Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 13
Anin berusaha bangkit dan berjalan menuju kamar nya sambil memegang dahi nya yang terluka.
"Nyonya...." Sapa bibi.
"Dahi nyonya berdarah" Bibi memegang tangan anin dan melihat dahi anin yang terluka.
"Anin gak papa kok bi..." Ucap anin seakan baik baik saja.
"Nyonya tunggu di sini..." Bibi berlari mengambil kotak P3K
Setelah mengambil kotak P3K, bibi mengobati luka di dahi anin dengan telaten, anin hanya memperhatikan gerak gerik dari bibi (Pembantu nya).
"Terlepas dari semua yang membenci ku, alhamdulillah masih ada yang menyayangi ku" Gumam anin di hati yang melihat gerak gerik bibi.
"Sudah selesai nyonya.." Ucap bibi
"Terimakasih bibi..." Anin memeluk bibi
"Sama sama nyonya...." Bibi membalas pelukan anin.
❤❤❤
Sebuah pernikahan tanpa cinta bagaikan mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang tau jika mimpi buruk bisa menjadi manis jika takdir berpihak padanya. tapi sayang nya mimpi buruk itu nyata bagi anin.
Anin masuk ke kamar nya dan menangis, air mata yang sedari tadi di tahan sekarang tumpah dengan begitu saja.
"Tak hanya dingin, kini dia mulai melukai ku!" Gumam anin di depan cermin.
"Ini semua memang salah ku, tapi tidak adakah cinta sedikit saja untuk ku?" Tanya anin pada diri nya sendiri di depan cermin.
❤❤❤
Hari ini tampak nya kenath tak berangkat kerja seperti biasa, bahkan dia tak keluar kamar.
"Bibi....apakah mas kenath gak bekerja?" Tanya anin pada bibi
"Tidak nyonya....dari tadi bibi tidak melihat tuan keluar dari kamar nya" Jawab bibi
Anin melihat jam ternyata sudah jam 08:00, anin penasaran kenapa kenath tidak keluar kamar.
"Apa aku ke kamar nya saja??? jika dia marah gimana??? ahhh tapi ya sudah lah aku tetap mengecek dia di kamar!" Anin berjalan ke kamar kenath.
Tok tok tok tok "Mas...." Anin mengetuk pintu kamar kenath.
"Kenapa?" Kenath membuka pintu kamar nya.
"Ya ampun....mas...pucat banget wajah kamu" Anin melihat wajah kenath pucat.
Refleks tangan anin ke dahi kenath, untuk mengecek suhu badan kenath.
"Maaf....tapi anin minta kali ini saja...biar anin merawat mas ya" Anin memegang lengan kenath dan mencoba menuntun nya ke tempat tidur.
"Bentar ya mas....anin buatin bubur dulu" Anin berjalan keluar kamar kenath dan pergi ke dapur.
Tangan anin mulai bergerak membuat bubur untuk kenath, tak lupa anin membuat wedang jahe racikan nya sendiri, karna anin merasa jika kenath sakit karna faktor kurang istirahat dan masuk angin.
"Mas...duduk ya!" Anin membantu kenath untuk duduk dan bersandar di balkon tempat tidur.
Anin menyuapi kenath bubur, kenath hanya diam dan sesekali menatap anin.
"Dahi nya terluka???" Gumam kenath di hati.
"Apa karna perbuatan ku semalam??? tapi itu juga karna dia, kenapa dia tidak permisi dulu sama ku! tapi kenapa aku sejahat itu sama dia? ahh sudah lah" Semua pertanyaan muncul di pikiran kenath.
"Tetapi kenapa dia seolah olah tidak pernah tersakiti, sikap nya tetap baik, bahkan dia masih mampu tersenyum meski sudah aku sakiti, manusia seperti apa dia ini?" Gumam kenath di hati.
"Mas...bagaimana rasa nya bubur nya? anin yang membuat bubur ini?" Anin meletak mangkok bubur yang sudah habis.
Kenath tetap diam dan mengacuhkan anin "(Rasa nya tidak terlalu buruk)" Gumam kenath di hati.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal