membuat Dika mendekat untuk melihatnya.

Dika tersenyum tipis melihat Alisha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa malu karena sekarang ia sedang banyak diperbincangkan oleh banyak orang.

"Kamu sekolah dimana Dik?" tanya Dina mencoba untuk kenal dengan Dika.

Dika menggeleng dan hendak menjawab, tetapi didahului oleh Alisha.

"Dika gak sekolah."

"Hah? Yang bener?" Lagi lagi orang yang mendengar pernyataan itu pasti tidak akan percaya. Dina melihat Dikan dan Alisha dengan tatapan menyelidik, kemudian Dika dan Alisha mengangguk bersamaan.

"Aku gak percaya loh Lish, Dik." Lirik Dina kepada Dika.

"Ya terserah kalau gak mau percaya."

"Tapi masa sih?" Dina bertanya antara percaya dan tidak percayanya tentang fakta Dika tersebut.

"Kamu kan dulu juga pernah lihat dia di sekolah." ucap Alisha mencoba mengingatkan ingatan Dina. Tampak Dina sedang berpikir dengan waktu yang cukup lama.

"Oh iya iya, aku ingat. Kamu yang waktu itu ke ruang guru pas kita mau ke koperasi kan Lish?" tanya Dina untuk memastikan setelah ia mengingatnya.

"Iya." jawab Alisha singkat.

"Eh, jadi dia yang buat kamu bersikeras menolak Evan?" Bisik Dina sepelan mungkin di telinga Alisha membuat Alisha mengangguk sambil menatap Dika.

"Kamu belum minta maaf loh buat kejadian waktu itu." ucap Alisha tajam kepada Dina yang berbuat ulah karena bekerja sama dengan Evan untuk acara penembakan yang berujung gagal itu.

Din hanya meringis mendengar kata kata Alisha dan mengalihkan perhatian.

"Maaf untuk apa?" Kali ini Evan menyela percakapan antara Alisha dan Dina.

"Kepo." ucap Dina melirik Evan sambil memeletkan lidahnya ke arah Evan. Sementara Dika, ia hanya memperhatikan interaksi keempat teman itu dengan diam.

Kemudian pintu ruangan terbuka memeperlihatkan kedua orang tua Alisha dan Dokter Faisal dibelakangnya.

Dina pun menyingkir saat melihat Dokter Faisal akan memeriksa kondisi Alisha. Setelah selesai memeriksa, Dokter Faisal meminta kepada Dika untuk mengikutinya ke ruangan prakteknya karena ada hal yang ingin dibicarakan. Dika menyetujui dan mengikuti dokter Faisal setelah berpamitan dengan semua orang yang ada di ruangan Alisha.

Setelah berada di ruangan praktek, Dokter Faisal, Dika dipinta untuk duduk di kursi mengahadap ke meja dimana Dokter Faisal juga duduk di kursi kerjanya.

"Jadi, kau sudah tahu kan bahwa aku ini teman kakekmu. Kakekmu berharap kamu bisa menjadi dokter sepertinya. Ia bercita cita untuk menyekolahkanmu ke sekolah kedokteran. Bahkan sebelum ia meninggal, ia membuat sebuah wasiat dengan memberikan fasilitas pendidikan untukmu. Tetapi sepertinya sampai sekarang pihak keluarga tidak mau menyerahkan surat wasiat itu ketangan penerima yang seharusnya. Dan kini aku, sebagai sahabatnya ingin mewujudkan cita citanya untuk menyekolahkanmu. Meski terlambat, aku harap kau tidak akan menolaknya." papar Dokter Faisal.

Dika sejak terdiam mencerna semua penjelasan Dokter Faisal tadi. Ia tahu Dokter Faisal berniat baik untuk menyekolahkannya, tetapi ia merasa tak enak hati. Lagi pula, ia sudah senang dan terbiasa dengan kegiatan berjualannya.

Ia hendak menolak permintaan Dokter Faisal, tetapi Dokter Faisal sudah melihat Dika yang akan menolak permintaannya dan membuat Dokter Faisal terlebih dahulu menyela perkataan Dika.

"Tolong jangan menolak, kamu tidak mau mengecewakan Almarhum kakek kamu kan? Lihat, kau sudah berhasil menolong banyak orang, apa kamu tidak ingin memperdalam ilmu dan menolong lebih banyak orang lagi? Kamu harus jadi penerus kakekmu. Kamu harus menggunakan kesempatan ini dengan baik, Kamu harus membanggakan ayahmu dan orang orang disekelilingmu. Kamu harus sukses nak." pinta dokter Faisal dengan semangat menggebu agar Dika mempunyai semangat belajar dan menerima permintaannya. Akhirnya setelah berpikir sepintas, Dika menganggukkan kepala setuju.

"Tapi aku mengajukan syarat." pinta Dika yang diterima dengan senang hati oleh Dokter Faisal.

"Kalau begitu apa yang kau syaratkan?" tanyanya.

"Aku akan memikirkannya, permisi." jawab Dika seraya pamit dari ruangan tersebut dengan berbagai pemikiran tentang kedepannya.

Dika kembali masuk ke ruangan dimana Alisha berada. Terlihat suasanna ruangan terlihat sepi karena teman teman Alisha sudah pulang.

"Mereka sudah pulang." ucap Alisha seolah mengetahui isi pikiran Dika.

"Duduk Dik." pinta Om Kemal menepuk sofa di sebelahnya yang kemudian Dika mendudukinya.

"Luka kamu gak parah kan?" tanya Om Kemal memastikan dengan suara berbisik. Dika yang mengetahui arah pembicaraan Om Kemal mengangguk ragu sambil melihat ke arah Alisha yang sedang berbaring memainkan ponselnya.

"Syukurlah, lukanya juga sudah menghilang." ucap Om Kemal lagi masih dengan berbisik saat melihat tidak ada luka lagi di wajah Dika. Ia takut jika istri dan anaknya mendengarkan.

"Martabak buat kamu Dik." ucap Om Kemal sambil menyodorkan kotak berisi martabak cokelat yang langsung diterima Dika karena ia merasa lapar.

Ditengah kunyahan martabaknya, pintu ruangan kembali terbuka menghadirkan Om Agung bersama seorang perempuan di sampingnya yang membawa sekeranjang buah-buahan.

"Om." seru Alisha mengetahui omnya yang datang.

"Eh Tante Raya." sapa Alisha selanjutnya yang dibalas senyuman oleh Tante Raya yang merupakan tunangan Om Agung.

"Kamu kenapa bisa sakit hm?" tanya Om Agung kepada Alisha sambil duduk di tepi ranjang.

"Ih ya gak tau." jawab Alisha sekenanya dan kembali bermain dengan ponselnya.

"Heh kamu gak salim dulu sama kakak." ucap Om Kemal mengingatkan Agung untuk menghampiri dirinya dan memberi salam.

"Mana Kak Karin?" tanya Om Agung karena tidak melihat keberadaan kakaknya. Kemudian ia duduk di samping Raya yang telah duduk terlebih dahulu.

"Lagi mandi." Om Agung mengangguk mengiyakan perkataan Alisha.

Kemudian tatapan Om Agung beralih kepada Dika yang duduk dihadapannya.

"Kamu?" tanyanya dengan mata tajamnya.

"I-iya?" Entah kenapa kali ini Dika menjawabnya dengan gugup. Dika merasa, om nya Alisha itu masih tidak menyukai keberadaannya.

"Makasih udah selamatkan Alisha." ucap Om Agung kali ini dengan nada sedikit melembut karena telah mengetahui berita yang sudah tersebar itu.

"Iya om, Alhamdulillah atas berkat dari Allah." Dika tersenyum lega melihat Om Agung yang kini sedang berbincang dengan Ayah Alisha.

"Loh Gung? Kapan sampai? Eh Raya." sapa Tante Kirana yang telah keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri kedua tamu itu.

"Baru sampai kak." jawab Om Agung.

"Oh, habis ini mau ke rumah mama?"

"Iya, sekalian Raya nginep. Kalau pulang sekarang kejauhan."

"Iya mendingan kalian nginep aja di rumah mama besoknya pulang lagi."

"Kapan Alish pulang kak?" tanya Om Agung kepada kakaknya itu.

"Kayaknya harus menunggu hasil lab dari dokter dua minggu lagi, soalnya ada masalah di saluran pencernaan Alish." jelas Mama Alish dengan gurat kesedihan di wajahnya.

"Akibat dari virusnya ya?" tanya Agung masih penasaran.

"Iya, Syukurnya gak terlalu fatal." Kali ini Om Kemal yang menjawab sambil menghela nafas besar.

"Eh Dik, kamu gak pulang dulu? Dari kemarin belum istirahat loh. Ayah kamu gimana kabarnya?" tanya Mama Alish mengingat keberadaan Dika yang masih betah menjaga Alisha.

"Besok pagi aja tan, ayah juga baik baik saja." terang Dika masih ingin menemani Alisha.

"Syukurlah, tante khawatir kamu malah sakit karena jaga terus Alish. Maaf ya jadi ngerepotin."

"Gak apa apa kok tan."

Saat jam menunjukkan pukul setengah sepuluh, Agung dan Raya berpamitan untuk pulang. Sementara Alisha, sudah tidur setelah tadi meminum obat dari dokter.

"Dik kamu gak papa tidur di sofa?" tanya Tante Kirana merasa tak enak. Karena rencananya kedua orang tua Alisha itu akan menginap malam ini karena malam kemarin mereka tidak ikut menginap menemani Alisha.

"Iya tante. Terima kasih." ucap Dika seraya mengambil bantal dan selimut yang diberikan mama Alisha itu.

"Ya sudah, tidur ya, jangan begadang." ingat tante Kirana yang di balas anggukkan oleh Dika.

Kini suasana kamar menjadi hening karena kedua orang tua Alisha sudah tidur. Kini hanya Dika yang belum memejamkan mata, ia masih memandang Alisha yang tidur dari tempat duduknya. Kemudian Dika membuang nafas besar dan membuka selimut untuk kemudian tidur.

Pagi harinya, Dika terbangun mendengar suara ponselnya. Ternyata baterai ponselnya lemah karena sudah dua hari ia tidak mengisi ulang.

Dika bangun dan meregangkan tubuhnya. Ia duduk beberapa menit untuk mengumpulkan nyawanya kembali. Dika melihat Alisha dan Om Kemal masih tertidur.

Kemudian Dika beranjak menghampiri Alisha yang kini tidur menyamping menghadap Ke arah Dika.

Dika tersenyum melihat Alisha yang tertidur sangat lucu. Ia membenarkan helaian rambut yang menghalangi wajah Alisha ke belakang telinga Alisha.

"Dik? Udah bangun?" tanya tante Kirana tiba tiba yang telah keluar dari kamar mandi membuat Dika terkejut setengah mati. Untung saja Dika sudah menjauhkan diri dari ranjang Alisha.

"Permisi tante, saya ke kamar mandi dulu." Izin Dika yang telah membawa handuk dan baju gantinya. Kemudian berjalan memasuki kamar mandi.

"Iya, sabun, shampo sama sikat giginya udah tante beliin kemarin Dik. Pakai aja" beritahu Tante Kirana sebelum Dika menutup pintu kamar mandi.

"Yah, bangun." Kali ini Tante Kirana membangunkan suaminya karena dari tadi belum bangun. Padahal, tadi ia juga sudah membangukannya sebelum pergi ke kamar mandi yang hanya dibalas gumaman tak jelas dengan mata Om Kemal masih tertutup.

"Yah, ayah! Masa kalah sama calon mantu ih." teriak Tante Kirana kesal karena suaminya itu tak kunjung bangun. Untung saja Alisha tidak ikut terbangun dengan suara teriakan mamanya itu.

"Hah calon mantu siapa ma?" tanya Om Kemal yang kini akhirnya membuka mata sepenuhnya.

"Itu si Dika. Cepat bangun! langsung masuk kamar mandi kalau Dika udah keluar." perintah Istri Om Kemal tersebut tanpa bisa diganggu gugat lima menit pun.

Tante Kirana kemudian melaksanakan Sholat Subuh dan Om Kemal kini duduk menyender ke kepala kasur memejamkan matanya lagi sambil menunggu Dika selesai mandi.

Setelah Tante Kirana selesai Sholat, Dika pun keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosokkan rambutnya menggunakan handuknya. Om Kemal langsung beranjak ke kamar mandi mengetahui gelagat istrinya yang bersiap menyerangnya lagi.

"Sholat disini Dik?" tanya tante Kirana sambil melipat mukena yang tadi dipakainya.

"Di Masjid aaja tan." ucap Dika seraya menyimpan handuknya di dekat jendela.

"Bareng Dik." seru Om Kemal yang langsung keluar dari kamar mandi dengan terburu buru. Dika mengangguk, dan kedua lelaki itu berjalan ke Masjid bersama.

"Ma." seru Alisha yang kini bangun dari tidurnya setelah Dika dan ayahnya pergi ke masjid.

"Iya? Mau ke kamar mandi?" tanya mama yang dianggukki oleh Alisha.

"Mau mandi ma, lengket."

"Nanti mama lap aja ya, jangan dulu mandi. Panas kamu baru aja reda." ucap mama memberi pengertian kepada Alisha.

"Dika sama ayah kemana ma?" tanya Alisha saat berjalan dituntun mamanya.

"Ke masjid, sholat subuh."

Setelah dari kamar mandi, Alisha duduk kembali di ranjang. Sementara mamanya kembali lagi ke kamar mandi menyiapkan wadah untuk membersihkan badan Alisha.

Alisha mengikat rambutnya yang tergerai kemudian membuka pakaian atasnya yang kini menyisakan pakaian dalam.

"Lish, Celananya sekalian. Biar nanti mama bawa ke laundry." perintah mama yang dituruti Alisha.

Mama membantu Alisha membuka celana tidur panjangnya. Kemudian mengambil lap di wadah dan mulai mengusap wajah Alisha terlebih dahulu. Saat mama Alisha sibuk membersihkan tubuh Alisha, tiba tiba pintu kamar di buka oleh ayah Alisha dengan Dika di sampingnya. Alisha melirik ke arah pintu.

"Dika! Jangan ngintip." teriak Alisha sambil mengambil selimut untuk menutup tubuhnya walau mamanya belum selesai membersihkannya.

"Dik, diluar dulu ya." pinta Mama Alisha melihat Dika masih memalingkan wajah dari Alisha. Dika menunduk dan mengangguk sambil menutup pintu untuk menunggu sebentar di luar.

Wajah Dika memerah karena ia sempat melihat Alisha yang sedang membersihkan diri. Kemudian Dika menggeleng kepala mencoba menghilangkan pikiran buruknya.

"Dik, masuk." beritahu Om Kemal dari dalam kamar. Dika membuka pintu ragu dan menengok ke arah Alisha memastikan sudah rapi.

"Dik, kamu gak kerja?" tanya Alisha begitu Dika duduk di samping ranjang Alisha. Dika menggeleng, kemudian ia melihat ponsel Alisha yang menyala. Satu pesan dari Evan membuat Dika langsung beranjak dari duduknya. Dika merasa tak suka jika Evan terus mendekati Alisha dalam hal apapun.

"Tante, om, Dika pamit pulang dulu ya." ucap Dika dan membawa tas nya kemudian berpamitan dengan orang tua Alisha.

"Sarapan dulu Dik." pinta Mama Alisha namun segera ditolak oleh Dika.

"Di rumah aja tan. Permisi." ucapnya seraya meninggalkan ruangan dan sejuta pertanyaan dari benak Alisha.

Kenapa dengan Dika?

Alisha belum menyadari akan kekesalan Dika pagi ini karena ia merasa baik baik saja dengan Dika, tapi kenapa Dika tiba tiba pamit pulang tanpa melihat Alisha dulu?

Entahlah, Alisha terlalu bingung dengan sikap Dika yang tiba tiba manis, kemudian cuek bahkan mengacuhkan Alisha.

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!