Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
dia mencoba mengingat apa yang terjadi. Karena semalam Bende dan Denna ketiduran dengan masih posisi duduk sembari berpelukan.
Denna menatap lekat wajah tampan lelaki di hadapannya itu, lalu ia mencuil hidung Bende, ia merasa gemas karena Bende tak bergeming lalu memainkan bulu mata yang lentik milik Bende dan itu membuat Denna tersenyum sendiri. Sadar jika hari sudah pagi, ia membangunkan Bende
"Bendefidh, ini sudah pagi ayo bangun" Bende hanya menggeligat kecil
"Bendefidh, ayo bangun" ulangnya lagi
"Bangunkan aku dengan romantis" ujar Bende dengan masih menutup matanya tetap mengeratkan pelukannya pada gadisnya
"Baiklah, sayang ayo bangun"
"Sayang, my babby honey!" tetap saja Bende enggan membuka matanya
"Sayang, wake up ayolah" nihil, Bende enggan bangun, sebenarnya ia sadar namun sengaja ingin mengerjai gadisnya
Tiba-tiba muncul di pikirannya untuk menggoda pria arogan di depannya ini, akhirnya Denna mendekat dan berbisik
"Daddy!" ujarnya mengatakan itu tepat di telinga Bende dan seketika bulu kuduk Bende berdiri, tubuhnya menegang. Bende langsung membuka matanya, ia menatap lekat wajah Denna yang masih di pangkuannya dan menariknya tepat di mukanya
"Apa yang kau ucapkan tadi?" tanyanya sembari tersenyum lebar
"Tidak tahu" jawab Denna acuh
"Sayang aku ingin mendengarnya lagi" pinta Bende dengan wajah memelas
"Daddy" ujar Denna menirukan nada bicara seperti anak kecil dan itu membuat Bende semakin menggebu-gebu
Bende tersenyum lebar "Katakan lagi, lagi, dan lagi"
"Daddy, daddy, daddy"
"Apa kau hamil sayang? Apa kau mengandung anakku?" tanya Bende asal ceplos
Denna memukul bende "Apa yang kau katakan Bendefidh!, kita tidak pernah melakukannya bagaimana aku bisa hamil, dasar bodoh!" kesalnya
"Baiklah ayo kita lakukan, aku akan membuatmu hamil dan mengandung anakku" ucap Bende penuh semangat dengan senyum yang masih saja tak lepas dari raut wajahnya
"Oh ayolah Bendefidh jangan konyol, turunkan aku dari pangkuanmu"
"Tidak mau, katakan kau mau kan mengandung anakku?" ujar Bende lagi
Denna menjawab "Iyaa"
"Benarkah?" ucap Bende lantang dengan mata berbinar
"Iya tapi jika kita sudah terikat dalam pernikahan" jawabnya
"Kita akan menikah segera, kita akan memiliki banyak anak nanti"
"Bangun dan mandilah, jangan halu di pagi hari biarkan matahari naik dulu" ujar Denna
Setelah perdebatan kecil pagi-pagi, selang beberapa jam Bende sudah rapi dan bergegas akan bekerja
Ia menghampiri Denna yang tengah duduk
"Sayang, kau ingin ikut ke kantor?" tanya Bende. Namun Denna hanya menggelengkan kepalanya karena ia teringat kejadian kemarin saat Bende membentaknya
"Yakin tidak ingin ikut? Maafkan aku tentang yang terjadi kemarin" sesalnya
"Tidak apa-apa. Aku tidak ingin ikut, aku dirumah saja" yakinnya
"Jika nanti berubah fikiran. Telfon saja aku, kalau kau ingin ke kantor nanti aku akan menyuruh Dava menjemputmu" jelasnya
"Bendefidh, aku ikut" pintanya sembari menundukan diri
"Ayo" jawab Bende
Sepanjang perjalanan di kantor Bende terus menggenggam tangan Denna, banyak pasang mata yang terkejut dan bertanya-tanya siapa gadis yang tengah di gandeng bos arogan nya itu.
"Bendefidh, kenapa mereka menatap kita terus" bisiknya di tengah perjalanan
"Anggap saja mereka semua hanya benalu sayang, tak usah di fikirkan" jawabnya dengan terus menggenggam erat tangan Denna
Sesampainya di ruangan Bende, Denna hanya duduk tak jauh dari Bende,
Beberapa jam berlalu, lelaki itu tetap fokus pada layar dengan menari-narikan jari di atasnya
"Bendefidh, hp mu dimana?" tanya Denna
"Di saku ku kenapa?"
"Pijamkan aku hp mu" ucap Denna
Tanpa ragu-ragu Bende langsung memberikannya pada Denna
Denna mengecek satu persatu, tidak ada hal buruk di dalamnya.
Tok..tok..tok.. Terdengar seseorang mengetuk pintu
"Masuk" jawab Bende tegas
"Selamat siang sayang, aku mendapat kabar bahwa setelah sekian lama akhirnya kau kembali ke kantor ini lagi" ucap wanita itu
"Menyingkirlah dari hadapanku, aku sangat muak melihatmu Susan" ujarnya tegas
Susan adalah wanita yang dulu Bende tiduri dan membayarnya mahal, entah mengapa wanita itu selalu mengganggu Bende beberapa bulan terakhir
"Dia siapa Bend?" ucapnya menunjuk ke arah Denna
Denna menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya itu, pakaian yang sangat minim, memperlihatkan belahan buah dadanya dengan rambut yang terurai.
"Kau yang siapa, berani sekali memanggil suami orang dengan sayang. Cihh, tidak tahu malu" balas Denna
Bende yang menatap Denna terkejut dengan ucapannya barusan "Suami?" tanya Bende dalam hati dan itu membuatnya tersenyum
"Apa ini benar istrimu Bend?" tanya Susan kepada Bende
"Apa kurang jelas istriku berbicara?" tanya Bende lagi
"Asal kau tahu, aku sering tidur dengannya Ny. Wilson. Bende menikmati malam yang pernah kami lalui bersama. Ups! maaf aku keceplosan" ujarnya menantang
Jujur saja Denna ingin menangis mendengar itu, namun ia tahan. Ia tak mau kalah omongan dari wanita itu. Sedangkan Bende terkejut, ia berfikir mungkin Denna akan pergi
"Keluarlah!" gertak Bende pada susan
"Aku tidak peduli sesering apa kau tidur dengan suamiku. Yang jelas sekarang diapun bahkan tak mnegganggapmu ada bukan?" jelas Denna
"Kau.." ucap Susan terpotong
"Sudahlah tante, silahkan keluar kau tahu pintu keluarnya bukan? Jangan mengganggu aku bersama suamiku, iyakan sayang" Denna berbica sembari duduk di pangkuan Bende, ia menghadap ke Bende lalu mengisyaratkan dengan matanya, Denna mengedipkan sebelah matanya dan Bende mulai mengerti permainan gadisnya
"Sayang, aku sangat merindukanmu" ujar Bende memeluk Denna yang berada di pangkuannya itu dengan menyembunyikan wajahnya di antara dua gunung kembar milik Denna
"Apa kau akan menonton kami bercinta disini hah?" suara Bende membungkam Susan
"Bend aku, ini.. kau.." ucapnya terbata-bata
"KELUAR DARI RUANGANKU!!"
"Tap.." belum selesai ia melanjutkan kalimatnya Bende langsung menyelanya
"Pergilah atau aku memanggil anak buahku dan melemparkanmu keluar!!" tegasnya. Lalu Susan pergi dari ruangan itu.