Mengkisahkan seorang bernama Kikan yang wanita yang mencintai Pria Introvert,Tapi Cinta nya seperti bertepuk sebelah tangan,karena pria itu tidak menunjukan rasa suka dan ketertarikan pada Kikan.
Tapi sebuah kejadian membuat mereka akhirnya bersatu, tapi tentu saja tidak membuat Kikan merasa di cintai setelah memiliki nya,tapi ia merasa sangat jauh meski mereka sangat dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 - Begini Lebih Baik
"Ih, aku kenapa sih, percuma saja kau pergi jauh,tapi saat pulang, kau malah masih tak bisa melupakan nya." Kikan memaki diri nya sendiri sambil menatap ke kaca wastafel.
Kikan membuang nafas dengan berat mengusap wajah nya sebelum ia keluar dari toilet.
Saat Kikan akan keluar dan membuka pintu toilet, ia terkejut karena sudah ada Evan berdiri di toilet. Kedua mata wanita itu menatap sendu pria itu, sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangan nya lebih dulu.
"Maaf, Permisi." ucap Kikan melewati Evan.
Namun tiba - tiba tangan Evan menyentuh nya, menahan nya untuk pergi. Kikan terkejut dan lekas kembali menatap Pria itu.
"Kau baik - baik saja?." Tanya Evan.
"Iya."Balas Kikan dan melepaskan Tangan Evan dari tangan nya.
"Tapi kau tak seperti biasa nya."Ucap Evan lagi.
"Tidak juga, kamu mau pakai toilet kan, silakan, aku akan ke depan dulu."Ucap Kikan dan berlalu melewati Evan.
Evan menatap wanita itu berlalu pergi dari hadapan nya, sejenak terdiam dan masuk ke toilet.
"Yah, begini lebih baik. "Batin Kikan.
•••
Setelah makan siang mereka usai, Kikan dan Jerry pun berpisah dengan Evan dan Joan di parkiran.
"Van, jangan lupa datang ya Besok, ajak keluarga mu dan Joan."Ucap Jerry mengingatkan undangan pernikahan Orang tua nya.
Evan tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
Evan menatap ke arah Kikan yang sudah berada di dalam mobil menunggu Jerry masuk, ia benar - benar tak ingin lagi terlalu dekat dengan Evan, karena Evan benar - benar bersikap beda dengan nya, saat dengan wanita lain.
"Gak pamit sama Evan?." Tanya Jerry masuk ke dalam mobil.
"Udah kok, tadi di dalam."Balas Kikan.
"Kamu cemburu liat mereka??" Tanya Jerry tersenyum.
"Engak."
"Serius?."
"Kak, aku tahu kakak mau ngomong apa, tolong jangan di teruskan." ucap Kikan menatap Kakak nya.
Jerry mengangkat kedua alis nya, tersenyum tipis dan menjalankan mobil nya.
Di mobil Evan.
Evan tak lansung menjalankan mobil nya, ia melihat dari dalam mobil Kikan yang masih terlihat dari kaca mobil Jerry. Joan pun menatap Evan dengan heran, karena bukan hanya sekarang, sejak di dalam restoran Pun Evan terus melihat ke Arah Kikan.
"Van, kamu suka Sama Kikan?." Tanya Joan dan membuat Evan mengalihkan perhatian nya.
"Maksud mu?."
"Kau sejak tadi di dalam restoran terus memandangi Kikan, kau menyukai nya,?." Tanya Joan.
"Joan, ini masih jam kerja, lebih baik membahas kerjaan dari pada urusan pribadi." Ucap Evan dan membuat Joan pun tersenyum berat dan mengiyakan.
Di rumah.
Kikan dan Jerry sedang bersantai di ruang keluarga. tampak Kikan menatap Televisi tapi Pikiran nya entah berada di mana.
"Kalau Cinta yang bilang saja, dari pada di pendam, mau di terima atau engak nya itu urusan belakang." ucap Jerry mengoda Kikan.
"Apa sih kak, aku kan sedang menonton."Ucap Kikan.
"Udah, kamu tu gak bisa bohongin Kakak, kakak tahu kalo kamu lagi mikirin Evan."Balas Jerry.
"Kak, mending kakak mikirin pacar kakak, ingat!, kakak janji mengajak nya datang besok." Ujar Kikan sontak membuat Jerry menatap Ponsel nya.
Wajah Jerry yang tadi nya masih terkilas Senyuman berubah datar dan Kikan bisa melihat Itu. "Kakak pasti sedang ada masalah dengan pacar nya."Gumam Kikan.
"Hm, Anak mama dan Papa lagi ngomongin apa sih?, kayak seru banget?." Tanya Rina menghampiri mereka berdua.
Jerry dan Kikan tersenyum. "Kikan lagi mikirin cowok Ma."Balas Jerry tersenyum kembali.
"Oh iya, Kikan sudah punya pacar?." Tanya Bu Rina agak terkejut.
"Siapa pacar kamu Kikan?." Tanya Pak Faris juga ikut bergabung.
"Kakak bohong ma, pa, kalau Kikan punya pacar pasti Kikan cerita." Saut Kikan.
"Iya Ma, Bukan pacar, tapi Calon."Balas Jerry dan Kikan lekas mencubit perut kakak nya itu, hingga membuat Jerry menjerit sakit. Kikan pun tertawa melihat Jerry kesakitan.
hari minggu, Evan ke kantor ya?