NovelToon NovelToon
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:374.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun Shine

Erika yang polos dan miskin jatuh cinta pada Evans, lelaki tampan dan kaya, lelaki yang sangat diidam-idamkan banyak wanita.

Mencintai Evans sama seperti menggenggam mata pisau, semakin menggenggamnya erat semakin berdarah-darahlah yang kamu rasakan.

Rasa kecewa dan sakit hati, itulah yang dirasakan Erika sejak bersama Evans. Tapi Erika tidak mampu melepaskan lelaki itu.

Mampukah Erika meraih hati Evans sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Beberapa waktu berlalu, sejak kencan itu Erika sama sekali tak melihat Evans di kampus. Erika terlihat melamun. dia tidak fokus pada materi yang dipaparkan dosennya.

"Erika!"

"Hah? Iya Pak?" sahut Erika terkejut.

"Sudah berapa kali saya panggil, kamu tidak dengar. Melamun saja."

"Hahhahahaha." Sontak anak-anak pada tertawa.

"Atau kamu tidak usah masuk saja kalau saya mengajar?"

"Maafkan saya, Pak," jawab Erika menunduk.

Pelajaran yang terasa panjang itu akhirnya berlalu. Erika menghela nafas di tempat duduknya.

"Kenapa, Erika?" tanya Anna ramah seperti tak biasanya.

"Hah?" Erika mendongak ke arah Anna yang berdiri di sampingnya.

"Kenapa melamun? Sudah berapa kali kamu kena tegur dosen?"

"Eum, tidak ada apa-apa koq."

"Mikirin Kak Evans ya? Sudah bagaimana perkembangan kalian?" tanya Anna tersenyum mengejek.

Belum sempat Erika memberi jawaban, Anna berlalu begitu saja meninggalkannya. Erika tampak bingung dan hatinya terasa sakit. Bukan karena sindiran Anna, tapi karena mendengar nama Evans. Sesungguhnya walaupun sadar telah tersakiti, Erika malah menyimpan rasa rindu pada Evans. Luka dicampur rindu itu sungguh membuat sesak di dada.

Terkadang, di waktu tertentu Erika menunggui ponselnya, berharap Evans menghubunginya tapi tentu saja hasilnya nihil. Mereka sudah putus dan apa mungkin Evans mau menghubunginya setelah dibuat babak belur oleh kakaknya? Dia tahu itu tidak mungkin. Hanya saja dia tanpa sadar melakukan hal bodoh seperti itu, menunggui telepon yang tak kunjung datang. Erika bahkan mencari info tentang Evans dan kabarnya Evans serta teman grupnya mengikuti KKN di luar daerah. Cukup jauh dari kota.

***

Dua bulan pun berlalu.

"Erika, kenapa makannya sedikit terus? Ditambah sedikit lagi ya." Danish menyendokkan nasi ingin menambahkan ke piring Erika.

"Tidak, Kak. Sudah cukup segini."

"Kamu kurusan, Erika. Jangan begini terus." Danish merasa kasihan pada adiknya. Sejak kejadian itu, Erika selalu sedikit makan. Badannya kurusan dan wajahnya juga selalu murung. Kelihatan sekali kalau adiknya itu sedang patah hati.

"Nanti di kampus makan lagi. Aku mau cepat berangkat, ada kuliah pagi, Kak."

"Si Evans pasti senang melihatmu begini," ketus Ibu Wilma.

"Bu.. Jangan begitu," kata Danish. Erika diam saja menyantap makanannya. Lalu buru-buru berangkat.

***

Setibanya di sana, tidak jauh dari gerbang kampus, Erika tanpa sengaja melihat mobil yang sangat dia kenal. Ya, itu mobil Evans.

Deg deg deg!

Jantung Erika berdebar-debar. Sepertinya saat ini juga rasa rindunya jauh lebih besar daripada rasa sakit di hatinya. Dia segera berjalan lebih cepat. Ingin rasanya dia melihat sosok Evans walau dari jauh. Erika pergi berjalan ke areal parkir mobil ke mana mobil itu melaju pelan. Dia berhenti di jarak aman saat mobil itu terparkir sempurna. Pintu mobil terbuka, Evans keluar dari mobil. Ya benar Evans. Sosok yang sebenarnya sangat ia rindukan. Jantung Erika berdesir. Bibirnya tanpa sadar membentuk senyuman seolah lupa akan perlakuan kasar Evans sewaktu melecehkannya waktu itu.

Namun, senyuman itu sirna dalam sekejap saja, ketika Evans berjalan menuju ke sisi lain pintu mobil itu dan membukanya. Lalu, ada seorang gadis turun dari mobil itu. Erika terperangah. Dia mengenal gadis itu. Gadis satu jurusan dengannya, Annastasya Bilea.

"Anna..? Kenapa dia ada di..?" Dada Erika tiba-tiba mendadak sesak. Apa yang dia lihat saat ini, itu di luar pemikirannya. Matanya mulai menggenang karena rasa sedihnya yang menguap. Rasa cemburu menguasainya. Tapi dia hanya bisa diam saja di tempat. Menyaksikan Anna bergelayut manja, memeluk lengan kiri Evans sambil berjalan meninggalkan areal parkir.

"Ada apa denganku? Kenapa begini saja menangis? Ini bukan apa-apa. Benar kata Kak Danish, Kak Evans memang pria jahat!"

Erika menghapus air matanya. Lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sesampainya di kelas, semua orang cukup heboh. Rupanya hubungan Evans dan Anna cepat tersebar dalam hitungan menit. Erika melangkah ke tempat duduk, kakinya rasanya tak bertenaga.

Terdengar suara bisik-bisik yang mencemooh Erika. Erika diam saja, pura-pura membuka buku. Lalu terdengar sapaan.

"Hai, Guys, heheheh." Suara penuh semangat terdengar.

"Anna!"

"Wah , kamu pacaran sama Kak Evans?"

"Kok bisa sih?"

"Namanya juga Anna, apa sih yang gak bisa, ya kan, Na?" Anna mengangguk sebagai tanggapan.

"Selamat ya, Na."

"Na, traktir makan ya!"

Suara bersahut-sahutan, membuat kepala Erika sakit mendengarnya. Perasaannya sudah sangat sesak dari tadi. Maka, Erika memutuskan untuk keluar dari ruangan.

"Erika, mau ke mana?" sapa Anna tersenyum sambil menahan tangan Erika.

"Mau ke perpustakaan ada buku yang mau kucari, Na." Erika menunduk menyembunyikan wajah muramnya, berupaya terlihat tenang di hadapan orang-orang.

"Ooh." Anna melepas tangan Erika. Erika hendak melanjutkan langkahnya.

"Erika! Kamu tidak mengucapkan selamat pada Anna?" tanya salah seorang dari mereka.

"Hahahhahha." Orang-orang tertawa mengejek.

"Aku sih sempat heran ya kok Kak Evans sempat dekat sama Erika. Apa Kak Evans matanya sakit?"

"Memang sakit, terus sudah dikasih salep mata sama Anna. Sembuh deh. Hahahha," sahut yang lain.

"Selamat," ucap Erika tiba-tiba. Suasana menjadi sedikit hening.

"Makasih," jawab Anna bernada mengejek. Anna puas sekali rasanya mendapat lelaki yang sangat disukainya. Siapa sih cewek yang tak suka cowok seperti Evans? Anna tentu sangat berbangga hari ini.

Erika berlalu meninggalkan ruangan. Langkah kakinya cepat. Rasa sakit hati, kesal dan cemburu menjadi satu membuat matanya berkaca-kaca, kejadian Evans yang melecehkannya hingga kemudian memutuskan hubungan mereka, kembali terngiang. Dan sekarang, Evans malah berpacaran dengan gadis lain.

"Aku memang tak pantas untuknya. Tapi dia deluan yang menggangguku! Kenapa dia tega mempermainkanku seperti ini?"

Air mata Erika yang menganak di pelupuk mata pun jatuh tak tertahankan. Dia terus berjalan dan...

Bruuughh!

Erika tidak sengaja menabrak dada seseorang. Dilihatnya ke depan lalu kemudian wajahnya mendongak ke atas melihat ke arah wajah orang yang telah ditabraknya. Matanya membulat sempurna, mulutnya terbuka karena terkejut menemukan fakta bahwa yang dia tabrak adalah Evans.

"Kenapa kamu buru-buru?" tanya Evans. Erika terdiam. Bingung akan situasi yang dia hadapi sekarang. Evans tiba-tiba ada di hadapannya? Dia harus bersikap apa?

"Kamu nangis?" Evans memperhatikan mata Erika berair. Cepat-cepat Erika mengusap pipinya.

"Maaf." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Erika karena dia tidak sengaja menabrak Evans. Erika tidak kuasa melontarkan kekesalan hatinya, seolah tenggorokannya tercekat sesuatu. Dia lebih memilih berlalu dengan cepat meninggalkan Evans.

Sedikit pikiran Evans ingin menyusul Erika, tetapi dengan cepat dia urungkan niatnya itu. Buat apa juga dia memikirkan perempuan seperti Erika yang sudah jelas-jelas terbukti ingin mempermainkannya? Dia sudah tidak punya urusan apa-apa lagi pada perempuan itu.

Sementara itu, Erika merutuki dirinya sendiri. Kenapa debaran itu masih saja ada saat berhadapan dengan Evans? Jelas-jelas Evans sudah melecehkannya dan sekarang malah berpacaran dengan perempuan lain. Evans sudah sangat menyakitinya. Apa pantas jika perasaan itu masih ada pada lelaki seperti itu?

***

Evans

Klik Like untuk episode ini sebelum berlanjut ke episode berikutnya! 😉 Terima kasih!

1
Anonim
bgsss bgtt
Pitriya BiMe
Evans bodo banget yaa,, tanpa konfirmasi udah nyimpulkan sesuatu yg jelas2 itu salah..
Aisyah Nabila
aku mampir thor smoga bgus ceritanya dan gk bnyk typo
Diana Susanti
dibukak nggak bisa
Sumini Harrni
peran semuanya ga ada yg aku sukai . semangat thor
Sumini Harrni
putus aja aku ga suka karakter Evan aku juga ga suka karakter Erika..putus dulu biar Evan. memantapkan rasanya dia cinta Erika apa ga
Sumini Harrni
putus Evan itu ga cinta erica.pria plin plan
🇮🇩Imelda🇰🇷
ada ya saking cinta rela jadi yg kedua
Mamanya Vin Van
up
Yanti Palamani
Erika yg bodoh.
Han Yonggi
Visual Evans tdk keren !
Sun Shine: khayalin tokoh lain aja, kak..
total 1 replies
Redflow
erika kekanak kanakan sekali..terlalu bucin sampai ga inget keluarga...
Redflow
erika kok lama lama ngeselin..gak inget perjuangan kakaknya...gak ada kasihan ma kakaknya yg di penjara gara2 dia
arin
akhiry bahagia,semoga ngga ad kuman amiin
arin
mabok dech si Evans,semoga bucin trs ngga jdi nkhin Alexa...😍
arin
semoga Evan ngga jdi nikahin alexa
arin
haha ad ya yg kaya gni,demi cinta rela jdi yg kedua...klo sy wlpun cinta bngt mah ogah jdi yg kedua🤣
Riski Agustika
akhirnya 😘😘😘
dayutz 💕
makasih kk udah nulis cerita yg bagus,aq tunggu cerita revin dan lisa😊
Kusuma Wardhani Wiwin
makasih kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!