Sebaiknya Jangan Dibaca!
Bacaan Novel ini pindah ke Novel satu lagi, silahkan cari judul Janda ketemu Duda GET MARRIED.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.11 Kepercayaan Yang Sangat Tipis.
Apartemen Byan.
Davina sekarang sedang duduk dengan manis di sofa apartemen Byan, dia menatap Byan dengan tatapan polosnya.
"Byan, jika kamu menyesalinya. Kita sebaiknya tidak menikah, aku tidak ingin memaksamu." Davina berkata sambil menundukkan kepalanya sedih dan terlihat sangat kasihan sekali.
"Davina......." Byan yang melihat Davina, sekarang merasa sangat bersalah padanya.
"Byan, aku....aku....." Davina langsung menangis terisak-isak.
Byan yang tak tega melihatnya, langsung menghampirinya dan menepuk pelan tangannya.
Tapi Davina yang memang mencari kesempatan, langsung memeluk Byan dengan sangat erat dan menangis sedih di pelukannya.
Byan yang merasakan pelukan Davina, dia hanya bisa menghela nafasnya pasrah, dia tau bagaimanapun juga semalam adalah kesalahannya.
Tepat saat Byan balas memeluk Davina karena niatnya hanya ingin menghiburnya, pintu apartemennya terbuka dan terlihat Marsya berdiri di sana dan langsung menatap mereka berdua.
Davina yang matanya kebetulan melihat Marsya lebih dulu, langsung mempererat pelukannya dan malah mengangkat kepalanya lalu sengaja mencium bibir Byan.
Marsya yang melihat adegan di depannya sampai tak sadar menancapkan kukunya, tapi dia harus bertahan dan dia harus berbicara dengan Byan.
"Byan......." Marsya akhirnya memanggilnya.
Byan yang posisi duduknya memang membelakangi pintu apartemen, dia tak sadar jika Marsya telah masuk ke apartemennya.
Saat dia mendengar Marsya memanggilnya, seketika wajahnya menjadi kaku dan pelukannya pada Davina terlepas, dia juga dengan cepat melepaskan pagutan ciuman Davina di bibirnya.
Byan segera bangun dari tempat duduknya dan berbalik menghadap Marsya.
"Marsya......" Tatapan mata Byan terlihat sangat kacau.
"Byan, apakah benar kamu akan menikah dengan Davina? Kenapa?." Marsya memaksakan perkataanya padahal hatinya sedang menahan semuanya.
"Apa maksudmu kenapa? Marsya, kami adalah sepasang kekasih dan sudah sepantasnya kami menikah bukan?." Terdengar suara terselubung dari Davina.
"Kami saling mencintai, benar kan sayang?." Davina langsung memeluk tubuh Byan dengan manja.
Tubuh Byan pun seketika menegang saat dipeluk oleh Davina, pikirannya sangat kebingungan dan tak menyadari gelagat kedua wanita di dekatnya.
"Byan, maukah kamu mendengarkanku? Aku ingin bicara padamu, bisakah kita bicara berdua saja?." Marsya menatap Byan dengan memohon.
"Kenapa? Aku adalah calon istrinya dan aku berhak mendengarnya bukan. Marsya ada apa? Kita sebentar lagi akan menjadi keluarga, aku senang sekali. Ah ya....kamu pasti ingin tau alasan kami menikah bukan? Kami sebenarnya semalam sudah tidur bersama, arti 'tidur' antara wanita dan pria, hihihi......" Davina sedang berakting menjadi wanita yang baik.
Wajah Marsya memucat mendengar pengakuan palsu dari Davina.
"Byan, apa kamu mempercayainya? Tapi aku....aku lah yang sudah......" Marsya tak kuat menahan sakit hatinya dan wajahnya mulai berkaca-kaca.
"Marsya, kami.....kami....ya, semua yang dikatakan Davina benar. Aku juga mempercayainya." Akhirnya Byan mengatakannya lalu menundukkan kepalanya karena dia tak berani menatap mata Marsya.
"Byan, semudah itu kamu percaya padanya." Marsya akhirnya sudah kehilangan minatnya untuk mengatakan tentang kejadian semalam.
"Marsya, kenapa kamu seperti ini? Tentu saja Byan sangat mempercayaiku, dia sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya." Davina tersenyum bangga, masih sambil memeluk Byan.
"Cinta apa maksudmu! Dasar wanita murah*n! Kamu hanya bisa berbohong!." Marsya berteriak menghina Davina.
"Marsya! Jaga ucapanmu!." Byan balas memarahi Marsya tanpa sadar.
Saat Byan sudah tersadar semuanya sudah terlambat, kata-katanya malah akan mendorong Marsya semakin menjauh darinya.
"Sakit! Sangat sakit! Byan,apakah begitu besar cintamu padanya bahkan kamu sangat mempercayainya sampai membelanya dan marah padaku." Marsya sekarang mengakui sepertinya dia sudah kalah dengan telak.
"Byan....kamu berani membentakku, ini pertama kalinya dari sejak kita tumbuh bersama sedari kecil. Aku tadinya ingin mengatakan sesuatu padamu tapi melihat semuanya sekarang, aku merasakan kepercayaan diantara kita sangatlah tipis." Marsya tersenyum getir, air matanya jatuh di pipinya.
Byan yang mendengar perkataan Marsya merasakan keanehan, tapi dia tidak mengerti kata-kata darinya. Saat dia melihat air mata Marsya terjatuh, dia seketika menyesal telah membentaknya. Dia mengangkat tangannya untuk mengusap air mata di pipinya.
Tapi Marsya menepis uluran tangannya dengan kasar, tatapan Marsya bahkan berubah menjadi dingin saat menatapnya.
"Ingat ini Byan! Saat suatu hari nanti semuanya terbongkar. Kamu jangan pernah merasa menyesal dan jangan berani meminta ampunan padaku! Aku tak akan pernah memaafkanmu! Dan hubungan kita selama ini, yang bahkan kamu hanya memandangku sebagai saudarimu, sekarang juga sudah berakhir!." Marsya menajamkan kata-katanya, setelah itu dia menatap benci pada Davina dan segera membalikkan badannya lalu pergi dari sana.
Byan terpaku mendengar semua perkataan Marsya, dia masih belum bisa mengerti semuanya. Tapi saat Marsya perrgi, dia ingin segera mengejarnya tapi Davina menahannya.
"Jangan pergi Byan, kalau tidak kamu akan melihatku mati sekarang." Davina berkata dengan menyedihkan dan memohon-mohon.
Byan yang melihat Davina sekali lagi dia merasa sangat kasihan, dia pun segera menghentikan langkahnya yang akan mengejar Marsya.
********
Kediaman Kusuma.
Marsya menangis sepanjang jalan bahkan sambil mengemudi, tapi dia sudah tak memperdulikan apapun lagi.
Setelah sampai di rumah dia langsung pergi ke kamarnya, tapi Ibunya yang sedari tadi duduk menunggu kabar darinya tentu saja melihat air mata putrinya.
Ranti segera menyusul menaiki anak tangga dengan sangat cepat, dia segera membuka pintu kamar Marsya.
Terlihat olehnya putrinya itu sedang menangis dengan begitu sedihnya, dia sangat syok melihatnya.
"Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis? Bukankah kamu dari apartemen Byan?." Ranti segera memeluk tubuh putrinya dan mengusap rambutnya dengan sangat lembut.
"Mah, Byan benar-benar ingin menikah dengan Davina. Aku tidak mau mereka menikah, aku.....aku sangat mencintai Byan dari dulu mah, Huhuhuhu...." Tangisan Marsya semakin keras.
"Apa? Tapi kenapa kamu tidak mengatakannya dari dulu, lalu sekarang harus bagaimana?." Ranti kebingungan atas pengakuan putrinya.
"Maaf mah,aku tidak bisa mengatakan kalau Byan sudah meniduriku,karena itu tidak pantas. Byan juga hanya korban tapi tetap saja dia memaksaku. Aku tidak ingin kalian marah padanya,bagaimanapun dia adalah lelaki yang kucintai." Marsya berkata dalam hatinya.
"Marsya tau mereka berdua saling mencintai, jadi Marsya sudah menyerah. Marsya sudah mencoba memperjuangkan Byan dan sudah mengakui perasaan Marsya padanya. Tapi Byan menolak cinta Marsya mah, kini Marsya sudah kalah." Marsya berkata dari sela isakan tangisannya yang teramat menyedihkan.
"Sudah, sudah. Kalau begitu kamu akan bagaimana? Sanggupkah kamu melihat mereka menikah?." Tanya Ranti yang merasakan sakit hati anaknya.
"Tolong siapkan kepergianku ke Amerika mah, aku akan pergi ke sana. Kalau bisa secepatnya." Marsya memohon.
"Baiklah, mama akan menelepon Pamanmu Raditya yang ada disana, agar dia bisa menjagamu." Ranti menghela nafasnya, dia tak pernah menyangka putrinya akan mencintai Byan dan berakhir dengan kekecewaan.
********
Apartemen Byan.
Setelah Marsya dan Davina pergi dari apartemennya, sekarang Byan terlihat semakin murung. Dia sudah minum alkohol sampai banyak botol berserakan. Dan akhirnya tubuhnya tumbang, kini dia tergeletak menyedihkan di lantai.
Saat Kasya membuka pintu apartemen Byan, dia langsung mencari keberadaan putranya itu. Saat dia sudah menemukan keberadaannya, dia yang melihat keadaan menyedihkan putranya langsung terkejut dan akhirnya berteriak histeris.
^Bersambung^.
bner" mama yg bisa melindungi sang anak
emily, raka, dion, Black rose gmn dengan mereka..
#seminggu baca, kembalikan mantan istriku dan cinta jangan kau lepas
#cerita yang bagus..
🥰🥰🥰