Ruqqaya, gadis cantik dan cerdas berusia 19 tahun, memiliki impian besar untuk masa depan nya. Namun, keputusan orang tua membuat nya harus meninggalkan mimpi-mimpi nya. masalah demi masalah datang, perdebatan antar kakak adik dan orang tua semakin memanas.
ketika sang ibu yang tiba-tiba pergi tanpa kabar, Membuat Ruqqya dan adik-adik nya harus berjuang untuk menemukan sang ibu dan memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? Mari ikuti kisahnya di "Perjalan Menuju Kebahagiaan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elva19 fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
15 menit kemudian, pak harun sudah hampir sampai di rumah nya.
"baru pulang Pak? Sapa Bu.Rt pada Pak.Harun.
"iya Bu.rt. Jawab Pak.harun memelankan laju kendaraan nya.
"saya duluan ya Bu.. Marii.. pamit nya.
"ooh... Iya Pak.. Silahkan. Jawabnya sopan
Kini Pak.harun sudah sampai di rumah nya.
"pokok nya ibu enggak setuju kamu kuliah. teriak Bu.sekar menggelegar.
"ya Allah ada apa itu!! Seru nya khawatir, gegas Pak.harun berlari menuju rumah nya
Hiks hiks..
Terdengar isakan samar yang Pak.harun dengar dari luar rumah.. Dan betapa terkejutnya Pak.harun, mendapati (Ruqqa) sang putri yang tengah terduduk di lantai sambil memegangi sebelah pipinya yang memerah. Sakit tentu saja..
SAKIT..
Melihat sang putri yang tengah menangis tersedu, membuat hati nya sakit. Tak tega melihat sang putri yang menangis Pak.harun mendekat.
"ada apa ini? Tanya nya tiba-tiba, mengagetkan Ruqqa dan Bu.sekar yang tengah bersitegang itu.
"Yah... Panggil Ibu khawatir. Ada rasa takut saat sang suami membantu sang putri bangun dari duduk nya.
"sebenar nya ada apa ini Bu? Tanya nya sambil menuntun sang putri menuju sofa depan tv.
"Bu... Panggil nya
"maaf Yah.. Jawab nya sambil memalingkan wajah nya kesamping, menghindari pandangan tajam sang suami.
"Ayah kecewa sama Ibu. Kata nya tajam.. Jelaskan. Katanya lagi.
Flash back di mulai...
Setelah berberes rumah seperti biasa nya, Bu.sekar ganti mengerjakan pekerjaan sampingan meronce kalung dan gelang, yang sudah dia geluti beberapa bulan terakhir.
"Bu... Panggil nya takut-takut
"ada apa?
"Ruqqa izin keluar sebentar ya, Bu!! Pamit nya
"mau kemana?
"mau kerumah Lina, sebentar kok Bu.
"dirumah aja.. Ketus nya
"Bu...
"kamu mau urus kuliah mu itu kan? Potong nya ketus
"i i iya, Bu.. Takut nya menunduk
"kamu tidak perlu kuliah Ruqqa!! Seru nya kasar "cukup lulus SMA aja. Ucap nya tanpa memikirkan perasaan Ruqqa.
"tapi, Bu.. Protes nya tidak terima
"enggak ada bantahan Ruqqa. Bentak nya "pikirkan adik-adik mu yang masih berjuang untuk lulus SMA.
"ruqqa juga berjuang Bu..
"adik-adik mu yang lebih pantas kuliah. bentak nya tanpa memikirkan perasaan Ruqqa.
Deg...
hancur hati nya, Ibu yang selama ini dia sayang dan cintai sepenuh hati, ternyata hanya perduli dan sayang pada adik-adik nya saja. Sakit? Tentu saja.
"a apakah Ruqqa tidak pantas untuk kuliah? Tanya nya lirih.
"yaa.. Jawab Ibu acuh tak acuh. Namun di hati nya, Bu.Sekar memendam sakit, sakit karna telah menyakiti sang putri dengan kata-kata kasar nya ini..
"Maaf nak, batin nya lirih.
"Ruqqa akan tetap kuliah Bu.. Jawab nya tegas di sela deras nya bulir bening yang mengalir di pipi nya yang chubby.
"apa? Tanya nya sambil menoleh pada Ruqqa dengan pandangan tajam. Dia tidak menyangka jika Ruqqa akan berani melawan nya.
"coba ulangi lagi.. Tantang nya sambil mendekat ke arah sang putri
"aku akan tetap kuliah Bu.. Jawab nya sambil terisak lirih
"apa kamu tudak pernah memikirkan adik-adik mu? "apakah kuliah tidak perlu biaya? sarkas nya lagi
"Ruqqa dapat beasiswa Bu.. Ucap nya. Bu.sekar dapat melihat binar bahagia di mata yang berkaca-kaca itu. Namun rasa tertekan dan beban yang ia simpan selama ini, terasa mencekik nya.. Kebahagiaan sang putri, tekanan yang dia terima, beban syarat yang baru ia setujui.. Semua terasa berat berputar di kepalanya.
Dan sekarang,,, putri yang dia kenal penurut, ternyata dengan terang-terangan melawanya.. Emosi nya membara, ia menatap sang putri tajam. Ke keras kepalaan nya yang membuat nya selalu terpacing emosi.
"kamu? Kamu dapat beasiswa? Tanya nya meremehkan. Ruqqa hanya mengangguk membenarkan.
"batalkan, tolak beasiswa itu. bentak nya.
"tapi Bu...
"walaupun kamu dapat beasiswa tetap saja butuh biaya banyak, Ruqqa. Kekeh nya. "apa kamu tidak memikirkan biaya kos dan lain-lain nya? Sinis nya.
"tapi Ayah sudah janji Bu, Ayah juga punya tabungan kan? Tanya nya
"tabungan Ayah dan Ibu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya sekolah adik-adik mu.
"apakah Ayah dan Ibu tidak pernah memikirkan aku?
"bukan kah kamu sudah lulus SMA? Tanya nya sarkas.. Benar.. Benar yang Ibu nya bilang.. Tapi dia juga ingin kuliah.. Ini mimpi nya.. Dengan susah payah dia mengikuti tes beasiswa secara online.
"kamu sebagai kakak harus mengalah untuk adik-adik mu. Tegas nya
"Ibu pilih kasih.. Ucap nya pelan.
"apa? Coba ulangi. Tantang nya
"Ibu pilih kasih... Ibu hanya sayang Fajar dan Amalia saja.. teriak nya emosi
Plaaak...