NovelToon NovelToon
Bintang Di Kegelapan Malam

Bintang Di Kegelapan Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:883.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anjani Putri

Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.

"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.

Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono

"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.

Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.


Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!

Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part-13 Galau

Matahari bersinar cerah, udara tropis kembali menghangatkan tubuhnya setelah  seminggu berada di iklim -4 °C di Swiss. Kawasan tropis terletak di daerah isoterm di bumi bagian utara dan selatan, yaitu 23,5° Lintang Utara – 23,5° Lintang Selatan. Kembali ke sekolah membuat Retno mendapatkan suasana berbeda. Ramainya mereka berkicau menceritakan tentang liburan. Retno membagikan coklat Swiss kesemua teman dikelasnya, sebetulnya Retno tidak mau teman-temannya tahu ia berlibur di Swiss tapi Keanu membawakan coklat banyak sekali "Untuk teman-temanmu dan 10 buah sigg bottle untuk sahabatmu" pesannya yang membuat Retno terharu. Keanu adalah segalanya, pahlawan sekaligus pelindungnya. Ia begitu mengerti dengan kebutuhannya.

SIGG bottle, orang Indonesia biasa menyebutnya Tupperware, merupakan botol air minum Swiss asli yang dibuat dari satu bagian aluminium murni, bebas pelarut, dan ramah lingkungan untuk teman-teman dekatnya. Keanu memperhatikan Retno dan Aldy sampai detail, dari rencana perjalanan hingga memilihkan oleh-oleh yang ikonik dan berkesan Happy Travelling. Seperti biasa mereka heboh mendapatkan coklat, bercerita lebih heboh tentang Swiss dibanding Retno. Akhirnya Retno hanyamwnjadi pendengar dan cengar-cengir mendengar cita-cita Shelly yang ingin mendapatkan beasiswa di IHL-Lausanne, sekolah perhotelan terbaik di dunia. Sungguh Retno kagum pada Shelly, SMA belum lulus tapi sudah mantap menetapkan tempat kuliah yang akan dituju. Sepasang bola matanya berpendar begitu bercerita tentang cita-citanya seakan masa depannya tengah berada didepan matanya. Anak muda yang energik dan semangat.

"Wow, lo ke Swiss gak bilang-bilang sih. Coba aku nitip pakaian tradisional Swiss yang merah itu. Keren loh.." mata Shely mengerjap.

"Aku ada kok, buat kamu aja.."

"Bener nih..?" Shely menatap tak percaya.

"Bener."

"Ih kamu, Retno membawa baju tradisional Swiss hanya satu kok diminta sih..." komentar Dinda.

"Tenang, ada lima kok" jawab Retno.

"Kalau begitu aku mau Ret" lanjut Dinda nyengir kuda.

"Aku juga" Vita gak mau kalah.

"Nah lo, makanya jangan suka mencela, kena batunya kan.." Shely terkekeh sambil menggembungkan pipinya.

"Seru kali ya kalau pakai baju merah itu samaan, dipakai baju lapisan luar aja pasti keren" bola mata Vita berputar membayangkan mereka pakai busana merah itu bersamaan.

"Ah Lu sukanya seragaman aja kayak emak-emak arisan" ucap Shely asal.

"Asal..." ketiganya terkekeh.

"Eh...sebelum semester akhir kita liburan ke pulau Sangiang Anyer yuk, snorkeling di labuhan waru..." usul Shely.

"Sekalian promo Travel Agent milik bokap Lu...." Wika terkekeh.

"Tidak, Travel Agent bokap gue gak perlu promo sama anak sekolahan yang sukanya minta discount..." Shely terkekeh yang disambut huuu oleh yang lainnya.

"Sombong lu ya..." Wika melotot gemas.

"Bukan sombong tapi percaya diri" bela Vita sambil terkekeh.

"Bagaimana, setuju nggak teman-teman kita ke pulau Sangiang sebelum semester akhir?" ulang Dinda.

"Setujuuuu" seisi kelas mengangkat tangannya.

"Wow...pasti seru" Dinda dan Wika berteriak barengan.

"Mau dong, sudah lama nih gak adventure.."

"Baru liburan dah mikirin libur lagi, pikir tuh semester akhir."

"Doo...yang seminggu liburan di Swiss, aku liburan cuma makan dan nonton teve dirumah" Vita manyun.

"Pantes, terlihat berisi. Kayaknya Lu naik lima kilo deh Vit,  sudah nimbang belum?" Shely terkikik.

"Kurang asem Lu.." Vita menggebuk punggung Shely.

Kelas kembali tertib ketika bu Mira guru biologi masuk dan menerangkan tentang enzim.

Enzim merupakan suatu zat yang bertindak sebagai katalis dalam organisme hidup, mengatur laju di mana reaksi kimia berlangsung tanpa dengan sendirinya diubah dalam proses. Proses biologis yang terjadi dalam semua organisme hidup adalah reaksi kimia dan sebagian besar diatur oleh enzim. Tanpa enzim, banyak dari reaksi ini tidak akan terjadi pada tingkat yang jelas. Enzim mengkatalisasi semua aspek metabolisme sel.

Hal ini termasuk pencernaan makanan, di mana molekul nutrisi yang besar (seperti protein, karbohidrat, dan lemak) dipecah menjadi molekul yang lebih kecil; konservasi dan transformasi energi kimia; dan pembangunan makromolekul seluler dari prekursor yang lebih kecil.

.............

Retno baru meletakkan tas sekolahnya ketika dilihatnya seorang gadis cantik berambut pirang melintas didepan kamarnya, tinggi semampai dengan postur bak model profesional. Retno mengintip dari balik gorden pintu ketika gadis itu berbincang dengan Andre, terlihat akrab. Mungkin saudara. Retno menarik nafas panjang, sejak Keanu tidak ada dirumah ini kadang ada perasaan tak nyamam tinggal disini, merasa dirinya bukan siapa-siapa meski seluruh penghuni rumah ini semuanya ramah dan baik padanya. Terkadang perasaan tak percaya diri itu timbul ketika seseorang menanyakan statusnya dirumah ini. Dibukanya lemari, diambilnya baju tradisional Swiss berwarna merah cabe dan dimasukkan kedalam tas beserta plastiknya agar besok pagi tidak lupa, Retno tidak mau mengecewakan sahabat-sahabatnya.

Usai makan malam Retno dan monique terlibat obrolan, gadis berambut pirang dengan sepasang bola mata kehijauan itu tampak seperti peri cantik di dongeng Thinker Bell dan berita pentingnya Monique adalah mantan tunangan Keanu dan keduanya nyaris menikah. Mommy dan Andre juga seluruh keluarga penghuni rumah ini tampak tak asing dengan Moniq kecuali dirinya dan Aldy yang menjadi penghuni baru dan tak ada hubungan apapun dengan keluarga ini. Retno berharap Moniq tak menanyakan kebwradaannya dirumah ini.

"Hai Retno, bagaimana kabar Swiss dan Keanu?" gadis itu menatap dengan sepasang bola mata hijaunya yang berpendar, amazing. Gadis blasteran Amerika latin dan Swiss. Retno hanya bisa melihat kecantikan seperni Moniq hanya pada bintang film holywood.

"Semuanya baik Miss Moniq" dada Retno berdebar, gadis secantik ini kenapa Kakak memutuskan pertunangannya...?

"Aku mau datang ke Swiss tapi Keanu melarangku, ada Retno dan Aldy katanya" Moniq kembali menatap mata Retno seperti ingin menemukan sesuatu pada matanya, sepasang bolamata itu tampak bening dan polos.

"Sekarang kau tetap bisa ke Swiss menemui Keanu miss" lanjut Retno.

"Keanu tetap melarangku, sejak putus pertunangan Keanu seperti enggan bertemu denganku" Monique tampak menarik nafas panjang.

"Apa yang bisa kubantu miss Moniq?" Retno menawarkan diri.

"Tidak ada, jangan panggil aku miss. Moniq saja, oke?"

"Baiklah."

"Sejak kapan kau tinggal disini?"

"Delapan bulan yang lalu" dada Retno mulai berdenyut, pertanyaan yang membuatnyamwrasa berat.

"Kalian berdua istimewa ya, Keanu jatuh cinta pada kalian berdua khususnya kamu" Moniq menatapnya, Retno mengalihkan tatapannya dengan dada berdebar.

"Keanu hanya kasihan pada kami Moniq."

"Mungkin tapi pasti ada sesuatu yang lain, aku kenal Keanu. Dia tidak gampang akrab dengan orang baru apalagi seorang gadis, hidupnya sangat selektif" Moniq terlihat meneliti Retno, melihat dari ujung kaki hingga kepala, meski tak nyaman Retno tak bisa berbuat apa-apa.

"Entahlah Moniq.." Retno mengangkat bahu, kadang ia ingin berpikir tentang perasaan yang lebih dalam terhadap Keanu tapi Retno merasa belum pantas. Saat ini masa depannya lebih penting dibanding perasaannya atau apapun didunia ini.

"Sepuluh tahun yang lalu aku tinggal di Indonesia, ayahku diplomat disini. Aku cinta negeri ini juga Keanu" Monique tersenyum, lesung pipinya tampak jelas dikedua pipinya.

"Pantas bahasa Indonesiamu lancar."

"Aku juga sekolah SMA ditempat kamu sekarang."

"Kamu muslim?"

"Ya, meski gak berhijab sepertimu. Waktu SMA aku berhijab tapi setelah pindah aku tidak memakainya lagi, tak ada tuntutan. Mommy juga tidak berhijab.."

"Hijab itu wajib untuk muslimah tapi terkadang setiap orang memiliki persepsi berbeda sesuai pemahamannya."

"Ya Retno, keluargaku mualaf. Daddy malah terakhir masuk Islam."

"Sungguh keluarga yang diberkahi Allah."

"Terima kasih Retno, aku senang bisa bertemu denganmu disini."

"Aku juga Moniq."

"Semoga kita menjadi teman."

"Ya Moniq, aku senang berteman denganmu."

"Retno, apakah Keanu pernah mengatakan sesuatu padamu?" Moniq menatapnya.

"Maksudnya?"

"Apakah Keanu pernah mengatakan cinta padamu?"

"Tidak Moniq, kenapa?" dada Retno bergetar.

"Aku sangat mencintai Keanu hingga sekarang dan aku ingin kembali padanya.." sepasang mata hijau itu meredup.

"Kalian pasti bisa bersama lagi" Retno melindas perasaannya.

"Aku pernah membuat kesalahan Retno dan Keanu tidak pernah memaafkanku."

"Keanu orang yang baik pasti dia sudah memaafkanmu" Keanu tak pernah bercerita apapun tentang kehidupan pribadinya jikapun telwfon hanya menanyakan kabarnya dan Aldy juga Nenek, bicaranya terkesan hati-hati.

"Ya, tapi kau tak tahu bagaimana saat dia marah..." sepasang mata hijau itu kian meredup.

"Setiap kemarahan ada alasannya" Retno sudah pernah merasakan  kemarahan Keanu tapi menurutnya hanya seperti sebuah perlindungan jadi tak membuatnya sakit hati. Keanu benar dalam banyak hal, Retno hanya seseorang yang masih akan tumbuh dan terus tumbuh hingga kakinya kuat menapak bumi, seperti karang dilautan yang tetap berdiri tegak walau ombak dan badai menghantam!

"Aku tunangannya tapi Keanu tak pernah menyentuhku.." Moniq menunduk.

"Dia menghormatimu Moniq" Retno menghembuskan nafas berat, di Swiss kadang Retno melihat Kakak begitu ingin menyentuhnya, Retno bisa melihat dari tatapan matanya tapi dia selalu berhasil mengendalikan. Retno beruntung bertemu lelaki seperti Keanu, mendapatkan perlindungan penuh.

"Kamu menganggapnya begitu...?"

"Ya."

"Aku mendapatkan yang kuinginkan dari Martin..." Moniq menghembuskan nafas berat.

"Seķarang dimana Martin?" Retno menatap wajah murung itu.

"Dia menghianatiku setelah mendapatkan semua keinginannya."

"Bukankah itu juga keinginanmu?"

"Aku menyesal dan Keanu tak pernah memaafkanku. Maukah kau membantuku?"

"Membantu?" dada Retno berdebar.

"Mengembalikan Keanu padaku" Moniq menatap penuh permohonan.

Retno diam, sibuk berpikir dengan tubuh gemetar. "Mengembalikan Moniq pada Keanu, bagaimana caranya..?"

"Retno, apakah kamu mendengar yang kukatakan?" Moniq menyentuh bahu Retno.

"Aku mendengarmu Moniq, hanya bingung bagaimana caranya. Kenapa tak kau katakan sendiri keinginanmu?" Retno menghembuskan nafas berat.

"Jangankan mendengar bahkan Keanu terus menolakku."

"Mungkin bisa lewat Mommy dan Andre, kulihat kalian akrab?" lanjut Retno.

"Ya, mereka sudah seperti keluargaku tapi Keanu tidak mempan dibujuk."

"Terus aku harus bagaimana?" Retno kebingungan sendiri.

"Aku yakin Keanu akan mendengarmu, kulihat dia sangat mempercayaimu."

"Kenapa kamu begitu ingin kembali padanya?"

"Seperti katamu, Keanu adalah laki-laki yang baik selama ini aku hanya salah menilainya. Bagaimana Retno, apakah kamu bersedia membantuku?" Moniq menatap penuh harap, sepasang bolamata hijaunya mengerjap indah.

"Aku tidak bisa janji Moniq tapi akan kuusahakan" Retno menepuk bahu Moniq.

"Terima kasih Retno" Moniq memeluk Retno sementara Retno hanya berdiri mematung.

Membantu menyatukan Keanu dengan Moniq, mungkinkah? Bagaimana dengan perasaannya sendiri? Retno hanya menatapi bulan dimalam hari lewat jendela kamarnya. Menghela nafas berat membayangkan kehidupannya dan Aldy kedepan, Retno tak mungkin terus berada ditempat ini. Ia sibuk menyusun rencana untuk dirinya dan Aldy kedepan jika mungkin lulus SMA keluar dari rumah ini, kuliah sambil bekerja sepertinya ide briliant. Mungkinkah Keanu mengijinkan? Bagaimanapun Retno banyak berhutang budi, ia patuh dengan Keanu apapun yang dikatakannya.

Deeert

Deeert

Ponselnya bergetar, dilayar tertera nama Keanu. Retno ragu mengangkatnya, hatinya kacau balau apalagi setelah berbincang dengan moniq. Gadis cantik dengan sepasang bola mata hijau itu memberikan beban berat kepadanya.

"Assalamualaikum Retno" suara tebal itu mengagetkannya.

"Waalaikumssalam Kakak."

"Bagaimana harimu?"

"Alhamdulillah baik, semoga Kakak juga baik."

"Amiin. Retno, ada moniq dirumah ya?" pancing Keanu, ia sudah bisa meraba apa yang dilakukan Moniq dirumahnya.

"Ada, apakah Kakak mau bicara dengannya?" ada debar tak nyaman dihati Retno tapi cepat melindasnya.

"Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin mengatakan, jangan terpengaruh dengan omongan Moniq..." Keanu bicara hati-hati.

"Maksud Kakak?"

"Apa dia sudah cerita tentang dirinya?"

"Ya, Moniq ingin kembali dengan Kakak..." Retno berkata ragu, bingung harus mengatakan apa

"Lalu...?"

"Dia memintaku untuk membantu."

"Membantu apa?" Keanu terus mendesak.

"Ia ingin kembali pada Kakak..." Retno tergagap.l

"Terus kamu menyanggupi?" geraham Keanu mengeras dengan tangan kanan mengepal.

"Dia cantik Kakak..." Retno tak mampu menyembunyikan perasaannya. Setelah itu Retno menggigit bibirnya sambil merutuki dirinya "Bodohnya kamu Retno, ngapain bicara seperti itu? Kayak gak ada kata-kata yang lain saja!

"Retno.." panggil Keanu.

"Ya Kakak."

"Kenapa diam?"

"Nunggu Kakak bicara.."Retno kebingungan, tak tahu harus mengatakan apa. Kenapa sih ia selalu gugup dihadapan Keanu?

"Terus kamu mau jadi pahlawan buat Moniq?" pancing Keanu.

"Kalau Kakak bersedia aku akan melakukannya" jawab Retno seperti orang bodoh.

"Dengar Retno, tanpa bantuan siapapun aku bisa kembali dengan Moniq kapan saja, masalahnya  aku tidak mau.." tegas Keanu.

"Jadi, apa yang harus kukatakan pada Moniq?"

"Bilang cepat pulang ke Amerika dan jangan pernah berharap pada Kakak lagi."

"Aduh, aku tidak berani Kakak. Itu sangat tidak sopan" Retno terperanjat dengan kata-kata Keanu.

"Kenapa tidak berani, Sean aja kamu piting tangannya kebelakang masak cuma bilang gitu saja gak berani?" Keanu menggoda Retno.

"Itu beda Kakak, Sean akan mencelakaiku..."

"Jadi....Moniq tidak?" pancing Keanu.

"Kakak....aku...hmmm" bibir Retno bergetar, makin gugup. "Kenapa sih Kakak bertanya seperti itu, mana mungkin bisa kujawab..?" Retno ngedumel dalam hati.

"Yah...malah gugup" Keanu menahan senyumnya.

"Kakak...aku.."

"Retno hubunganku dengan Moniq buruk, dan kamu tidak perlu jadi pahlawan untuk menyatukan kami kembali, paham..?" Keanu mulai serius.

"Ya Kakak, aku mengerti."

"Baiklah, wassalamualaikum."

"Waalaikumssalam."

Moniq begitu berharap kembali sementara Keanu berusaha keras menutup jalan kembali, hubungan yang sangat mengerikan. Kadang Retno takut dengan hubungan orang dewasa, rumit. Retno hanya ingin hidup sederhana, menikah dengan Keanu dan memiliki anak-anak yang lucu. "Apa...?" Retno terperanjat dengan angan-angannya. Setelah membasuh mukanya dengan air wudhu Retno berdoa lalu menutup wajahnya dengan bantal, tidur!

..........

Assalamualaikum

Vote & Comment untuk membangun cerita.

Terima kasih atensinya.

Salam

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Siang semuanya, Izin ama othoor ya, Karya ini telah menjadi audiobook dan alhamdulillah saya sendiri yang membawakan karya dari kk Anjani Putri.
Semoga bisa diterima 🤭
Dev
Baca novel sekaligus ilmu bermanfaat, smngt kak othor👌👌😆
Alisa Maharani
aku bayangin visualnya retno sma keanu,ibarat dude harlino sma alysa soebandono
Fryy Sweet
intinya Kirana gak tahu diri
Kustini Axazzam
lanjut kak.. semangat berkarya
Sri Mulyani
Thor, maaf ya, kayak nya makin ke sini cerita nya makin gak ngerti saya, kenapa sekarang fokus cerita nya tentang Rizky dan Kirana aja? Saya lebih senang cerita nya tamat ketika Retno sudah punya 3 orang anak, udah cukup sampai di situ aja, gak usah melebar kemana-mana nanti gak seru lagi.
Aira Hadera
Lanjut thor
Bunda Saputri
Semangat mbak thoorr
Wahyu Listyorini
Rizky yang tegas dong ....pilih Afra pa Kirana. .wanita butuh kepastian...jangan plin plan .
Ervina 123
lanjut
Bangsul ojai
up nya terlalu lama Thor keburu lupa alur ceritanya
Watie Zack
kau beruntung Rizky memdptkan Afra
Novi Affikah
tetep pilih Afra ..jangan ragu..
~🌹eveliniq🌹~: team Afra semangat lanjut Thor jangan lupa mampir ya ke karya aku Find the Perfect Love
total 1 replies
Bunda Saputri
Bodohnya rizki
Nhia Wenne
lanjut
Fryy Sweet
Risky apapun yg kau alami bersama Kirana di masa lalu prioritasmu saat ini mestinya Afra istrimu tdk usahemikirkan wanita itu terus, atau kalau emang ragu dengan hatimu setuju apa kata Arga tinggalkan dan biar lu fovus dwngan si Kirana gak tahu diri itu.
Lina Herlina Hardjati
lanjuuuttt 🤩
Endah Setyowati
akhirnya up juga,saya slalu tungguloh up lagi
Aira Hadera
Lanjut thor
Aiho
So Sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!