NovelToon NovelToon
Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Milik Bos Mafia: Benci Tapi Harus Jadi Istrinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jumling

Rayya, seorang perawat yang terperangkap dalam permainan cinta dan kekuasaan Marsel, seorang ketua Mafia yang sangat di takuti.
Marsel tidak mau melepaskan nya, Rayya sudah memiliki pacar dan akan segera menikah, akan tetapi Marsel menyatakan kepemilikan terhadap Rayya.

Marsel membuat Rayya tidak bisa menikah selain dengan nya. Ciuman di pertemuan pertama mereka membuat Marsel tidak bisa tenang memikirkan Rayya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Jangan Menyesal

Marsel baru saja selesai membersihkan diri dan kini sedang bersandar di kasur dengan mata tertutup. Telinga nya mendengar pergerakan yang di lakukan oleh Rayya di dalam toilet.

Ia tahu Istrinya itu mungkin menghindari dirinya karena tidak mau menyerahkan diri. Marsel sudah bertekad pada diri sendiri akan menyentuh Rayya sampai wanita itu benar-benar mau tanpa paksaan. Ia tidak mau menyakiti Rayya nya lagi. Sudah cukup memaksanya beberapa hari ini, yang penting sekarang Rayya tidak bisa lari lagi.

Klik.

Suara pintu yang di buka.

Marsel menatap Rayya yang baru keluar dengan wajah tanpa ekspresi.

Wanita itu rupanya memakai lingerie dengan bahan tipis. Rupa yang ada di balik baju bahkan sudah terlihat isinya.

"Kenapa memakai baju tipis begitu?" tanya Marsel dan bangkit dari posisi sandarnya. Ia berjalan mengambil baju tidur dan hendak melapisi pakaian Rayya.

Baru saja ingin memakaikannya pada wanita itu, tangan Marsel langsung di tepis dengan sangat kasar.

"Bukankah ini yang kau inginkan? Tidak usah ditutupi lagi," ucap Rayya menahan amarahnya.

Ia sempat hampir di lecehkan oleh Marsel, pria itu menikahi nya juga untuk ini kan?

Rayya tahu orang egois dan penuh ego seperti Marsel pasti hanya ingin mendapatkan dirinya dan setelah bosan akan langsung membuang nya. 

Rayya ingin segera menyerahkan diri agar segera dibuang dan tidak melihat tampang orang itu lagi.

"Pakai bajumu, jangan melawan."

Marsel tidak peduli dengan tepisan Rayya dan kembali ingin melakukan apa yang mau dia lakukan tadi.

Plak.

Tiba-tiba Rayya menampar Marsel membuat raut wajah Marsel berubah seketika.

"Jangan membuatku kehilangan kesabaran, Rayya...."

Kata-kata Marsel terdengar dingin mengancam.

"Kenapa? Ini yang kamu mau kan? Atau mungkin punya mu itu tidak berfungsi dengan baik sampai tidak tertarik!"

Rayya benci dengan sikap Marsel. Bukankah pria itu mengincar dirinya untuk ini? Tapi kenapa sekarang seakan ingin menjaga kesucian Rayya?

Mungkin Rayya tidak tahu jika ucapan nya tadi membangkitkan amarah Marsel yang merasa direndahkan.

Rayya berbalik dengan marah untuk pergi berganti pakaian. Sebenarnya apa yang Marsel mau, hanya untuk mempermainkan nya saja? Rayya berencana dia akan segera membebaskan diri dari Marsel.

Baru saja hendak melangkah pergi, tangan wanita itu tertarik oleh kekuatan yang datang dari Marsel dan tanpa perlawanan Rayya hanya membiarkan hal tersebut.

"Kamu jangan menyesal setelah hari ini," kata Marsel dengan deru menggebu setelah menyadarkan tubuh Rayya di dinding dan mengunci pergerakan wanita itu. Marsel tidak terima jika Rayya meremehkan kekuatan yang dirinya miliki.

"Aku tidak akan menyesal."

Rayya tersenyum menyinggung dan membiarkan Marsel melakukan apa saja yang ingin pria itu lakukan.

Tidak ada balasan apapun dari Rayya, Marsel menguasai permainan dalam pemanasan yang pria itu lakukan. Bahkan sekarang Rayya sudah berbaring tanpa sehelai pun benang yang menghalangi tubuh mulus bak pahatan sempurna miliknya.

Ditengah aktifitas yang sedang Marsel lakukan dan hampir melakukan penyatuan, pria itu terhenti dan terdiam. Ia menatap wajah tanpa perasaan apapun yang terlihat di raut wanita yang tengah Ia jajahi.

"Tidurlah. Kita lanjutkan sampai dirimu tidak terpaksa lagi"

Marsel bangkit dan berlalu keluar dari kamar megah itu meninggalkan Rayya yang terdiam dalam kesunyian.

Setelah kepergian Marsel, mata Rayya berkaca-kaca dan seketika menangis kencang dengan posisi tubuh yang tidak berubah. 

Ia menangisi dirinya yang lemah di dalam kekuasaan Marsel, dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Carla menjualnya begitu saja pada orang gila itu, dirinya yang menjadi permainan bagi Marsel dan segala hal musibah yang tercipta karena pria gila itu.

Dia sudah merendahkan diri dengan menyerahkan diri namun rupanya Marsel hanya menjadikannya bahan tertawaan di atas ranjang.

Sampai dirinya tidak terpaksa, katanya tadi? Harusnya Marsel bertanya pada diri sendiri, siapa yang membuat Rayya terpaksa melakukan ini! Siapa? Jelas orang itu adalah Marsel sendiri!

Setelah puas menangis, Rayya menghapus air matanya dan mengambil apapun untuk menutupi tubuh polosnya.

"Setelah hari ini, aku tidak akan merendahkan diri ku lagi pada orang gila itu!" katanya dengan wajah berapi-api mengingat perlakuan Marsel yang menjadikannya seperti mainan.

Ia tidak pernah menyinggung Marsel, tidak pernah pula melakukan hal yang mungkin bisa membuat pria itu menargetkan dirinya, justru Rayya menyelamatkan Marsel dari celaka malam itu.

Mungkin Marsel tertarik pada Rayya. Oke, Rayya hanya seperti tebu bagi orang seperti Marsel, setelah manisnya habis maka akan membuang ampas nya. Rayya ingin mewujudkan ingin Marsel karena dirinya mau kebebasan setelah manis itu habis, tapi Marsel malah seperti ini, bukan kah itu artinya pria itu hanya mempermainkan Rayya? Begitu pikir wanita tersebut.

___________________

Pagi menyapa dalam kastil megah milik Marsel, Rayya terbangun dengan kondisi yang masih menyedihkan baginya. Wanita itu mengumpulkan nyawa dan melihat di sekitar. Ia langsung duduk saat melihat Marsel duduk dengan setelan lengkap menatap dirinya di atas sofa.

"Selamat pagi Rayyaku," sapa Marsel sambil tersenyum dan mendekati Rayya serta memberikan wanita itu kecupan.

Rayya tidak merespon namun wajahnya mengisyaratkan rasa sinis untuk pria itu. Apa Ia pikir kejadian semalam hilang begitu saja? Tapi Rayya bersumpah tidak akan melakukan hal konyol itu lagi.

"Bersiaplah, kita turun sarapan bersama," kata Marsel lagi karena Rayya tidak memberikan tanggapan apapun.

"Hmmm."

Hanya itu kata yang terlontar. Rayya menggulung selimut di tubuhnya dan turun dari ranjang menuju toilet untuk membersihkan diri.

Marsel tersenyum bodoh, tidak percaya pada dirinya sendiri karena melakukan hal yang tidak pernah ada dalam kamus nya ini. Ia adalah orang yang sangat di takuti, bahkan oleh malaikat maut sekalipun, tapi kenapa jika menghadapi Rayya Ia harus menjadi pria berhati peri seperti ini.

Jika orang tahu akan hal ini, pasti akan menertawakan dirinya. Terutama musuh yang ada di luar sana, hal ini sangat beresiko jika terlihat oleh musuh.

__________________

"Ma."

Mona berbisik memberikan kode pada Lily jika Marsel dan Rayya telah datang. Mereka menyaksikan pengantin itu menuruni tangga. 

Mereka tidak tahu mengapa Marsel menikahi Rayya, karena pria itu banyak mengatur strategi walau itu hal mustahil. Pasti ada sesuatu di baliknya mengapa Marsel menjadikan Rayya Istrinya.

Jika ia memang cinta, tidak mungkin Marsel membiarkan Rayya berjalan di belakang dan tidak berdampingan seperti pasangan yang saling jatuh cinta pada umumnya.

Mungkin mereka lupa jika Marsel hanya satu di dunia ini, maka pria itu pasti berbeda dengan yang lain karena Ia hanya satu.

Makan pagi itu berakhir begitu saja dalam kesunyian yang tidak ada obrolan di dalamnya. Sampai suara Lily terdengar.

"Rayya, bagaimana hari pertama mu di sini, apakah menyenangkan?"

Rayya yang di berikan pertanyaan tersenyum dengan lontaran tersebut. Apakah Lily sedang memperingati Rayya bahwa hari-hari nya di rumah itu tidak akan menyenangkan?

"Sangat baik," jawab Rayya kemudian.

"Baguslah. Bagaimana kalau kita keluar untuk berbelanja."

Marsel yang mendengar ucapan Lily pada Rayya hanya fokus mengunyah. Tapi dirinya juga mau lihat, apa yang mau dua ekor ular berbisa itu lakukan pada Rayyanya.

1
Ruth Berliana
bagus ceritanya tp msh sepi yg baca nya
Jumli: makasih ❤️
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!