cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 13
HAPPY READING
acara pernikahan Andrey dan juga Nadia berlangsung dengan baik dan pernikahannya dilakukan secara privat hanya di hadiri oleh teman teman Andrey dan juga beberapa rekan kerja ayahnya
''selamat buat kalian berdua semoga langgeng hingga maut memisahkan'' ucap Gabriel memeluk Andrey
''makasih bro'' ucap Andrey membalas pelukan Gabriel
''hua gue udah lampu merah, gak ada lagi harapan gue buat miliki Nadia'' ucap Langit menangis lebay
''lo kira cuman Lo doang? trus gue gimana Jamal, kita memiliki nasib yang sama'' ujar Jordan ikut ikutan
''selamat yah drey, jagain Nadia jangan buat dia nangis kalau sampai hal itu terjadi gue bakal rebut Nadia dari lo'' ancam Langit
''anjirt segitunya Lo lang, lang masih banyak cewek diluar sana gak cuman Nadia'' ujar Jordan
''udah deh Lo berdua sama aja. selamat yah drey dan Nadia, jagain Nadia seperti Lo jagain diri Lo sendiri'' ujar Kenan
''selamat buat kalian berdua'' ujar Nadira berusaha untuk tidak menangis
ia langsung menjauh jadi tempat Nadia dan teman temannya
Nadira duduk di kursi taman gedung itu dan menangis dengan diam
''gue tau betapa gak relanya Lo lepasin keluarga yang satu satunya Lo punya'' ucap Langit memberikan sapu tangan kepada Nadira lalu duduk di sampingnya
''rasanya sakit bangat lang''
''hidup ini harus ada bersama dan berpisah gak selamanya Lo selalu bareng sama Nadia, jangan egois Ra Nadia manusia dan gue yakin Andrey bisa jagain Nadia seperti Lo jagain dia'' ucap Langit
Nadira mengguk menyetujui perkataan Langit
''mau pulang? gue antar'' tawar Langit dan dibalas anggukan oleh Nadira
🌺🌺🌺
pesta pernikahan Andrey dan Nadia sudah selesai. malamnya keduanya berada di kamar Andrey tadi mereka disuruh oleh Melani untuk membersihkan diri
''lo mandi duluan'' ucap Andrey merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya
''bangunin gue kalau Lo udah selesai'' lanjutnya
''i-yah'' ucap Nadia gugup dan langsung bergegas menuju kamar mandi milik Andrey
hampir sejam Nadia berada didalam kamar mandi, ia pun keluar dengan wajahnya yang segar
Nadia berjalan mendekati Andrey dan membangunkannya ''Andrey kamu mandi dulu, aku udah siap'' ucap Nadia
''hmmm'' dehemnya khas bangun tidur
''aku turun kebawah yah'' ucap Nadia dan dianggukki oleh Andrey
dibawah tepatnya di dapur Nadia melihat Melani yang sedang sibuk dengan alat alat masak dan di bantu oleh beberapa asisten
''aku bantu ngapain Tante?'' tanya Nadia
''lhooo kok manggil Tante sih? panggil bunda dong, kan sekarang kamu udah jadi menantu bunda masa Iyah panggilannya Tante'' ucap Melani
''iyah bunda'' gugup Nadia
''kamu tolong potong potongin wortel dan tomatnya yah sayang'' ucap Melani dan langsung di kerjakan oleh Nadia
sejam berlalu mereka sudah selesai memasak dan memindahkannya kemeja makan yang sudah diisi oleh David dan juga Andrey
''ayo kita makan'' ucap Melani
''kalau lagi hamil muda seperti kamu itu harus banyak makan makanan yang sehat biar janin kamu sehat'' ujar Melani mengisi piring Nadia dengan berbagai macam lauk pauk
''makasih bunda'' ucap Nadia mulai memakan makanan
mereka makan dengan hikmah tanpa ada yang berbicara, dan Nadia begitu sangat cangguh dikelilingi oleh keluarga Andrey
''jadi bagaimana sekolah kalian? apa kamu masih bersekolah nak Nadia?'' tanya David tiba tiba, dan hal itu membuat Nadia terkejut dan terbatuk, ia meminum air putih yang berada didepannya
mengatur nafasnya supaya kembali normal ''kamu gak perlu canggung nak, kita udah jadi keluarga'' ucap David
''iyah yah maaf'' ujar Nadia
''jadi bagaimana?''
''aku berhenti sekolah yah, biar Andrey aja yang melanjutkan sekolahnya'' ucap Nadia
''pilihan yang bagus, dan kamu Andrey sudah bisa mulai belajar mengelola bisnis ayah'' ucap David dianggukki Andrey
''lalu kalian tinggal bersama kami atau...'' tanya David lagi dan lagi
''kita tinggal di apartemen'' ucap Andrey
''baik ayah sudah menyediakannya untuk kalian''
''kami juga akan pindah besok'' ujar Andrey
''apa itu tidak terlalu cepat nak?'' tanya Melani
''gak Bun''
David dan Melani hanya bisa menerima keinginan anaknya itu.
setelah makan malam selesai mereka semua langsung menuju kamar
Nadia yang memang sangat lelah dan ingin istirahat pun binggung mau tidur dimana ''aku tidur dimana?'' tanyanya pada Andrey yang sedang bersandar di Sandaran kasurnya dan asik main handphone
''yah disini, jadi Lo mau tidur dimana lagi?'' tanya Andrey sembari menunjuk tempat di samping kanannya
''t-api kan kita laki laki dan perempuan seharusnya kita gak boleh tidur bareng'' jelas Nadia
''kita udah sah'' ucap Andrey membuat Nadia bungkam
''tapi''
''gakpapa gue gak bakal apa apain lo''
dengan gugup dan takut Nadia merebahkan tubuhnya di samping kanan Andrey dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya dan mulai terjun ke alam mimpi
Andrey menatap sekilas kearah Nadia dan kembali fokus ke layar ponsel miliknya
setengah jam berlalu ia mulai merasa ngantuk
Andrey membuang asal bantal guling yang menjadi penghalang antara ia dan Nadia yang tadinya memang di buat oleh Nadia
karena tidur Nadia yang sangat pinggir dan nantinya akan terjatuh
dengan gerakan cepat Andrey menarik Nadia untuk dipeluknya dan tak disangka Nadia juga membalas pelukan hangat Andrey
''good night'' ucapnya
🌺🌺🌺
paginya pukul 07:30 Nadia terbangun dari tidurnya dan merasa seseorang di pelukannya
ia terkejut saat ia memeluk Andrey dengan gerakan cepat ia menjauh dari tubuh Andrey dan terduduk ''yah ampun apa aku meluk Andrey?''
''apa semalam aku tidurnya gerak gerak sampai meluk dia? Aaaa aku malu hiks kalau dia marah gimana dong? trus kalau Andrey ilfil dan jauhi aku gimana? hiks'' ucap Nadia malah menangis
Andrey yang memang sudah lama bangun dan mendengar ucapan Nadia ingin sekali tertawa
ia mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Nadia ''kenapa nangis?'' tanyanya dengan suara seraknya
Nadia menggeleng ''maaf hiks udah lancang meluk kamu, aku gak sengaja, jangan marah sama aku'' ucap Nadia menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh ayahnya karena bandal
''gue gak marah gak usah nangis'' ucap Andrey menghapus air mata Nadia
bukannya berhenti menangis Nadia malah mengencangkan tangisnya untung saja kamar Andrey kedap suara hingga orang yang berada diluar tak akan mendengarnya
''kenapa lagi?'' tanya Andrey
Nadia kembali menggeleng-gelengkan kepalanya ''gak tau'' ucapnya sangat lucu Dimata Andrey
Andrey menarik Nadia ke pelukannya ''shutt gak usah nangis'' ucap Andrey mengelus rambut panjang Nadia
setelah dirasa tenang Andrey melerai pelukannya dan menyuruh Nadia untuk mandi ''lo mandi gihh, biar kita sarapan'' ujar Andrey dianggukki oleh Nadia
🌺🌺🌺
huhuhu bucin bangat dah nih pengantin baru
mungkin kedepannya bakalan bucin sih biar kalian iri wkwkwkw.
okeee sampai di sini aja jangan lupa follow like komen dan vote yang banyakkk yahhhhh
makasih udah baca lope sekebon buat kalian
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻