NovelToon NovelToon
My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jihan Khoirunnisa Kusuma

Di balik tardirNya , aku menunggu mu dengan iman.Di balik rahasiaNya, aku berikhtiar dalam perbaikan.Dan di balik rahmanNya aku menitip rindu dalam do'a.

Mencintai mu dalam diam dan do'a, adalah cara ku memintamu kepada sang pemilik hidup.

Aku yakin do'a ku di dengar, namun tuhan tau apa yang terbaik untuk ku.Bahkan meskipun itu berarti tidak bersama nya.

Aku hanya bisa mencintainya dalam do'a.Dengan do'a ,aku bisa selalu memeluk serta menjaganya dari kejauhan.



Seorang ustad muda yang tampan tengah jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis kecil yang sombong dan arogan,yang ia temui tak sengaja,beberapa kejadian membuat mereka bertemu kembali,namun kisah cintanya tak berjalan mulus karena profesinya sebagai pendakwah membuat gadis kecil itu merasa jengah.




Bisakah ia meluluh lantahkan hatinya gadis arogan itu,dan berhasil mendapatkannya?

Mari merapat dan ikuti kisahnya,dan jangan lupa kasih dukunganya dengan memberi like komen dan votenya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Khoirunnisa Kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

kali ini untuk ke dua kalinya kami mencoba membuat beberapa kue yang bisa kami jual, tentunya dengan bantuan mbak Siva.

Setelah mendapat hasil yang memuaskan, kami pun langsung menitipkan kue tersebut ke setiap warung yang berada di kampungku.

...****************...

Di mulai dari menitipkan ke warung warung kecil, sampai dengan menerima pesenan, dan akhirnya setelah 2 tahun kami sudah bisa membuat beberapa menu kue dan juga roti serta mampu membuka toko kue sendiri, bahkan kami sudah bisa memperkerjakan beberapa karyawan untuk membantu kami.

Semua Ini adalah hasil kerja keras kami selama dua tahun. Sungguh ini adalah sebuah keberhasilan yang pantas untuk di banggakan, Namun sebagai seorang manusia tentu tidak akan merasa puas dengan apa yang telah di capainya, aku pun berkeinginan untuk memperbesar dan memperbanyak cabang toko kue kami.

" Alhamdulillah,, bapak bangga sama kalian." ucap bapak seraya memeluk ku dan juga Citra, setelah selesai mengadakan acara syukuran karena telah bisa membuka toko kue yang pertama milik kami.

dengan menyumbangkan sebagian penghasilan kami kepada anak anak yatim.

" Maksih ya Pak." jawab ku. Lalu aku pun memeluk Citra.

" Selamet ya Dek, maaf abang suka ledekin kalian." lirih abangku sambil memeluk ku dan juga Citra secara bergantian.

" Ga apa apa bang, ini semua juga berkat abang, kalo abang gak ledekin kita, kita gak bakal bisa maju kayak gini.Secara tidak langsung abang udah jadi motivasi buat kita" jawab Citra dan langsung di sambut dengan gelak tawa kami semua.

" Makasih ya Cit, udah jadi patner gue." ucap ku sambil terisak karena aku pun sama sekali tidak menyangka dengan semua yang telah kami dapatkan setelah 2 tahun ini.

" Iya sama sama, makasih juga." jawabnya.

Setelah beberapa hari membuka toko, toko kue kami menjadi semakin ramai, dan lebih banyak peminat.Kami pun harus bisa berbagi tugas satu sama lain.

Karena karakter ku yang dingin dan senyum ku yang mahal, seperti karakter para CEO di novel yang sering ku baca, hanya saja aku versi ceweknya dan nasib lah yang membedakan, sehingga bisa membuat para pelanggan kabur jika melihat wajah datar dan jutek ku.

aku pun hanya mendapat tugas untuk menerima pesenan via online. Alasan yang tidak masuk akal memang, tapi menurutku itu memang pekerjaan yang paling mudah, hanya menjawab dan membalas via telpon tidak sulit untuk ku.

Sementara Citra, dia memilih untuk menjadi kurir pengantar pesanan dengan alasan karna ia tidak suka bekerja di dalam ruangan, sebenarnya aku sendiri tidak terlalu setuju, namun aku tidak bisa melarang nya karena ini semua juga miliknya.Dan sebagai pemilik dia berhak menentukan apa yang dia mau.

" Gimana Rin?" tanya ku pada seorang karyawan yang bernama Rini yang aku tugaskan untuk menjaga sekaligus menjadi kasir. Saat aku baru datang.

" Alhamdulillah teh, lebih banyak dari kemaren." jawabnya dengan ramah.

" Alhamdulillah kalau gitu." Aku pun pergi ke bagian belakang toko untuk memeriksa para pekerja yang sedang sebuk membuat adonan serta mengemas roti dan kue yang siap untuk di pajang di etalase toko.

" Mana Citra?" tanya ku pada salah satu karyawan yang berada di sana.

Para pekerja di toko ku memang tidak terlalu banyak, hanya saja tidak penting bagiku untuk mengingat namanya, yang penting aku bisa mengingat wajah dan tanggal gajian mereka itu sudah cukup untuk ku, keliatan sombong memang, namun itu lah aku.

" Kayaknya tadi ke toilet teh." jawabnya , aku pun mengangguk dan kembali ke depan toko menghampiri meja tempat kerja ku yang bersebelahan dengan kasir.

Setelah beberapa detik ku senderkan punggungku ke senderan kursi , suara telpon terdengar dari atas meja.Aku pun langsung mengangkatnya.

Aku mencoba menyapa orang di sebrang sana dengan seramah mungkin, sesuai dengan dialog yang sudah di siapkan khusus untuk ku sebagai seorang pemerima panggilan.

Seperti biasa Rini melihatku dengan menahan tawanya, karena sapaan ramah ku tidak sesuai dengan wajah yang aku tampilkan.

Bagaimana tidak, aku selalu di bikin geram dengan samua sikap para pelanggan ku, yang selalu minta ini dan itu, dengan alesan pembeli adalah raja.

Dan kali ini pelanggan yang sedang berbicara dengan ku sepertinya orang asing yang baru pertama kali membeli di toko kue ku, terdengar suaranya yang belum begitu fasih berbahasa indonesia juga beberapa pertanyaan yang menanyakan menu kue apa saja yang tersedia di toko ku.

Setelah panggilan di akhiri, aku pun langsung mencari Citra kembali ke bagian belakang toko.

" Si Citra belum keluar juga ?" tanya ku sedikit berteriak pada semua orang yang berada di sana, berharap salah satu dari mereka mau menjawab.

" Apaan sih lu,, gue di sini." lirih Citra yang sedang terduduk di sebuah bangku dengan menegang perutnya ,serta wajahnya yang terlihat pucat seperti sedang menahan sakit.

" Lu kenapa, sakit?"

" Perut gue gak enak banget."

" Ya udah kalo gitu lu balik ja, biar gue yang jaga disini."

" Gak apa apa, gue di sini aja, tadi lu mau apa nyari gue."

" Ada pesenan, tapi kalau lu lagi sakit biar gue aja yang anter."

" Gak nyuruh ke yang lain aja Al?"

" Gak usah sama gue aja."

Aku pun lansung meraih helm serta kunci motor yang selalu di pakai Citra. Kemudian aku pun pergi menuju alamat yang di berikan pada ku tadi.

1
Lily
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Udah di lecehin baeu nanya soal cinta?? Kemaren2 aja kamu membenci suami kamu,Kasian si ustad dapat barang bekas..
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
kasian bnget pak ust.. 🤣🤣🤣 kena prank 🤭🤭
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
pelan pelan pak sopirrr 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣✌✌✌✌
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
ya ampun.. gak tau musti komen apa saking ini crita bener2 perfect menurut aq 🥺🤗🤗🤗🤗 biasa baca crita pak ustad tpi gak se hot ini 🙈🙈🙈
Hartini Bayu Pratama
jgn ada pelakir Thor??? bang Al kan TDK tergoda
Agazzy Jun
Kecewa
Widintul Husnah
bagusss
Payung Rejo
double flower buat bang al n neng al...
Payung Rejo
Kecewa
Jihan khoirunnisa k: maaf,alangkah baiknya jika bisa menghargai karya seseorang,meskipun jauh dari kata baik.😊
total 1 replies
Payung Rejo
makin semangaaaatttt bc nya.... 😘😘
Puji Hastuti
novel yang luar biasa. sangat menyentuh membuat terharu dan seolah ikut dalam alur cerita. keren banget pokoknya. selamat author
Izna Nur'aini
visual nya cocok banget thor
dewi rofiqoh
Belajar menerima taqdir.
khariliska
Masyaallah
AwanMendung26: Halo, kak. 🌻🌻
Mampir di cerita aku juga, yuk! Barangkali kakak suka. Judulnya "Wafa dan Hijabnya." dan "Ketika Takdir Mempertemukan". 🌻🌻
total 1 replies
Minhyungmork 99
Alvi nya hamidun y Thor,,,, sensitif bener 🤔
Eman Sulaeman
semangat hakam pepet terus
Eman Sulaeman
kamu terlalu sombong alvia
Eman Sulaeman
yg pesen siapaby
Eman Sulaeman
lanjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!