Menceritakan dua orang sahabat yang tumbuh bersama sejak kecil .
Meysa dan Rere sudah berteman sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Meisya memiliki kekasih yang bernama Reymon, pria tampan yang di gandrungi para gadis di kampusnya, ternyata diam-diam Rere pun menaruh hati kepada Reymond kekasih sahabatnya itu.
Hingga pada suatu malam mereka melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raisya ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
setelah menghabiskan waktu cukup lama di kamar jhonatan, Meisya memutuskan untuk pamit pulang, mungkin setelah ini tidak akan ada lagi momen seperti ini karna dalam hitungan hari Meisya kan segera melepas masa lajangnya. walaupun nanti mereka bertemu, semua itu hanya sebatas Fathner kerja saja.
"Jho sepertinya aku harus pulang sekarang" pamit meisya
"Apa mau aku antar pulang mey"
"Tidak usah Jho... lagi pula aku bawa mobil sendiri"
"Terima kasih banyak untuk hari ini Mey, aku gak akan pernah ngelupain kebaikan kamu " ucapnya lirih
"Sama-sama Jho, aku juga seneng bisa temenan sama kamu... kamu istirahat ya , agar kesehatan mu segera pulih"
"Ia.. kamu hati-hati ya dijalan"
"Meisya berjalan gontai hendak keluar kamar jhonatan, seolah ia enggan pergi dari sana, ada rasa nyaman saat berada dekat dengan Jho, orang yang sejak dulu ia Rindukan namun saat ini ia di pertemukan di saat yang tidak tepat karna saat ini separuh hatinya telah ia berikan kepada Rey, orang yang selama ini selalu sabar menunggu cintanya nya dan meyakinkannya untuk membuka hatinya.
Saat meisya berada di ambang pintu ia menoleh sedikit ke belakang melihat ke arah seseorang yang sedang memperhatikan kepergiannya, pandangan mereka bertemu satu sama lain seolah berat untuk berpisah.
Pandangan meraka seketika berakhir saat meisya berlari kecil dengan berurai air mata benar-benar meninggalkan jhonatan.
"Saat itu jho sudah tidak bisa berbuat Apa-apa lagi, untuk memperjuangkan cintanya, semua nya sudah terlambat, ia hanya bisa menatap kepergian Meisya yang semakin menjauh dan lenyap dari pandangannya.
"Maap kan aku yang tidak bisa mengejar cinta mu Mey, aku terlalu pengecut untuk memperjuangkan mu. Tapi aku yakin keputusan ku sudah benar, kamu telah bersama orang yang tepat, aku percaya Rey akan menjagamu dan mencintai mu lebih dari aku. Kamu dan Rey pantas untuk bahagia" Gumam Jho dalam hati.
Meisya tengah berada di dalam mobil, ia mencoba mengendalikan perasaannya meyakinkan hatinya bahwa Jho hanyalah bagian dari masa lalu nya dan Rey lah masa depannya.
Saat itu ia memutuskan untuk menemui Rey di kantornya, ia ingin membawakan makan siang untuk Rey, ia ingin menata kembali perasaannya yang sempat goyah, menjalani kembali hubungannya dengan Rey seperti semula.
"Setelah membeli makanan untuk Rey, Meisya melajukan mobilnya ke tempat kerja kekasihnya itu, tak sampai 30 menit akhirnya ia sampai di kantor tempat Rey bekerja, ia segera masuk ke dalam gedung pencakar langit itu dan menuju ke ruang kerja kekasihnya dengan menggunakan lift dan tangannya menenteng sebuah makanan untuk Rey, saat lift sudah berhenti di lantai ter'atas ia segera keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Rey.
"Tok Tok Tok" Meisya mengetuk pintu ruang kerja Rey, Saat itu Rey tengah pokus menatap laptop nya, ia mempersilahkan orang yang telah mengetuk pintu untuk masuk tanpa melihat ke arah pintu tersebut.
"Selamat siang mas..." sapa Meisya yang melihat kekasihnya sedang pokus bekerja.
Rey mengangkat pandangan nya ke asal suara yang sangat ia kenal ia sangat terkejut melihat siapa yang datang
"Meisya..." ia segera berdiri menghampiri kekasihnya itu
"Sayang... aku seneng banget kamu datang kesini" ucap Rey dengan senyuman yang mengembang
"Aku bawain kamu makan siang mas, akhir-akhir ini kamu sibuk terus pasti kamu suka telat makan siang"
"Makasih sayang... kenapa kamu gak ngabarin aku kalo mau kesini"
"Aku mau ngasih kamu kejutan mas... makanya aku gak ngabarin kamu dulu,
Aku siapin makanan nya dulu ya mas"
Meisya hendak berjalan ke menuju sofa yang ada di ruangan itu untuk menyiapkan makan siang untuk rey namun tiba-tiba Rey menarik tangan Meisya, memeluk Meisya dari belakang, ia membenamkan kepalanya di bahu Meisya.
"Aku kangen banget sama kamu sayang, udah lama kita gak berduaan kaya gini" bisiknya lembut
"Aku juga kangen sama kamu mas" ucap meisya namun masih ada rasa bersalah di hati nya
Rey mencium rambut Meisya, ia sangat menyukai aroma wangi rambut Meisya kemudian ia membalikan tubuh Meisya agar berhadapan dengan nya .
Rey menatap wajah cantik kekasihnya itu, ia mulai mendekatkan bibirnya membenamkan ciuman di bibir ranum kekasihnya itu.
"Mas kita lagi di kantor, gimana kalo tiba-tiba ada orang yang masuk" sela Meisya
"Saat ini mereka semu pasti sedang keluar makan siang sayang"
Rey kembali Me*um*t bibir tipis meisya, ia semakin memperdalam ciumannya, menghis*p bibir bawah meisya dan ia mulai memainkan lidahnya.
Awalnya Tidak ada balasan dari Meisya karna hatinya masih ter ombang ambing mamun ia berusaha untuk membiasakan diri nya Bersama Rey menerima Rey seutuhnya.
kini Meisya ikut memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut Kekasinya, mereka saling mengeratkan pelukannya dan tangan kiri rey memegang tengkuk leher Meiysa untuk memperdalam c*umannya , l*dah mereka saling bertautan. Rey melakukannya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
Saat mereka mulai kehabisan oksigen, akhirnya meraka melepaskan pautan bibir mereka masing-masing, Rey mengusap bibir ranum meisya dengan jarinya, mengahapus jejak nya di bibir meisya yang sedikit basah.
Rasanya ia tak ingin mengakhiri ciumannya, bibir manis Meisya seolah menjadi candu baginya namun ia berusaha menahannya ia akan melnjutkannya nanti, saat dimana ia telah memiliki Meisya seutuhnya.
Kini mereka tengah duduk di sofa panjang yang berada di sana, meisya sedang menyiapkan makanan untuk Kekasihnya.
"Ini makan dudu mas kamu pasti udah laper" meisya hendak memeberikan makanannya kepada Rey
"Makanan buat kamu mana mey..." tanya Rey
"Aku belum laper mas, jadi mas aja yang makan duluan"
"Tapi kamu juga harus makan sayang...
yaudah kita makan sama - sama aja ya, aku akan suapin kamu"
"Tapi mas..."
"Gak ada tapi-tapian pokonya kamu juga harus makan ! aaaaa " Rey meminta meisya untuk membuka mulutnya untuk makan, Meisya terpaksa membuka mulutnya walaupun sebenarnya ia belum lapar lalu meisya pun bergantian menyuapi Rey , mereka saling bergantian sampai makanan nya habis.
Setelah selesai makan, Rey membaringkan tubuhnya di atas sopa, kepalanya berada di atas paha Meisya, yang sedang duduk, Meisya mengelus-elus rambut Rey dengan lembut ia berusaha berdamai dengan hatinya.
Mas kenapa kamu malah tiduran... memangnya pekerjaan kamu sudah selesai"
"Mas pengen istirahan dulu sayang... mas pengen manja-manjaan sama kamu"
"Mas genit banget sih"
"Emang gak boleh genit sama pacar sendiri"
"tapi ini kan di kantor mas"
"emang kenapa kalo di kantor... toh gak ada yang liat kok"
"Tapi Aku harus pulang mas"
"Nanti aja pulangnya bareng sayang... hati ini mas mau pulang cepet"
"Ayo cepetan beresin pekerjaan kamu mas, biar kita cepet-cepet pulang"
"Yaudah kamu tunggu dulu disini ya, mas beresin kerjaan mas dulu". Rey mengusap kepala Meisya dan berjalan meninggalkan Meisya di sana.
kalau apa yg ia miliki di curi sukurin aja
apa² ajak Rere beli cincin lihat rumah pergi selalu ber 3 kalau sampai si Rere jatuh cinta n kejadian salah sendiri .harusnya kalau punya pacar ya privasi jangan di umbar kek gitu
.
nahh loh ketikung kan
kmu pria yg baik,setia,ganteng,perhatian,syng Keluarga,ga sombong,prnh membeda-bedakan org....pokoknya okt komplit.....💞😍😘
buat dia menyesal seumur hidup.