NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Harus Bilang ke Aku

Pagi-pagi sekali, Mahendra sudah pergi ke kebun teh. Pak Sudin, sopir pribadi Mahendra sudah berjaga di depan pintu masuk.

"Nyonya, jam berapa kita akan ke kota?" tanya pak Sudin saat melihat Sinta yang keluar dari kamarnya. Semalam, Sinta tidur sendirian. Mahendra juga tak masuk ke kamarnya.

"Jam 7, pak. Tapi kita akan menjemput teman-teman ku dulu."

"Baiklah."

Sinta bergegas ke dapur. Ia perlu mengganjal perutnya. Tak lupa ia mengambil beberapa potong roti coklat yang disiapkan oleh mbo Sarmi.

"Nyonya bawa bekal? Kenapa hanya roti? Saya siapkan saja nasi goreng." kata mbo Sarmi.

"Tidak usah, mbo. Ini pun sudah cukup. Aku mau pamit dulu pada Abang."

"Tuan sejak jam 6 pagi sudah pergi, nyonya. Biasanya tuan lari pagi keliling desa."

"Oh gitu ya? Ya sudah aku berangkat saja." Sinta segera pergi. Tak lupa ia membawa tas punggungnya. Pagi ini Sinta terlihat modis dengan too jeans selutut, kaos putih yang pas membungkus tubuh rampingnya lalu sepatu kets.

Mereka mampir di rumah Sitti. Gadis itu terlihat masih takut namun Sinta menepuk bahunya. "Kamu pasti akan bisa, Sitti. Jangan takut menegakkan keadilan."

Pak Sudin pun membawa mereka ke kota. Alamat pertama yang dituju adalah kantor polisi. Mereka membuat laporan pelecehan anak dibawah umur lalu kemudian Sitti di bawah ke rumah sakit untuk divisum. Dokter Aldi yang sudah menunggu mereka segera melaksanakan tugasnya. Selamat memeriksakan, Sitti nampak menangis, Sinta menenangkannya.

"Hasilnya akan kami kirimkan ke pihak penyidik. Kebetulan tak banyak antrian pemeriksaan di lab sehingga hasilnya bisa keluar 7-14 hari kerja. Nanti akan saya kabarkan." kata dokter Aldi.

"Bajunya juga akan diperiksa?" tanya Sinta.

"Ya. Jejak DNA itu sangat penting."

Sinta tersenyum senang. "Terima kasih, Aldi."

Aldi menahan tangan Sinta saat gadis itu akan pergi. "Sinta, selamat ya atas pernikahanmu."

"Terima kasih."

"Arsen sangat patah hati. Aku bahkan pernah menjemputnya di sebuah diskotik. Dia mabuk berat."

"Aldi, aku tidak bersalah. Kami tak memiliki hubungan apapun."

Aldi mengangguk. "Semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu."

"Amin!" Sinta pun segera menyusul langkah Sitti dan kedua orang tuanya.

Dari rumah sakit, mereka segera mencari tempat makan.

Selesai makan siang yang sebenarnya sudah sangat terlambat itu, mereka pun kembali ke kota.

"Bu kades, terima kasih banyak." kata mamanya Sitti.

"Kita semua bersabar sambil menunggu hasil visumnya keluar. Untungnya belum lewat 72 jam sehingga masih bisa divisum dengan baik."

Sinta pun pamit dan segera meninggalkan rumah Sitti. Begitu ia tiba di mansion, hari sudah malam.

"Nyonya, tuan menunggu di ruang kerjanya." kata mbo Sarmi. Wajah wanita itu terlihat tegang.

"Ada sesuatu yang penting?"

"Tuan nampak marah saat pulang tadi sore."

Sinta bergegas menuju ke ruangan kerja Mahendra. Ia mengetuk pintu lalu membukanya. Nampak Mahendra sedang duduk di depan meja kerjanya. Begitu melihat Sinta masuk, ia langsung berdiri dan keluar dari balik meja.

"Kamu sudah keterlaluan, Sinta!" kata Mahendra sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Sinta.

"Abang, ada apa?"

"Jangan pura-pura tidak tahu. Kamu baru 2 Minggu jadi istriku namun sudah bertingkah seperti ini. Aku adalah pemerintah di desa ini seharusnya apa yang terjadi pada masyarakat ku, harus aku yang lebih tahu !"

"Abang, sebenarnya tadi malam aku ingin bilang. Namun melihat Abang sangat memuji pak Agus, aku memilih diam. Aku takut Abang tak percaya. Makanya perlu ada bukti."

"Aku tidak suka caramu mencampuri urusan pekerjaan ku." Mahendra nampak sangat emosi. Rahangnya mengeras dan tangannya terkepal.

"Maaf. Aku hanya ....!"

"Diam....! Aku tak suka perempuan cerewet yang berusaha membela kesalahannya sendiri. Aku punya caraku sendiri untuk menangani masalah di desa ini."

"Abang, aku bukan membela diriku. Tapi Sitti harus segera ditangani. Aku meminta mereka diam sambil menunggu hasil visum keluar agar Agus tak melarikan diri atau berusaha menghilangkan barang bukti. Sitti sangat ketakutan. Aku secara tak sengaja menemukannya kemarin."

"Diam ....!" bentak Mahendra. Suaranya makin keras. Tatapan matanya tajam. "Aku memeringati kamu, Sinta! Jangan campuri urusanku. Tugasmu cukup menikmati hidupmu sebagai istriku!"

Kata-kata Mahendra membuat Sinta kesal. "Aku permisi. Mau mandi!" Sinta langsung membalikan badannya dan pergi. Tak peduli dengan tatapan protes Mahendra.

Sesampai di kamarnya, Sinta langsung membuka bajunya dan menuju ke kamar mandi. Ia membiarkan tubuhnya diguyur air dingin dari shower pada hal hari sudah malam.

Cukup lama Sinta menikmati guyuran air di kamar mandi sebelum akhirnya ia memutuskan keluar dan segera mengeringkan badan rambutnya.

"Nyonya, tuan sudah dari tadi menunggu di meja makan." kata mbo Sarmi saat ia datang ke kamar Sinta.

"Aku nggak lapar, mbo. Aku capek. Mau tidur." kata Sinta. Entah mengapa kata-kata Mehendra sangat menyakitkan hatinya.

Mbo Sarmi keluar kamar dan segera menuju ke ruang makan. "Tuan, nyonya Sinta baru selesai mandi. Tapi nyonya bilang kalau nyonya tak lapar."

Mahendra hanya mengangguk sambil menahan rasa kesal di hatinya. Sinta sudah menunjukkan sikap pemberontakannya hari ini. Mahendra tak suka. Dia terbiasa didengar. Bahkan Gizel yang sudah 6 tahun menikah dengannya tak pernah sekalipun membuatnya kesal seperti ini.

Lelaki itu menikmati makan malamnya dengan diam. Selesai makan malam, ia segera menuju ke kamarnya. Tak lama kemudian mamanya menelepon.

"Anakku, mana Sinta. Mama meneleponnya tapi nggak diangkat?" tanya Risna.

"Dia ada di kamarnya, ma. Mungkin sudah tidur."

"Mungkin? Hei, kalian itu pengantin baru, Gizel juga tak ada. Kenapa tak menikmati kebersamaan kalian?"

"Aku tak suka dengan sikap Sinta, ma. Dia melakukan sesuatu yang membuat aku kesal. Mama tahu kan kalau aku tak suka jika urusan pekerjaan ku di campuri oleh orang lain. Bahkan saat aku menunggunya untuk makan malam, Sinta justru tak mau keluar kamar."

"Apa? Kurang ajar sekali anak itu."

"Sudah ya, ma. Aku mau beristirahat." Mahendra langsung memutuskan sambungan telepon. Ia naik ke atas ranjang lalu membaringkan tubuhnya. Matanya menatap langit-langit kamarnya, mencoba membuat dirinya mengantuk namun kenyataannya rasa kesal karena sikap pemberontakan Sinta membuat Mahendra memutuskan keluar kamar dan menuju ke ruang kerjanya.

Sementara itu di kamar Sinta, gadis itu akhirnya terbangun karena ponselnya yang terus berdering.

"Hallo, ma. Maaf aku tertidur."

"Hei Sinta! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap anakku? Kamu sudah berani membangkang terhadap dia, ya? Bagaimana dia akan tertarik padamu jika kamu melakukan sesuatu yang membuatnya semakin menyayangi Gizel? Selamat ini Mahendra tak pernah mengeluh tentang sikap Gizel walaupun Gizel itu tingkahnya sangat mengesalkan. Ayo bangun, kenalan gaun tidur yang seksi dan minta maaf pada suamimu."

"Tapi ma.....!"

"Aku tidak suka ada kata tapi.....!"

Klik!

Sambungan telepon terputus. Sinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia segera bangun dan membuka lemari pakaiannya. Ia membuka daster Mickey nya dan segera menggantinya dengan gaun tidur berwarna hitam. Sengaja Sinta tak mengenakan kimononya. Mansion sudah kosong. Para pelayan tak ada yang berani masuk kecuali dipanggil Mahendra.

Sinta menyisir rambutnya, memberikan sedikit parfum di tubuhnya lalu ia keluar kamar. Ia akan menaiki tangga sampai akhirnya langkahnya terhenti melihat pintu ruangan kerja Mahendra yang terbuka.

Ia segera menuju ke ruang kerja itu. Ia melihat Mahendra yang nampak sedang membaca sesuatu di laptop.

"Abang .....!" panggil Sinta pelan. Ia berdiri di depan pintu yang memang tak tertutup itu.

Mahendra mengangkat wajahnya. Ia tak bicara. Tatapan masih tajam ke arah Sinta.

"Boleh aku masuk?" tanya Sinta.

Mahendra tak menjawab namun Sinta memberanikan diri untuk masuk. Dinginnya ruangan kerja ini yang menggunakan AC membuat buku kuduk Sinta berdiri. Gaun tidurnya sangat tipis dan sedikit transparan. Ia sendiri merasa gila setiap kali harus memakai gaun tidur pemberian mertuanya.

Mahendra masih marah, namun jantungnya berdetak cepat melihat istri keduanya itu berjalan ke arahnya. Langkah biasa, tak ada maksud menggoda seperti yang biasa Gizel lakukan, namun membuat si palo mulai bereaksi.

"Abang, aku minta maaf. Seharusnya aku tidak melakukan sesuatu di belakangmu. Aku juga tak menemanimu makan malam." Sinta menunduk. Wajahnya dibuat sedih.

"Kembalilah ke kamarmu dan segera tidur. Ini sudah larut malam."

Sinta tak boleh gagal. Ia semakin mendekat. "Abang, tidak bisa memaafkan aku ya?" langkah Sinta terhenti di dekat kursi Mahendra. Walaupun ia sangat gugup namun ia memberanikan diri berdiri di hadapan Mahendra. "Aku tak bisa tidur karena merasa bersalah."

Mahendra langsung menarik tubuh Sinta sehingga perempuan itu duduk di pangkuannya. Tanpa bicara Mahendra langsung menurunkan tali gaun tidur Sinta. "Aku harus menghukum mu." kata Mahendra lalu mengecup bahu perempuan itu sebelum menarik turun gaun itu agar lepas dari tubuh Sinta.

Wah, malam panas telah dimulai.

Versi lengkapnya nanti di grup ya...😅

1
Gia Nasgia
wah pesonanya Sinta emang bikin pakdes klepek2😂😍
Gia Nasgia
Yang ada abang langsung otw ke pondok inimah🤭
Gia Nasgia
psk Desa cemburu tapi nggak sadar juga tapi ada baiknya ada Arsen agar pak Desa tahu klau ternyata sdh cinta dgn istri ke dua nya😍
Gia Nasgia
Semoga Sinta tahu klau Arsen dan Gizel bekerja sama untuk memprovakasi Sinta dan Mahendra
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Enny Olivia: selamat datang
total 1 replies
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!