NovelToon NovelToon
Ketika Kisah Kita Ternyata Abadi

Ketika Kisah Kita Ternyata Abadi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Supernatural / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:137.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isnasari Sulfia Handriyani

Sebuah kisah tentang hubungan antara dua anak manusia. Melibatkan dunia mistis dan sebuah mesteri yang belum terpecahkan.

Kakek
Aku tak ingin cucuku tersakiti karena kesalahan yang dulu pernah kubuat.

Aldo
Aku ingin melepasmu, tapi aku mencintaimu.

Pria
Dirimu adalah magnet bagiku, magnet yang menarikku mendekat setiap kali kita bertemu, karena aku tak memiliki kuasa atas diriku ketika itu berhubungan dengan pesonamu.

Gadhis
Apa yang kau sembunyikan dariku mas, tetapi apapun itu aku harap itu bukanlah sebuah penghianatan.

Bagaimana kisah Gadhis dan Pria selanjutnya ketika ada lelaki lain yang juga mencintainya…
Jadilah saksi dari perjalanan kisah Gadhis dan Pria dalam “Ketika Kisah Kita ternyata Abadi”. Dibumbui dengan kisah cinta segi tiga, penghianatan, pengorbanan. tangis, dan tawa. Buktikan bahwa setiap kisah akan indah pada waktunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isnasari Sulfia Handriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Aku Salah Mencurigaimu?

Setelah perdebatan panjang semalam, akhirnya diputuskan mama ikut mengantar Gadhis ke tempat dia akan praktek mengajar. Di dalam mobil sudah ada Gadhis, Santi, Mama Marta dan Aldo di bagian kemudi, sedangkan papa Sas masih ada di luar kota. Karena khawatir ada apa-apa dengan Gadhis, jadinya mama Marta membawakan banyak barang buat Gadhis. Tak cukup hanya satu koper tetapi ada dua koper sedang untuk membawa barang milik Gadhis. Padahal Santi hanya membawa satu tas punggung dan satu tas tenteng kain sedang untuk kebutuhannya.

Wajah Gadhis ditekuk seperti baju kusut karena belum tersentuh setrika. Aldo yang duduk di sebelahnya menjadi gemas dan gatal untuk berkomentar.

“Manyun terus dari tadi.”

“Sebel sama mama, masa aku dibawakan baju sebanyak itu, mau ditaruh mana coba.”

“Eeee ini anak, mama melakukan itu karena khawatir. Mama bawakan selimut tebal, supaya kamu nggak kedinginan. Mama bawakan banyak snack supaya gak jajan sembarangan kamunya, kalau jajan sembarangan sakit perut piye coba…mama kan jauh. Mama bawakan dua buah handuk, biar bisa buat ganti masa seminggu cuman pakai satu handuk,” Marta yang merasa melakukan semua itu demi anaknya membela diri.

“Nggak begitu juga mama, kalau snack kan bisa beli sendiri.”

“Nanti kamu belinya ngawur, sembarangan.”

Sebenarnya Gadhis masih ingin mendebat mamanya, tapi sentuhan lembut tangan Aldo ke tangannya membuat dirinya berhenti. Santi tak terpengaruh dengan perdebatan itu karena nyatanya dia sudah tidur sejak mobil mulai berjalan.

Seperti yang sudah diperkirakan, satu setengah jam kemudian mobil sudah sampai di tujuan. Di depan lokasi sudah ada beberapa orang menunggu. Masih sangat terasa adat kesopanan yang kental. Karena letak sekolahnya adalah perbatasan antara kota dan desa, hawa pedesaan juga terasa dominan.

Santi yang masih nyenyak dalam tidur harus dibangunkan secara paksa. Sedikit guyuran dari air mineral sepertinya langsung menyegarkan dan menghilangkan kantuknya. Marta turun terlebih dahulu dan tampak berbincang dengan orang-orang yang menyambut. Entah apa yang dibicarakan. Gadhis kemudian Santi yang terakhir keluar dari dalam mobil. Aldo sibuk dengan barang-barang yang harus dikeluarkan, bukan barang milik Santi tentunya tetapi koper-koper milik calon istrinya, dia memindahkan terlebih dahulu satu tas sedang miliknya sebelum mengeluarkan koper milik Gadhis.

“Selamat datang mbak-mbak Guru, oh iya…kenalkan nama saya Pak Karun dan  ini istri saya,” kemarin mereka memang sempat bertemu tetapi belum sempat saling mengenalkan nama.

“Saya_,” belum sempat Gadhis melanjutkan kalimatnya Pak Karun menyahut, “Mbak guru Gadhis, kemarin masnya sudah memberi tahu, calon istrinya kan.”

Gadhis hanya tersenyum menganggukkan kepala. Benar-benar memalukan, memang penting ya kasih pengumuman macam itu.

“Saya Santi Pak, saya juga nanti akan praktek mengajar disini.”

“Oooo…yang ini namanya Mbak guru Santi, semoga mbak-mbaknya kerasan ya selama tinggal disini.”

“Insyaallah Pak,” jawab Santi dan Gadhis bersamaan seperti penyanyi duo.

“Mari saya tunjukkan tempatnya menginap.”

Mereka berjalan mengikuti Pak Karun. Gadhis menatap rumah sebelah balai desa yang katanya akan dijadikan sebagai penginapan tetapi nyatanya sekarang sudah mereka lewati.

“Maaf pak, bukannya kemarin bapak bilang kita menginap di rumah sebelah balai desa itu ya.”

“Maaf mbak guru, tidak jadi. Jadi ceritanya begini, ternyata kami kedatangan 6 mahasiswa yang sama seperti mbak-mbak guru ini. Yang tiga adalah mahasiswa calon guru, yang tiga mahasiswa calon pegawai kantoran.”

Lucu mendengar cara Pak Karun menjelaskan. tiga calon mahasiswa guru, tiga calon pegawai kantoran? Mereka melanjutkan langkah Hingga sampai pada rumah yang berjarak beberapa rumah dari balai desa, Pak Karun berjalan memasuki rumah tersebut.

“Nah…ini rumah yang akan mbak-mbak guru tempati. Mahasiswa yang lain sepertinya belum datang. Nanti mbak-mbak nya ada teman satu lagi perempuan, nginap disini. Rumah yang bersebelahan dengan balai desa akan ditempati mahasiswa laki-laki.”

Aldo yang mendengar kata laki-laki langsung menajamkan mata dan telinganya. Mungkin karena dia memiliki wanita lain selama ini tanpa sepengetahuan Gadhis, karena itu dia berfikir gadhis pun bisa melakukan hal yang sama padanya.

“Silahkan duduk dulu, sepertinya istri saya dan ibunya mbak guru Gadhis sudah jadi sahabat akrab.”

Sepertinya apa yang dikatakan Pak Karun benar, Marta dan Bu karun bercengkerama asyik di ruang tengah yang terlihat dari ruang tamu tempat mereka duduk. Sambil membuat minuman, Marta dan Bu karun tampak ber haha hihi sambil sekali-sekali saling menepuk bahu masing-masing.

“Jadi begitu jeng karun, saya titip anak saya, dia itu manja, gampang sakit jadi tolong diingatkan jangan sampai jajan sembarangan.”

“Mbakyu Marta ini memperlakukan anaknya masih seperti anak kecil saja. Dia itu kan perempuan dewasa, kalau disini usia segitu sudah punya dua anak mbakyu. Tapi dari pada jenengan khawatir, insyaallah saya akan menjaga Gadhis dengan baik selama disini.”

“Bu…tolong ini mbak-mbak gurunya ditunjukkan kamarnya,” teriak Pak Karun akhirnya karena yang ditunggu tidak juga muncul di ruang tamu.

“Iya…ini mau kesitu, ayo mbakyu bapaknya sudah manggil.”

Kamar yang ditunjukkan Bu Karun tidak begitu besar tetapi nyaman untuk ditempati dua orang.

“Nanti mahasiswa yang satu lagi, akan tidur di kamar anak saya yang sekarang sedang kosong. Kalau kamar ini memang kamar yang disediakan untuk tamu.”

“Nyaman kok Bu Karun kamarnya,” ucap Santi yang mendapatkan anggukan kepala tanda setuju dari Gadhis.

Marta mengajak Aldo berpamitan setelah puas memberikan bekal rohani buat Gadhis. Santi hanya tersenyum kecil mendengar Marta yang masih memperlakukan Gadhis layaknya anak kecil.

Setelah menurunkan Marta dirumahnya, Aldo melesat kearah kosan Kristin. Kedua makhluk berbeda jenis itu sudah berencana untuk melakukan perjalanan ke luar kota selama beberapa hari dengan alasan perjalanan bisnis. Benar-benar kelakuan yang diluar nalar. Atau tepatnya kelakuan diluar adab.

“Selamat sore Pak Aldo, apakah anda sudah siap dengan perjalanan bisnis kita kali ini, saya sudah menyiapkan semua yang spesial untuk bapak,” ucap Kristin dengan menundukkan tubuhnya sedikit, gaya hormat khas seorang sekretaris ketika Aldo berdiri didepan pintu kamar.

“Apa yang sudah kamu siapkan buat saya?” tanya Aldo sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Kristin dan menariknya mendekat hingga tubuh keduanya saling menempel.

“Aku sudah menyiapkan semua yang serba pink untukmu,” desah Kristin tepat ditelinga Aldo.

Aldo mengembangkan senyum samar mendengar ucapan Kristin, “aku akan menantikannya.”

Begitulah keseharian Aldo. Semua tentang gadhis akan lenyap begitu saja ketika melihat Kristin. Membayangkan tubuh itu berpeluh diatas tubuhnya. Mendengarkan bibir perempuan cantik itu mendesahkan namanya setiap kali mereka menyentuh nirwana. Atau mengungkungnya dibawah tubuhnya sambil menyentuh bagian manapun yang dia suka. Semua indah bila membayangkan tubuh Kristin dalam kuasanya.

“Keluarkan kenapa, semua jajanan yang dibawakan mamamu tadi.”

“Nggak, itu khusus dibawakan sama mama buat aku, mau aku hemat sampai kita pulang hari Sabtu nanti.”

“Ya Allah Dhis, pelit banget jadi orang, besok aku belikan yang banyak. Yang seperti itu.”

“Jangan bertengkar mbak-mbak guru,” lerai Risa, mahasiswa fakultas ekonomi yang datang tak lama setelah Aldo dan Marta pulang.

“Katanya ini nanti semua mahasiswa akan berkumpul disini, sebagai perkenalan. Lumayan siapa tahu nanti dari tiga cowok yang ada di balai desa cocok dijadikan calon imam buatku.”

“Heh santet….mulut…mulut, kalau ngomong sesuatu yang bermanfaat kenapa sih. Di kepala kamu itu nggak ada yang lain apa selain cowok-cowok terus.”

“Denger ya Dhis, kamu sih enak kalau kangen bisa peluk-peluk, anget…nah aku. Mau meluk angin, yang ada malah dingin Gadhis.”

Risa yang sepertinya agak pendiam hanya tersenyum mendengar obrolan tak bermanfaat dua sahabat yang sekarang menjadi teman barunya.

“Ayo masuk mbak-mbak guru, makan malam sudah siap. Sambil nunggu mahasiswa yang laki-laki datang, kita ngobrol di dalam," Pak Karun tiba-tiba ikut nimbrung dalam obrolan malam itu.

Belum sempat beranjak masuk ke dalam, terdengar suara mengucapkan salam dari arah luar. Serentak mereka semua memalingkan wajah. Betapa terkejutnya Gadhis melihat wajah tampan itu ada di sana. Wajah yang selalu memiliki tempat teratas dari daftar orang yang patut dicurigai.

Mengapa kamu selalu ada di sekitar duniaku. Apakah aku salah jika mencurigaimu?

1
Yovianti Yudo
next
Ish_2021
ugh...
Sekar Milenia
ceritany bagus lohh...
Rini Farah
keren Thor
Rini Farah
👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽👍🏽
Rini Farah
bagus ceritanya
Pangeran Matahari
hai kk aku mmpir ni ma.pir juga y kecucu manja oma
Mike
ngakak aku Thor bacanya 😂
Mike
Ini bener udah tamat KA?
Ish_2021: terimakasih sudah di apresiasi ❤️ ya...
total 2 replies
Rini Haryati
sukses
semangat
lanjut
Rina Avriliasunshine
tetap semangat berkarya author
Rina Avriliasunshine
aku juga setia kok thor meskipun nemunya pas udah end
Ish_2021
terimakasih doanya aamiin
Rina Avriliasunshine
aku doain mba othor novelmu ini nanti banyak yang baca..
aku suka ceritanya
Rina Avriliasunshine
aku masih setia
Pangeran Matahari: mmipir y kk kecucu manja oma
total 1 replies
Rina Avriliasunshine
ceritanya bagus tapi sayangnya kok sepi
Rina Avriliasunshine
cerita yang bagus pasti tidak banyak yang baca..
Pangeran Matahari: mmpir y kk ke cucu manja oma
total 3 replies
Ish_2021
ahhh...
Ish_2021
akhirnya perjuanganku usai
Pangeran Matahari: mmpir juga y kk ke cucu manja oma
total 1 replies
Ish_2021
ketika mendekati akhir rasanya tak ingin berpisah dengan Gadhis dan Pria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!