NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 13 - Perpindahan Tangan

Hou Tian dan Zhong Li menyelesaikan waktu makannya, berbeda dengan Hou Tian yang tampak sangat menikmati lahap demi lahap, Zhong Li sama sekali tidak bisa menikmatinya karena dagingnya sangat keras dan kenyal membuatnya sulit untuk merasakan rasa enaknya.

“Sialan, pada akhirnya aku tidak makan juga sampai esok hari…” Zhong Li tampak mengeluh karena pada akhirnya dirinya tidak menelan daging itu ke dalam perutnya. “Lagi pula terbuat dari apa gigi anda itu, Senior? Anda tampak bisa mengunyahnya dengan sepenuh hati!”

Menyaksikan Hou Tian bisa mengunyah dengan sangat lahap seperti memakan sebuah kapas lembut, membuat Zhong Li yang melihat harus tersenyum pahit.

“Lupakan saja itu, sekarang kau harus memenuhi janjimu yang kau buat tadi, tepat sebelum kita makan.”

Hou Tian menjulurkan tangannya menghadap ke atas, beberapa saat kemudian, muncul sebuah kitab di atas tangannya, “Aku sudah menyiapkannya bahkan sebelum dirimu terlahir ke dunia ini, jadi kau harus mempelajarinya dengan sepenuh hati!”

Hou Tian menyerahkan kitab yang ada di tangannya itu kepada Zhong Li, berharap jika pemuda itu mempelajari dengan teguh apa yang ada di dalamnya. Zhong Li menerima kitab itu tampak dengan senyuman yang sangat di paksa, dengan sangat berat hati dirinya menerima kitab itu.

Zhong Li melebarkan matanya saat melihat judul dari kitab itu, “Kitab Rahasia Semesta?… Ku harap isinya lebih mengejutkan dari pada namanya.” Zhong Li semakin tersenyum kecut, perasaannya mengatakan tidak enak.

Hou Tian tertawa lantang saat mendengar hal itu dari Zhong Li, dirinya kemudian memberi jawaban kepada Zhong Li, “Kau baca saja sendiri setelah ini, aku akan pergi mencari makanan yang bisa kau makan untuk pagi nanti. Yah, berarti aku juga akan menemui pagi nanti…”

Hou Tian juga menjelaskan jika Zhong Li tidak perlu terburu-buru dalam mempelajari semua yang tertulis di dalam kitab tersebut, Zhong Li hanya perlu mempelajari seperlunya saja sembari membacanya sampai bisa di hafal, jadi mereka tidak akan melakukan praktik untuk saat ini.

“Kita akan mulai latihan fisik saat kau sudah mempelajari dan menghafal semua yang ada di dalam kitab tersebut. Untuk saat ini lakukanlah yang terbaik… aku akan mencari makanan terlebih dahulu untuk mu nanti pagi.”

Hou Tian tidak ingin berlama-lama lagi, dirinya sadar sangat susah mencari mangsa yang lemah di dunia ini yang mengingat tidak ada manusia satu pun kecuali dirinya dan Zhong Li.

Tidak adanya manusia di dunia ini memiliki manfaat besar bagi mahkluk hidup yang lemah. Sama hal nya dengan manusia yang menjadi pendekar, kekuatan mereka berkembang dengan seiring berjalannya waktu, hingga pada akhirnya mereka akan menjadi salah satu yang terkuat.

Dunia ini sama saja dengan dunia yang ada manusianya, yang kuat akan menyantap yang lemah, dan yang lemah akan terus bersembunyi dari yang kuat berharap bisa membalas dendam di lain waktu. ‘Itu menarik!’

Sembari terkekeh pelan Zhong Li menatap punggung Hou Tian yang semakin jauh, hingga pada akhirnya punggung kokohnya itu sudah terlihat lagi tertelan di tengah hutan yang lebat.

Di depan perapian yang menyala redup, Zhong Li memutuskan untuk membuka Kitab yang di terimanya dari Hou Tian, yang bisa di kenal juga sebagai Fanrou Tian Zhi, seorang Dewa tertinggi.

Zhong Li tidak membuka dari halaman pertama melainkan dari halaman terakhir Kitab itu. “Seperti dugaan ku, tidak tertulis berapa halaman di kitab ini terdiri! Tapi jika di lihat dari tebalnya, mungkin sekitar 300 sampai 500 halaman yang menyusunnya.”

Keringat dingin keluar dari dahi dan punggung Zhong Li, dirinya tidak yakin apakah bisa menghafal isi dari kitab itu dalam waktu sesingkat mungkin. “Mungkin aku akan membutuhkan waktu lebih dari 1 bulan setengah untuk menghapal sekaligus mempelajari semuanya, itu adalah waktu tercepatnya! Tapi jika hanya mempelajarinya saja, mungkin tidak lebih dari satu minggu atau dua minggu aku sudah siap.”

Memikirkan hal itu Zhong Li menggaruk kasar kepalanya, dirinya tampak sangat frustasi dengan jadwal menghafalnya yang akan memenuhi kesehariannya untuk kedepannya. “Memikirkannya hanya akan membuat ku semakin pusing saja. Jadi lebih baik aku mulai menghafal untuk saat ini.”

Zhong Li memandang Kitab yang masih ada di tangannya itu, dia mulai berpikir untuk merundingkan masalah menghafal ini dengan Hou Tian, “Itu akan ku urus nanti saja, sekarang aku harus fokus untuk mempelajarinya terlebih dahulu sebelum mulai menghafalnya.”

Zhong Li membuka halaman pertamanya dan memutuskan untuk langsung fokus membacanya sekaligus mempelajari tulisan-tulisan yang menyusun sebuah teknik, yang ada di atas halaman pertama itu.

Pikiran Zhong Li menjadi sangat terkuras karena dipaksa untuk mempelajari satu persatu teknik yang ada di Kitab tersebut. Andai saja dirinya hanya di suruh untuk membaca kitab tersebut sampai selesai maka dirinya mungkin tidak akan membutuhkan waktu yang lama seperti saat mempelajarinya atau menghafalnya.

Di saat dirinya mempelajari teknik dari kitab tersebut, ia tidak hanya mempelajarinya hanya dengan membacanya saja, melainkan juga menjalankan teknik tersebut di dalam kepalanya, membuat asumsinya sendiri.

“Jika Senior Hou melarang ku untuk tidak mempraktikkannya di dunia nyata, tapi jika hanya di kepalaku saja seharusnya bolehkan?”

Zhong Li melanjutkan mempelajarinya Kitabnya itu, dengan api perapian yang kian meredup seiring berjalannya waktu itu sebagai sumber dari pencahayaannya.

Gemerlap langit malam yang sangat memanjakan mata, berada tepat di atasnya. Meskipun begitu dirinya tidak mempedulikan hal itu dan memilih fokus ke Kitab yang sedang berada di pangkuannya.

Sampai pada akhirnya api satu-satunya yang menjadi sumber pencahayaannya itu padam sepenuhnya, membuat Zhong Li sedikit kesulitan dalam membaca tulisan selanjutnya karena kurang pencahayaan.

“Apakah ku akhiri saja sampai di sini? Lagi pula sekarang sudah jam berapa, aku tidak tahu.” Padamnya api itu sangat bertepatan dengan Zhong Li yang sudah sepenuhnya mempelajari teknik pertama yang ada di Kitab tersebut.

Sedari tadi dirinya membaca Kitab tersebut, alis Zhong Li sempat naik turun selama beberapa saat, dirinya sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya di tulis oleh Hou Tian. Tapi setelah membaca beberapa kali dan berusaha untuk memahaminya akhirnya ia bisa mengerti apa yang sedang di maksudkan oleh Kitab tersebut.

Dari pada di juluki sebagai Kitab yang sangat sempurna karena telah ditulis oleh Hou Tian sebagai Pencipta Pedang atau Dewa Pedang, Zhong Li malah berpikir jika Kitab itu lebih mirip sebagai buku penampung puisi dari pada sekumpulan teknik berharga.

“Mungkin hanya cara penyampaian nnya saja yang seperti itu, tetapi isinya tetaplah teknik yang berharga!” Zhong Li membaringkan tubuhnya tepat di samping perapian yang baru saja padam.

Memandangi bintang yang begitu banyaknya di langit berhasil membuatnya menjadi lebih tenang. Dia tidak tahu sudah berapa lama dirinya mempelajari Kitab itu, tapi dirinya yakin jika itu sudah sangat lama.

“Meskipun sudah sangat lama, aku hanya berhasil membaca sampai kurang lebih 40 halaman saja, dan hanya memahami bahkan tidak sampai dari separuhnya… Entah kapan aku bisa selesai mempelajari semuanya.”

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!