NovelToon NovelToon
Istri Yang Ku Nodai

Istri Yang Ku Nodai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duniahiburan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Handayani

Karena suatu tragedi buruk membuat Hara Ayunda Nugraha seorang gadis yatim piatu harus kehilangan kesuciannya. Hara tak tahu siapakah pria yang telah menodainya itu karena malam sudah gelap.

Albert Hito Radjasa cucu tunggal dari keluarga Radjasa dengan terpaksa harus menikahi Hara gadis yang telah ternodai itu karena keinginan dari kakeknya William Hito Radjasa.

Albert atau yang akrab disapa Al itu merasa tak sudi jika harus menikahi Hara karena ia merasa harus bertanggung jawab pada gadis yang tanpa sengaja telah ia nodai, Albert tak ingat siapakah gadis itu. Hingga suatu kebenaran telah terungkap bahwa Hara lah ternyata gadis yang telah ia nodai.

Namun sayang, semua kebenarannya seolah tiada berguna karena Hara telah lebih dulu pergi dengan membawa serta kedua malaikat kecil yang ada di rahimnya.

Akankah Albert bisa menemukan istri dan juga anak-anaknya?.

❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Dengan perlahan benda persegi panjang yang berdiri kokoh yang berfungsi sebagai tempat masuk dan keluarnya seseorang mulai Albert buka.

Albert kembali ke tempat di mana dirinya telah menodai seorang gadis. Dan kini, tanpa diketahui oleh orang lain diam-diam pria itu kembali masuk ke ruangan ini.

Beruntung juga di tempat ini ada ruangan kosong yang hampir pasti tak akan didatangi oleh seseorang, kecuali dirinya yang datang ke tempat ini untuk mencari keamanan.

Disaat Albert memasuki tempat ini dan melangkah untuk mendekati area kasur pandangan Albert langsung jadi melotot. Albert sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sebuah kondisi kasur yang begitu sangat berantakan serta adanya bercak merah yang berceceran.

Albert melangkah ingin lebih dekat mendekati sang kasur, namun masih belum langkah Albert sampai tiba-tiba langkahnya itu jadi terhenti, Albert dikejutkan dengan kondisi lantai yang juga terdapat bercak merah, dan apa ini, bahkan ada bekas kaki yang berhiaskan barcak da*rah.

Albert pun jadi berjongkok untuk melihat bekas-bekas itu dengan jelas. Dan Albert melihat bekas kaki yang menurut pandangannya berukuran kecil.

" Tidak. " Albert tak percaya hal ini, setelah melihat bekas bentuk kaki dari gadis yang ia nodai, mengapa bentuknya seperti bentuk kaki seorang gadis remaja.

" Tidak, ini tidak mungkin. " Albert berharap semoga gadis yang dinodainya masih bukan gadis di bawah umur.

Albert kembali melihat kondisi sang kasur, pria blasteran itu bangkit untuk melihat lebih jelas lagi.

Semuanya berantakan, sangat memprihatinkan. Albert memperhatikan bercak merah yang banyak itu. Bahkan bekas merahnya masih belum kering, dan itu artinya gadis itu masih belum lama ini pergi dari ruangan ini.

Albert mengusap wajahnya dengan kasar, pria blasteran itu mulai agak frustasi, bagaimana jika gadis yang dinodainya adalah gadis di bawah umur, jika itu benar maka dirinya sudah melakukan kesalahan besar, bahkan perbuatannya itu sangatlah keji.

" Maafkan aku. " dua kata itulah yang keluar dari kedua belah bibir Albert karena rasa bersalahnya.

Albert adalah orang yang memiliki ego yang sangat tinggi, sangat pantang baginya untuk meminta maaf, namun kini semua itu seolah runtuh. Karena perbuatan kejinya membuat Albert merasa bersalah sehingga tanpa disadari keluarlah kalimat permohonan maaf itu.

" Aku harus mencari gadis itu. " dan Albert mulai merogoh saku celananya.

Albert tak tahu siapakah gadis yang telah ia nodai. Ini adalah masalah yang sangat serius, sebelum kehilangan jejak gadis itu, Albert ingin agar orang-orang kepercayaannya mencari tahu tentang sang gadis.

Namun masih belum Albert menyalakan handphone pintarnya, tiba-tiba pandangan Albert jadi terfokus akan sesuatu. Albert melihat sesuatu di dekat salah satu kaki ranjang kasur itu.

Ada semacam benda yang nampak berkilau namun ada benangnya. Penasaran dengan benda itu cepat-cepat Albert mendekat. Ruangan ini adalah tempat di mana dirinya telah merenggut secara paksa kesucian seorang gadis, maka dari hal itu jika ada sesuatu yang memungkinkan bisa memberi petunjuk akan sang gadis tak akan Albert lewatkan.

Albert mulai meraih benda itu, ternyata ini adalah sebuah kalung liontin, tapi mengapa bentuknya seperti ini, liontin dengan benang merah.

" Kalung ini milik gadis itu. " Albert sangat yakin jika kalung liontin yang unik ini memang milik sang gadis.

Bukan tanpa alasan Albert yang memiliki keyakinan seperti itu, pasalnya model kalung ini memang dirancang khusus sebagai kalung wanita, apalagi benang dari liontin ini sampai terputus yang menandakan jika kalung ini telah ditarik paksa. Albert merasa sudah mendapatkan secercah harapan, setidaknya dirinya sudah mengantongi benda berharga milik gadis itu.

" Maafkan aku kek, aku tidak bisa menuruti keinginan kakek. " Albert akan mengingkari janjinya pada kakeknya.

Sebelumnya Albert sudah berjanji jika akan menerima perjodohan dengan seorang gadis yang telah kakeknya pilih. Namun setelah mengetahui keadaan di tempat ini membuat Albert berubah pikiran total. Albert merasa lebih baik menikahi gadis yang telah dirinya nodai daripada harus menikahi gadis pilihan kakeknya.

Tak peduli apapun yang terjadi, dan bagaimana pun nanti, Albert harus menemukan gadis itu. Kakeknya tak boleh tahu jika dirinya sudah menodai seorang gadis, karena jika sampai hal itu terjadi, bukan tak mungkin jika kakeknya akan menggagalkan semua rencananya.

*****

Sinar mentari pagi telah datang menyapa ke hampir setiap atap rumah yang berpenghuni. Masih terasa sejuk namun ada kehangatan itulah yang menggambarkan bagaimana keadaan di pagi hari ini.

Malam telah berlalu, berganti dengan pagi hari yang mendatangkan semangat baru.

Di sebuah ruangan kamar kos, Hara masih duduk diam meratapi atas kejadian yang dialaminya.

Gadis itu duduk terdiam di atas ranjang kasur dengan tubuh mungilnya yang bersandar pada dinding.

Hara menangis tak bersuara, sudah lama gadis itu menangis sampai-sampai sudah tak ada suara isakannya, hanya lelehan air mata yang terus menerus bercucuran.

Jika saja waktu bisa diulang tak ingin dirinya datang ke pesta pernikahan itu, dan kejadian buruk itu pun pasti tak akan terjadi.

Tok... tok... tok...

" Hara... "

Suara - suara dari luar pintu memanggil Hara.

Tok... tok... tok...

" Hara buka pintunya, ini kita mau masuk. "

Hara yang mendengar kedatangan teman-temannya dengan segera mungkin menghapus lelehan air matanya.

" Bagaimana ini?, mereka datang. " Hara mulai panik, ketiga temannya datang ke kosnya, sementara dirinya dalam keadaan seperti ini.

" Hara... "

" I-iya... " sahut Hara.

Tak ada cara lain selain harus menerima kedatangan mereka.

Dengan perlahan Hara mulai turun dari ranjang kasurnya. Luka di bagian sensitifnya masih belum sembuh, jika teman-temannya tahu keadaannya yang seperti ini pasti mereka akan bertanya-tanya.

" Hara buka pintunya kenapa kamu lama sekali yang mau buka pintu?. "

" Iya, ini aku sudah mau buka pintunya. " dengan terpaksa Hara harus menerima kedatangan teman-temannya.

Dengan langkah kakinya yang tertatih-tatih Hara mendekati pintu, gadis itu harus membiarkan teman-temannya masuk, jika tidak mereka akan curiga.

Kriett...

Dan dengan perlahan Hara pun membuka pintu kamar kosnya. Nampak lah ketiga teman Hara dengan sikap mereka yang seolah menghadang.

" Ya ampun kamu lama sekali yang... " Siska malah langsung tercengang.

" Ya ampun Hara, apa yang sudah terjadi?, kenapa matamu sampai bengkak begitu?. "

" Mata kamu bengkak Hara, kamu nangis?. "

" Ya ampun sampai bengkak begitu. "

Siska, Santi dan juga Ita sangat terkejut dengan keadaan Hara. Baru juga masih pagi hari tetapi keadaan Hara sudah seperti ini.

Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Hara, baru semalam menghilang dari pesta tahu-tahu di pagi harinya keadaannya sudah seperti ini.

" Hara kamu kenapa?, kamu menangis, sampai bengkak seperti ini matamu. " Ita menyentuh wajah Hara.

" Tidak apa-apa kok. " Hara mencoba menurunkan tangan Ita.

" Tidak mungkin tidak apa-apa, lihat matamu sampai bengkak seperti itu, pasti kamu semalaman nangisnya. " Santi sangat yakin pasti sudah terjadi sesuatu pada Hara, jika tidak, tidak mungkin wajah Hara sampai sangat sembab seperti sekarang ini.

Bagaimana ini, Hara merasa cemas, jangan sampai teman-temannya ini tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya.

Hara merasa takut dan juga malu, bukan berniat untuk menutupi suatu kejahatan, tapi bagaimana cara untuk menjelaskan pada mereka. Tidak, Hara tak sanggup yang harus menceritakan semuanya.

" Ayo sebaiknya kita masuk saja, kamu ceritakan semuanya di dalam Hara. " Ita merasa perlu mendapatkan kejujuran dari Hara, jika tidak dipaksa untuk bercerita, maka Hara tak akan bercerita.

" Ayo-ayo kita masuk ke dalam, kamu ini memang kebiasaan Hara, kalau tidak paksa untuk cerita tidak mau cerita. " Siska sudah tak sabar yang ingin mendengar cerita dari Hara, dan gadis itu sedikit mendorong tubuh Hara agar mau berjalan.

" Aw akh... "

Deg...

Hara memekik sehingga reflek membungkukkan badannya.

" Ada apa Hara?. " teman-teman Hara langsung tersentak khawatir.

" Kamu kenapa Hara?, kamu sakit?. " tanya Ita.

" Kamu jangan buat kami khawatir Hara, kamu sakit?, harusnya kamu cerita kalau sakit. " Siska penasaran dengan keadaan Hara.

" Tidak, tidak apa-apa, kakiku hanya terkilir semalam, jadinya sakitnya sampai sekarang, iya benar begitu. "

" Kalian mau masuk kan, ayo masuk. " dengan perlahan Hara pun mulai melangkah.

Hara melangkah dengan kedua kakinya yang tertatih-tatih. Hara tak ingin jika ketiga temannya ini sampai ada kecurigaan.

" Ya ampun astaga Hara, bisa-bisanya kamu terkilir sampai jalannya seperti itu, sebenarnya kamu mau ke mana sih sampai terkilir begitu?. " Siska merasa tak habis pikir dengan Hara, mengapa Hara bisa ceroboh sampai membuat kakinya terkilir.

Siska dan Santi lanjut masuk mengikuti Hara yang jalannya seperti orang yang sakit kaki. Namun tidak dengan Ita, Ita merasa jika Hara sedang menutupi sesuatu.

Jika kaki Hara terkilir sampai membuat jalannya susah seperti itu masih masuk akal, lalu bagaimana dengan wajahnya yang sudah sangat sembab seperti orang yang terkena masalah besar.

Dengan masih memegang tas dan juga handphone milik Hara, Ita masih memperhatikan cara berjalan Hara. Benar-benar sangat mencurigakan. Ita sangat yakin jika Hara sudah menutupi sesuatu.

" Tidak, kamu berjalan bukan seperti orang terkilir, tapi seperti orang yang selesai melakukan hal seperti itu. " hati Ita yang berbicara.

Bersambung..........

❤❤❤❤❤

1
Yayuk Handayani
Halo kakak semuanya?, bagaimana kabar kalian?, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan. Maaf beribu maaf untuk yang kesekian kalinya, setelah sekian lamanya author baru update, author sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal sehingga hanya ada sedikit waktu untuk melanjutkan karya ini, tapi selagi author masih ada umur dan waktu yang cukup, InsyaAllah author akan terus melanjutkan karya ini hingga selesai.
Terima kasih. 🙏❤
Yayuk Handayani: Terima kasih kakak. 🙏
total 2 replies
Agustina Amy
Minyak aidzin walfaidzin Thor, semangat Thor aq sllu nunggu kelanjutan kisah Albert dan hara....jng lama" updatenya ya
Yayuk Handayani: Maafkan author yang sangat jarang sekali update. 🙏
total 1 replies
Yayuk Handayani
Mohon maaf lahir dan batin. 🙏. Mohon maafkan author yang sangat jarang sekali update, author sedang ada kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa author tinggal. 🙏🙏🙏
Agustina Amy
Akhirnya update jg setelah sekian lama...semangat thor
Yayuk Handayani: Terima kasih kak. Maaf ya kak jika author jarang sekali update. 🙏
total 2 replies
Agustina Amy
Thor lama sekali updatenya...jng sampai Kirana ngapa"in Albert ya Thor kasihan hara
Agustina Amy
Jng lama" upny thor
Yayuk Handayani: Maafkan author yang sangat jarang update kak 🙏
total 1 replies
Synta Nur2205
up nya kapan Thor??
Yayuk Handayani: Maafkan author yang jarang sekali update, soalnya author sedang ada kesibukan di dunia nyata kakak. 🙏🙏
total 1 replies
Yayuk Handayani
maafkan author yang jarang sekali update, author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏, terima kasih ya sudah membaca karyaku 🙏
Agustina Amy
Kasihan hara thor...kapan albert tahu kebenarannya jng lama" thor mengungkap semuany
Yayuk Handayani
Hai kakak semuanya, mohon maafkan author yang sebesar-besarnya karena sangat jarang sekali update 🙏. Author sedang ada kesibukan di dunia nyata, tapi author akan berusaha untuk melanjutkan karya ini hingga tamat 🙏
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 2 replies
keemtheu
Ayoo semangat Author 💪 agar bs kembali lanjutkan crita yg bagus ini. God Bless u! 😇
Yayuk Handayani: Terima kasih kakak, maafkan author ya yang jarang sekali update 🙏❤
total 1 replies
Yayuk Handayani
Mohon maafkan author yang jarang sekali update 🙏, author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏
Agustina Amy
Wah bakalan ad ulat bulu nich
Agustina Amy
Lanjut thor...jng lama" updatenya
Yayuk Handayani: Semoga ya kakak 🙏
total 1 replies
Agustina Amy
Selalu di tunggu lanjutan ceritanya
Agustina Amy
Thor jng lama" updatenya
Yayuk Handayani: Mohon maafkan author yang jarang update. Ini author ada rencana mau hiatus dulu, karena author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏, tapi sebisa mungkin author akan tetap menamatkan karya ini, InsyaAllah 🙏
total 1 replies
Agustina Amy
Kasihan sekali hara...amg albert segera tahu klo haralh wanita yg saat it tdr dgny
Yayuk Handayani
oke kak.
Agustina Amy
Jng lama" updatenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!