Gimana rasanya diem diem nge-crush in temen sekelas yang badboy, suka bolos, kaga pinter alias bego, dan yang paling parah setahun tertinggal kelas.
"guys. Ada Aksara mau masuk kelas." teriak salah satu siswa. Dan semua murid di dalam kelas kompak tertunduk karena takut pada sang Aksara si badboy, yang paling di takuti di sekolah ini.
begitupun dengan gadis cantik yang irit bicara Zahira, merapihkan beberapa kertas dan alat tulis kedalam laci meja. Hanya menyisakan satu buku yang di letakan di ujung meja.
Aksara masuk dengan wajah tampan yang tertutup oleh beberapa luka di pipi dan batang hidungnya itu berjalan. Dan..
TLAK!
Buku Zah terjatuh tepat di depan Aksa. Zah meremas kedua sisi roknya, menunduk ketakutan.
Merasa penasaran Aksa mengambil buku itu, selembar kertas terjatuh, Zah melotot melihat kertas yang terjatuh.
Aksa mengambil kertas, namun di ambil kasar oleh Zah dan meremas menjadi gumpalan kemudian di lempar sembarang arah.
"Berani banget Lo sama gue!" Umpat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyastami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode. 13
"Dah lah, jangan mimpi. Lo lupa waktu kelas 10 Lo gak naik. Tapi karena bokap Lo aja, jadi terpaksa Lo di naikin kelas." ucap Reno.
Aksa tak membalas perkataan Reno karena memang benar semuanya. dulu Roby lah yang menjadi jaminan. Tapi sekarang dirinya seakan di buang oleh orang tuanya sendiri, hanya uang saja yang selalu mengalir di ATM nya. Namun tak lama Aksa menyeringai, seakan mempunyai ide.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zah merapihkan buku buku dan juga kertas yang sudah banyak coretan wajah Aksa. Lalu mengambil satu, dan mengangkat selembar kertas itu seperti menerawang.
"Aksara. Em.. Ganteng si, tapi Lo serem." monolog Zah sambil melihat coretan yang sedang ia terawang.
Setelah berkata seperti itu Zah meletakkan lagi kertas. Dan mulai membersihkan wajahnya lalu menggunakaan cream night yang rutin ia pakai sebelum tidur.
Keesokan harinya. Zah turun dari tangga dengan terburu buru.
"Bi, mamah udah berangkat?" Tanya Zah sambil mengikat sepatu.
"Udah neng. Mau bibi bawain sarapan gak neng?"
"Gak usah bi. Aku makan roti aja. Bye bi."
Kemacetan pagi hari seolah olah sudah jadi hal yang biasa. Tak jarang banyak orang memilih berangkat lebih awal. Tapi tidak dengan Zah, yang sudah dua kali selalu kesiangan.
"Ayo dong pak. Sepuluh menit lagi bel masuk nih." ucap Zah dengan gelisah.
padahal traffic light terlihat jelas dalam mode merah. Tapi karena gelisah Zah terus saja mendesak sang sopir.
Akhirnya Zah bisa bernafas lega karena mobilnya sudah kembali melaju. Zah yang sedang melihat ke luar jendela tak sengaja melihat Aksa, yang membantu seorang wanita paruh baya memunguti belanjaannya yang jatuh tergeletak.
Melihat itu bibir Zah melengkung membentuk senyuman. "Baik."
Zah berlari kecil dan mulai jalan mengatur nafas nya ketika masuk ke dalam kelas.
"Kesiangan terus Lo. Malem nya ngapain si?" Tanya Meca.
"Tidur lah. Lo pikir ngapain?"
Jam pelajaran di mulai, semua tampak khusuk mengerjakan tugas. Begitupun dengan Zah, yang seperti biasa sudah menyelesaikan semuanya lebih awal.
Bel istirahat berbunyi. Zah dan Meca berjalan ke kantin mengingat pagi tadi ia tak sarapan.
"Hai Zah, sini gabung?" Tawar Bara.
"Enggak kak. Makasih." Zah menolak secara halus dan duduk di tempat lain.
Tak lama suara keributan terdengar dari bangku lain di kantin.
Zah yang ingin menyuap makanan pun berhenti ketika Meca menarik tangannya.
"Anjir, apa apaan si Lo Mec. Gue mau makan, kenapa lo tarik gue?!" ucap Zah terlihat kesal karena ia sangat lapar.
"Liat kak Bara berantem sama kak Aksa." tunjuk Meca yang mulai mendekat.
Bugh.. Bugh..
Dengan buasnya Aksa menghajar salah satu penghuni kantin.
Mulut Zah menganga ketika melihat Aksa yang terus memberikan bogeman ke Bara.
Tak lama guru datang.
Keributan pun terhenti dan- Aksara yang posisinya berada di atas Bara tepat di mana Zah berdiri sambil menutup mulut tak percaya.
"Aksa! Kamu ikut saya." titah guru yang ber nametag Rohmat.
Sebelum benar benar pergi, Aksa melihat dan untuk kedua kalinya, Zah dan Aksa beradu pandang dengan jarak yang terbilang dekat. Lalu pergi begitu saja. Bara pun di bantu temanya menuju UKS.
"Parah. Kak Aksa sampe marah banget. Tapi kenapa makin menyala ya, aura badboy nya." Ucap Meca.
"Mata Lo katarak. Apa hebatnya bisa berantem kaya gitu." Zah berkata sambil menyuap makanan, walaupun sudah tak bernafsu namun perutnya tak bisa di ajak kompromi.
"Sorry ganggu, Zah bisa ikut gue?" Tanya Ilham teman dari Bara.
"A-ada apa?" tanya balik Zak yang heran sambil melihat ke Meca.
"Ikut gue. Bantuin bara obati lukanya."
Kening Zah mengkerut. "gue?!" tunjuk Zah pada diri sendiri.
"Kan ada petugasnya kak. Kenapa harus Zah." Tanya Meca.
"CK. Bara yang mau, mending lo cepet." titah Ilham.
Dengan terpaksa walaupun bertanya tanya. "Zah ditemani Meca berjalan ke UKS untuk membantu Bara dan ternyata ada Aksa juga disitu.
Zah masih berdiri melihat ke dua pria itu yang dalam keadaan yang tak baik baik saja terutama Bara. sedangkan Aksa hanya beberapa saja yang tergores di bagian pipi. Dengan cepat Bara menarik tangan Zah untuk mengobati lukanya.
Hap.
Zah duduk tapi tubuh Zah terperanjat kaget ketika kursi kayu di tendang kuat oleh Aksara. Lalu Aksa pergi.
Bara tersenyum tipis melihat Aksara.
.
jangan jebak aksa buat tanggung jawab thor😤