[ Gendre: Fantasy, Petualang, Sci Fi, Petualang, Romance, Slide Life, Mafia, Militery, Fanfic dan Isekai.]
[ #Arc 1: Crazy Deluxe Hotel Dungeon.
Bab 01 - Bab 33.
# Arc 2: Dungeon Master jadi petualang.
Bab 34 - Bab 53.
**
Dungeon adalah penjara bawah tanah yang sangat gelap dan menakutkan juga berbagai monster – monster kuat yang didalamnya.
Tapi, tidak dengan Bagas Wijaya, dia pada awalnya hanyalah seorang pekerja kantoran biasa namun, dia mengalami kecelakan dan jiwa dipanggil oleh seorang Dewi Keharmonisan, Arathena.
Pada saat Bagas bertemu dengan Arathena dirinya di tawarkan untuk bekerja di dunia lain dan Bagas memilih untuk perkerjaan yang santai dan tenang yaitu Dungeon Master.
Tidak hanya itu, Bagas pun mendapatkan bonus poin yang berlimpah hingga dia menciptakan Dungeonnya menjadi sebuah tempat yang nyaman dan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya.
Akan tetapi, permasalahan dan peperangan terus terjadi di dunia tempat yang dihuninya tersebut.
Bagaimanakah cara Bagas untuk mempertahankan hidup mewah dan santainya?
Selamat membaca, guys!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Project Saga Hotel Bagian 2.
Seusai Lily memasang lantai dan ruangan, kali ini ialah tugasnya Bagas yang menata dungeon dengan penataan sebagai berikut;
Lantai dasar – lobby; Lantai 1 – Restaurant; Lantai 2 - Pantai dan lautan; Lantai 3 – Bar dan Night Club;
Lantai 4 – Ballroom; Lantai 5 – Fasilitas umum seperti kolam berenang indoor, spa, tempat fitness, taman bermain, ruang game; Lantai 6- Cabaret Club; Lantai 7 – Mall dan Supermarket; Lantai 8 – Kamar kelas ekonomi;
Lantai 9 – Kamar kelas bisnis; Lantai 10 – Kamar kelas VIP; Lantai 11 – Kamar kelas president suit; Lantai 12 – Taman Dalam dan lantai 13 – Casino dan restaurant VIP.
Begitulah Bagas membangun hotel dengan mengunakan 13 lantainya.
Selanjutnya, Bagas juga membangun dan memperbaiki lantai pertahanannya di bawah tanah.
Lantai 1 bawah tanah – Gua yang sudah dilengkapi dengan penjara; Lantai 2 bawah tanah – Kuburan batu yang juga akan digunakan untuk pemakaman; Lantai 3 bawah tanah – Hutan Goblin; Lantai 4 bawah tanah –kolosium.
Semua Bagas mengunakan 4 lantai untuk membuat lantai pertahanannya.
Selanjutnya, Bagas membangun fasilitas unit master dan lantai pengolahan Dungeon. Dia memulainya dari lantai 21 dan pada lantai 14 sampai 20 dibiarkannya kosong.
Lantai 21 – Perkebunan dan Perternakan Saga; Lantai 22 – Saga Laboratorium; Lantai 23 – Saga Fashion; Lantai 24 – Saga Smithing; Lantai 25 – Gudang; Lantai 26 – Saga Android Factory; dan lantai 27 – Magic Observation dan Control Room.
Lalu, Bagas pun mengkosongkan Lantai 28 sampai Lantai 36. Lalu, Bagas melanjutkan ke Lantai 37 yaitu Fasilitas umum untuk unit Master dan Master Dungeon. Lalu, lantai 38 – Unit Master Room, lantai 30- Master Dungeon Penthouse dan terakhir lantai 40 yang digunakan untuk taman langit.
Sebulan telah berlalu, Di lantai 22 ailin berada di ruangan besar dengan di tutup kaca besar dan Ailin bersama dengan automata wanita yang berambut biru dan Bagas tetap memberikan namanya Nic.
Pada ruangan itu, Nic berada di kursi sedang mengawasi risetnya dengan mengetik computer yang berada dihadapannya tersebut. Sedangkan, Ailin berada di ruangan yang sama berdiri dibelakang Nic dengan melipatkan tangannya.
Tidak lama kemudian, Bagas pun datang untuk memeriksa percobaan dari Ailin.
“Bagaimana percobaan homunculus nya, Ailin?” Tanya Bagas.
“Saya sudah mencapai 80 persen, Master!” jawab Ailin yang menundukan kepalanya.
“Perlihatkan kepadaku!” ucap Bagas.
“Baik, Master!” jawab Ailin yang menundukan kepalanya.
Setelah mengatakan itu, Ailin memperintahkan Nic.
“Nic, uji coba homunculus class A no. 23. Aktifkan!” ujar Ailin.
“Baik, Supervisor,” jawab Nic.
Setelah mengatakan itu, Nic mengetik komputernya dan dihadapan mereka tangan besi raksasa yang mengambil sebuah bola air yang didalamnnya terdapat wanita yang memeluk kakinya. Lalu, tangan besi itu mengarahkan bola itu kedalam ruangan.
Seusai ditaruh bola yang menyelimutinya pun hancur.
Tidak lama kemudian, wanita itu berbangun dengan tanpa busana. Dia terus memperhatikan sekitarnya tanpa ada ucapan.
“A 23, uji cobamu telah dimulai! Bergegaslah!” suara Ailin dari speaker.
A 23 pun memperhatikan speaker itu dan tidak lama kemudian, dia pun pergi meninggalkan ruangan. A 23 pun tiba di ruang tidur, dia pun bergegas mencari lemari baju dan mengenakannya serta di laci yang terakhir ada senjata pisau dan pistol.
Saat melihat itu A 23 pun memiringkan kepalanya.
“Benda ini,” ujar A 23.
Dia pun berlahan mengerti dengan kegunaan dari senjata itu dan dia pun mengambilnya lalu, pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setibanya diluar, A 23 berada di sebuah lorong yang sangatlah terang dan tanpa ragu dia berjalan dengan menodongkan pistolnya ke depan.
Dia terus berjalan pelan.
Huargag! Hauraf!
Suara gerangan itu didengar oleh A 23 yang membuatnya semakin waspada.
Tidak lama kemudian, muncul beberapa manusia homunculus dengan berlari dengan tubuh yang sudah penuh luka dan rombekan.
“Huadwfdaf!” gerangan dari mereka.
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan dari A 23 yang menembaki manusia homunculus tersebut.
Dari ruangan monitoring, Bagas terkejut saat melihat sosok yang menyerang A 23.
“Ailin, mungkin itu zombie?!” ucap kaget Bagas.
“Iya, Master. Mereka ada tipe yang gagal dan rusak tapi aku tetap mengunakannya maka aku berikan nama J series atau kepanjangan dari Junk yang berarti rongsokan,” jawab Ailin.
“Kamu memang luar biasa,” ucap Bagas yang memuji Ailin.
“Terima kasih, Master,” jawab Ailin.
“Aku akan berikan satu permintaan apapun untukmu!” ujar Bagas.
“Terima kasih, Master. Saya akan memikirkannya,” jawab Ailin.
Bagas dan Ailin pun melanjutkan melihat percobaan A 23.
A23 berjalan di lorong yang lebih lebar dan terlihat sangat sepi namun, dirinya terlihat mencurigai sesuatu.
Maka, dia mendekatinya secara berlahan dan kecurigaannya itu pun benar. Dia melihat garis yang di tembok tersebut.
Lalu, dia pun memikirkan sebuah ide yaitu melemparkan pisaunya ke arah depannya.
Creng!
Sebuah pisau besar melewati lorong tersebut.
A 23 pun tidak berusaha untuk mencari jalan lain dan dia menemukan atapnya yang sedikit terbuka. Dia pun melompat kearah atap yang sedikit terbuka itu dan memukulnya dengan keras agar dirinya bisa melewati jalan saluran udara.
Perjalanannya pun berakhir saat saluran udara yang sudah di ujung dan dia pun turun.
Pada saat turun, dihadapannya terlihat sosok robot yang mengenakan jubbah armor ringan dan mengunakan pedang samurai.
“Android series Y!” ujar Bagas.
“Benar, Master! A 23 akan bertarung dengan robot,” ucap Ailin.
“Menarik!” jawab Bagas.
A 23 dan android Y saling berhadapan dan android Y memulai serangannya.
Android Y melancarkan serangan pedang kearah A23 namun, serangan nya gagal karena gerakan A23 yang lebih cepat dan langsung menodongkan pistolnya kearah kepala Android Y.
Dor!Dor!
Suara pistol A23.
Android Y pun mundur dan memegang kepalanya yang telah berlubang oleh peluru. A23 pun bergegas melompat lalu, menendang badan Android Y hingga berlubang dan terjatuh.
A23 pun berdiri tegak dan melihat keatas camera pengawas.
Tidak lama kemudian, di pintu ruangan itu. Bagas beserta Ailin datang menghampiri A23.
“A23, selamat kepadamu!” seru Bagas.
A23 yang melihat Bagas, dia pun bergegas berlutut satu kaki dihadapan Bagas.
“Terima kasih, Master!” jawab A23.
“Selamat ya!” ucap Ailin.
“Terima kasih, Supervisor,” jawab A23.
Sejak saat itu, A23 menjadi pemimpin bagi 500 Homunculus yang bekerja sebagai karyawan hotel.
Ailin yang menciptakan Homunculus, Lily pun bertugas untuk menciptakan 10.000 unit penjaga keamanan dengan berbagai jenis seperti Drone, Golem, Automata, Robot Humanoid, dan robot-robot lainnya dan Lily juga menciptakan satu pemimpin diantara mereka yang memiliki kekuatan sama dengan Max yaitu 2B.
Dan pada saat ini, Bagas dan Lily sedang latih tanding di lantai 4 bawah tanah kolosium. Di tengah arena, 2B berdiri berhadapan dengan Max.
“Max, 2B. tunjukan kekuatan kalian!” seru Bagas.
Saat mendengar itu Max dan 2B menundukan kepalanya.
“Kalian mulai lah!” seru Bagas.
ilustrasi 2B dari last shelter.
jawab nya 👎
malah jadi ngawur thor ceritanya