NovelToon NovelToon
Riyan & Vania

Riyan & Vania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Kan ku kejar, akan ku cari kemanapun, dimanapun, di sudut Dunia sekalipun, akan ku dapatkan kamu, lagi. Tidak ada alasan lain, selain karna aku ingin hidup dengan mu, selamanya. " ~Riyan Adijaya

Berkisah tentang Riyan dan Vania, kisah cinta manis berujung pahit. Dimana, setelah satu tahun berkuliah di Jerman, Riyan mengalami kecelakaan mengakibatkan Amnesia Retrograde pada dirinya. Dan melupakan, Vania.

Setelah dua tahun kemudian, Riyan malah di paksa untuk menjadi guru pengganti di SMA MERAH PUTIH. SMA di mana Vania berada.

Akankah, kisah asam manis keduanya masih berlanjut? akankah mereka benar -benar bersanding di pelaminan, nanti? Ataukah, itu memang hanya masa lalu belaka?

yuk simak~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Rayden si Ketos?

***

Vania berjalan gontai di koridor sekolah. Ingatan kecilnya menghadirkan kenangan manis tentang kisah manis antara Riyan dan Vania dulu.

Yah itu dulu, hanya masa lalu~

Bruakk!!!

Mungkin karna berjalan dengan setengah sadar,  Vania menabrak seseorang. Vania merasa asing tak asing dengan wajah orang ini.

"Kau? Ketua OSIS? " gumam Vania saat dia sadar.

"Aku tak mengenal mu." sahut pria itu singkat.

Oh iya aku lupa, dia adalah Rayden si Ketos dingin. Bagaimana mungkin mengingat aku?! Serah deh.

Batin Vania, dia menarik napasnya panjang.

"Maafin aku, aku ga sengaja, aku yang salah ga liat ajalan, aku bakal gunain kaki ku dengan baik. " ujar Vania, dia sengaja meminta maaf dengan panjang. Tulus, atau menyindir?

Minta maaf aja duluan, daripada recok jadi pusat perhatian.

Vania berjalan melewati Rayden begitu saja. Saat Vania sudah agak jauh, Rayden menoleh ke belakang. Tampak punggung gadis mungil yang berjalan sendirian di koridor sekolah.

"Apa nama di bajunya tadi? Vania? Vania Keyland? Vania, yang itu? Apa benar? " gumam Rayden. Ada perasaan aneh dan penasaran yang mulai muncul dalam diri Rayden.

***

Vania baru saja memasuki kelas legendanya itu. Tentu saja suaranya begitu berisik.

"Arka sama Sandy mana? " tanya Vania pada Disha, yang ikut duduk di bangkunya.

"Biasa, ngegame palingan sih. Kalau gak di parkiran, di belakang laboratorium sih. " sahut Disha enteng.

"Van, kamu tau Rayden? " tiba-tiba Shina si Drakor lovers menarik kursinya dan ikut nimbrung bareng Vania dan Disha.

Rayden panjang umur. Baru juga ketemu, uda bakal di omongin aja.

"Tau sih. Si Ketos dingin kan? " bukannya Vania, malah Disha yang menyahutinya.

"Iyah iya dia! Ganteng yak? Anak orang berada. Tapi, bodoamat sih dia anak orang kaya. Tapi, itu loh ganteng banget. Cool boy gitu ga sih? Anaknya rajin, pinter, cerdas. " begitulah celoteh Shina. Satu dari banyaknya gadis yang mengagumi kharisma seorang Rayden.

"Aku sih gak suka liat dia. Biasa aja sih, anaknya songong begitu. Dingin, gak ada humor-humornya. Gak seru. Lebih baik Sandy, meskipun ada sengklek-sengkleknya tetep aja lawak. " bela Disha.

"Halah kamu mah Dish, belain Sandy juga karna Sandy Kapten Volley kan. Kamu kan suka banget sama Volley. " celetuk Vania.

"Shttt! Jangan bahas Sandy, kita kan bahas Ray--"

Seketika kelas ricuh saat ada dua orang berkharisma itu memasuki kelas XII IPA 5.

Semua perhatian tertuju pada dua orang itu. Vania kenal salah satunya, yah itu adalah dia. Manusia dingin yang baru saja di omongin tadi. Yah, Rayden si Ketos legenda.

"Perhatian! Gue mau ngomong sesuatu ke kalian! Mohon perhatian nya! " Begitulah pembukaan santai ala Rayden.

"Tolong, semuanya duduk di tempatnya. " perkataan Rayden selanjutnya memaksa Shina menggeser kursinya kembali ke tempatnya.

"Nah iya, ya udah ngomong. Cepetan. " celetuk Disha enteng.

Bukan hal baru bagi Disha untuk mengatakan hal itu. Itu adalah kebiasaan mulutnya.

Rayden melayangkan tatapan sinis pada Disha. Namun, pandangan matanya terhenti dan bertatapan dengan mata Vania. Vania tersentak halus, dia mencoba menghindari tatapan mata Rayden.

"Apa? Kenapa? Cewek di kelas lo gak ada secantik cewek di kelas gue? Natapin cewek kita gini amat. Iri lo, gak ada yang cantik? " suara lantang bernada santai, di sampaikan ringan oleh satu dari dua orang yang baru saja masuk. Vania kenal dengan mereka. Tentu, keduanya adalah biang keladi XII IPA LIMA. Arka dan Sandy.

Dan yang baru saja membuka mulutnya, menyampaikan sindiran manisnya itu tentu adalah Arka.

"Tau lo, jangan liatin cewek-cewek kelas kita gitu. Cewek kelas ini, punya cowok kelas ini. Gak ada yang boleh ambil. " tambah Sandy enteng.

"Kalo gue mau ambil yang sudut sana? Yang matanya sinis itu? Emang kenapa? Lo mau marah? " Akhirnya, pria yang bersama Rayden itu membuka mulutnya. Ternyata dia sepertinya sudah tertarik pada Disha yang berwajah dingin, bermulut pedas dan bermata sinis.

"Gak papa sih, cuma lo mau kemana? Rumah sakit apa Kuburan? " sahut Sandy enteng.

Tiba-tiba Shina maju ke depan menarik tangan Sandy dan Arka untuk duduk.

"Dua curut diam aja. PR gak pernah siap aja udah sok mau gelud sama anak OSIS. " omel Shina, yang kemudian duduk di bangkunya, setelah menyeret Arka dan Sandy ke bangkunya.

"Nah Ray, lanjut aja deh. Abaikan gangguan. Anggap aja iklan ga guna. " lanjut Shina menampilkan senyuman terhangatnya.

Jadi Ardi tertarik pada cewek bermata sinis? Enggak biasanya. Dia biasa suka cewek anggun nan feminim. Apa ganti tipe?

Batin Rayden menatap Disha dengan ekor matanya.

Tapi, perempuan di sebelahnya? Vania?

"Oke, gue cuma mau bilang ke kalian beberapa hal. Minggu depan kalian akan adain study wisata kan? Jadi bakal ada beberapa anggota OSIS yang akan berpartisipasi. Ini titah langsung kepala sekolah. Kami OSIS akan melakukan pengawasan terhadap kegiatan ini. " Ujar Rayden, masih dengan ekspresi datarnya.

"Karna kegiatan Study Wisata ini adalah permintaan pribadi dari Pak Riyan, maka kepala sekolah meminta OSIS melakukan pengawasan. Maka dari itu, OSIS akan mengirimkan dua orang. Yang akan pergi adalah aku dan, wakil ku Ardi. Kami mohon kerja samanya. Apa ada yang perlu di pertanyakan? " lanjut Rayden, matanya menyapu seluruh sudut kelas.

Ailah, masalah lagi nih. Shit! Ga bakal tenang deh Study wisata kali ini. Udah ada om galak, ada Arka sama Sandy, di tambah ada orang paranoid ini Rayden. Bisa gak sih Study Wisatanya di batalin aja?!

Batin Vania, dia menguap kesal. Dia melipat tangannya, lalu menenggelamkan wajahnya di sana.

"Savage!!! " Begitulah teriak Sandy tertawa ria dengan Arka dari mejanya. Beberapa murid lain juga sudah tidak mempedulikan Rayden di depan. Bahkan, murid cewek juga sudah berkumpul untuk bergosip. Disha sendiri sudah setia dengan Hpnya menonton anime. Hanya sisa Shina yang masih setia menatap Rayden.

Shit! Dasar murid-murid bandal tidak tau sopan santun! Bagaimana bisa nantinya aku akan study wisata dengan mereka!!!

Umpat Rayden. Urat-urat kekesalan sudah muncul di kepalanya.

***

"Van? Balik sama gue? " tawar Arka.

"Sorry ka, bukan aku gak mau. Mulai hari ini aku pulang pergi bareng pak Riyan. " tolak Vania lembut.

"Ada hubungan apa lo sama Pak Riyan sebenernya? Van? "

Vania diam membeku, tentu karna dia tidak tau jawaban apa yang akan di berikannya.

"Enggak ada jawaban. Udah, aku balik yah. " Vania berjalab menuju mobilnya Riyan.

Arka menatap bingung punggung Vania. Dia tidak tau, tapi entah kenapa dia begitu penasaran dengan rahasia itu.

Apa hubungan lo sama pak Riyan, Van?

***

Vania sudah duduk manis di mobil milik Riyan, hanya tinggal menunggu Riyan datang dan menyetir lalu pulang.

1
Qaisaa Nazarudin
DASAR GILA,DIA YG MABOK MALAH NYALAHIN ANAKNYA..
Qaisaa Nazarudin
Ratden kalo niat mau nolong Vania tuh jangan setengah2,Tolong sampe tuntas..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Shandy beneran suka sama Vania? ku pikir cuman iseng nakal doang,udah terbiasa bercanda gitu..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan lagi tambah kepo aku,Apa maksud Rayden dgn rasa BERSALAH??
Qaisaa Nazarudin
Kok aku curiga ya sama Ortunya Riyan??
Dan aku masih kepo apa maksud Rayden tadi soal kecelakaan ortunya Vania?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo ia terus apa hubungannya dgn loe..Kenapa loe yg marah2? Dasar gak jelas..
Qaisaa Nazarudin
Noh udah sembuh kan dari Amnesianya..
Qaisaa Nazarudin
OMG Raka sakit apa??
Qaisaa Nazarudin
Nah pasti sembuh nih Amnesia nya. 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kamu udah gede Vania,Masih punya Rumah sendiri,Usaha Cafe sendiri,Kenapa harus bertahan jafi benalu di rumah orang? Dulu kamu masih kecil jadi ortu nya Riyan kasian sama kamu yg hidup sendiri.. Sekarang belajarlah untuk hidup mandiri..
Qaisaa Nazarudin
Kok tau tuh bibi kerja udah puluhan tahun?? katanya Amnesia..😅😅😜😜
Qaisaa Nazarudin
Whaat baru 20 tahun umurnya yg bener thor? Saat Vania 3 SMP umur Vania 15 tahun,Dan umurnya Riyan 19 tahun lho,BEDA UMUR MEREKA 4 TAHUN lho, Sekarang Vania umur 18 Tahun, Masa ia Riyan masih 20 tahun?? Mana hilang umurnya Riyan yg lagi 2 tahun ya?? 🤔🤔🤔🤔🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok manggilnya Om?? Beda umur 4 doang,Lagian Riyan umurnya baru 19 tahun juga..Ku pikir Vanoa manggil Om tuh umurnya Riyan udah 26-27 tahun gitu 🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
3 SMP Berarti Vania umur 15 tahun ya,Riyan 19 tahun,Beda cuman 4 tahun doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahh memory otak Riyan mundur beberapa tahun nih...
Qaisaa Nazarudin
Emang umur nya Vania ini berapa thor?
Yo rin
karena ganti hp sampai lupa sama novel ini
Siti Mas Ulah Ulah
si nathan noh bapaknya arfen,si legenda
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
arka balik yuk nak, belum saatnya masuk😭
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
udah pernah baca tapi gak bosen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!