Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 13 Bayangan Elias
Malam datang menyelimuti bumi. Angin berhembus kencang meniup daun-daun menjadi berguguran. Suara petir menggelegar di angkasa, diiringi dengan hujan yang turun deras, seketika listrik padam.
Cyara yang sedang tertidur pulas terbangun di tengah malam yang gelap gulita. Ia duduk dan mencari ponselnya untuk melihat jam.
"Pukul dua belas malam rupanya, kenapa gelap sekali ?" gumam Cyara melihat jam pada ponselnya.
Cyara kemudian keluar kamar dan memeriksa rumah yang juga gelap gulita, ia berharap orang di rumah selain dirinya bangun, namun ternyata mereka tetap tertidur pulas.
"Aku akan mencari lilin di dapur." kata Cyara berjalan ke dapur menggunakan senter dari ponselnya.
Cyara mencari lilin atau emergency lamp di lemari dapur, namun tidak menemukan nya. Akhirnya ia kembali ke kamarnya dengan tangan kosong.
"Sebentar lagi juga pagi, aku tidak perlu penerangan." gumam Cyara kemudian merebahkan badan ke kasur.
Cyara memejamkan mata, namun rasa kantuknya sudah pergi. Dia jadi teringat kembali dengan Elias. Kenapa dia berat melepas Elias, meski kenyataannya Elias sudah mempermainkan dirinya. Faktanya adalah cintanya pada Elias hanyalah bertepuk sebelah tangan.
"Kenapa aku merasa kasihan padanya, tiap kali melihatnya setelah kejadian itu. Aku ingin membencinya, namun hanya sampai sebatas ucapan saja.
Kenapa hatiku belum bisa membencinya, meski aku kecewa padanya. Kenapa aku jadi lemah sekarang, ke mana diri ku yang biasa nya berani pergi." kata Cyara dengan memukulkan tangan ke bantal nya.
Cyara kembali menatap layar ponselnya dan melihat tanggal hari ini.
"Jika dilihat lama hubungan kami baru seumur jagung, tapi kenapa hatiku ingin sekali berada di dekatnya dan menemani nya, meskipun logikaku berharap tidak pernah melihatnya lagi, selamanya.
"Dia berhasil meruntuhkan dinding hatiku dengan rayuan manisnya. Kenapa aku membiarkan diriku masuk dalam jerat nya, aku harus segera menutupnya, sebelum terluka lebih dalam lagi." gumam Cyara menutup ke dua mata dengan tangannya.
Cyara memaksa matanya untuk terpejam, mencoba tidur di tengah gelapnya malam dengan pikiran kosong, meskipun sebenarnya ia tetap terjaga.
Pagi pun datang menyapa dengan hangat, membangunkan setiap insan yang menutup mata di atas tempat tidur, baik itu tertidur atau hanya tidur ayam saja.
Cyara membuka matanya yang terasa panas karena kurang tidur. Dia menurunkan selimut dari tubuhnya lalu melipat dan merapikannnya.Dia merasakan badannya yang hangat.
"Apakah aku demam ?Aku tidak mau sakit..." kata Cyara memegang dahinya yang terasa hangat.
Cyara berdiri dan berjalan menuju dapur. Dia mengambil madu dan menuangnya ke sendok, kemudian meminumnya. Dia mengambil gelas jumbo dan mengisinya dengan air dari dispenser, lalu meminum nya habis dan kembali mengisinya penuh, lalu menghabiskan lagi. Kemudian ia menaruh gelas kembali ke atas meja.
"Aku harus segera bersiap ke kampus." kata Cyara bergegas masuk ke kamar mandi.
Lima belas menit kemudian dia sudah duduk di meja makan, menyantap nasi pecel dan juga telur dadar yang ada di meja. Kali ini ia makan sendiri. Karena Ayah dan Ibu sudah berangkat kerja.
"Aku harus makan banyak pagi ini, karena aku merasa badanku kurang enak. Jika aku banyak makan, maka aku tidak akan sakit." kata Cyara menghabiskan makanan di meja, kemudian mengambil tas di meja.
Cyara bergegas menuju ke teras rumah, dan memacu motor nya meluncur menuju ke kampus. Dia melaju dengan cepat. Entah kenapa dia ingin berangkat pagi, walaupun tidak ada tugas atau janji bertemu dengan seseorang.
Cyara tiba di kampus, karena masih terlalu pagi, dia menunggu di perpustakaan, mengambil beberapa buku Epidemiologi dan Sains Kesehatan dari rak buku.
"Aku duduk di sana saja." kata Cyara membawa buku dan duduk di dekat jendela.
Cyara memandang ke luar jendela, ada seseorang yang bermain basket di lapangan, kemudian ia berdiri di dekat jendela dan kembali teringat, terbayang sosok tubuh Elias yang bermain basket penuh dengan keringat yang membasahi bajunya dan membuatnya tampak semakin memikat dalam butiran keringat.
"Apa itu Elias..." kata Cyara melihat lebih dekat untuk memastikannya.
"Ternyata bukan..." gumam Cyara kembali duduk di kursi dan membaca buku.
Cyara membaca buku yang ada di hadapannya, namun lagi-lagi pikiran nya masih terpaut pada bayang-bayang Elias. Ia baru menyadari, disitulah ia pertama kali bertemu dengan Elias. Hatinya terasa tertusuk dan kosong tiap kali mengingat atau menyebut nama Elias.
"Ah, aku harus bisa melupakannya." kata Cyara menutup kembali buku dan mengembalikan ke rak buku.
Dia keluar dari perpustakaan dengan rasa frustasi, karena Elias masih menghantui nya, ke manapun ia pergi selalu tampak wajah Elias di pelupuk matanya. Bahkan orang lainpun tampak mirip dengan Elias saat ia berada di tempat dengan memori Elias.
Cyara berjalan pelan ke kelasnya, mencoba menyingkirkan bayangan Elias dari benaknya.
Cyara berjalan di dekat gedung Fakultas Manajemen Ekonomi.
"Kenapa aku lewat sini, lain kali aku akan lewat jalan lain, walaupun akan lebih jauh, karena jalannya memutar."
Cyara tidak ingin melihat sosok Elias lagi. Namun sesosok itu berdiri tak jauh dari tempatnya berjalan.
Seperti biasa, Elias masih di kelilingi banyak cewek, meskipun videonya sudah tersebar. Cyara melihat Elias tengah asyik mengobrol dengan mereka, entah itu menggoda atau sekedar mengobrol biasa.
Cyara pura-pura tidak melihatnya, karena hatinya terasa sakit saat melihat Elias berada di tengah banyak gadis. Ia berjalan dengan cepat meninggalkan gedung Fakultas Ekonomi manajemen sambil menghapus air matanya yang menetes.
Tanpa sadar, ia pun mulai kecewa dan membenci Elias.
Elias seperti merasakan keberadaan Cyara walaupun sebentar, kemudian ia menoleh ke belakang. Dan benar saja, terlihat sesosok yang mirip sekali dengan Cyara sedang berjalan cepat meninggalkan gedung Fakultas Ekonomi Manajemen.
"Dia pasti salah paham... " gumam Elias merasa hampa melihat Cyara yang sudah tidak nampak lagi.
Mahasiswi yang mengerubungi Elias meminta klarifikasi akan kebenaran video yang beredar belakangan ini.
"Kakak Elias, apa benar memang menjalin hubungan dengan mahasiswi baru itu karena settingan ?"
"Aku tidak mensetting apa pun..."
"Di video terdengar jelas, bahwa Kakak mempunyai sembilan puluh sembilan mantan kekasih, apa itu benar ?"
"Aku tidak bisa menjawab nya untuk masalah itu, karena itu privasi."
"Lalu apa maksud Kakak menyebar kan video saat menyatakan cinta itu ?"
"Aku juga tidak bisa menjawab nya... maaf aku harus pergi dulu, aku ada janji dengan dosen pembimbing." kata Elias pergi dari kerumunan mahasiswi dan berjalan masuk ke kelas.
Para mahasiswi melihat Elias dengan tatapan kesal. Mereka melanjutkan obrolan mereka.
"Dia tidak berani mengakui perbuatannya sendiri."
"Aku dulu sempat simpatik padanya, setelah kejadian ini, aku jadi ilfil."
Elias mendengar obrolan mereka, kemudian menatap satu per satu wajah mereka. Para mahasiswi pun segera pergi karena tidak ingin mendapat masalah karena hal ini.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫