Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.
Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.
Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.
Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13. Bayangan dirimu...
Happy reading gaes.....
Langit malam ini sangat cerah, bahkan bintang-bintang pun terlihat sangat terang. Angin sepoi menghambur masuk melewati beberapa helai kain penutup jendela, melewati kulit menyerap ke pori-pori mengalir lari keubun-ubun dan dengan cepat sampai ke otak supaya memerintahkan pada pemiliknya untuk segera bergulung selimut.
Tebaran wangi bunga dan alunan musik memenuhi ruang mimpi, menyambut sekelebat bayang semu menambah kesyahduan dan semakin dalam terbuai mimpi. Ainun terbuai, Berharap mimpinya tidak pernah berakhir. Tak menyadari ada hati yang menunggu balasan sampai menjadi tak karuan dibuatnya.
Reza sedang menyusun skripsinya yang sedikit lagi selesai. Jemarinya sibuk berlari kesana kemari, mata nya pun tak ayal dibuat mondar mandir meneliti setiap kata. Sesekali melirik pada benda pipih kesayangannya, menanti ada kedipan pada layarnya.
Merasa bulu mata lentiknya menjadi ayunan makhluk bernama kantuk, Reza bangkit dan turun ke dapur.
Secangkir Kopi hitam manis, semoga membuatnya lebih terjaga.
Berniat melanjutkan apa yang sudah dimulai, manik nya tak henti henti membaca beberapa tulisan didalam file yang diketiknya. Beberapa kata disana mendadak berubah, Reza mengucek matanya berkali kali, memastikan semua yang dilihatnya. Memastikan semua benar dan tidak salah ketik.
Hah?!
'Kenapa aku mengetik Ainun Banyak sekali?, disini disana disitu, kenapa semua ada nama**nya?'
Reza memeriksa buku panduannya, matanya membulat sempurna, "Sampul buku ini pun ada gambar Ainun?" ujarnya. mungkin otaknya sesang ngeblank kiranya.
Reza menutup laptopnya dan pindah ke sofa, kali ini Ia menyetel TV, dicarinya Channel yang menurutnya menarik, beberapa channel hanya menampilkan Talkshow, membosankan, dipindahkan lagi, sama. Sampai akhirnya menemukan film bergenre action. Reza mulai semangat.
Nampak film Fast and forius sedang tayang, meski sudah puluhan kali ditonton tapi Reza masih antusias untuk hanya sekedar melihat beberapa scene yang menurutnya keren, keren sekali. Berkejar kejaran dengan mobil sport, menggelinding tersungkur bahkan terbang melewati gedung pun si pengemudi masih tetap selamat, itu keren bukan? Tak habis fikir memang, bagaimana manusia bisa setangguh itu?
Tiba saat scene ketika Domm berduaan dengan Letti di dalam lift, memakai gaun sexy terjuntai, belahan yang tinggi. Siapapun akan terpesona melihatnya tak terkecuali Reza. ckck
Reza yang sudah mulai mengantuk, menyenderkan punggungnya. Matanya seperti hendak keluar ketika benda pipih lebar di depannya menampilkan sosok wanita memakai pakaian yang Letti pakai tadi, seperti ... yaa Seperti Ainun! dia Ainun! Reza membelalakkan matanya untuk yang kesekian kalinya. Apakah Ainun sekarang jadi bintang film? tidak, ini tidak benar!!. mataku salah!!
Reza memindahkan saluran TV, menampilkan wanita yang sedang menyanyi, rambutnya yang keriting, dia seperti... Ainun! Ainun lagi??!
Reza terus menindah pindahkan salurannya, seakan semua yang ada disana hanya Ainun. Ini hanya mimpi, ia memukul pipinya,
plakkk
"Aaaawaw" Reza meringis kesakitan.
"Aku tidak sedang bermimpi,!"
Dilihatnya lagi TV, tayangannya sudah seperti semula. Reza menarik nafas dalam, menghembuskannya pelan, memijit pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. Matanya terpejam, tapi hati dan fikirannya berkelana.
Sekelebat bayang mengusiknya, senyum itu, wajah itu dan tatapan mata bulat itu, semua melekat dibalik pelupuk matanya. Reza seperti orang gila, memikirkan Ainun yang sedari tadi menggangu fikirannya. Apa aku mulai menyukainya?
Mengingat semua tentangnya, terbit senyuman dari wajah tegasnya. Pesonanya membuat Reza tersenyum senyum sendiri dalam keadaan mata yang terpejam. Membiarkan semua bayangan menemani tidurnya.
.
Disisi lain Gita masih terjaga, matanya menerawang menatap langit langit plafon kamarnya. Sudah selarut ini tapi rasa kantuk belum juga menghampirinya.
Gita memiringkan badannya kekanan, menjadikan lengan kananya bantalan untuk menopang kepalanya. mencoba menutup matanya untuk segera tertidur, tapi sayangnya ia masih tersadar.
" Kenapa secepat itu? bahkan aku belum memberikan pertanyaan apapun,"
Tangannya meraih bingkai kecil diatas nakas, mendekapnya dalam pelukan. Bulir bulir hangat merembes dari balik kelopak matanya.
"Pak, apa yang harus aku lakukan? Andai ada dirimu saat ini, aku ingin mengadu pak....". Hiks
Bergelut dengan begitu banyak perasaan, lelah menghampiri Gita pun tertidur.
.
Pagi ini Reza sangat bersemangat, berjalan dengan siulan lagu ke arah meja makan. Pancaran keceriaan menghiasi wajah tampannya.
"Eeeh, ada cermin gue, udah berani pulang lo?" Ucap Reza sedikit berbisik ditelinga Rezi. Ia menarik kursi bersebelahan dengan kakak kembarnya. Rezi hanya terdiam melanjutkan makan pagi nya.
Tapi ucapannya juga terdengar ditelinga kedua keramatnya.
pletak!
Centong nasi mendarat tepat diatas kepala Reza, siapa lagi pelakunya jika bukan sang mami. Matanya mendelik seperti sihir yang siap mengutuk musuhnya. Reza menggerutu "Sakit mami iiih"
"Saudara pulang bukannya disambut, malah di ejek." Celetuk mami Rosa.
Reza memilih menyantap nasi goreng miliknya, sesekali melirik kearah saudara kembarnya yang seperti es batu ini.
"Zi, anterin gue ke kampus dulu dong, mobil gue lagi di modif, belom selesai" pinta Reza.
Rezi menarik nafasnya kasar, "oke," sesingkat itu jawabannya. Rezi bangkit dari duduknya dan bersiap berangkat ke kantor, Reza mengekor dibelakangnya.
Diperjalanan, Reza sibuk bertelpon ria dengan sahabatnya, Vino. Rezi hanya pasrah mendengarkan kegaduhan yang ditimbulkan oleh suara nyaring Reza.
Begitulah mereka berdua, karakter yang jauh berbeda, tapi meskipun begitu mereka tetap menyayangi satu sama lain dengan caranya sendiri.
"Zi, lo kemaren jadi ketemu Gita?" tanya Reza setelah menutup panggilan.
"He'em" Rezi menganggukan kepalanya.
Reza membelokkan badanya menghadap Saudaranya, " Terus, lo jadi kawin sama dia?" tanya nya lagi yang mulai penasaran.
"Anak orang mau maen kawin kawin aja, nikah dulu lah, Za!" jawabnya sewot.
"Jadi beneran?" Reza semakin penasaran.
"Tuh, kampus lo, pergi sana..." sarkas Rezi menghentikan laju mobilnya sembari menunjuk kearah kampus Reza.
"iya deh iya, by the way thanks ya kakak gue yang ganteeng, yang berarti gue juga ganteng... haha" celetuk Reza dengan tawanya keluar dari dalam mobil.
"Sialan!" Gerutu Rezi.
*Ini Visual Reza dan Rezi Ferdian Syah, sesuai dengan apa yg ada di otak author, gimana gaes... setujukah?
kalian bebas kok memvisualisasikan nya seperti apa.
* naaah... yang ini Ainun Mudrikah Kusuma, mahasiswi semester awal. 18 tahun.
*Gita Pratiwi, Sahabat Ainun, 19 tahun.
*Vino Andrea Sutomo, sahabat Reza. sekaligus Abang Rena Zahira, sahabat Ainun.
To be continue...
🌹🌹🌹
Mohon maaf untuk beberapa episode/part sebelumnya yang masih banyak typo disana sini, kritik dan saran kalian adalah cambuk author untuk menulis lebih baik lagi. Harap maklum juga karena author masih menulis/ngetik menggunakan HP, jadi jempol author kadang suka puyeng, ngetiknya apa yang muncul apa. hihi (curcol deh...)
Terima kasih banyak juga untuk para readers tersayang, yang sudah meluangkan waktunya untuk mengikuti dan membaca cerita recehan ini. Semoga kalian suka yaa..
So, jangan lupa untuk rate bintang 5, like dan vote seikhlasnya untuk mengapresiasi karya author, dan semakin semangat melanjutkan cerita Ainun.
Juga, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar yaa... kritik dan saran kalian sangat membangun. Support kalian sangat aku butuhkan..!!
luv luv luv luv luv
Olive Sparkly
❤️❤️❤️❤️❤️
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.
pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.
biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.
dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
mlh jd ngeri.
hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...
pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
aq smpe bingung cari 🥴🥴
terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???
sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
kurang enk d baca
aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
CMIIW ya readers semua.
sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..
saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu