NovelToon NovelToon
Secret Admirer

Secret Admirer

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Tamat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Macet

Ketika Laura mendapatkan surat cinta, dia dengan tekad bulat akan menyusuri jejak sang pengagum!

....

Laura ingin rasanya memiliki seorang pacar, seperti remaja di sekitarnya. Sayangnya, orang-orang selalu menghindar, ketika bersitatap dengannya. Jadi, surat cinta itu membawanya pada ambisi yang kuat! Mampukah Laura menemukan si pengagum dan mendapatkan akhir bahagia yang ia impikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Macet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Teman Kok Begitu

Teman Kok Begitu

Aku mengedarkan pandangan ke penjuru kelas, kulihat di meja sebelah Wafi sedang duduk dengan sebuah buku di genggaman. Jika melihatnya seperti itu, hatiku makin kacau tak karuan. Apakah dia sudah lupa tentang pengakuannya saat itu?

Aku bangkit dari tempat duduk, menyisihkan anak rambut dan berjalan dengan hati-hati ke meja Wafi. Kebetulan kelas tidak begitu ramai karena sebagian murid berada di bawah menyaksikan acara yang diselenggarakan pihak OSIS. Aku dan dua temanku sih tidak peduli, maka dari itu kami berada di sini. Kalau soal Yuna dia sedang memesan tiga mie sop di kantin, betapa baiknya gadis itu.

"Wafi..." kataku dengan gugup. Aku datang tanpa tujuan yang pasti.

Dia menoleh dan mengerutkan alis, sudah pasti bertanya-tanya ada apa gerangan aku mendatanginya. "Boleh aku duduk di sini?" tanyaku dan dia mengangguk. Segera aku duduk.

"Buku apa yang sedang kaubaca?" tanyaku basa-basi. "Tampaknya sangat serius."

"Hanya buku mata pelajaran biasa. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi, segala hal yang kulakukan begitu membosankan," katanya. "Kau sendiri tidak ada kegiatan lain?"

Aku menggeleng, memang benar tidak ada kegiatan lain, karena sejak tadi yang kupikirkan adalah dia. Perkara si pengagum rahasia yang sudah ada di depan mata tetapi tak kunjung mengajak jadian, atau surat cinta itu hanya main-main saja? Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Wafi membuang perasaannya jauh-jauh. Dia tidak sejahat itu kan?

"Sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu. Hal ini selalu menggangguku akhir-akhir ini, ini mengenai..." Aku menjeda kalimatku karena rasa gugup yang menyesakkan dada. Saat akan kulanjutkan kata-kataku, suara Yuna sudah terdengar di ambang pintu.

"Pesanan datang!" seru Yuna. Dia membawa nampan dibantu seorang murid perempuan. Meletakkan di tengah-tengah meja dan setelahnya Yuna berterimakasih kepada murid perempuan.

"Ayo dimakan! Jangan sampai mienya menjadi dingin." ujar Yuna dan menyantap dahulu mie. Aku juga melakukan hal yang sama, sembari mataki melirik Wafi yang terdiam. Biarkan sajalah, aku juga tidak perlu memperjelas masalah itu.

"Buang jauh-jauh perasaanmu Laura! Jika kamu terjebak mencintainya dan dia sebenarnya tidak mencintaimu baik raga maupun jiwa, kamulah yang menyesal terjebak friendzone." batinku nelangsa.

Aku meletakkan sendok di mangkok tepat setelah menyelesaikan suapan terakhir. Mienya benar-benar enak! "Tunggu sebantar lagi baru diantar mangkoknya. Nanti aku bantu kamu bawa ke kantin." kataku menawarkan bantuan. Sekalian juga untuk membayar mienya.

Yuna mengancungkan jempol dan menjauhkan mangkoknya untuk meletakkan gawai. Aku yang berada di dekatnya cepat-cepat membuat gaya supaya bisa foto berdua dengan Yuna.

"Selalu mengambil kesempatan!" ledek Yuna. Gadis itu tak urung menyimpan foto tersebut. Aku yang berada di sebelahnya ingin sekali.menjitak kepala Yuna.

"Kau tadi ingin berbicara apa Laura? Katakan saja." kata Wafi kemudian lanjut membaca buku. Aku tersenyun canggung dan mengagruk kepala.

"Tidak jadi, bukan hal yang penting." ujarku dan mengalihkan pandangan. Jika aku melihat wajah Wafi, dia pasti menampilkan mimik wajah datar kentara tidak suka.

Keadaan menjadi hening, dengan cepat aku menoleh ke arah mereka yang saling pandang dalam diam. Jika diingat-ingat, akhir-akhir ini mereka berdua sangat aneh. Seolah menyembunyikan hal besar yang dilarang untuk kuketahui.

Aku melambaikan tangan di tengah-tengah mereka berdua. Karena sejak awal aku berada di tengah. Yuna berdehem dan kembali menatap gawainya begitu juga dengan Wafi. Kini aku seorang diri yang tidak tahu harus melakukan apa, kuputuskan membuka gawai dan deretan notifikasi pesan line bermunculan.

Tertera dengan jelas nama, Iblis Kecil di notifikasi paling banyak. Aku membuka pesan tersebut, dan deretan ujaran kesal dapat kulihat.

"Dasar aneh, itu urusanku tidak datang untuk melihat kegiatannya bertanding di jam kelima. Mengapa dia suka sekali mengatur?" tukasku jengkel. "Si Iblis ini tidak membuatku habis pikir."

"Siapa itu Laura?" tanya Yuna. Dia mendekatkan diri dan dengan cepat kujauhkan gawaiku dan sialnya Wafi yang berada di sampingku malah merebut benda pipih tersebut. Akhirnya aku diam tidak tahu harus berbuat apa.

"Kau menyimpan nomornya?" tanya Wafi mengernyit. Ya jelas bingung sekaligus heran, pasalnya aku dan Zen itu musuh sejak kecil tetapi kok tukaran nomor. Alasannya sederhana, karena kami adalah tetangga yang memiliki nasib berbeda.

"Dia juga memerintah untuk melihat pertandimgan di jam kelima nanti. Apakah kau akan pergi?" tanya Wafi lagj. Aku tentu menggeleng, hal itu membuang waktu dan menjadi sia-sia.

Wafi tidak lagi bertanya, dia mengembalikan gawaiku dan dengan kesal kuterima. Sedangkan Yuna bangkit dengan nampan berisikan mangkok, aku yang melihat itu juga ikut berdiri.

"Biar kubantu! Aku juga yang akan membayar mie kepunyaanku." ujarku. Yuna mengangguk saja dan kami berjalan keluar dari kelas.

Mie yang dipesan oleh Yuna berasal.dari kanting belakang perpustakaan. Oleh sebab itu, untuk ke sana membutuhkan waktu yang tidak cepat. Aku yang tidak terlalu suka pada keheningan membuka percakapan, "Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan pacar barumu itu?"

"Baik." jawab Yuna. Dia tidak menoleh sama sekali padaku, fokus sekali menatap ke depan.

"Aku sangat penasaran tentang siapa pacarmu itu." kataku dengan imajinasi tinggi, menemukan pacar Yuna yang tersembunyi.

"Kau sendiri, apakah ada perkembangan dengan Wafi?" tanya Yuna kentara sangat hati-hati. Mungkin saja dia takut menyinggung, aku balas saja dengan memberenggut kesal.

"Jangan tanya soal dia! Katanya suka tetapi tidak kunjung diajak jadian."

"Sebaiknya kaujauhi Wafi," kata Yuna. "Karena menurutku dia tidak benar-benar tulus mengatakan itu. Bisa saja dia berbohong mengenai surat cinta itu."

"Maksudnya?" tanyaku. Aku hanya ingin memastikan tidak salah dengar, bisa-bisanya Yuna mengatakan supaya aku menjauhi Wafi yang adalah teman baikku?

"Aku hanya khawatir Laura. Kau sendiri menyadari dia tidak lagi mengungkit soal kebenaran yang ia ungkapkan hari itu," kata Yuna pelan, nadanya seolah berbisik. "Masih banyak laki-laki lain di luar sana yang bisa menerimamu."

Wah, ini seriusan? Aku tidak percaya jika Yuna juga dapat berkata seperti itu. Aku menghentikan langkah, menatap tak berkedip pada Yuna.

"Kau tidak bercanda Yuna? Mengapa di mataku ada maksud lain dari perkataanmu. Mengapa kau ingin aku menjauhi Wafi? Jika dia tidak ingin mengungkapkan perasaannya tidak masalah," kataku. "Tetapi aku tidak sampai berpikiran untuk menjauhinya yang otomatis akan membuat pertemanan kita merenggang."

"Maksudku bukan begitu Laura, tolong mengerti aku sedikit." kata Yuna dengan lirih, apa yang membuatnya bersikeras membujukku menjauh dari Wafi.

"Kau menyembunyikan sesuatu hal?!" tudingku dengan tatapan tajam. Dia lekas menggeleng dan sudut matanya sudah mengeluarkan air mata. Aku menghela nafas,sepertinya sedikit keterlaluan.

"Maaf, tetapi aku tidak bisa mempertimbangkan perkataanmu. Wafi itu akan tetap menjadi temanku begitu juga dengan kau." kataku berjalan dahulu. Teman kok begitu? Harusnya dia dukung aku di setiap langkah, Yuna jadi sangat menyebalkan!

1
tishabhista
lanjutttt...
Pena Macet: ceritanya udah tamat kak/Smile/
total 1 replies
Mona
lanjut kakkkk
Mona
Asekk dapat surat cinta 🔥
Queen Woo
absen dl kk
Shinn Asuka
Tidak bisa menunggu untuk membaca karya baru dari author yang brilian ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!