NovelToon NovelToon
Mengajak Gus Ilham Menikah

Mengajak Gus Ilham Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:250.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Gledekzz

Memperhatikan cerita kehidupan seseorang yang sedikit berbeda, membuat wanita cantik bernama Nining tertarik akan sebuah masalah kehidupan Ustadznya.

Nining berniat mengajak Ustadznya menikah hanya sebuah gosipan.

Berhasil dan si lelaki menyetujui, apa yang akan di lakukan Nining selanjutnya saat setelah menikah dengan Ustadznya yang bernama Ilham?

Akankah nantinya Nining menyesal telah mengajak menikah Ilham?

Mari kita saksikan kisahnya hanya di aplikasi noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab - 13

Nining kembali teringat akan sesuatu. Ia pun kembali duduk dan melihat ke Ilham yang masih fokus pada bacaannya.

"Gus..." panggilan Nining pelan dengan Ilham masih belum menoleh ke arahnya. "Gus..." teriak Nining di dekat telinga Ilham.

Ilham mengatur nafasnya sembari melihat ke Nining. "Biasakan kalau berbicara pelan-pelan Ning."

"Habisnya Gus sendiri di panggil enggak menoleh. Terpaksa aku bersuara tinggi." balas Nining dengan membela dirinya.

Ilham hanya bisa tersenyum paksa. "Memangnya kamu mau ngomong apa?"

"Sini, agak mendekat Gus. Aku mau berbisik." pinta Nining yang membuat Ilham penasaran.

"Memangnya mau ngomong apaan sih Ning? Di sini hanya ada kita berdua, enggak ada siapa-siapa selain kita."

"Takut aja Gus di dengar makhluk lain."

Ilham menggeleng pelan. Ia tidak mau berdebat dengan istrinya lagi. Ia pun mendekati telinganya.

"Besok aku bangunnya jam 6 ya Gus. Izin enggak shalat tahajud dulu. Soalnya lagi datang si merah."

Ilham melihat ke Nining dengan rupa mereka berdua sangat dekat dan hampir saja berciuman kembali. Ilham langsung menjauhi Nining. "Si merah siapa Ning?" Ilham menjadi salah tingkah.

Nining mengerutkan kedua alisnya saat melihat Ilham yang mulai aneh. "Begini Gus. Warna merah itu di kaitkan dengan warna darah."

"Kamu lagi datang bulan Ning?" tebak Ilham langsung.

Nining menjentikkan tangannya. "Anda benar Gus. Dapat nilai seratus."

Ilham tersenyum tipis dengan menggeleng pelan. "Kamu enggak boleh bangun jam 6 Ning. Harus jam 5." Ilham tidak menyetujui permintaan istrinya itu.

"Iya enggak bisa begitu juga Gus. Kita pergi ke acaranya juga jam 8. Itu juga acaranya mulai jam 9. Masih banyak waktu Gus."

"Ning... Kamu itu sudah menjadi istri ku. Kamu harus terbiasa mulai dari sekarang bangun pagi untuk membuat sarapan dan mempersiapkan kebutuhan ku sebelum mencari nafkah buat kita."

"Nafkah gimana Gus? Bukannya Papa sama Mama yang akan kasih uang."

Ilham saat ini hanya bisa bersabar dengan mengatur nafasnya. "Begini aja Ning. Untuk sementara sebelum kamu memiliki uang sendiri, aku yang memberikan apa yang kamu minta. Tadi aku sudah jelaskan, bahwa kedua orang tua mu enggak menanggung lagi diri mu kecuali aku sebagai suami mu. Kamu banyak-banyak baca buku yang aku berikan tadi. Kalau enggak paham baru bertanya." jelas Ilham.

Nining mengangguk mengerti. "Tapi Gus yang menjadi masalahnya. Aku enggak bisa masak."

"Astaghfirullah... Nikmat mana lagi yang ku dustakan." ucap pelan Ilham. Ia pun kembali turun dari ranjang dan mengambil beberapa buku. Sudah jelas pelajaran Nining semakin bertambah.

Ilham memberikan buku lagi dengan ia duduk di tempat semula. "Kamu pelajari itu semua. Ingat ya Ning! Jangan sampai mubazir. Kalau kemasinan atau kemanisan kamu bisa tambahkan air. Jangan membuang-buang makanan. Apa yang kamu masak itu harus di makan. Kita harus ingat orang-orang di luar sana yang belum tentu bisa makan kayak kita. Jadi usahakan di habiskan ya Ning." perintah Ilham. "Aku yakin masakan mu akan enak kalau kamu benar-benar memperhatikan takaran di dalam buku itu."

Nining mengangguk mengerti dengan ia kepikiran akan hal lainnya. "Tapi kalau aku belajar terus kayak begini, bagaimana aku bisa kuliah dan bekerja untuk membayar hutang ku pada mu Gus?"

"Kalau kamu bisa memasak dan melakukan apa yang aku pinta aku kasih diskon besar-besaran soal hutang mu. Atau begini aja. Kalau kamu bisa semuanya termasuk memberikan apa yang aku mau aku akan menganggap hutang mu lunas."

Nining sangat senang mendengar tawaran dari Ilham. "Serius Gus?"

Ilham mengangguk dengan wajah meyakinkan.

"Tapi aku juga butuh kuliah Gus. Biar setara dengan mu. Gus aja lulusan luar negeri. Masa aku yang menjadi istri mu hanya lulusan SMA."

Ilham tersenyum tipis. "Ning... Kamu makan nasi kan?"

"Iyalah Gus. Masa makan kayu."

"Terus kamu kalau mati di kafan jugakan kalau dalam ajaran agama kita?"

"I-iya Gus." Nining mulai ketakutan saat membahas kain kafan.

"Terus kita pasti akan kembali ke tanah dalam ukuran lubang kurang lebih panjang 2 meter, lebar 1 meter jugakan?"

Nining mengangguk lagi memang benar begitulah aturan dalam mengubur jenazah.

"Lantas apa yang kita banggakan di hadapan Allah subhanahu wata'ala? Mau kaya, mau miskin, mau tinggi, mau rendah. Kita semua sama Ning. Apa agar baik di pandang mata manusia? Manusia hanya makhluk paling rendah Ning, buat apa kita berusaha baik? Allah enggak membutuhkan itu. Lagian itu enggak bermanfaat juga. Yang terpenting itu adalah ilmu. Ilmu yang kita pelajari akan bermanfaat untuk diri kita sendiri mau pun orang lain. Percuma kamu belajar tinggi-tinggi tapi kamu enggak bisa memberikan syafaat untuk diri mu maupun orang lain."

Nining membenarkan apa kata suaminya itu.

"Mulai sekarang jangan pikirkan hal itu. Aku hanya butuh kamu ikuti semua yang aku perintahkan."

Nining mengangguk saja tanpa menjawab. Ia tidak mau lagi Ilham terus menceramahinya dengan waktu yang sudah mencapai tengah malam.

"Iya sudah kita tidur sekarang." ajak Ilham sembari melepaskan kacamata dan meletakkan buku di atas meja kembali.

Nining mengikuti dengan langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata. Tangan Ilham berjalan pelan memegang perut Nining dengan ia juga menyenderkan kepalanya di bahu istrinya itu.

Nining berpikir Ilham membutuhkan tempat sandaran seperti teman-temannya lakukan. Hal itu sering ia alami di saat temannya sedang dalam banyak masalah. Ia pun memegang dan mengelus kepala Ilham. 'Semoga beban yang anda pukul berkurang Gus.' Nining rasa Ilham begitu saja langsung tertidur dengan cepat. 'Em... Kayaknya dia capek banget.'

"Ning..." panggil Ilham dengan suara parau.

Nining terkejut dengan Ilham yang ternyata belum tidur.

"Iya Gus, kenapa?"

"Jangan lupa baca doa." balas Ilham mengingati.

"Iya... Gus."

Ilham mengeratkan pelukannya kembali dengan Nining menggeleng pelan. 'Gus Gus. Anda masih sempat-sempatnya mengingatkan doa yang memang aku sering lupa bacanya.' Nining langsung berdoa di dalam hati. Setelahnya memejamkan kedua mata untuk tidur.

1
Ny Rudi Harianto
tamat si Nining.... lanjut cari cerita lain
IG : Gledekzz97: makasih mak 🙏
total 1 replies
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣
niniiiiiiiing......
IG : Gledekzz97: masih aman mak💃💃🤣
total 1 replies
Ny Rudi Harianto
manis bener ya Gus klu sudah gini.... walaupun dpat istri agak Laen tapi Gus bsa kok bersabar
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
pokoknya itu aja lah yg bsa aku buat untuk Nining
Ny Rudi Harianto
masih blm ngerti jg ya si Nining ini
Ny Rudi Harianto
memang d luar dugaan lah si Nining ini...
Ny Rudi Harianto
yg penting kamu berpegangan yg kuat sma si Gus Ning....yakin aku
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
beneran d buat sakit perut sama Nining Thor
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣
no komen lah ning
Ny Rudi Harianto
owalah Gus.....Gus.....
🤣🤣🤣
Ny Rudi Harianto
kelewat polos atau gmna ya si Nining ini...
Ny Rudi Harianto
waaaah si Gus ternyata ya ....gak buka segel tapi ngecap kepemilikan aja udah ok lah ya gus
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣
bener² gak ada bahasa yg lain selain sabar ya Gus....
Ny Rudi Harianto
owalah Gus..... Gus....
seng sabar toh.... kamu nikah perlu bnyak2 ngajarin deh kyak nya...ya Allah...🤣🤣🤣
Ny Rudi Harianto
Ning..... beneran polos atau emang gak merasa ada singa d dlm kamar ya....hati² Ning....d caplok
Ny Rudi Harianto
ooh tidak bsa Ning .... hukuman kamu lain mulai sekarang jadi siap² yg baca nyengir aja
Ny Rudi Harianto: senam rahang Mak 🤣🤣
total 2 replies
Ny Rudi Harianto
disini Gus Ilham masih lempeng² aja bawaan nya ya kan.....blm kena aja si Gus....
Nining jg.....masih blm tau apa² malah ngajak nikah si Gus.....ya d gas lah sma si gus
Ny Rudi Harianto
karakter Nining emang seperti roller coaster ya kan
Ny Rudi Harianto
si Nining ini ya.... melakukan nya ada aja
Ny Rudi Harianto
Gus Ilham banyak stok sabar lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!