Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Perasaan seorang istri
Beberapa bulan telah berlalu semenjak kepulangan Reyhans malam itu. Hubungan mereka baik-baik saja, tidak ada masalah yang cukup serius. Hanya pertengkaran-pertengkaran kecil saja sebagai bumbu di dalam rumah tangga dan itu adalah hal yang wajar.
Namun entah mengapa, Nathaline mulai merasa ada yang berbeda dari sikap sang suami terhadap dirinya beberapa minggu belakangan. Pria itu bahkan sudah tidak pernah menyentuh dirinya lagi akhir-akhir ini.
Pernah suatu waktu gadis itu memberanikan diri untuk bertanya secara langsung kepada sang suami, tentang hal tersebut, tetapi Reyhans terus berdalih bahwa ia sangat banyak pekerjaan akhir-akhir ini, hingga membuatnya kelelahan.
Semenjak Nathaline memberanikan diri untuk menanyakan hal tersebut waktu itu, sikap sang suami mulai semakin dingin terhadap dirinya. Bahkan, untuk saling bertegur sapa saja mereka sangat jarang.
Setiap kali Nathaline menanyakan tentang kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga pria itu mulai berubah sikap kepada dirinya, pria itu hanya menjawab bahwa Nathaline hanya berfikir hal yang berlebihan.
Tetapi Nathaline tahu betul, ada sesuatu yang tidak beres dengan rumah tangganya saat ini. Jujur saja, ia merasa sangat kecewa kepada pria itu.
Pria itu telah membujuk dirinya untuk tetap mempertahankan pernikahan mereka, setelah pria itu berjanji akan melepaskan Nathaline dalam semua ikatan mereka setelah lima tahun. Namun, setelah Nathaline memutuskan untuk tetap bersama dengan dirinya, pria itu malah menyia-nyiakan perasaannya.
"Jika seandainya tidak menginginkan aku, maka bebaskan saja aku. Aku tidak mau terus terikat dalam ikatan yang perlahan membuat hatiku koyak dan semakin terluka," batin Nathaline.
Malam ini, Nathaline akan membicarakan hal yang sangat serius kepada Reyhans. Hal yang menyangkut masa depan kehidupan pernikahan mereka berdua.
Jawaban Reyhans adalah penentu jalan akhir dari cerita cinta mereka berdua. Apakah akan berakhir bahagia ataukah hanya akan menyisakan luka dan berderai air mata?
Nathaline memandangi tubuh sang suami yang tengah sibuk memainkan ponselnya. Bahkan, hingga tidak menyadari kehadiran sang istri sedari tadi.
"Letakkan ponselmu pak, ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu!" ucap Nathaline dengan raut wajah serius memandagi kedua bola mata sang suami.
"Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan kepada dirimu, tolong jawab dengan jujur tanpa alasan sedikitpun." Nathaline memberanikan diri untuk memulai percakapan yang cukup serius ini.
"Mengapa sikapmu berubah akhir-akhir ini? Kau semakin dingin terhadap diriku, dan terkesan selalu mengabaikan diriku," ucap Nathaline yang berbicara langsung pada poinnya.
Reyhans hanya terdiam seolah tidak mengerti kemana topik pembicaraan itu tertuju.
"Aku tidak mengerti, apa maksudmu?" tanya Reyhans, kebingungan.
"Tidak adakah hal yang ingin kau beritahukan kepadaku?" tanya Nathaline penuh selidik, tetapi Reyhans hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Mengapa kau tidak pernah menyentuh diriku lagi? apakah pelayanan ku kurang memuaskan bagimu? atau ada yang lebih hebat dalam memuaskan mu?" tanya Nathaline blak-blakan, membuat Reyhans terdiam seolah tidak dapat membalas perkataan sang istri.
"Bukankah sudah aku katakan dari awal? sejak kau mengajakku untuk tetap melanjutkan pernikahan ini? Jika kau tidak sanggup membahagiakan aku, lebih baik lepaskan aku! jangan mengikat diriku dalam ikatan pernikahan ini." Nathaline kembali berbicara hingga membuat Reyhans tidak sanggup untuk bergeming.
"Ada apa? mengapa kau mengatakan hal ini?" Reyhans kembali bertanya.
"Tidakkah ada yang kau sembunyikan dari diriku selama ini, Pak?" tanya Nathaline penuh selidik.
Reyhans hanya menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.
"Sekali lagi aku tegaskan, jika kau sudah tidak sanggup bersama diriku lagi, tolong! aku mohon! bebaskan aku! jangan menyiksa diriku seperti ini. Sikap acuh tak acuhmu membuatku semakin terkuka dan terbebani," ucap Nathaline lagi.
"Jika aku mempunyai kesalahan, tolong katakan agar aku bisa memperbaikinnya. Jika pelayanan ku kurang memuaskan katakan saja, akan aku perbaiki sebisaku. Jika kau mulai bosan kepadaku tolong jujurlah, lepaskan saja aku dan kau bisa mencari wanita-" ucapan Nathaline tertahan, lidahnya seakan tidak sanggup untuk mengucapkan kata yang sudah beraada di ujung lidahnya itu untuk meneruskan kalimatnya.
Air mata wanita itu perlahan menetes dari sudut-sudut matanya, membuat dadanya terasa semakin penuh dan kian sesak.
Ia telah berlatih setiap hari untuk mengungkapkan semua keluh kesahnya kepada pria itu hari ini, akan tetapi saat ia berhadapan langsung dengan pria itu, nyalinya seakan ciut, hatinya yang tegar juga kian rapuh. Air mata yang susah payah ia bendung mengalir begitu saja seakan tanpa penghalang.
"Apa aku melukai dirimu? maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu jika sikapku telah melukai dirimu. Aku hanya sedang sibuk akhir-akhir ini, pekerjaanku juga semakin menumpuk. Maaf jika aku mengabaikan dirimu," ucap Reyhans meminta maaf setulus hati di selingi dengan raut wajah penyesalannya.
Nathaline masih terisak dalam pelukan sang suami, mencoba untuk menahan segala rasa sesak yang kini kian memenuhi rongga dadanya.
'Apakah benar-benar tidak ada yang kau sembunyikan dari diriku, pak?' batin Nathaline.
Dadanya terasa semakin sesak saat mengingat bahwa ia sempat menemukan noda lipstik di kemeja sang suami beberapa bulan yang lalu.
'Apakah semuanya hanya dusta? pandai sekali kau bersilang lidah, pak! dan bodohnya diriku ini yang tidak bisa melepaskan dirimu meskipun sudah tahu tentang kenyataannya, kau memiliki wanita lain di belakang diriku,' batin Nathaline kian meronta.
Hatinya belum siap untuk menerima kenyataan pahit itu dan hatinya terus meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanyalah kesalah pahaman semata.
Wanita itu ingin sekali bertanya secara langsung dan menciduk semua kebohongan yang telah di lakukan oleh sang suami selama ini di belakangnya. Akan tetapi, ia merasa sangat takut jika akan menghadapi kenyataan yang menyakitkan, nantinya.
'Lebih baik aku berpura-pura bodoh di depanmu dan tidak mengetahui segalanya, daripada semuanya terlihat jelas di depan mata kepalaku sendiri dan membuat diriku semakin terluka nantinya,' batin Nathaline.
...***...
Satu bulan telah berlalu, semenjak kejadian malam hari itu, sikap Reyhans kembali membaik kepada Nathaline. Pria itu juga semakin memanjakan Nathaline.
Hanya saja, Nathaline sepertinya sudah jera mencintai dan kembali terluka oleh pria itu. Sehingga gadis itu mulai belajar untuk tidak terlalu mencintai sang suami.
Meskipun sepertinya ia tidak akan pernah berhasil karena setiap hari bukannya berkurang, cinta gadis itu malah semakin bertambah dan semakin membesar untuk sang suami yang ia rasa telah lama mengkhianati cintanya.
Meskipun belum mempunyai bukti akan kecurigaannya selama ini, tetapi perasaanya sebagai seorang istri sudah cukup sebagai bukti bahwa sang suami telah mendua.
...Next.......
...Jangan lupa tinggalkan jejak❤...
...Komen dan like...
...vote juga ya😁...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi